
💝💝💝💝
Saat akan meninggalkan ruangan Aisyah, Yulian tiba-tiba teringat akan sesuatu hal. Sehingga membuatnya untuk kembali masuk ke dalam ruangan itu.
"Ma'af, aku lupa sesuatu." Ucap Yulian kembali ke ruangan Aisyah dan membawa Juna.
"Yulian? Kenapa dia ada di sini? Dan siapa anak itu?" Ucap pak Brian dalam batinnya saat Yulian keluar melewati mereka dan mengucapkan salam untuk menyapa mereka.
Keluarga Aisyah satu per satu masuk ke dalam ruangan secara bergantian. Kesedihan begitu menyelimuti mereka. Hanya tangis yang terdengar darike dua ibu-ibu paruh baya. Apalagi dengan bu Laila, dia begitu terpukul dengan keadaan Aisyah.
🕊🕊🕊🕊
"Om Yulian kita mau kemana?" Tanya Juna menatap ke arah Yulian, sedangkan Yulian membalasnya dengan senyuman.
"Permisi! Ma'af, saya mau tanya. Kamu mau kemana?" Tanya Fadli yang mengejar Yulian.
"Tidak masalah. Aku ada urusan mendesak yang harus aku kerjakan sekarang. Jika sudah selesai, aku akan kembali lagi." Jawab Yulian dengan senyuman dan mencoba untuk melangkahkan kakinya kembali, namun lagi-lagi terhenti karena seseorang memanggil namanya.
"Yulian... Apakah kamu akan meninggalkan Aisyah kembali setelah kamu melihat keadaannya yang seperti ini?" Tanya Maryam tiba-tiba.
"Yulian?" Ucap Fadli dalam batinnya.
"Aku tahu, kalian adalah kakaknya Aisyah. Dan kalian pasti mencemaskan keadaan Aisyah yang saat ini hanya bisa terbaring lemah. Begitupun denganku. Aku tidak bisa melihatnya seperti itu. Hatiku terluka, sangat terluka Aku harus pergi saat ini. Dan aku akan kembali setelah urusanku selesai. Kalian jangan khawatir." Jawab Yulian menjelaskan, lalu dia melangkahkan kakinya kembali.
💞💞💞💞
"Apakah dia yang bernama Yulian?" Tanya Fadli kepada Maryam.
"Iya sayang, dia lah Yulian yang sangat di cintai oleh adik kita Aisyah. Dan bunda percaya, dia adalah lelaki yang baik. Bagaimana menurut kamu sayang?" Jawab Maryam.
"Ayah percaya apa yang dikatakan bunda." Jawab Fadli tersenyum.
Ye...ye...Yulian sudah dapat restu nih sama kakak-kakaknya Aisyah.
"Tapi bun, siapa anak kecil yang bersamanya?" Tanya Fadli penasaran.
__ADS_1
"Iya yah, siapa anak itu?" Maryam pun juga penasaran.
"Bu Maryam permisi, saya akan memberitahukan kepada bu Maryam bahwa korban kecelakaan yang bersama adik dokter kemaren dinyatakan tidak tertolong. Dan tidak ada keluarga dari pihak korban yang datang ke rumah sakit, tapi untung saja ada pak Yulian yang mengurus pemakamannya hari ini dan untung ada pak Yulian juga yang akan mengurus pengadopsian tentang putra mereka." Ucap suster itu dengan senyum yang memberi penjelasan kepada Maryam.
Akhirnya, Maryam dan Fadli tidak harus pusing-pusing memikirkan siapa anak kecil yang bersama Yulian tadi. Dan kini Yulian terbukti bahwa dia adalah lelaki baik di mata Maryam dan Fadli.
💦💦💦💦
"Jaga anak ini dengan sebaik mungkin. Pulanglah dan rawat anak ini dengan baik. Aku akan pergi." Ucap Yulian yang memerintahkan Joko untuk menjaga Juna.
"Tapi Tuan, siapa anak ini?" Joko berbalik bertanya.
"Rawatlah dia, anggap saja dia anakku." Jawab Yulian simpel.
"Juna, sekarang kamu harus ikut om Joko dulu ya! Om Yulian harus pergi sebentar. Karena, om Yulian ada sesuatu hal yang harus di urus. Ok!" Pinta Yulian kepada Junadan dibalas dengan anggukkan pelan olehnya.
Joko pun pergi dengan membawa Juna bersama mobil sedan berwarna hitam yang akan mereka kendarai. Sedangkan Yulian, dia kembali memakai jas hitam nya dan kacamata berwarna hitam. Sungguh itu membuat Yulian tampak mempesona dan terlihat gagah.
"Taksi!" Teriak Yulian saat melihat taxi lewat di hadapannya.
🌹🌹🌹🌹
1.
"Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang ibu-ibu paruh baya.
"Saya ingin meminta bantuan ibu. Karena setahu saya, anda adalah penjahit terkenal dan kerja anda juga bagus." Jawab Yulian dengan sopan.
"Insyaallah bisa di bilang seperti itu. Jika anda memerlukan bantuan saya, saya akan senang hati untuk membantu anda." Balas ibu Nurmala dengan senyuman yang merekah dibibirnya.
"Baiklah bu, saya ingin bantuan dari anda. Dan saya ingin anda menjahit gaun pernikahan ini. Saya harap, anda segera menyelesaikannya dalam 1 minggu ini. Bagaimana?" Tanya Yulian sambil menyodorkan secarik kertas dengan sebuah gambaran gaun pengantin.
"Baiklah, saya akan mengusahakannya untuk anda." Jawab bu Nurmala dengan keyakinan.
Yulian pun pergi setelah menyelesaikan tugas 1. Dan dia juga tidak lupa untuk mengucapkan salam sebelum dirinya pergi. Kini, dia akan melaksanakan tugas ke 2 nya.
__ADS_1
2.
"Assalamu'alaikum ma...! Apa kabar ma...? Yulian harap, mama baik-baik saja di sini. Andai mama selalu ada disamping Yulian, Yulian pasti akan merasakan bahagia. Yulian pengen banget tidur dipangkuan mama dan menceritakan semua kesedihan Yulian." Ucap Yulian yang merasakan kerinduan terhadap mamanya.
Ya...mama Yulian memang tidak ada disamping Yulian dan menemaninya setiap waktu, karena kesehatan fisik dan mentalnya yang tidak sehat. Yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit jiwa.
"Kamu janganlah bersedih nak! Mama yakin, dia yang terbaik untuk kamu. Perjuangan kalian tidak akan berakhir sedih, kalian pasti akan bahagia bersama." Ucap mama Yulian sambil menatap ke dinding dengan pandangan yang kosong.
"Mama...? Kenapa mama bisa mengucapkan hal itu? Apa mamaku sudah sehat kembali Ya Allah?" Tanya Yulian dalam batinnya.
"Akh sudahlah! Mungkin itu hanya kebetulan saja, lagi pula mama kan tidak tahu tentang Aisyah." Sambung Yulian lagi dalam batinnya.
Ya...Yulian sudah hampir 1 jam menemui mama nya di rumah sakit jiwa. Dan sekarang, saatnya dia melakukan tugas ke 3 nya.
🕊🕊🕊🕊
"Putri ibu pasti kuat. Ibu yakin, Aisyah bisa melewati semua ini. Cepat bangun sayang, kita menanti kehadiran kamu kembali sayang!" Ucap bu Laila sambil mngusap pipi lembut Aisyah dan memberi kecupan di keningnya.
"Bu, kita berdo'a saja untuk yang terbaik. Sekarang ibu pulang saja, biarkan Fadli dan Maryam di sini untuk menjaga Aisyah." Ucap Fadli sambil memeluk ibunya.
"Tapi nak ...." Belum sempat bu Laila melanjutkan ucapannya, Fadli sudah menghentikannya dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir ibunya.
"Ibu harus pulang, ibu harus jagain Karina untuk Fadli dan Maryam. Harus...tidak ada tapi-tapian." Ucap Fadli kepada ibunya.
"Baiklah, ibu akan menjaga Karina untuk kalian.." Balas bu Laila yang berusaha untuk tersenyum.
Akhirnya bu Laila pun mau untuk kembali pulang bersama pak Muchtar, bu Maria dan pak Brian. Meski terasa berat untuk meninggalkan putrinya yang lemah.
🕊🕊🕊🕊
"Hai... Bagaimana kabar kamu? Aku berharap kamu tenang di alam sana. Ma'af aku lama tidak mengunjungimu karena urusanku. Dan insyaallah, aku akan menepati janjiku kepadamu." Ucap Yulian di sebuah pemakaman.
Ya...urusannya yang ke 3 adalah mengunjungi sebuah makam yang sangat dia kenal. Pasti kalian juga tahu makam siapa itu.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
SAMPAI DISINI DULU YA... MA'AF KALAU ADA KETERLAMBATAN DALAM UP NYA. JANGAN LUPA BERIKAN LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN YA...! TERIMAKASIH.