HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 84


__ADS_3

πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


Hari ini aku , Yulian , kak Joko dan kak Humaira akan berangkat ke Cairo , dimana hari ini adalah hari yang sudah ditentukan. Kami bersiap-siap untuk membawa perlengkapan yang kami butuhkan selain pakaian.


"Kring...Kring...!" Suara handphone berbunyi.


"Kak Fadli ?" Ucapku dalam batin saat melihat layar ponselku.


Karena ku pikir itu telfon penting jadi ku angkat. Dan tidak lupa aku mengucap salam untuk menyapa kak Fadli.


"Kak Fadli ada apa menelfon ?" Tanyaku penasaran.


"Sebenarnya tidak apa-apa tapi kakak cuma mau nasih kabar saja sama kamu , bahwa kakak akan pergi ke Cairo pagi ini . Apa kamu mau dibawakan oleh-oleh ?" Ucap kak Fadli menjelaskan.


"Apa ? Kakak pagi ini mau ke Cairo ?" Tanyaku katena terkejut.


"Iya , karena kakak kamu nyidam mau ke sana . Daripada nanti anak kakak suka ngiler ya leboh baik kakak turutin saja . Dan sudah lama juga kakak tidak berkunjung ke sana." Kak Fadli menjelaskan.


"Oh begitu , berarti kita berangkatnya barengan dong kak ? Soalnya Aisyah , suami Aisyah dan kakak ipar Aisyah pagi ini juga akan berangkat ke Cairo." Balasku dengan penuh semangat dan gembira.


"Wah , bagus dong kalau begitu." Ucap kak Fadli tak kalah semangatnya.


Setelah kami saling mengobrol satu sama lain , kami pun menutup telfonnya . Aku begitu senang mendengar kabar bahwa aku dan ke dua kakakku akan berangkat ke Cairo bersama.


🌺🌺🌺🌺


"Bun , ayah punya kabar gembira loh !" Ucap Fadli .


"Kabar gembira apa sih yah? Bukannya beberes malah telfonan sendiri." Gerutu Maryam.


"Emm... Pagi ini Aisyah dan kakak iparnya akan berangkat ke Cairo juga. Tadi Aisyah ngasih tahu sama ayah." Ucap Fadli yang membuat Maryam seketika berhenti beberes.


"Yang bener ayah ? Wah , tambah rame dong nanti !" Balas Maryam dengan senyum yang merekah.


Setelah mendengar kabar yang bahagia karena , adik kesayangannya akan pergi ke Cairo juga Maryam menjadi semakin bersemangat dan pengen segera berangkat ke bandara untuk menjumpai Aisyah dan rombongannya.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang kok kelihatannya senang banget ?" Tanya suamiku kepadaku.


"Emm.... Iya sayang , soalnya pagi ini kak Fadli dan kak Maryam akan pergi ke Cairo juga untuk berlibur ke sana ." Jawabku dengan semangat .


"Wah , bagus dong sayang . Ya sudah , kamu sudah siap untuk berangkat sekarang ?" Tanya Yulian lagi untuk memastikan.


"Insyaallah sudah siap !" Jawabku dengan lembut.


"Ya sudah , ayo kita turun ." Ucap Yulian sambil membawa koper yang sudah siap dengan baju-bajuku dan baju-bajunya serta perlwngkapan yang lain didalamnya.


Kami pun menuruni tangga dengan pelan dan bersamaan dengan kak Joko dan istrinya yang sama-sama menuruni tangga. Setelah semua siap kami pun segera berpamitan kepada papa Nugraha dan mama Widia . Aku dan Yulian juga tidak lupa untuk berpamitan dengan ibu Laila , ayah Muchtar , papa Brian dan mama Maria sebelum berangkat . Ya , walaupun cuma melalui telfon tapi setidaknya kami harus berpamitan . Dan berhubung waktu yang ditentukan juga mepet , jadi kita juga tidak sempat berkunjung ke rumah mereka masing-masing.


Kami di antar ke bandara Soekarno-Hatta oleh sopir dan bersama ke dua mertuaku serta Juna putraku. Setelah beberapa jam perjalanan , kami pun sampai di tempat tujuan.


"Alhamdulillah , akhirnya sudah sampai di bandara." Ucapku dalam batin.


Kami bergegas untuk mendekati pesawat . Karena , keberangkatan sudah diumumkan. Untung saja kami tidak terlambat . Hohoho...!


Kami berjalan pelan untuk memasuki badan pesawat. Dan mencari duduk yang sesuai . Aku duduk berdampingan dengan suamiku pastinya dan kak Joko sudah pasti pula bersama istrinya . Ingin sekali aku berdiri dan berjalan di dalam pesawat untuk mencari kak Fadli dan kak Maryam. Namun ku urungkan niatku , karena sebentar lagi pesawat akan beraksi .


Yulian selalu membuatku merasa tenang . Dia selalu mwnggenggam tanganku dan memimpinku untuk selalu membaca bacaan istighfar selama pesawat masih terbang .


Berhubung penerbangan di jadwalkan pagi , jadi aku bisa melihat pemandangan yang begitu menakjubkan dari atas pesawat.


"Ya Allah , begitu indah alam-Mu ini . Semoga kami semua umat-Mu mampu menjaganya. Menjaga keindahan yang telah Engkau ciptakan." Gumamku.


Setelah beberapa jam kemudian , pramugari menyiarkan berita untuk memberi tahu kepada semua penumpang pesawat bahwa sebentar lagi akan mendarat di Bandara Internasional Cairo .


"Alhamdulillah abi , akhirnya kita selamat samoai tujuan." Ucapku bahagia dan tidak berhenti mengucap syukur.


"Alhamdulillah umi . Ya sudah , kita pergi menemui kak Joko dan kak Humaira." Ucap Yulian .


Aku mengiyakan apa yang sudah suamiku katakan . Dan aku melangkahkan kaki mengikuti suamiku yang berjalan didepanku. Dan sebentar aku celingukan , menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari ke dua kakakku.


"Dimana ya mereka ?" Gumamku.


Aku memutar ke dua mataku ke segala arah. Namun tidak kunjung aku temukan keberadaan kak Fadli dan kak Maryam . Hingga akhirnya aku merasa lelah dan berhenti untuk mencari mereka.

__ADS_1


"Aisyah ....Yulian !" Teriak seseorang memanggil namaku dan suamiku.


Aku pun langsung menoleh ke penjuru suara yang telah memanggil namaku. Dan akhirnya , kutemukan juga ke dua kakakku itu . Entahlah mereka darimana saja. Masak iya langsung kelayapan ? Hohoho...!


"Assalamu'alaikum !" Ucap kak Fadli dan kak Maryam bersamaan.


"Wa'alaikumsalam !" Jawab kami dengan serentak.


"Alhamdulillah kita bisa berlibur bersama-sama." Ucap kak Fadli memulai pembicaraan.


"Iya ya kak , kita tidak menyangka bahwa kita bisa berlibur bersama seperti ini . Jadi tambah rame kalau mau kemana pun." Sambung Yulian.


"Kalian darimana ? Sedari tadi Aisyah mencari celingukan kesana kemari tapi tidak menemukan." Tanyaku .


"Emm... Kita habis cari makanan ringan dek . Habis , kakak merasa lapar ." Jawab kak Maryam sambil tersenyum.


"Oh begitu ya ! Oh iya , memangnya kalau lagi hamil itu bawaannya laper ?" Tanyaku penasaran namun , malah jadi bahan tawa mereka.


"Kok malah ketawa sih kalian ?" Gerutuku.


"Habis kamu nanyanya lucu sih !" Ucap kak Maryam .


"Kan Aisyah belum tahu dan belum merasakan kak , jadi ya Aisyah bertanya." Balasku kemudian.


Kami melepas canda tawa kami sambil menanti beberapa makanan yang telah kami pesan . Ya , sekarang kami berada di sebuah restoran yang dinamakan restoran El Qazaz.


Setelah menikmati beberapa hidangan di restoran El Qazaz , kini saatnya kita mencari tempat untuk menginap. Berhubung kami sudah dijemput pak supir yang diperintahakan oleh pak Nugraha , jadi kami tidak perlu repot-repot harus pesan taxi. Alhamdulillah ya punya papa mertua yang begitu baik . Hohoho...!


"Bagaimana Tuan Joko dan Yulian , apakah kita tinggal di apartemen atau hotel saja ?" Tanya supir itu.


"Begini saja pak , kami akan tinggal di sebuah hotel saja . Dan kami mau minta tolong sama bapak untuk mengantarkan kami ke hotel tujuan kami." Jawab Yulian .


"Iya pak , dan kami mau minta tolong untuk di kirimkan 2 mobil ke hotel tempat kami menginap . Karena kita akan memakai 2 mobil itu . Sedangkan bapak akan mengantar saudara kami yang bernama Fadli dan istrinya untuk pergi jalan-jalan ." Sambung kak Joko.


"Baik Tuan ." Jawab pak sopir itu dengan singkat.


Setelah kami selesai berunding , kami pun melajukan mobil secara perlahan untuk mencari sebuah hotel yang nyaman untuk menginap selama di sini. Sungguh , rasanya badanku seakan remuk selama perjalanan di pesawat tadi . Soalnya harap maklum saja , aku baru pertama kali menaiki sebuah pesawat. Dan sekarang ingin rasanya aku segera merwbahkan tubuhku diatas kasur empuk.

__ADS_1


__ADS_2