
Aku menuruti semua perkataan kak Maryam untuk masuk ke dalam mobil. Tapi anehnya, aku duduk bukan seorang supir melainkan, aku duduk sebagai penumpang dan kak Maryam lah yang akan menyetir mobilnya. Entahlah, apa mungkin iya kak Maryam tahu semua kejadian tadi?
🌹🌹🌹🌹
"Kakak tidak akan bertanya sama kamu tentang kejadian tadi. Kakak akan selalu menunggu cerita kamu sampai kamu siap menceritakan semuanya kepada kakak. Jangan bohongi diri kamu sendiri." Ucap kak Maryam yang membuka pembicaraan diantara kami.
Saat mengucapkan itu kak Maryam tidak memandang wajahku atau sekedar melirikku, dia tetap fokus menyetir dan fokus dengan jalanan kota yang ramai.
"Apa kakak melihat semuanya?" Tanyaku memastikan.
"Emm... Walaupun kakak tidak melihat semuanya, kakak tahu dari tatapan mata kamu. Kakak sudah mengenal kamu, jadi kamu tidak bisa membohongi kakak sedikit pun bahwa kamu masih merasakan cinta dihati kamu terhadap lelaki itu. Betulkan?" Ucap kak Maryam memberitahu.
Aku hanya bisa diam dan mendengarkan apa yang kak Maryam ucapkan. Selama perjalanan aku masih terdiam tidak berbicara satu kata patah pun. Ingin rasanya aku mengadu, tapi aku tidak mau kak Maryam tahu cerita yang sebenarnya antara aku, Kamila dan Yulian. Karena bagiku, itu terlalu menyedihkan dan menyakitkan.
💦💦💦💦
"Kenapa kamu melakukan ini semua kepadaku Aisyah? Apa karena kamu sudah tidak menyayangiku lagi? Apa karena lelaki itu?" Tanya Yulian dalam hati.
Yulian merasakan kesedihan, penyesalan dan kekecewaan. Di mana ia harus benar-benar melakukan apa yang diminta Aisyah. Yaitu, menikahi Kamila yang bukan wanita dicintainya.
Dalam waktu yang bersamaan pula, Aisyah menjawab semua pertanyaan-pertanyaan Yulian yang diutarakan didalam hati Yulian.
"Ma'afkanlah aku Yulian. Bukan maksud aku tidak mencintaimu lagi, tapi menurutku ini yang terbaik buat kita." Ucapku dalam hati.
__ADS_1
"Kak, kita ke bukit saja dulu. Aku mau bercerita sesuatu kepada kakak. Aku merasa butuh seseorang untuk mengadu dan aku juga belum suap bertemu orang-orang yang di rumah." Ungkapku kepada kak Maryam setelah aku memutuskan dalam renunganku.
"Baiklah! Kakak siap mendengarkan cerita kamu." Balas kak Maryam menyetujui.
Setelah aku memutuskan untuk bercerita kepada kak Maryam dan setelah aku memilih tempat yang nyaman untuk bercerita, kak Maryam akhirnya memutar kembali mobil yang kami kendarai. Ya_walaupun tinggal 5 menit lagi sampai dirumah, kak Maryam lebih mementingkan keinginanku dan mendengarkan ceritaku.
"Alhamdulillah, kita sudah sampai. Ayo turun sekarang dan berceritalah." Ucap kak Maryam yang menginginkanku untuk segera bercerita.
Kami pun turun dan melangkahkan kaki kami untuk menuju tempat yang indah dibukit itu, di mana tempat itu adalah tempat favoritku.
"Sekarang kita sudah sampai, duduk dan mulailah bercerita." Tegas kak Maryam kepadaku.
"Aku merasa tidak nyaman saja kak. Apakah sesulit ini rasanya ketika aku ingin mengadu dan mencurahkan isi hatiku yang terluka." Ucapku merasa ragu.
Begitu meneduhkan dalam setiap pandangannya. Dan begitu menghangatkan dalam setiap pelukannya. Terimakasih Ya Allah, disaat aku benar-benar membutuhkan seseorang yang mampu membuatku nyaman, Engkau hadirkan sosok bidadari cantik untuk selalu menemaniku.
"Baiklah kak, aku akan bercerita semuanya tentang aku, Kamila dan Yulian." Ucapku kemudian setelah hatiku merasa luluh.
flash back on
"Pertama. Di waktu SMA dulu aku dan Kamila adalah musuh. Kami sering balapan liar, bahkan kami juga pernah taruhan untuk bisa mendapatkan Yulian dan menjadi pacarnya. Sayangnya, waktu itu aku sudah benar-benar jatuh cinta dengan Yulian dan aku tidak bisa meninggalkannya, Namun, Kamila memaksaku untuk mengucapkan taruhan yang kita rencanakan. Hingga akhirnya Yulian pun tahu yang sebenarnya. Yulian juga sempat marah dengan semua itu, tapi entah kenapa Yulian mau menemuiku dan dia mengucapkan sesuatu hal kepadaku bahwa dia meminta untuk memulai dari awal dalam menjalin hubungan itu, karena Yulian memiliki perasaan yang sama denganku.
Kedua. Aku berpacaran dengan Yulian selama 7 tahun. Tapi, hubungan itu rentan karena ada sesuatu masalah. Namun, diantara aku dan Yulian tahu bahwa kita memang bisa saling memahami dan masih saling mencintai, namun sayangnya waktu masih belum berpihak kepada kita dan menyatukan kita.
__ADS_1
Suatu hari, Yulian memberikan tanda-tanda yang baik atas sikapnya dan memberikan surat pernyataan bahwa dia akan kembali menemuiku dan melamarku, setelah dia mampu memperbaiki dirinya dengan berhijrah yang lebih baik.
Kakak pasti tahu betapa senangnya aku. Waktu itu aku memiliki keyakinan yang kuat, bahwa aku meyakini kalau Yulian pasti akan kembali untukku. Namun, sayangnya keyakinanku salah. Dia kembali bukan untukku, melainkan dia kembali untuk Kamila.
Ternyata Kamila juga memiliki perasaan yang sama denganku kak. Dia juga mencintai Yulian. Dan ketika Yulian sedang berada di sebuah pondok pesantren, kedua orang tua Kamila menemui Yulian dan meminta Yulian untuk membahagiakan Kamila disisa umurnya. Sebenarnya Yulian menolak. Tapi setelah Yulian memberanikan diri untuk bercerita kepadaku, aku pun memberikan jawaban yang menurutku itu yang paling tepat. Aku membiarkan Yulian bersama dengan Kamila. Hari ini kakak pasti tahu bahwa aku memberikan bingkisan itu kepada Kamila. Dan kakak juga pasti tahu apa yang ada di dalam bingkisan itu.
Aku sebenarnya merasa sangat berat dan begitu hancur. Tapi aku yakin masih diberikan kekuatan sama Allah kak, untuk tetap tegar dan insyaallah aku bisa menghadapinya. Dan mulai sekarang aku harus bisa melupakan kisah cinta dalam hijrahku bersama Yulian. Aku harus bisa merelakan dan mengikhlaskan Yulian bersama temanku sendiri. Begitulah cerita yang sebenarnya." Ceritaku yang panjang tentang kisah cinta dalam hidupku yang tidak bisa aku jalani selayaknya cinta orang lain.
falsh back off
"Aisyah, mungkin bagi kakak itu sangat membuat diri kakak merasa begitu rapuh, apabila kakak yang mengalaminya. Tapi, kakak yakin bahwa kamu mampu menghadapi semua ini. Kamu masih punya Allah di hati kecil kamu dan dalam hidup kamu. Dan Allah pun juga tidak akan menguji umatnya melebihi kemampuan umatnya tersebut." Ucap kak Maryam kepadaku yang meyakinkan aku bahwa aku pasti bisa melewati masa-masa sulit seperti ini.
Setelah mendengar dan melihat kak Maryam yang selalu memberikan aku dukungan, aku pun jauh lebih tenang daripada tadi.
"Terimakasih kak atas semua dukungan yang kakak berikan kepada Aisyah. Sekarang, Aisyah jauh lebih baik dan merasa plong dihati Aisyah." Ungkapku merasa lebih baik.
"Sama-sama. Itulah yang seharusnya seorang kakak lakukan. Ya sudah, sekarang kita pulang dan bantuin kakak buat acara besok." Ucap kak Maryam dengan senyum semangat.
Aku pun mengangguk untuk menyetujui apa yang telah diucapkan kak Maryam. Kini aku dan kak Maryam kembali menuju mobil untuk pulang.
BERSAMBUNG...
Terimakasih atas komentar kalian. Ma'af kalau belum bisa bales satu-satu. Insyaallah aku juga akan selalu membantu untuk karya teman-teman author. Semoga kita bisa sukses bersama.
__ADS_1
Terimakasih juga buat para readers HCA yang sudah mendukung cerita ini. Semoga teman-teman tetap memberikan like, komentar dan vote kalian untuk cerita ini.