
πΏπΏπΏπΏ
Begitu kencangnya jantung ku berdetak. Rasa penasaran, grogi dan semacam lainnya lah, sudah tercampur aduk di dalam diriku. Tak ada hentinya aku berdo'a dalam hati. Ku rasa, penuh dengan ketegangan.
Beberapa detik serasa duduk di kursi panas. Di mana bu dosen yang saat ini berada dihadapanku sedang melihat dan mengoreksi hasil skripsiku. Hati penuh harap dan do'a sering kali aku ucapkan untuk kelulusanku ditahun ini.
"Ya Aisyah, kamu lulus tugas skripsi dari ibu. Selamat ya!" Ucap bu Dosen kepadaku dan sungguh itu mengejutkanku sekaligus membahagiakanku.
"Alhamdulillah, terimakasih bu! Kalau begitu saya permisi dulu bu!" Balasku kemudian.
"Iya silahkan Aisyah, semoga kamu terus diberikan kelancaran dalam bidang kamu." Ucap bu Dosen kembali.
"Insyaallah bu, semoga saja. Assalamu'alaikum!" Balasku dengan mengucap salam sebelum meninggalakan ruangan.
Sejauh aku melangkah, aku terus memberikan senyuman bahagia dan bangga tentunya. Tak lupa juga aku selalu mengucap syukur kepada Allah SWT yang sudah memberikan kemudahan dan kelancaran untukku.
"Assalamu'alaikum Aisyah!" Ucap salam dari seseorang yang berada dibelakangku.
"Wa'alaikumsalam. " Jawabku dengan bergegas menoleh ke arah belakang untuk memastikan siapa yang sudah memanggilku.
"Kamu!" Aku merasa benar-benar terkejut dengan kehadirannya.
"Janganlah kamu terkejut, aku sudah bukan musuh kamu lagi bukan?" Ucapnya dengan senyum tipis.
"Apa kabar kamu ?" Ucapnya lagi bertanya kepadaku.
"Bagaimana kamu bisa mengenaliku?" Tanyaku kepadanya.
"Bagaimana aku mengenalimu? Aku bisa mengenalimu karena aku selalu memantau keberadaanmu dan aku juga tahu dimana pun kamu berada." Ucapnya dengan santai.
"Mau apa kamu menemuiku? Apa maumu sebenarnya?" Tanyaku kembali kepadanya.
"Apa tujuanku? Aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Aku mohon, dengarkan aku sebentar saja. Dan setelah itu, aku berjanji aku tidak akan mengganggu hidupmu kembali." Ucapnya dengan sebuah permintaan dan itu entahlah, aku juga tak mengerti maksud nya.
"Baiklah, kita bisa bicara ditaman kampus ini." Jawabku dengan singkat.
Aku begitu penasaran dengan tujuan Kamila yang tiba-tiba ingin menemuiku. Dan sejak kapan dia memantau kehidupanku?
Kalian pasti bingungkan siapa Kamila? Ya_Kamila adalah seorang gadis yang aku kenal. Di mana Aku dan dia dulu pernah bermusuhan.
flash back on
__ADS_1
πΉπΉπΉπΉ
"Aisyah, lo pasti kalah melawan gue. Mending lebih baik lo menyerah saja, daripada lo harus menanggung malu." Ucap Kamila yang membuat emosiku semakin membludak.
"Lebih baik, kamu tidak usah sombong terlebih dahulu Kamila seorang. Aku katakan dengan jelas pernyataanku. Ok. Bahwa aku akan memenangkan pertandingan ini." Balasku dengan sangat bersemangat.
Dan pada akhirnya, aku dan Kamila bersiap diri untuk memulai perlombaan balap mobil liar. Itu kegiatanku untuk mencari uang tambahan. Mungkin menurut kalian aku begitu badung dan nakal. Namun, sebenarnya niatku baik. Karena hasil dari balap mobil akan aku gunakan untuk uang jajan, sedangkan uang jajan yang sudah diberikan papa kepadaku akan aku gunakan untuk menyumbang panti asuhan.
"Aisyah, sudahlah kamu menyerah saja. Biarkan gue yang menang ." Ucap Kamila mendekati mobilku.
Aku tak pernah merespon ocehan Kamila selama perlombaan, karena aku hanya fokus dengan kemenanganku.
"Akhirnya, sebentar lagi Aisyah. Kamu pasti bisa." Ucapku dalam hati penuh dengan keyakinan.
Finish...
Garis itu telah aku lewati. Menandakan bahwa aku lah yang menjadi pemenangnya. Dan sejak itulah diantara kami selalu bermusuhan. Sampai akhirnya, kami terpisah oleh tempat tinggal yang berbeda setelah hari kelulusan SMA telah usai.
"Sial!"
"Kamu lihatkan, aku yang akan selalu menjadi pemenangnya." Ucapku dengan penuh kesombongan.
"Kali ini, lo bisa menang Aisyah. Tapi, gue yakin dan sangat yakin bahwa lo tidak akan pernah bisa mendapatkan cintanya Yulian." Ocehan Kamila dengan taruhan kita.
Ya, sebenarnya aku dan Kamila bertaruh untuk mendapatkan cinta Yulian. Yulian adalah siswa tertampan dan terkeren di sekolahan kami. Dia tidak mudah jatuh cinta dengan seorang gadis manapun setelah putusnya dia dengan mantan kekasih yang sangat ia cintai.
"Ok fine, kamu boleh percaya diri saat ini Kamila. Tapi, jangan lupa kamu harus menangis meronta-ronta saat aku meminta uang darimu." Ucapku dengan santai.
"Kita lihat saja nanti. Siapa yang akan memberi dan yang akan diberi." Ucapnya seakan menyepelekan tantangan ini.
Mulai dari situlah aku dan Yulian saling mengenal. Aku berusaha untuk mendekatinya, namun hasilnya pernah nihil. Karena dia tidak bisa melupakan mantan kekasihnya yang sangat ia cintai.
"Apa tujuanmu mendekatiku? Kenapa kamu tertarik padaku?" Tanya Yulian kepadaku.
"Tujuanku adalah untuk mengenalmu lebih dari seorang teman. Karena, jujur saja aku menyukaimu. Salahkah aku mengucapkan hal ini padamu tentang kejujuran dalam hatiku?" Tanyaku kepadanya tanpa basa-basi untuk mengutarakan perasaanku.
"Hah? Apa kamu sudah gila?" Ucapnya tidak percaya.
"Baiklah, kalau kamu tidak percaya kepadaku. Tapi, itu yang aku rasakan sudah lama. Namun, aku berani mengungkapkannya baru hari ini." Ucapku yang berusaha meyakinkannya dan segera memenangkan taruhan ini.
Dan mulai hari itulah aku dan Yulian sering jalan berdua, sehingga kami memiliki perasaan yang sama. Perasaan yang sebenarnya terjadi dan kami memulai hubungan kami sampai 7 tahun.
__ADS_1
Flash back off
ππππ
"Aisyah, kamu dimana?" Tanya Aida yang mengirimkan pesan.
"Ma'af Aida, sepertinya kita tidak bisa bertemu dan mengobrol saat ini. Karena aku masih ada urusan. Kamu boleh pulang terlebih dahulu." Balasku dengan penjelasan.
"Baiklah." Balas Aida singkat.
Aku pun menatap kedua mata Kamila dan berusaha fokus untuk berbicara dengannya. Aku sangat penasaram dengan apa tujuannya yang ingin menemuiku.
"Bicaralah sekarang. Aku akan berusaha untuk menjadi pendengar yang baik." Ucapku yang memulai pembicaraan.
"Ma'afkanlah aku yang sudah berani menemuimu kembali dan mengganggu waktumu." Ucapnya seakan merasa bersalah.
"Tak apa, aku juga tidak keberatan sama sekali. Ya_walaupun tadi sedikit terkejut, karena kita jarang bertemu. Dan sekarang, bicaralah." Ucapku dengan kelembutan.
"Aku...datang dihadapanmu karena aku mau meminta bantuan kepadamu. Aku mau, kamu mengajariku sepertimu. Dan setelah aku bisa nanti, aku berjanji kepadamu tidak akan mengusik hidupmu lagi." Ucapnya dengan penjelasan.
"Maksud kamu apa yang ingin sepertiku?" Tanyaku yangntidak mengerti.
"Belajar mengaji dan berhijrah." Jawabnya singkat.
"Kenapa kamu memintaku? Aku saja masih belajar. Tapi, aku usahakan untuk menjadi teman yang siap memberikanmu bantuan." Ucapku dengan penuh keyakinan.
Kamila terdiam sejenak mencoba menyermati apa yang telah aku katakan. Dia memandangku dengan tatapan yang tak bisa aku jelaskan. Aku berharap, dia memang benar-benar ingin berubah.
"Aisyah, kenapa kamu menjadi baik kepadaku? Sedangkan aku, kita sering bermusuhan dan aku juga yang selalu memancing amarahmu." Ucapnya seakan tidak mempercayaiku.
"Dengarkan aku Kamila. Semua orang bisa berubah menjadi baik atau hanya berpura-pura baik, tapi aku di sini dihadapan kamu memang berubah. Aku bukanlah Aisyah yang dulu. Insyaallah, aku menjadi gadis yang penyabar." Balasku yang berusaha meyakinkannya.
"Lalu, apakah kamu mau mengajariku untuk menjadi sepertimu?" Tanyanya kepadaku memastikan.
"Insyaallah Kamila. Aku siap membantu kamu sebisaku." Ucapku yang berusaha meyakinkannya kembali.
Ya_Aisyah yang sekarang sudah banyak berubah daripada Aisyah yang dulu. Bukan berati aku menjadi gadis yang oenuh dengan kesombongan atas perubahanku. Tapi, aku sendiri juga masih butuh untuk terus belajar dalam berhijrah dan bisa mendapatkan perubahan hijrah cinta dalam hidupku. Yang dulu begitu kelam, namun kini aku berusaha untuk mendapatkan cinta menuju jannah-Nya.
BERSAMBUNG...
MA'AF SEKALI TEMAN-TEMAN READERS KALAU CERITANYA TIDAK NYAMBUNG. SEMOGA KALIAN TETAP MENYUKAINYA DAN SELALU MEMBERIKAN DUKUNGAN KALIAN DENGAN LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN. TERIMAKASIH!
__ADS_1