HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 73


__ADS_3

🕊🕊🕊🕊


Di saat Joko masih berada di kantornya, tiba'tiba telfonnya telah berdering. Di mana itu menandakan bahwa ada yang menelfonnya. Namun, entah siapa yang menelfonnya itu.


"Halo, Assalamu'alaikum bik. Ada apa bibik sampai menelfon saya?" Tanya Joko merasa heran.


"Wa'alaikumsalam Tuan. Ma'af Tuan, ini darurat..." Belum sempat pembantu itu melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba sudah terpotong dengan ke khawatiran Joko.


"Darurat bagaimana bik? Apa yang sudah terjadi memangnya?" Tanya Joko penasaran.


"Apa? Baiklah bik, saya segera menuju ke sana." Ucap Joko kemudian.


Entah apa yang sudah terjadi, sehingga membuat Joko harus mengebut dalam mengendarai mobilnya. Namun, Joko tetap memperhatikan jalanan kota yang saat itu begitu ramai agar tidak terjadi sesuatu.


"Ayolah angkat Yulian. Kenapa tidak bisa sih menelfon kamu?" Gerutu Joko sambil mengotak-atik ponselnya.


Ya... Joko sedari tadi berusaha untuk menghubungi adiknya, Yulian. Tapi hasilnya nihil. Tidak ada jawaban dari Yulian. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Kenapa Joko sepanik itu?


💞💞💞💞


"Aisyah, ma'afkan aku jika keputusanku untuk menikah denganmu itu adalah sebuah kesalahan bagimu. Aku hanya ingin bersamamu. Walaupun resiko nya aku tahu, entah kamu akan terus bersamaku atau kamu akan pergi meninggalkanku. Yang aku mau dan yang aku tahu, kamu adalah istri pertama dan terakhirku. Aku tidak akan pernah lelah untuk selalu berdo'a dalam kesembuhanmu. Dan sekarang, kamu pun sudah tahu bahwa aku suamimu. Jadi, terserah kamu jika kamu ingin membenciku tapi, aku akan tetap mencintai kamu. Sekali lagi ma'af jika aku tidak menunggu atau menanti keputusanmu dalam pernikahan ini. Ya sudah, kamu istirahat saja jangan sampai kelelahan dan banyak pikiran terlebih dahulu. Aku akan keluar, istirahatlah." Ungkap Yulian penuh dengan cinta dan ketulusan dalam hatinya.


Setelah menjelaskan apa alasan Yulian menikahi Aisyah, Yulian pun memutuskan untuk keluar dari ruangan agar Aisyah bisa beristirahat kembali. Namun, saat Yulian akan melangkahkan kakinya tiba-tiba Aisyah menghentikan langkah kaki itu dengan menahan tangan Yulian. Dan seketika, Yulian pun menoleh ke arah Aisyah dan menatap wajah Aisyah dengan penuh tanda tanya.


"Ada apa Aisyah? Apa kamu perlu sesuatu?" Tanya Yulian.


"Aku... Aku mencintaimu Yulian. Aku....." Ucap Aisyah yang terhenti karena Yulian memeluknya.


Waktu serasa berhenti sejenak saat mereka saling berpelukan. Aisyah pun kembali menitihkan air matanya. Begitupun dengan Yulian, kini dia merasakan keharuan yang membuatnya ikut menitihkan air mata.


💝💝💝💝


"Bagaimana, apakah mama suka dengan hadiah yang Papa berikan?" Tanya pak Nugraha kepada istrinya.


"Papa... Papa ini seperti anak muda saja. Masak memberikan Mama hadiah seperti ini." Jawab bu Widia merasa heran.


"Ya tidak apa-apa lah Mama. Mama kan tahu sendiri kalau selama Mama sakit, Papa tidak pernah merasakan kasih sayang seorang istri kembali. Dan sekarang, wanita cantiknya Papa ada di hadapan Papa jadi, wajar saja kalau Papa memanjakan Mama lagi seperti dulu. Ya sudah, Papa pakaikan cincin dan kalung nya ya Ma." Ucap pak Nugraha dengan penuh cinta dan di balas dengan senyuman manis dari bu Widia.


Ya... Setelah sekian lama terpisah dari jarak dan waktu serta keadaan yang tidak memungkinkan untuk bersama dan kini di saat waktu itu sudah berpihak kepada mereka, kembali lah mereka merajuk dalam cinta.


🌹🌹🌹🌹


"Kenapa Yulian lama sekali di dalam ya?" Gerutu Fadli.

__ADS_1


"Ayah, biarkan saja lah kalau Yulian itu menemui istrinya. Mereka itu butuh waktu untuk saling berbicara." Tutur Maryam kepada suaminya.


"Iya Fadli, itu benar apa yang di katakan oleh Maryam. Kamu pun juga harus bisa mengerti keadaan mereka." Sambung bu Maria.


"Iya, baik lah kalau begitu. Tapi, kalian harusnya juga tahu kalau aku juga mau bertemu dengan Aisyah, aku kan kakaknya." Ucap Fadli yang masih merasa jengkel kepada Yulian.


Saat Fadli mengucapkan kalimat yang sedikit konyol menurut mereka, sekaligus mereka hanya menertawakan ke konyolan Fadli. Hohoho... Jadi ikut ketawa ya..! Seperti anak kecil saja sikap Fadli, tapi mungkin saja karena dia memang benar-benar merindukan adik peremouan nya itu. Jadi, harap maklum ya...!


💦💦💦💦


"Bik....dimana Juna sekarang?" Tanya Joko merasa khawatir.


"Juna badannya panas Tuan. Dia seperti nya demam." Jawab bik Ninik.


"Apa Yulian sudah tahu semua ini?" Tanya Joko.


"Belum Tuan, karena sedari tadi bibik menghubungi Tuan Yulian tidak di angkat olehnya." Jawab bik Nunik.


"Ya sudah, bibik di rumah saja jaga rumah. Juna biar saya bawa ke rumah sakit." Ucap Joko kemudian.


"Baik Tuan, hati-hati Tuan." Balas bik Nunik.


Selama satu tahun sudah berlalu, Juna ikut tinggal bersama pak Brian dan bu Maria. Di mana Yulian juga ikut tinggal di rumah itu. Namun, saat Juna sedang demam tidak ada yang sedang berada di rumah mewah itu, kecuali bik Nunik. Karena yang lain sedang berada di rumah sakit untuk menemui Aisyah.


💖💖💖💖


"Hihihihihihihi...!" Suara tangis Aisyah yang tidak tertahan lagi.


"Ku mohon jangan menangis Aisyah. Berjanjilah kepadaku, jangan buat aku merasa khawatir lagi, jika kamu memang mencintaiku." Ucap Yulian sambil menyerka air mata Aisyah yang dibalas dengan anggukkan pelan oleh Aisyah.


Setelah mengadu rindu, akhirnya Yulian memutuskan untuk keluar dan meminta Aisyah untuk kembali beristirahat.


"Nah, akhirnya keluar juga." Ucap Fadli merasa lega.


"Ada apa dengan kak Fadli?" Balas Yulian sambil menyatukan ke dua alisnya.


"Kakak kamu itu nungguin kamu keluar sedari tadi, karena dia ingin menemui Aisyah." Sambung Maryam sambil tersenyum kecil.


"Oh begitu ternyata, ya ma'af kak Yulian kan tidak tahu." Ucap Yulian dengan polosnya.


Seketika semuanya kembali tertawa setelah melihat ekspresi Fadli dan Yulian. Kini rasa sedih tidak lagi melanda mereka. Dan do'a mereka pun telah terjawab oleh Tuhan Yang Maha Esa.


🕊🕊🕊🕊

__ADS_1


"Dok, tolong keponakan saya dok!" Ucap Joko setelah masuk ke dalam rumah sakit.


"Baik pak, saya akan segera memeriksanya. Suster, tolong bawa anak ini ke dalam ruangan UGD." Balas seorang dokter.


Joko kini di sibuk kan dengan keadaan Juna. Meski tidak ada hubungan darah, Joko sudah menganggap bahwa Juna adalah keponakan kandungnya. Maka dari itu, dia sangat merasa khawatir.


"Lebih baik aku ke ruangan Aisyah. Pasti Yulian ada di sana." Ucap Joko dalam batinnya.


Saat Juna masih di periksa sama dokter, Joko memutuskan untuk menemui Yulian. Karena yang berhak atas Juna adalah Yulian. Dan Yulian harus tahu tentang keadaan Juna.


"Yulian!" Panggil Joko pelan.


"Mas Joko, kenapa ada di sini?" Tanya Yulian penasaran.


"Iya, karena Juna sakit." Jawab Joko dengan ekspresi datar.


"Apa? Juna sakit? Dimana dia sekarang mas?" Tanya Yulian kembali.


"Dia masih di UGD di periksa sama dokter." Jawab Joko.


Setelah mendengar apa yang sudah terjadi dengan Juna, Yulian pun berlari ke ruangan UGD untuk menemui Juna. Setelah mendapat kabar bahagia, kini Yulian harus merasakan khawatir kembali, karena putranya harus masuk rumah sakit.


"Dokter, bagaimana dengan keadaan anak saya?" Tanya Yulian dengan sergapnya.


"Anak bapak tidak apa-apa, dia hanya kecapekan saja. Dia cuma butuh istirahat, mungkin dua hari sudah boleh pulang kalau keadaannya segera membaik." Tutur dokter itu.


"Alhamdulillah, terimakasih dok!" Balas Yulian sambil berjabat tangan dengan dokter itu.


Setelah menjelaskan bagaimana keadaan Juna, dokter itu pun pergi meninggalkan Yulian sendiri. Dan sesaat kemudian, datang lah kedua orang tua Yulian.


"Bagaimana keadaan cucu Papa?" Tanya pak Nugraha.


"Juna tidak apa-apa Pa, Juna hanya kecapekan saja." Jawab Yulian dengan senyum tipis.


"Ya sudah, kita masuk saja kalau begitu." Sambung bu Widia.


Ya... karena sebelum menemui Yulian, Joko di telfon oleh pak Nugraha. Dan seketika, Joko memberi tahu keadaan Juna kepada papanya itu.


Syukurlah kalau Juna tidak apa-apa. Jadi, Yulian tidak harus terlalu khawatir dengan keadaan putra nya itu. Cuma, dia harus stand by jika sewaktu-waktu kedua orang yang sangat di cintai nya itu membutuhkan dirinya, yaitu Aisyah dan Juna.


BERSAMBUNG...


SAMPAI DISINI DULU YA...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN. TERIMAKASIH! 💞💞💞💞


__ADS_2