
🕊🕊🕊🕊
"Kring...kring....!" Suara handphone Maryam berbunyi.
"Halo Assalamu'alaikum!" Maryam memgucapkan salam.
"Apa, sekarang? Baiklah, saya akan segera kembali ke Rumah Sakit." Ucap Maryam kemudian.
Sepertinya telfon yang baru itu dari pihak Rumah Sakit. Dan meminta Maryam untuk datang kembali ke Rumah Sakit. Kalian tahu sendiri kan kalau Maryam adalah seorang dokter, jadi dia harus segera kembali ke Rumah Sakit saat Rumah Sakit membutuhkannya.
"Ada apa sayang?" Tanya Fadli kepada itrinya.
"Ma'af sayang, sepertinya bunda tidak bisa menemani ayah untuk mencari Aisyah. Bunda harus kembali lagi ke Rumah Sakit, karena ada keadaan darurat yang membutuhkan tenaga bunda." Tutur Maryam pelan.
"Baiklah bunda, kalau begitu ayah akan mengantar bunda sekarang ke Rumah Sakit." Balas Fadli yang tidak lupa meninggalkan senyumnya untuk istri tercintanya.
Kini Fadli lebih memilih untuk mengantar Maryam istrinya ke Rumah Sakit. Dan setelah mengantar Maryam, dia akan melanjutkan untuk mencari Aisyah.
"Sayang, sebaiknya ayah tidak usah ikut turun mengantar bunda. Lebih baik ayah langsung saja melanjutkan untuk mencari Aisyah." Tutur Maryam kepada suaminya.
"Baiklah sayang. Kalau begitu ayah berangkat lagi." Pamit Fadli sambil menyodorkan tangannya dan Maryam pun membalas dengan mencium tangan suaminya dan mengucap salam sebagai perpisahan.
Maryam dan Fadli berpisah. Maryam melangkahkan kaki dengan keras bahkan sampai-sampai dia berlarian untuk segera masuk kedalam Rumah Sakit. Sedangkan Fadli, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
...****************...
"Kamu jemput aku sekarang. Aku sudah tiba di bandara." Perintah Yulian kepada seseorang.
Yulian berdiri mondar-mandir merasa khawatir dengan keadaan Aisyah. Serasa dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat ini.
"Apa yang sebenarnya terjadi denganmu Aisyah? Bagaimana keadaan kamu sekarang? Semoga Allah tetap menjagamu." Ucap Yulian dalam batinnya.
🌧🌧🌧🌧
"Kenapa hujan segala sih Ya Allah? Bukan maksudku yang tidak mensyukuri apa yang kamu berikan saat ini, tapi aku merasa sulit saat mencari adikku di kala hujan turun seperyi ini." Ucap Fadli merasa gelisah yang belum juga menemukan Aisyah adiknya.
......................
"Dok, kita harus segera bersiap. Pasien kecelakaan itu akan segera tiba." Tutur seorang suster kepada Maryam yang sebagai dokter.
__ADS_1
"Baiklah sust, kamu siapkan segala sesuatunya." Balas Maryam dengan tegas.
"Wiu...wiu...wiu...!" Suara sirine ambulans.
Setelah beberapa menit pasien kecelakaan itu pun datang di bawa oleh mobil ambulans. Suasana menjadi panik. Semua dokter dan suster yang bertugas segera bersigap untuk menjemput dan memindahkan pasien ke brangker dan diberikan cairan infus.
"Haaaaaa?" Maryam terkejut begitu tahu siapa korban itu setelah pintu mobil ambulans dibuka dengan lebarnya.
Maryam sangat syok. Dia menetaskan air mata dengan derasnya sampai terisak-isak. Begitupun dengan dokter dan suster yang lainnya, mereka juga terkejut saat melihat korban kecelakaan itu.
"Dokter Maryam... Apakah anda baik-baik saja ?" Tanya salah satu dokter yang bertugas saat itu. Namun, tidak ada jawaban sama sekali dari Maryam. Dia hanya bisa menangis dan tak lama kemudian?
"Bruukkk..." Tubuh Maryam ambruk jatuh pingsan.
Semua dokter ikut panik dengan keadaan Maryam. Namun, mereka harus fokus dengan korban kecelakaan itu. Sehingga Maryam di bawa ke ruangan dokter miliknya. Dan sedangkan korban kecelakaan itu terus di dorong dengan brangker untuk ke ruang UGD, karena di rasa sangat membutuhkan pertolongan dengan segera.
🕊🕊🕊🕊
"Halo assalamu'alaikum sayang. Ada apa kamu menelfon? Apakah kamu sudah selesai bertugas?" Tanya Fadli setelah mengkat telfon dari Maryam.
Fadli mengira itu adalah istrinya, Maryam yang tengah menelfonnya. Namun nyatanya itu bukan Maryam. Karena Maryam masih belum sadarkan diri.
Ya...suster Ani yang cukup dekat dengan Maryam dan Aisyah. Suster Ani bagaikan sahabat bagi mereka berdua yaitu, Maryam dan Aisyah.
"Astaghfirullah hal azim...kok bisa sust? Memangnya istri saya kenapa?" Tanya Fadli kembali dengan kepanikan.
"Lebih baik pak Fadli sekarang langsung datang ke rumah sakit saja. Nanti saya akan jelaskan di rumah sakit." Jawab suster Ani kembali dan setelahnya dia langsung menutup telfon dengan berucap salam.
Setelah Fadli menutup telfonnya, dia langsung memutar kembali mobil yang di kendarainya dengan kecepatan tinggi untuk menuju ke rumah sakit.
"Ada apa dengan Maryam? Mana Aisyah belum juga ketemu lagi. Dan kenapa perasaanku jadi tidak enak seperti ini ya..?" Ucap Fadli dalam batinnya.
Ditengah lebatnya hujan, Fadli harus mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Perasaan dan pikirannya pun harus terbagi dengan Aisyah, adiknya dan Maryam, istrinya.
💔💔💔💔
"Dimana Aisyah sekarang? Dan bagaimana keadaannya?" Tanya Yulian dengan khawatir.
"Nona Aisyah di bawa ke rumah sakit Trisna Medika Tuan. Saya sendiri belum tahu pasti bagaimana keadaannya. Karena saat saya ingin melihat bagaiamana keadaannya tadi, Tuan Yulian langsung menelfon saya. Tutur sopir Yulian yang sekaligus seseorang yang sudah mengawasi Aisyah selama dua tahun berlalu.
__ADS_1
"Baiklah, kita sekarang langsung ke rumah sakit saja." Tegas Yulian.
"Ya Allah... Kuatkanlah Aisyah. Jadikanlah dia gadis pilihan-Mu untuk hidupku." Do'a Yulian di sepanjang perjalanan.
Ya... Kini Yulian menjadi sosok lelaki yang begitu dewasa, beragama islam yang selalu menjalankan perintah wajibnya. Walaupun selama 2 tahun dia berada di negara orang lain, dia tidak pernah melupakan kewajibannya. Karena, hijrahnya lah yang akan membawa dirinya menuju bidadari pilihannya.
"Aku mencintaimu Aisyah... Aku sangat..sangat mencintaimu. Walaupun cintaku kepadamu tidak melebihi cintaku kepada-Nya, tapi aku merasa takut untuk kehilanganmu lagi." Hati Yulian bergetar hebat. Perasaannya begitu berkecambuk campur aduk.
🌧🌧🌧🌧
Suara berisik di rumah sakit begitu keras saat didengarkan. Namun, itu tidak membuat ke fokusan Fadli buyar dalam mencari keberadaan istrinya. Dia terus berlarian kesana kemari untuk memastikan bahwa orang yang di cintainya baik-baik saja. Namun dia tak kunjung bertemu dengan istrinya pula.
"Pak Fadli...!" Teriak seseorang memanggil Fadli dari jarak yang lumayan jauh.
Fadli menoleh setelah mendengar seseorang memanggil namanya. Dia pun mendekati pusat suara yang sudahemanggil namanya.
"Suster Ani, dimana istriku sekarang?" Tanya Fadli dengan kepanikannya.
"Dokter Maryam masih syok pak. Jadi, saya memberikan suntikan obat penenang untuknya." Jawab suster Ani menjelaskan.
"Memangnya dia syok kenapa sust?" Tanya Fadli kembali dengan rasa penasarannya.
"Saya akan jelaskan...tapi, pak Fadli harus berjanji akan tenang. Walaupun itu akan menjadi kabar yang buruk buat anda pak." Tutur suster Ani kepada Fadli dan Fadli pun mengannggukkan kepalanya pelan seakan mengiyakan, tapi sebenarnya dalam batinnya penuh dengan pertanyaan.
Suster Ani pun mulai menjelaskan apa yang sudah terjadi dan apa yang sudah menyebabkan istri Fadli jatuh pingsan karena syok. Begitupun dengan Fadli, dia hanya terdiam mendengarkan dan berusaha memahami dalam setiap kata yang suster Ani ucapkan secara perlahan.
"Ataghfirullah hal azim...Aisyah!" Ucap Fadli dengan lirih.
"Dan saya mohon dengan anda pak Fadli, tolong jangan sampai dokter Maryam syok kembali." Ucap suster Ani seraya meminta Fadli untuk menguatkan dirinya di hadapan istri tercintanya.
"Baiklah sust...saya akan berusaha untuk tetap baik-baik saja." Balas Fadli dengan pelan.
Suster Ani telah berlalu pergi setelah menjelaskan apa yang sudah terjadi. Sedangkan Fadli, dia memutuskan untuk menemui istrinya terlebih dahulu.
BERSAMBUNG...
UNTUK MALAM INI... CUKUP SEKIAN DULU YA..! INSYAALLAH BESOK DI UP LAGI. DAN YANG PAST , TIDAK KALAH SERUNYA DENGAN YANG SEBELUM-SEBELUMNYA.
BUAT TEMAN-TEMAN READERS... TERIMAKASIH BANYAK ATAS KOMENTAR DAN DUKUNGAN KALIN, SAYA SENDIRI JUGA TIDAK MELEWATKAN KOMENTAR-KOMENTAR DARI KALIAN. SAYA MERASA SENANG DENGAN KALIAN. JANGAN PERNAH BOSAN YA BUAT KASIH LIKE , KOMENTAR DAN VOTE KALIAN UNTUK NOVEL INI. TERIMAKASIH.
__ADS_1