
Malam yang penuh dengan kehangatan akan membuat kami merasa tenang dalam tidur kami. Ya_malam ini kami tidur bersama setelah saling curhat. Itulah kebiasaan kami, saat hati dan pikiran kami tak bisa menahan kesedihan.
⛅⛅⛅⛅
Pagi ini kami bangun lebih awal dan menjalankan kebiasaan kami setiap pagi. Melaksanakan sholat subuh dan dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an sejenak.
"Pagi ini cerah ya Aisyah!" Ucap kak Maryam yang memandang matahari terbit dari arah timur.
Ya_pagi ini kami disambut dengan kecerahan di pagi hari. Sinar matahari seakan sudah siap menemani kami dalam aktifitas kami pagi ini.
"Oh iya, kakak sudah siap kan?" Tanyaku memastikan.
"Iya. kakak sudah siap. Lebih baik sekarang kita berangkat saja." Jawab kak Maryam.
"Boleh, tapi sebentar kak ada sesuatu yang ketinggalan." Ucapku sambil berlari menuju kamar ku kembali.
Ya_aku melupakan sesuatu dari Yulian. Kalung yang sudah diberikan Yulian tanpa sengaja terlepas dikamar tadi dan tak mungkinlah kalau aku tidak memakainya. Karena rasa rinduku terobati setelah aku memakai dan memandang kalung itu. Jadi, aku berlari untuk mengambilnya setelah aku mengingatnya.
Setelah aku memakai kalung itu kembali, aku menuruni tangga dan menemui kak Maryam yang sudah siap sedari tadi.
"Sudah siap Aisyah?" Tanya kak Maryam memastikan.
"Insyaallah sudah kak." Jawabku singkat.
Pagi ini kami akan menuju ke rumah papa dan mama Maria terlebih dahulu untuk memberi kejutan. Setelah itu, aku akan mengantar kak Maryam untuk pergi ke Rumah Sakit.
Jadwal yang ketiga setelah mengantar kak Maryam ke rumah sakit, aku menuju ke kampus untuk mengumpulkan skripsi. Semoga saja aku lulus skripsi dan bisa wisuda di tahun ini.
💦💦💦💦
"Assalamu'alaikum!" Aku dan kak Maryam mengucap salam secara bersamaan.
"Wa'alaikumsalam!" Balas mama dari dalam kemudian.
"Ma!" Ucap kami sambil mencium tangan mama Maria.
"Eh, putri-putri mama sudah datang. Pasti kalian belum sarapan kan? Ayo masuk, kita sarapan bersama." Ajak mama kepada kami.
"Mama tahu aja lah kalau kami memang belum sempat sarapan. Hehe...!" Ucapku yang mungkin menurut kalian sok akrab. Hahaha... Tapi tak apalah, itu kan mama aku juga.
Kami bertiga pun berbondong-bondong menuju ruang makan yang sudah disiapkan beberapa makanan di atas meja makan. Dan aku, melihat sosok lelaki hebat yang sedang duduk dikursi dan ditemani dengan segelas kopi.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum pa!" Aku dan kak Maryam tak lupa menyapa salam kepada papa dan mencium tangannya.
"Pagi sayang. Tumbenan kalian sepagi ini datang ke rumah papa dan mama. Apa ada sesuatu yang ingin dibicarakan?" Ucap papa mengejutkan kami.
Aku dan kak Maryam hanya merespon dengan saling memandang. Dan aku berbisik kepada kak Maryam untuk segera memberitahu apa tujuan kita datang ke sini.
"Ehm... Pa... Ma.. Maryam mau kasih kejutan sama kalian." Ucap kak Maryam dengan senyuman bahagia.
"Kejutan?" Ucap mama dan papa secara bersamaan.
"Iya Pa... Ma... kejutan. Bahwa hari ini Maryam sudah bisa bekerja di Rumah Sakit Medika." Ucap kak Maryam secara perlahan.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa menggapai cita-cita kamu sebagai dokter nak!" Ucap mama Maria dengan rasa haru.
"Iya sayang, alhamdulillah dan selamat ya!" Imbuh papa kemudian.
Setelah memberikan kejutan kepada mama dan papa selesai, kami sekeluarga melanjutkan aktifitas kami dengan sarapan pagi bersama. Kami nampak seperti keluarga yang utuh. Meskipun kami belum terlalu saling mengenal, tapi kami bisa menyesuaikan keadaan dengan kedewasaan. Insyaallah, aku pun bisa menerima semua ini.
"Aisyah sekalian mau minta do'a dari Mama dan Papa ya, karena hari ini Aisyah mau mengajukan skripsi. Aisyah minta do'a dari kalian, semoga Aisyah lulus skripsinya." Ucapku meminta do'a terbaik dari kedua orang tua ku saat ini.
"Iya sayang, pasti lah kalau Papa dan Mama akan selalu mendo'akan putri-putrinya. Semoga kalian berhasil." Ucap mama Maria yang penuh dengan kelembutan.
"Ya sudah kalau begitu Ma-Pa, kami berangkat dulu ya!" Ucap kak Maria.
"Kak, kakak masuk kerja jam berapa?" Tanyaku kepada kak Maryam, karena aku ingin mengajaknya ke tempat makam almarhumah mama.
"Masih nanti sih, jam 8 nan dek. Ada apa memangnya?"
"Kebetulan kak, kita mampir ke makam Mama terlebih dulu bagaimana?" Tanyaku lagi memastikan.
"Tidak apa-apa lah, ayo kakak juga mau ikut. Lagi pula kakak belum pernah juga mengunjungi makam mama dan mendo'akan mama." Jawab kak Maryam senyuman dibibir tipisnya.
Aku pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Dan kami menuju ke makam mama terlebih dulu sebelum pergi ke Rumah Sakit. Ya_karena menurutku, sudah lama juga aku tidak berkunjung ke makam mama.
"Ma, do'ain Aisyah dan kak Maryam ya agar kami bisa sukses dengan cita-cita kami." Ucapku dalam hati.
Setelah beberapa menit kami berdo'a dimakam mama, kami pun melangkahkan kaki kami untuk menuju mobil kembali dan melanjutkan perjalanan kami.
"Aisyah, kamu hati-hati ya dijalan. Jangan lupa nanti berdo'a sebelum kamu mengajukan skripsi kamu. Semoga berhasil ya dek!" Ucap kak Maryam yang mendo'akan aku dengan setulus hatinya.
Lihatlah kawan, betapa beruntungnya aku kan. Memiliki keluarga yang belum saling mengenal satu sama lain, namun hati mereka begitu baik. Semoga kalian selalu dalam lindungan-Nya.
__ADS_1
"Iya kak Maryam, Aisyah akan selalu mengingat ucapan kak Maryam. Kakak juga hati-hati ya di sini. Nanti kalau sudah mau pulang kakak telfon Aisyah saja, biar Aisyah yang menjemput kakak." Aku hanya ingin membahagian kak Maryam dan menjadi seorang adik yang baik untuknya.
Sejenak kupandang sekeliling Rumah Sakit yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan megah. Ada rasa bangga didalam hatiku bisa mengenal kak Maryam yang baik dan pintar dalam bidang kedokteran.
Tak lupa juga aku berpamitan kepada kak Maryam sebelum aku melajukan kembali mobil yang aku kendarai.
*****
Akhirnya setelah menelusuri jalanan kota yang ramai untuk kesekian kalinya, kini aku sudah berada di kampus lagi. Dan ku lajukan mobilku dengan sangat pelan untuk memarkirkannya di tempat parkiran.
"Aisyah!" Teriak Aida memanggilku setelah melihatku turun dari mobil.
"Assalamu'alaikum Aisyah!" Ucap Aida yang datang menghampiriku.
"Wa'alaikumsalam Aida sayang!" Balasku dengan ucapan salam kembali dan mencubit kedua pipi Aida. Hahaha, mungkin menurut kalian aku jail kan? Tapi, memang Aida sahabat terbaikku dan mengenal aku dari dulu.
"Eh bagaimana, kamu sudah mengajukan skripsi kamu apa belum Aisyah?" Tanya Aida dengan ekspresi penasaran. Tahu kan bagaimana ekspresi Aida? Kalian bisa membayangkannya sendiri. Hehehe...!
"Ya Allah Aida, ya belum lah! Aku kan baru saja datang, jadi ya belum menemui dosen lah!" Jawabku dengan santai.
"Ya sudah gih, cepetan kamu kumpulkan tugas skripsi kamu. Kalau aku kan sudah tahu hasilnya." Ucap Aida yang kubalas dengan ekspresi menggelenhkan kepala secara pelan dan memberikan sinyum simpul kepadanya.
"Emang apa hasilnya?" Tanyaku dengan penasaran.
"Emm... Alhamdulillah Aisyah, aku lulus. Aku bisa di wisuda tahun ini." Jawab Aida dengan senyum kebanggaan.
"Alhamdulillah Aida, selamat ya!" Ucapku yang memberi selamat kepada Aida.
"Eh ya sudah kalau begitu Aida, aku mau mengumpulkan dulu tugas skripsiku. Do'akan aku ya, semoga bisa berhasil seperti kamu." Pintaku kepada Aida.
"Siap Aisyah, nanti kalau udah selesai langsung aja ke tempat biasa ya , aku tunggu kamu di sana Aisyah." Ucap Aida yang ku balas dengan anggukan, lalu kita pun berpisah dengan arah yang berbeda.
Aku melangkahkan kaki secara perlahan menuju ke dalam ruangan dosen yang membimbingku. Mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengajukan sebuah skripsi yang menurutku bagaikan tugas yang begitu sulit.
"Assalamu'alaikum Bu!" Ucapku sambil mengetuk pintu.
"Wa'alaikumsalam, masuklah Aisyah." Sahut Bu Karina selaku dosen pembimbingku.
Begitu kencangnya jantung ku berdetak. Rasa penasaran, grogi dan semacam lainnya lah, sudah tercampur aduk di dalam diriku. Tak ada hentinya aku berdo'a dalam hati. Ku rasa, penuh dengan ketegangan.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
Kembali lagi cerita selanjutnya di HCA, SEMOGA KALIAN TETAP MENDUKUNGKU YA! JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KEPADAKU DENGAN LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN. Terimakasih 😘😘😘😘