HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
3 Surat Ancaman


__ADS_3

" Duhhh capek banget hari ini " Keluh Kania


" Iya Nia, badan ku juga pada pegal semua " Keluh Zahra juga


" Ini semua gara-gara hukuman tadi, gila tuhh senior hukum kita seberat itu " Ucap kesal Kania


" Iya benar Nia, di pikir badan kita baja apa? " Ucap Zahra


" kalau dia bukan senior udah gue bejeg-bejeg " Ucap kesal Kania


" Jahat banget, Udahlah kita sekarang tidur nanti kita bisa telat lagi, bisa-bisa kita di hukum lari keliling lapangan sampai 100 putaran " Ucap Zahra yang langsung membaringkan badannya ke kasur.


" Lari 20 putaran aja, badan ku terasa mau remuk apalagi kalau 100 putaran, duhhh enggak kebayang dehh " Ucap Kania yang langsung membaringkan badannya juga ke kasur.


Pagi pun tiba, Zahra dan Kania pun sedang bersiap-bersiap untuk pergi ke kampus.


" Ribet banget ini, kenapa juga kita harus pakai beginian ya kaya anak SMP aja " Ucap Kania kesal dengan tangannya yang sibuk memperbaiki tas kardusnya kerana talinya yang putus.


" Iya benar ra, apalagi harus pakainya dari rumah, mending kalau kita naik mobil sendiri, nahh ini kita harus naik Angkot ribett di jalannya " Ucap kesal Zahra


" Lo juga sihhh kenapa gak bawa mobil lo yang ada di Bandung, dan lo juga kenapa larang gue bawa mobil " Ucap Kesal Kania


" Iya kan kamu tahu alasanya, kita harus bisa belajar Mandiri Nia " Ucap santai Zahra


" Tapi kalau mandiri nya bikin susah buat apa coba? " Ucap kesal Kania


" Udahlah, sekarang kita berangkat aku udah siap nihh " Ucap Zahra


" Ayo gue juga udah siap " Ucap Kania


Zahra dan Kania pun berangkat ke kampusnya, mereka membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Kampusnya krena jaraknya yang cukup lumayan jauh.


Merekapun akhirnya samapi di kampusnya.


" Untung kita gak telat Ra " Ucap Kania


" Ya Ra untung aja, masih beberapa menit lagi ospek nya di mulai " Ucap Zahra dengan matanya yang melihat jam tangannya yang melingkar dj lengannya.


" Assalamualaikum pak " Saln Zahra dan Kania pada pak satpam


" Waalaikumsalam, ehhh neng kan yang kemarin telat kan? Tanya pak satpam


" Iya pak " Ucap Zahra dan Kania bebarengan


" Nah gini neng, ini baru siswi teladan " Ucap Pak Satpam.


" iya pak" ucap Bebarengan Zahra dan kania


Zahra dan Kania terkekeh melihat padanya ucap Zahra


" Kalau gitu kami masuk dulu pak " Ucap Zahra dan Kania " Ucap Kania


Mereka pun masuk kampus.


" Ra kita sarapan dulu yu " Ajak Kania


" Tapi Nia nanti kita bisa telat " Ucap Zahra


" Emmm tadi aku dengar untuk hari ini masuk nya jam 08.00 katanya Ra " Ucap Kania


" Tapi bukannya kemarin katanya jam 07.30 ya " Ucap Zahra


" Gak tau, mungkin di undur kali, ayolah gak nyampe setengah jam kok kita sarapannya " Ucao Kania


" Ya udahlah ayo " Ucap pasrah Kania


Merekapun pergi ke kantin dan di kantin....


" Lihat Nia rame banget kantinya, padahal ini masih pagi lo " Ucap Zahra


" Benar Ra, Tapi lo lihat dong di sana mereka cuma pada ngerumpi doang " Ucap Kania


Keadaan di kantin sangatlah ramai, tapi bukan untuk makan ada yang cuma ngobrol, baca buku, dll


" Tapi nanti kita duduk di mana? " Tanya Zahra


" Kita mesen aja dulu Ra " Ucap Kania


" Bu pesen nasi goreng nya dua sama jus jeruknya dua Bu " Pesan Zahra


" Baik neng di tunggu ya " Ucap Bu kantinnya


Tak lama pesanan mereka pun jadi.


" Sekarang kita duduk di mana nih Nia? " Tanya Zahra pada Kania


" Ada sihh itu yang kosong " Ucap Kania yang tangannya menunjuk


Zahra pun mengikuti arah tangan mereka.


" sama mereka? Aku gak mau, nanti sarapan ku bisa gak tenang kalau sama kak Devan dan dua temannya itu " Ucap kesal Kania

__ADS_1


memang benar bangku yang kosong cuma ada di meja Devan dan dua temannya cukup lah untuk dua orang


" Terus kita mau kemana? " Tanya Kania


" emmmm ... aku tahu kita kemana " Ucap Zahra


" Kemana? " Tanya Kania


" ke sana " Ucap Zahra yang langsung pergi, sedangkan Kania pasrah mengikutinya dari belakang


" Emmmm permisi, boleh gak kalian pindah dari mejanya! " Pinta Zahra dengan senyum ramahnya


sedangkan di sisi lain Kania paham dengan tindakan Zahra.


" Maksudnya? " Ucap salah seorang dari mereka


" Emmm maksudnya gini, kalian kan di sini cuma ngobrol doang kan, kalian bisa gak cari tempat lain soalnya kita mau makan " pinta Zahra lagi


" Maksudnya lo ngusir kita? " Tanya salah seorang dengan nada sewot


" Emmm enggak gitu " Ucap Zahra


" Heehh itu namanya lo ngusir gue dan teman-teman gue " Ucap salah seorang dari mereka yang langsung berdiri


" Kita itu cuma minta tolong sama lo untuk pindah ke tempat lain " Ucap kesal Kania yang melihat mereka sewot terus dari tadi


" Heeeh Itu sama aja lo ngusir kita " Ucap nya Lagi yang tanganya sedikit mendorong bahu Kania


Kania merasa kesal dengan mereka, Kania pun langsung menyimpan makannya di atas meja yang di ikuti oleh Zahra


" wooyy gak usah dorong-dorong kali " Ucap kesal Kania


" kenapa gak suka? " Tanya sewotnya dan langsung mendorong Kania


" eehhhhh Nia kamu gak papa?" Tanya Zahra pada Kania


"heeeh kamu ngerti gak arti dari kata TOLONG, Aku cuma MINTA kamu untuk pindah aja, ya kalau kamu gak mau kamu tinggal nolak aja, gak perlu harus pake kekerasan juga " Teriak kesal Zahra


"LO Berani sama gue ..." Ucapnya dia lagi dengan mengangkat tangan yang akan menampar Zahra


Tapi Zahra dengan sigap menangkap tangan cewek itu


" Aku bilang gak usah pake kekerasan bisa kan " Ucap Zahra tegas


" lepasin tangan gue " Ucap cewek itu


Zahrapun melepaskan tanganya


" Kasar banget sihh lo tangan gue sampe sakit tahu gak " Ucap Cewek itu


" Heran dehh gue, kenapa cewek kampungan kalian bisa masuk di kampus ini ? Tanya Cewek


" Maksudnya, kita gak mampu gitu masuk di kampus ini? " Tanya Zahra


" Iya, dari penampilan kalian aja gak meyakinkan tuhh kalau kalian orang punya " Ucap cewek itu dengan nada meremehkan


" Benar Ray apalagi gue lihat mereka setiap hari selalu naik angkot" Ucap temanya


" tuhh kan semakin yakin gue kalau kalian orang yang gak punya " Ucap cewek itu


" Benar-benar lo ya nguji kesabaran gue banget " Ucap geram Kania


" Udah kalian berantemnya " Ucap seseorang yang tiba-tiba datang


" Kak Devan " Ucap kaget Zahra dan Kania


Memang benar saat mendengar ada keributan Devan dan kedua temannya langsung menghampirinya


" Kalian kayak anak TK, masih pagi sudah berantem " Ucap Devan


" Emmm ini nih kak mereka berdua yang duluan, lihat nihh kak tangan saya sampai merah kayak gini " Ucap cewek itu lebay dan menunjukan tangannya yang merah.


" Gak usah membalikan fakta, jelas-jelas kamu yang duluan " Ucap kesal Zahra


" Iya jelas-jelas lo yang duluan dorong gue dan mau nampar Zahra " kesal Kania


" Stop, pusing gue dengar kalian " Ucap tegas Reihan


" Zahra, Kania kalian ikut gue, sekalian bawa makannya " Perintah Devan yang langsung, Zahra dan Kania pun mengikutinya


" Duduk !" Perintan Devan


Zahra dan Kaniapun duduk.


" lanjutin makan kalian, kenapa malah lihatin gue?, gue tahu gue itu ganteng " Ucap Devan dengan percaya dirinya


" Ishhh PD banget " Ucap Zahra


" Lahhh emang gue ganteng, semua orang juga pada tahu " Ucap Devan santai


" Terserah " Ucap singkat Zahra

__ADS_1


mereka pun melanjutkan makannya tanpa ada yang berbicara.


......


" kesal gue sama mereka " Ucap Kania


" Sama Ra aku juga kesal sama mereka, kayaknya juga mereka sama siswi baru kaya kita deh " ucap Zahra


" Iya benar Ra, gayanya kaya senuor aja " Ucap Kania


" Kalian juga salah kali " Ucap Revan


" Jelas-jelas mereka duluan sama kita " Ucap Kania


" Jelas-jelas kalian yang nyamperin mereka duluan " Ucap Reihan


" Tapi kita kan cuma minta mereka untuk pindah karena mereka di situ cuma ngobrol doang dan kita ingin makan " Ucap Zahra


" Salahnya di situ, itu kan hak mereka untuk di sini " Ucap Reihan


" Lebih salahnya lagi kalian meladeninya kalian gak ada bedanya sama mereka " Ucap Devan


" Terus kita harus diam gitu kalau mereka ngehina kita?" Tanya kesal Kania


Deg. Sedangkan Zahra tepaku mendengar ucapan Devan.


Benar kata Devan apa bedanya dia dengan cewek itu,pikir Zahra


" Bukannya gitu, kaliankan cewek gak pantas lah berantem " Ucpa Reihan


" Kami itu cuma membela diri, iya kan Ra? " tanya Kania


sedangkan Zahra hanya melamun dan diam


" Ra? " Tanya balik Zahra


" Ehhh ada apa Nia? " Tanya Zahra


" kenapa ngelamun? " Tanya Kania


" Enggak kok, tadi mau apa? Tanya balik Zahra


" ohhh iya tadi kita kan cuma ngebela diri kan?" Tanya Kania


" Benar yang kak Devan katakan, tadi kita yang salah " Ucap Zahra


" Apa sihh Ra " Ucap Kania Bingung


" Emmm kalau gitu kami permisi dulu kak " Ucap Zahra bangkit dan langsung pergi, Kania pun pergi mengikuti Zahra


" Apa tadi gue salah ngomong? " Tanya Devan


" Menurut gue enggak tuh " Ucap Revan


" Udahlah sekarang kita ke Aula, bentar lagi acaranya di mulai " Ucap Reihan


Acara pun di mulai semua anak-anak berkumpul di Aula, karena agenda hari ini adalah materi yang langsung di bimbing oleh Dosen.


Beberapa materi di telah sampaikan dan sekarang adalah waktu nya istirahat.


" Ra kita gak ke kantin? " Tanya Kania


" Enggak Ra aku males ke tempat ramai, tapi kalau kamu lapar, kamu ke kantin aja biar aku tunggu di sini " Ucap Zahr


" Enggak deh Ra, gue mau nemenin lo di sini, lagi pula gue juga males ketemu sama Cewek tadi pagi pasti dia ada di kantin " Ucap Kania


Zahra hanya mengangguk menanggapu perkataan Kania.


" Emmm permisi, ini ada surat buat kalian berdua " Ucap seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri mereka


" Dari siapa? " Tanya Kania


" Di dalamnya ada nama pengirimnya katanya " Ucapnya lagi


" Terima kasih "Ucap Zahra tersenyum ramah sedangkan wanita pengirim itu hanya menangguk.


Zahra pun membuka suratnya.


*Jangan harap kalian berdua bisa tenang di kampus ini, karena tadi lo berani melawan gue secara tidak langsung lo ngibar bendera perang pada gue.


RAYA*


Zahra meremas kertas itu dengan kesalnya.


" Apa coba maksudnya, bikin kesal aja " Ucap Zahra


" Di pikir kita takut apa sama dia " Ucap Kania


" Udahlah biarin aja, males aku ngeladeninnya " Ucap Zahra


" kalau dia cowok udah gue tonjok tuhh orang " Ucap kesal Kania

__ADS_1


" Udahlah ayo kita kumpul di lapangan katanya kita di suruh kesana " ucap Zahra


Zahra dan Kania pun pergi menuju lapangan


__ADS_2