HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 74


__ADS_3

💦💦💦💦


Dua hari pun telah berlalu. Keadaan Aisyah sudah mulai membaik. Mungkin, beberapa hari lagi dia akan di perbolehkan pulang. Begitu pun dengan Juna, dia sudah kembali sehat seperti sedia kala.


"Abi, apakah nanti Juna bisa bertemu dengan umi Aisyah?" Tanya Juna secara tiba-tiba dengan wajah nya yang begitu polos.


Ya selama Juna sudah menjadi anak angkatnya Yulian dan Aisyah, Yulian meminta Juna untuk memanggilnya dengan sebutan abi, di mana itu panggilan seorang anak kepada ayahnya.


"Iya dong sayang, nanti Juna bisa bertemu dengan umi Aisyah. Tapi, Juna tidak boleh nakal." Jawab Yulian kepada Juna.


"Siap abi, Juna janji Juna tidak akan nakal." Balas Juna dengan senyumnya yang begitu lucu.


Ya... Selama dua hari Yulian telah di sibuk kan dengan Juna dan Aisyah, sehingga Yulian sendiri hampir tidak tidur saat malam hari. Tapi, rasa lelahnya telah terobati saat bersama kedua orang yang sangat di cintainya. Ya, walaupun Juna bukan lah anak kandungnya tapi, Yulian tetap menyayanginya seperti putra kandungnya sendiri.


Dan selama dua hari itu, Yulian semakin dekat kembali dengan Aisyah. Mereka menceritakan apa yang telah mereka lalui selama tidak bersama sampai mereka di pertemukan kembali. Hingga akhirnya, Aisyah pun juga tahu tentang Juna. Aisyah merasa terpukul sekaligus bahagia. Karena masih bisa menyelamatkan nyawa Juna dan kini dia pun menjadi orang tua untuk Juna.


Kecelakaan satu tahun lalu, bukanlah kecelakaan yang disebabkan oleh Aisyah. Namun, kecelakaan itu disebabkan oleh ayah kandung Juna. Di mana pada waktu itu mobil yang sedang satu keluarga kendarai itu mengalami rem blong. Yang menyebabkan mobil itu melaju dan tidak bisa dikendalikan.


Kdua orang tua Juna menjadi panik setelah mengetahui rem mobilnya blong. Apalagi ketika mobil itu berhadapan dengan sebuah truk, kedua orang tua Juna terkejut dan semakin panik. Mereka hanya berpasrah kepada yang Kuasa sambil membaca do'a yang bisa mereka ucapkan pada waktu itu.


Ketika mobil Aisyah melaju dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba mengerem mendadak di saat Aisyah mengetahui mobil kedua orang tua Juna akan mengalami kecelakaan. Namun, tanpa pikir panjang Aisyah mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menghadang mobil kedua orang tua Juna agar tidak mengalami kecelakaan dengan mobil truk. Sehingga, sopir truk bisa mengendalikan mobil truk yang dikendarainya dengan mengerem. Namun pada akhirnya mobil Aisyah dengan mobil orang tua Juna tabrakan dan terjadilah kecelakaan.


Kecelakaan yang pada akhirnya membuat dua nyawa hilang dan satu korban yang diambang kematian.


💝💝💝💝


"Assalamu'alaikum, selamat pagi Aisyah!" Kata Maryam.


"Wa'alaikumsalam bu dokter yang paling cantik!" Balas Aisyah meledek Maryam.


"Wah... Ternyata sudah balik lagi seperti semula ya, godain dokternya sekaligus kakaknya." Ucap Maryam yang membalas candaan Aisyah.


"Hehe... Habis Aisyah kangen sama kakak dan kalian semua. Aisyah pengen cepat-cepat pulang. Aisyah sudah tidak betah lagi di rumah sakit." Balas Aisyah sedikit manja.


"Iyalah sudah tidak betah, kan kamu sudah 1 tahun lebih berada di rumah sakit. Tapi, kamu beruntung memiliki suami yang tidak pernah bosan untuk selalu menemani istrinya yang hanya terbaring di atas brangker." Ucap Maryam bahagia.


"Alhamdulillah kak, Aisyah sendiri juga tidak menyangka kalau Yulian akan kembali dan mengambil keputusan untuk menikahi Aisyah. Padahal dia pun juga tahu, kalau itu berat untuk masa depannya. Karena belum tahu pasti tentang keadaan Aisyah di masa berikutnya." Balas Aisyah dengan sedikit bersedih.


"Ada apa dengan adik kakak ini. Itu tandanya, Tuhan memang ingin kalian bersatu. Buktinya, kamu sadarkan diri setelah Yulian berjuang untuk mendapatkan kamu. Dulu, kamu yang berjuang di saat kamu merelakan Yulian bersama dengan Kamila. Tapi, lagi-lagi Tuhan tidak menghendakinya. Tuhan memberikan hati yang besar untuk Kamila agar membiarkan Yulian dan kamu bersatu . Tuhan pun juga lebih menyayangi Kamila, Tuhan menjemput Kamila di pintu surga-Nya. Jadi, kamu jangan sampai bersedih lagi dan merasa bersalah karena kepergian Kamila. Sekarang, kamu harus bisa menjadi seorang istri yang baik dan sholehah untuk suamimu. Kamu juga harus membahagiakan suamimu." Tutur Maryam sambil menatap wajah Aisyah.


"Iya kak, kakak benar. Insyaallah Aisyah akan berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik dan sholehah untuk suami Aisyah." Balas Aisyah dengan senyuman yang begitu manis di balik cadar nya.


Ya... Setelah keadaan Aisyah yang sudah cukup membaik, Aisyah kembali memakai cadarnya. Meskipun, dia masih memakai pakaian ala rumah sakit. Tapi, tetap cantik dan manis kok... Hehe !

__ADS_1


🕊🕊🕊🕊


"Joko, apa kamu sudah siap?" Tanya pak Nugraha.


"Sudah sih Pa, tapi kenapa jantung Joko berdebar-debar tidak beraturan begini ya?" Jawab Joko dengan konyol.


"Haduh, putra Mama ini ya... bisa saja. Mungkin itu karena kamu merasa gugup. Jadi, kamu harus rileks dan tenang. Masak cuma begini saja kamu sudah gugup, bagaimana dengan acara nikah nanti lagi!" Sambung bu Widia dengan tertawa terkekeh melihat kelakuan putra sulung nya.


Kini telah tiba waktunya untuk keluarga Nugraha mengadakan acara lamaran dan menentukan hari pernikahan. Namun, acara itu tidak ada sosok adik Joko yaitu Yulian.


"Tut... Tut... Tut...!" Suara handphone berbunyi.


"Halo assalamu'alaikum." Ucap Yulian.


"Wa'alaikumsalam, ada apa dek?" Tanya Joko.


"Tidak apa-apa sih mas, cuma Yulian mohon ma'af sekali tidak bisa hadir ke acara penting mas Joko. Yulian harus membawa Juna pulang hari ini dan Yulian juga harus menemani Aisyah." Jawab Yulian menjelaskan.


"Tidak apa-apa, kamu santai saja lagi. Tapi, kamu harus bisa jaga kesehatan kamu. Lihat kamu sekarang, nampak pucat loh wajah kamu. Kamu kenapa? Apa kamu sedang kurang enak badan?" Ucap Joko.


Saat Joko dan Yulian sedang ber video call, Joko melihat wajah adik nya itu yang nampak kurusan dan sedikit pucat. Ya, mungkin karena beberapa hari tidak makan dengan teratur dan dua hari dua malam juga tidak memiliki istirahat yang cukup itu membuat Yulian sedikit kurusan dan pucat.


"Tidak kok mas, Yulian tidak apa-apa. Yulian do'a kan semoga acara mas Joko lancar." Balas Yulian dengan senyum.


"Iya Ma, Yulian akan pulang ke rumah papa dan mama sampai Aisyah di perboleh kan pulang suatu hari nanti." Balas Yulian kembali.


Setelah mengobrol beberapa menit, kini keluarga Nugraha harus kembali di sibuk kan dengan acaranya dan sedangkan Yulian, dia harus kembali di sibuk kan dengan istri dan anaknya.


🌹🌹🌹🌹


"Juna sudah siap?" Tanya Yulian kepada Juna.


"Sudah dong Abi, Juna sudah tidak sabar ingin melihat umi Aisyah." Jawab Juna.


"Ok, kalau begitu sekarang kita ke ruangan umi." Ajak Yulian bersemangat. Begitupun dengan Juna, dia tidak kalah semangat.


Saat berjalan menuju ke ruangan Aisyah, mereka berdua tidak berhenti mengobrol dan saling bercanda. Bahkan, Yulian sesekali mengecup pipi Juna karena merasa gemas dengan tingkah laku putranya yang lucu.


"Assalamu'alaikum!" Ucap salam Yulian dan Juna bersamaan.


"Wa'alaikumsalam!" Balas Aisyah.


"Hai Umi Aisyah, selamat pagi. Umi sudah sarapan?" Sapa Yulian dengan kecupan di kening Aisyah.

__ADS_1


"Hai Abi Yulian, selamat pagi juga. Umi sudah sarapan kok Abi, kalau Abi dan Juna bagaimana?" Aisyah berbalik bertanya.


"Juna sudah makan kok Umi. Tadi Juna makan bubur di rumah sakit. Tapi, rasanya tidak enak." Jawab Juna tiba-tiba.


"Masak sih sayang, memang Juna mau makan apa?" Tanya Aisyah kembali.


"Juna maunya makan apa ya...?" Jawab Juna sambil menatap ke atas, seakan sedang berpikir.


"Makan apa sayang?" Tanya Aisyah penasaran.


"Pokoknya banyak Umi tapi, yang penting makannya bareng-bareng sama Abi dan Umi." Jawab Juna dengan wajah polosnya.


Setelah mendengar jawaban Juna seketika Aisyah dan Yulian tertawa pelan dengan permintaan putranya itu.


💖💖💖💖


Hari semakin sore, kini waktu nya Fadli harus kembali pulang menemui putri kecilnya dan istrinya. Ya, karena sore itu Maryam pulang cepat untuk acara syukuran di rumah mertuanya.


"Assalamu'alaikum!" Ucap pak Muchtar.


"Wa'alaikumsalam ayah! Ada apa ayah kok menelfon?" Tanya Fadli.


"Begini Fadli, nanti kalau kamu mau ke sini kamu sekalian jemput mama dan papa kamu. Biar nanti sekalian bareng datangnya sama kamu." Jawab pak Muchtar menjelaskan.


"Baik ayah, nanti Fadli akan jemput sekalian mama dan papa." Balas Fadli dan setelah itu menutup telfon nya dengan ucapan salam.


Ya... Kedua keluarga itu mengadakan syukuran atas kesadaran Aisyah dari koma dan kembalinya Aisyah di tengah-tengah mereka. Mereka bersyukur Allah SWT sudah menghadirkan Aisyah kembali ditengah-tenfah mereka. Maka dari itu, mereka mengundang para santri untuk mengisi acara syukuran mereka.


💝💝💝💝


"Juna, sekarang kamu tinggal di rumah eyang sama opa ya, untuk sementara waktu selama Umi belum pulang dari rumah sakit. Ok!" Ucap Yulian kepada Juna sambil menunduk sepadan dengan tinggi Juna.


"Baik Abi. Nanti Juna mau bermain sama eyang dan opa. Dan lagi... Sama pak de Joko." Balas Juna menyetujui.


"Ok, kalau begitu sekarang kita tungguin eyang, opa sama pak de Joko pulang. Tapi, Juna main sendiri dulu ya atau tidak di temenin sama bibik bagaimana? Soalnya, Abi mau tidur dulu sebentar, Abi mengantuk. Ok?" Ucap Yulian kepada Juna.


"Baik lah Abi." Akhirnya Juna mengiyakan.


Setelah Juna bermain di temani oleh bik Siti, Yulian memutuskan untuk tidur sejenak . Ya... Sepertinya apa yang di katakan Joko tadi memang benar, bahwa Yulian memang pucat. Apa memang benar juga bahwa Yulian sedang kurang sehat ya?


BERSAMBUNG....


SAMPAI DI SINI DULU YA..! MA'AF KAN DIRIKU APABILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN. JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN YA! 🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2