HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 67


__ADS_3

πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


"Ini semua untuk mu. Ambil lah! Papa sadar, papa sudah bersalah kepada mu. Kamu anak semata wayang papa, jadi jangan pernah kamu berpikir untuk meninggalkan papa dan mama."


Ucap pak Nugraha sambil memberikan beberapa barang yang dulu pernah di pegang sama Yulian, termasuk mobil.


"Apa papa tidak salah?" Tanya Yulian memastikan.


"Tidak lah sayang. Papa tidak salah memberikan itu kepada putra papa sendiri." Jawab pak Nugraha sambil memberikan senyum sempurna.


"Pa, terimakasih atas semuanya. Tapi, boleh kah Yulian minta satu hal lagi?" Ucap Yulian bahagia.


"Apa itu? Katakan lah!" Tanya pak Nugraha.


"Yulian mau, Joko tidak menjadi sopir atau seseorang yang bekerja untuk Yulian lagi. Tapi..." Belum sempat Yulian melanjutkan ucapannya, tiba saja Joko ikut berbicara menyambungi.


"Kalau Tuan mau saya pergi, saya akan pergi." Ucap Joko dengan pelan.


"Yulian mau, Papa menganggap Joko seperti putra kandung Papa. Bukan kah Papa dulu berjanji sama Yulian akan berbuat adil kepada kita? Sekarang lakukanlah ke adilan itu untuk kami. Karena Yulian menganggap bahwa Joko adalah kakak Yulian. " Pinta Yulian.


Saat Joko hendak melangkah kan kaki keluar, Yulian pun berbicara akan permintaannya kepada papa nya. Dan...Entah lah, apa pak Nugraha setuju dengan permintaan Yulian?


🌺🌺🌺🌺


"Bu...sekarang anda harus makan dulu ya!" Ucap seorang suster.


"Suster....apakah anak saya akan datang ke sini?" Tanya seorang ibu paruh baya.


"Iya, tapi ibu harus makan dulu." Jawab suster itu kembali.


"Tidak sust, saya harus bertemu dengan anak saya. Saya harus menemui mereka." Ucap ibu itu kembali.


"Iya bu, nanti kalau ibu sudah makan anak ibu akan datang ke sini. Sekarang, ibu harus makan dulu ya!" Bujuk suster itu.


Akhirnya setelah suster membujuk ibu paruh baya itu dengan susah payah, ibu itu mau makan sesuap demi sesuap. Entah siapa yang di maksud ibu paruh baya itu? Siapa dia? Dan siapa anak nya?

__ADS_1


πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š


"Tuan ...." Panggil Joko sambil membalikkan badan nya ke arah mereka semua.


"Baik lah. Kalau memang itu permintaan kamu. Papa akan menuruti semuanya. Papa akan menepati janji Papa. Dan sekarang, Papa memiliki 2 putra. Sampai kapanpun kalian kedua putra Papa yang akan selalu menemani, menjaga dan membuat Papa bahagia serta bangga." Ucap pak Nugraha dengan bijak.


Setelah mendengar kebijakan dari papanya, Yulian seakan tidak percaya dengan kejadian hari ini. Apalagi dengan Joko, dia begitu terkejut atas apa yang di pinta Tuan nya itu dan dia juga bahagia dengan keputusan yang bijak dari pak Nugraha.


"Sekarang, kamu dengarkan! Kamu tidak boleh pergi dari hidupku." Ucap Yulian sambil memandang ke arah Joko dan Joko hanya bisa membalas dengan senyuman.


"Dan untuk kalian semua, terutama orang tua Aisyah. Saya sebagai orang tua Yulian, saya meminta untuk menerima putra saya sebagai menantu di keluarga Aisyah dengan ketulusan hati kalian." Ucap pak Nugraha setulus hatinya.


"Pak, saya sebagai ayah Aisyah mewakili dari pihak keluarga bahwa kami semua menerima Yulian dengan setulus hati kami. Kami bahkan bahagia memiliki menantu seperti Yulian. Semoga Yulian bahagia bersama kami." Balas pak Muchtar.


Akhirnya keluarga Aisyah dan keluarga Yulian bisa bersatu dan mereka semua merestui pernikahan Yulian dengan Aisyah. Dan kini, mereka berdua di nyatakan sudah resmi menjadi pasangan suami istri.


πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


"Dimana anak saya? Kenapa mereka belum datang juga? Saya harus pergi bertemu dengan mereka." Ucap bu Widia dengan amarah.


"Nanti pasti anak ibu akan datang. Sekarang ibu tenang dulu ya!" Ucap seorang suster yang berusaha menenangkan kemarahan bu Widia, tapi amarah itu tak kunjung reda.


Setelah beberapa saat dokter pun datang ke ruangan bu Widia dan menyuntikkan obat penenang yang pada akhirnya membuat bu Widia tertidur.


🌹🌹🌹🌹


"Alhamdulillah, terimakasih atas dukungan dari kalian semua. Insyaallah, atas do'a dan dukungan dari kita Aisyah akan segera sadar." Ucap Yulian sambil memandangi wajah Aisyah.


"Biarkan saya yang menjaga Aisyah malam ini. Kalian semua bisa pulang untuk ber istirahat. Saya yakin, kalian pasti capek selama beberapa hari harus berjaga di sini." Sambung Yulian kembali.


"Aku rasa, itu memang benar. Kamu juga butuh waktu bersama Aisyah." Balas Fadli.


Ya...mereka semua membiarkan Yulian yang menemani Aisyah malam ini. Karena mereka paham betul bahwa Yulian membutuhkan waktu untuk berdua dengan Aisyah. Setelah acara itu pun selesai, mereka semua pergi meninggalkan Yulian. Namun, tidak untuk Maryam dan Joko. Maryam harus kembali bekerja di sift malam dan sedangkan Joko, dia tidak mau meninggalakn Yulian sendirian di rumah sakit.


"Aisyah, ma'af kalau aku terlambat." Ucap Yulian sambil mengusap ubun-ubun Aisyah, setelah itu Yulian memberikan kecupan di kening Aisyah untuk yang pertama.

__ADS_1


πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š


"Halo assalamu'alaikum!" Yulian menjawab telfon.


"Apa? Terus bagaimana sekarang?"


"Baiklah, saya akan segera kesana."


Entah lah dari siapa itu. Mengapa Yulian begitu terkejut atas berita yang dia dapat dari telfon nya. Yulian pun hendak pergi, namun dia terasa berat untuk meninggalkan Aisyah istrinya.


"Ada apa Yulian?" Tanya Maryam yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.


"Sebenarnya ada masalah kak, tapi rasanya berat untukku meninggalkan Aisyah sendiri." Jawab Yulian menjelaskan.


"Pergilah jika itu masalah besar. Biarkan aku yang menjaga Aisyah selama kamu pergi." Ucap Maryam dengan pengertian nya.


"Tidak kak, Aku tidak mau merepotkan kak Maryam. Ini sudah menjadi tanggung jawabku sebagai suami Aisyah. Jadi, biarkan aku meminta tolong kepada Joko." Balas Yulian dengan keyakinannya.


"Baiklah, terserah kamu. Kalau begitu, aku harus kembali ke ruanganku dulu." Ucap Maryam lalu berlalu meninggalakan Yulian sendirian di dalam ruangan.


Setelah kepergian Maryam, Yulian pun keluar menemui Joko dan menjelaskan masalah nya kepada Joko.


"Baiklah, aku akan ke sana sekarang juga. Jangan khawatir, aku juga putra beliau bukan!" Ucap Joko setelah Yulian selesai menjelaskan.


Setelah mengerti penjelasan Yulian, Joko pun pergi meninggalkan Yulian. Dan sekarang, Yulian hanya berdua dengan Aisyah.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


"Sekarang, di antara kita sudah saling terikat. Apapun yang terjadi kepadamu nanti, aku akan tetap menerima itu. Karena kamu bidadari surgaku." Ucap Yulian yang tidak berhenti mencium kening Aisyah dan tangan nya yang tidak terinfus.


Waktu telah berlalu begitu cepat. Dan kebetulan, waktu adzan Dzuhur pun sudah tiba. Yulian pun memutuskan untuk menjalankan sholat wajib nya di ruangan itu.


"Ya Allah Ya Robby, tidak sedikit pun aku melupakan Engkau. Atas ridha-Mu pula, aku meminang wanita pilihanku yang ku yakini dia juga tidak pernah melupakan-Mu sedikit pun. Dan kini aku hanya meminta kepada-Mu Ya Allah Ya Tuhanku, tolong segera sadarkan lah Aisyah kembali. Hadir kan lah dia kembali kepada kami keluarganya. Dan sehat kan jasmani serta rohani nya. Amin ... Amin ... Amin!


Itulah do'a yang di panjatkan Yulian untuk Aisyah dalam sholat nya. Dan setelah itu, Yulian pun membacakan ayat-ayat Al-Qur'an untuk Aisyah. Dan lagi-lagi Aisyah menitihkan air matanya. Entah apa yang di alami Aisyah dan apa yang membuat Aisyah menitihkan air mata.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


SORRY BANGET BARU UP. JANGAN PERNAH BOSAN UNTUK MENUNGGU YA! OH IYA JANGAN LUPA BERIKAN LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN YA! TERIMAKASIH!


__ADS_2