HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 68


__ADS_3

πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Setelah usai sholat dan berdo'a, Yulian kbali menemani Aisyah sambil duduk disebelah branker yang menjadi tempat tidur Aisyah saat ini.


"Aisyah, kenapa kamu menangis? Apa kamu merasakan sakit?" Ucap Yulian saat melihat Aisyah menitihkan air matanya.


"Aku harap kamu tidak merasakan sakit dalam tubuhmu." Sambung Yulian kembali.


Hari berlalu dengan begitu cepat. Dan saat ini malam pun telah tiba, di mana malam pertama bagi kedua mempelai itu. Namun sayang, pernikahan mereka tidak selayaknya pernikahan seorang pengantin yang sempurna. Tapi... Yulian tidak pernah berhenti mengucapkan rasa syukur atas janji suci yang telah di ucapkannya untuk Aisyah.


πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


"*Yulian, kamu memang lelaki yang baik. Tidak salah bahwa Aisyah selalu menunggu dan mengharapkan kehadiranmu kembali. Mungkin, ini yang namanya jodoh. Meskipun sering kali hubungan kisah cinta kalian yang selalu ada masalah, kini kalian telah dipersatukan kembali dengan ikatan yang ikrar.


Meskipun kamu berada di ambang maut saudariku, tapi kamu masih diperjuangkan oleh lelaki yang baik dan mencintamu dengan setulus hatinya. Semoga Allah memberikan kesempatan kedua untuk mu agar tetap bertahan dan kembali berada di tengah-tengah kita*." Ucap Maryam di balik pintu saat melihat Yulian membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an untuk Aisyah.


Meskipun sudah malam, namun Maryam belum berhenti bekerja. Mungkin sebentar lagi. Hahaha...sok tau ya aku!


πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š


"Kamu....!" Ucap bu Widia saat sadar kan diri.


"Iya ma...ini Joko." Balas lelaki gagah yang duduk di samping brangker.


"Joko putra mama?" Tanya bu Widia sambil menatap wajah Joko dengan lekat.


"Iya ma... Putra mama yang pertama." Jawab Joko sambil menatap seorang lelaki yang berada di balik pintu ruangan.


"Putra pertama?" Tanya bu Widia kembali.


"Iya ma, putra mama ada dua. Joko dan Yulian. Tapi, ma'af karena Yulian belum bisa datang menjenguk mama. Karena dia harus menemani istrinya yang sedang sakit di rumah sakit. Tapi, besok insyaallah Yulian akan datang ke sini." Jawab Joko menjelaskan.


"Istri? Berarti mama memiliki menantu?" Lagi-lagi bu Widia kembali bertan


"Iya ma, dia sangat cantik, baik, dan dia juga sangat menyayangi kita semua." Jawab Joko dengan senyumannya.


"Dia sakit apa? Semoga saja dia cepat sembuh." Ucap bu Widia dengan lembut.


Ya... Ternyata bu Widia adalah mama kandung Yulian dan mama angkat Joko. Dia harus di rawat di rumah sakit gila, karena suatu kejadian di mana itu membuat bu Widia merasakan trauma dan menjadikan beliau hilang akal.


Setelah Joko mengobrol dan menenangkan bu Widia sampai tertidur, Joko pun meninggalkan bu Widia sendiri di ruangan itu dan menemui seseorang.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿


Malam itu semua keluarga Aisyah berkumpul di rumah yang sama. Mereka terlihat begitu kelelahan, namun mereka juga merasakan sedikit kebahagiaan. Karena, mereka bisa melihat putrinya sudah menikah.


"Alhamdulillah ya... Akhirnya Aisyah sudah menikah. Semoga saja Yulian tidak merasakan lelah selama Aisyah belum sadar kan diri dari komanya." Ucap bu Maria memulai pembicaraan.


"Kita harus yakin, Allah itu Maha segalanya." Balas bu Laila sambil tersenyum.


"Yulian itu.... Anak yang baik. Dia memiliki cinta yang dalam kepada Aisyah dan dia juga tidak melupakan cinta besar nya kepada Allah. Semoga Yulian mampu membantu Aisyah dalam sadarkan diri." Sambung pak Brian.


Begitilah percakapan mereka. Mereka sangat dan sangat mengharapkan Aisyah kbali sadar kan diri dengan segera. Dan mereka juga bahagia dengan hadirnya Yulian di tengah-tengah keluarga besar mereka.


🌺🌺🌺🌺


"Assalamuvalaikum!" Seseorang mengucap salam saat membuka pintu ruangan Aisyah.


"Wa'alaikumsalam, eh kak Fadli." Balas Yulian.


Ya...ternyata itu adalah Fadli. Mungkin dia sedang menjemput istri tercintanya dan sekalian melihat kedua adiknya yaitu, Aisyah dan Yulian. Hohoho...!


"Iya, kakak lagi nungguin kakak perempuan kamu. Soalnya tadi dia sudah telfon dan menyuruh kakak untuk menjemput. Oh iya, nih kakak bawakan makanan. Pasti kamu belum makan kan! " Ucap Fadli sedikit mencairkan suasana.


"Iya sih kak, memang saya belum makan. Tapi, saya merasa sudah kenyang." Balas Yulian.


"Insyaallah, Yulian akan berusaha ikhlas apabila Aisyah memang tidak di takdirkan bersama kita kembali. Namun, Yulian juga tidak akan pernah berhenti dan berdo'a kepada Allah SWT untuk kesembuhan Aisyah. Balas Yulian dengan sekuat hatinya.


Pada akhirnya Yulian pun mengikuti perkataan Fadli. Dia mau makan makanan yang sudah di bawakan oleh Fadli. Sambil menunggu Aisyah, mereka berdua mengobrol bersama. Dan tidak lama kemudian, muncul lah sosok bidadari surga yang amat sangat cantik.


πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š


"Bagaimana mama kamu?" Tanya pak Nugraha.


Ya... Ternyata lelaki yang berada di luar ruangan bu Widia adalah pak Nugraha, yang tak lain adalah suami bu Widia.


"Mama sudah jauh lebih baik. Sekarang mama sedang tidur Pa." Jawab Joko.


"Ayo, kita temui dokter." Ajak pak Nugraha dan di balas dengan anggukan pelan oleh Joko.


Mereka pun bersama-sama melangkah kan kaki mereka munuju ke ruangan dokter yang menangani bu Widia untuk berkonsultasi. Entah lah apa yang akan mereka bicarakan.


πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š

__ADS_1


"Assalamu'alaikum!" Maryam mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam, Eh bunda." Balas Fadli.


"Wa'alaikumsalam." Balas Yulian.


"Wah...lagi bicarain apa nih, kelihatannya serius banget." Tanya Maryam menyelidik.


"Lagi bicarain ke dua bidadari surga kita." Jawab Fadli dengan ke konyolannya.


"Apa sih ayah ini. Malu tahu di lihatin Yulian." Ucap Maryam dengan pipi kemerahan.


"Wah... Iya nih kak Fadli. Yulian jadi berasa obat nyamuk di sini." Ucap Yulian bercanda.


"Hahaha... Jangan gitu lah kamu. Ya sudah, kita pamit pulang dulu kasihan Kirana pasti dia merindukan kita." Balas Fadli sambil tertawa kecil.


"Baiklah kak. Hati-hati di jalan." Balas Yulian dengan senyum.


Setelah Fadli dan Maryam pergi meninggalkan Yulian, kini Yulian tinggal lah ber dua dengan Aisyah saja. Dia mengobrol sendiri, namun dia menganggap dia sedang berbicara dengan istri tercinta nya hingga dia tertidur sambil memegang tangan Aisyah.


🌹🌹🌹🌹


"Dok, bagaimana dengan keadaan istri saya?" Tanya pak Nugraha.


"Isnyaallah, bu Widia akan segera sembuh atas dukungan kalian. Jika kalian sering datang ke sini dan mengobrol dengan beliau, insyaallah kekuatan dalam ingatannya akan cepat di tanggap dan jalan berpikirnya akan kembali normal. " Jawab dokter menjelaskan.


"Baiklah dok, insyaallah kami akan mencoba untuk sering berkunjung." Balas pak Nugraha.


"Tolong bantu kami dalam hal ini dok!" Sambung Joko dengan berharap.


"Baik pak, saya akan mengusahakan yang terbaik untuk istri bapak." Ucap dokter mwyakinkan.


"Baik dok, kalau begitu kami permisi dulu. Terimakasih untuk segalanya." Balas pak Nugraha sambil berjabat tangan dengan dokyer itu.


Setelah berkonsultasi dengan dokter, pak Nugraha dan Joko kembali pulang. Namun, saat berada di tengah-tengah perjalanan pak Nugraha meminta Joko untuk kembali ke rumah sakit menemani Yulian.


Semoga saja bu Widia dan Aisyah segera di berikan kesembuhan.πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


BERSAMBUNG...


TERIMAKASIH BUAT KALIAN YANG MASIH SETIA...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR DAN VOTE NYA.


__ADS_2