HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 63


__ADS_3

💝💝💝💝


"Papa?" Ucap Yulian terkejut.


"Papa tidak akan merestui hubungan kalian. Apalagi dia sedang koma. Papa tidak akan menyerahkan hidup kamu kepada wanita koma itu. Dulu kamu hampir memberikan hidup kamu kepada wanita sakit-sakit an. Sekarang, papa tidak akan memberikan kehidupanmu dan papa juga tidak akan merestui pernikahan ini." Ucap papa Yulian dengan tegas.


Semua orang terkejut dengan apa yang sudah di ucapkan oleh papanya Yulian. Hati dan harapan mereka kini telah hancur. Namun, berbeda dengan Yulian.


"Apa papa tidak berpikir terlebih dahulu sebelum Papa berbicara? Apa Yulian tidak salah mendengar dengan apa yang Papa ucapkan? Pa... Papa harus ingat bukan kah Papa yang selama ini sudah mengatur hidup Yilian. Setelah kejadian 2 tahun lalu, apa Papa ingat sudah memisahkan aku dengan Aisyah. Papa yang sudah menyuruh Yulian untuk ke luar negeri demi mengurus perusahaan Papa yang ada di sana. Meskipun Papa tetap tidak merestui pernikahan Yulian nanti, Yulian akan tetap melakukan sesuai dengan apa yang Yulian ucapkan ke Papa tadi. Mulai sekarang, Yulian akan melepas semua aset yang sudah Papa berikan kepada Yulian bahkan jika perlu, Yulian akan keluar dari keluarga Nugraha. " Ucap Yulian dengan tegas dan lantang sambil meletakkan sebuah dompet dan kunci mobil di hadapan papanya.


Semua keluarga Aisyah lebih terkejut lagi dengan apa yang Yulian putuskan. Dan keputusan Yulian membuat Maryam menitihkan air matanya secara perlahan, karena dia merasa terharu atas perjuangan hijrah cinta Aisyah dan Yulian selama ini, dan kini dia juga melihat perjuangan Yulian yang mempertahankan cintanya untuk Aisyah, adiknya.


"Apa kamu yakin dengan keputusan kamu? Apakah kamu bisa tanpa itu semua?" Tanya papa nya Yulian kepada putranya.


"Apa Papa pikir Yulian hanya sandiwara? Asal Papa tahu, Yulian akan terus berjuang tanpa aset dan perlengkapan yang lainnya dari Papa." Tegas Yulian kembali.


"Baiklah, kalau memang itu keputusan kamu. Jangan harap Papa akan memberikan sepeser pun untuk kamu." Balas papa Yulian.


Saat perbincangan yang memanas itu sedang berlangsung, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak memanggil Yulian.


"Yulian...!" Seseorang telah memanggil Yulian.


"Kamu? Dasar tidak becus bekerja." Ucap pemimpin keluarga Nugraha kepada Joko dan berlalu meninggalkan keluarga Aisyah beserta putranya.


Ya...meskipun papa Yulian sudah melarangnya untuk tidak melanjutkan pernikahan putranya itu, tetapi Yulian bersi kekeh untuk tetap melanjutkan dan akan berbahagia dengan kekasih impiannya. Dan keputusan Yulian itu membuat papanya semakin merasa kesal dan marah.


🕊🕊🕊🕊


"Kembalilah bersama Papa. Kini, aku bukanlah Tuan mu lagi." Ucap Yulian kepada Joko sambil memegang pundak seorang lelaki berbadan besar, berotot yang berdiri di hadapannya dan Yulian pun tetap memberikan senyum manis dalam bibirnya.

__ADS_1


"Tapi, kenapa kamu melakukan ini? Bukan kah kita berjanji untuk selalu bersama menghadapi pahitnya dunia? Dan kita akan merawat mama dan papa bersama. Tapi... Kenapa kamu pergi?" Tanya Joko kepada Yulian.


Mama dan papa? Apa maksud Joko merawat mama dan papa bersama? Penasaran kan?


"Ma'af kan lah aku Joko. Aku bukanlah saudara kamu yang bisa terus menepati janji itu. Aku sudah berusaha dengan sekerasnya, tapi apalah daya ku. Aku tidak bisa melukuhkan hati papa. Dan inilah keputusan yang sudah aku ambil." Jawab Yulian menjelaskan.


"Tapi..." Belum sempat berlanjut, Yulian sudah memotongnya.


"Pergilah, jaga lah papa. Aku janji, aku akan menjenguk mama kapan pun." Ucap Yulian memberikan perjanjian.


"Baiklah, aku akan selalu menunggu kamu." Balas Joko sambil memeluk Yulian dan begitupun dengan Yulian, dia membalas pelukan Joko.


Joko pun akhirnya berlalu meninggalakan Yulian dan yang lain. Nampak jelas dalam raut wajah Joko yang bersedih atas kepergian Yulian dari keluarga Nugraha. Namun Yulian tetap menguatkan hatinya, sehingga dia mampu untuk tetap tegar dan kembali bersama sosok pemimpin yang sudah mengangkatnya sebagai seorang anak.


🌹🌹🌹🌹


"Buat semuanya, ma'af kan atas ucapan papa saya tadi. Dan kalian tidak perlu khawatir, karena saya akan tetap melanjutkan pernikahan itu. Jadi, saya mohon agar kalian semua tetap mengijinkan saya dan merestui khitbah saya." Ucap Yulian sambil mendekati keluarga Aisyah.


"Terimakasih buat kalian semua. Saya serasa memiliki keluarga yang benar-benar mendukung ku." Ucap Yulian terharu.


Setelah sesaat terjadi kekacauan, kini suasana bahagia menyelimuti keluarga Aisyah kembali dan mereka saling menguatkan satu sama lain untuk tetap mendukung pernikahan Yulian dan Aisyah.


"Oh iya om, kalau begitu kapan pernikahan kami akan di langsungkan?" Tanya Yulian.


"Kalau masalah itu, nanti om akan bicarakan dengan pak penghulu. Dan nanti, om akan kasih tahu kamu." Jawab pak Brian menjelaskan.


"Baiklah om, terimakasih. Oh iya om, boleh kah saya menemui Aisyah sebentar?" Tanya Yilian meminta ijin.


"Silahkan!" Jawab pak Brian dan pak Muchtar bersamaan.

__ADS_1


"Sekali lagi terimakasih om." Balas Yulian sambil menitihkan air matanya secara perlahan.


Setelah mendapatkan ijin dari keluarga Aisyah, masuk lah Yulian ke dalam ruangan yang membuatnya menangis sejadi-jadi nya. Entah lah kenapa Yulian bisa menangis seperti itu.


💝💝💝💝


"Assalamu'alaikum Aisyah. Aisyah, apa kamu tahu kalau aku sangat bahagia? Ya...Aku sangat bahagia karena, sebentar lagi kita akan selamanya bersama-sama setelah berbagai masalah menyela hubungan kita. Dan kini, cincin ini lah yang akan mengikat jari manismu atas hubungan kita. Aku janji, aku akan menepati janjiku sebelumnya. Aku mencintai kamu Aisyah, bidadari surgaku." Ungkap Yulian sambil menyematkan sebuah cincin pertunangan ke jari manis Aisyah. Namun, tiba-tiba Yulian di kejutkan dengan tetesan air mata Aisyah.


"Aisyah... Kenapa kamu menangis? Apa kamu bersedih? Atau sebaliknya? Semoga saja kamu menangis karena bahagia." Ucap Yulian sambil menyerka air mata Aisyah secara perlahan.


Setelah mengungkapkan rasa bahagianya kepada Aisyah dan menyematkan cincin pertunangan yang sudah Yulian siapkan saat masih di luar negeri, Yulian pun keluar dengan senyuman ketegaran. Dan dia pun berpamitan kepada keluarga Aisyah yang masih setia menunggu Aisyah.


💞💞💞💞


"Pa, ma, ayah dan ibu... Fadli dan Maryam harus pulang dulu untuk melihat Karina. Karena, sejak kemarin dia sendirian dan pasti dia juga merindukan kami." Ucap Fadli berpamitan.


"Baiklah, kalian pulang saja." Balas pak Brian.


"Iya, lebih baik kalian pulang. Kami akan menunggu Aisyah." Imbuh pak Muchtar.


Setelah mendapat ijin dari keluarga mereka, Fadli dan Maryam kini meninggalkan rumah sakit itu dan kembali pulang menemui putri kecilnya.


"Ayah, menurut bunda cinta mereka begitu kuat. Meskipun banyak lika-liku yang menghalangi perjalanan hijrah cinta mereka untuk menuju hubungan yang sakinah, mereka tetap menghadapi dengan kesabaran." Ungkap Maryam dengan rasa keharuan nya.


"Iya bun, ayah berpikir juga begitu. Ayah yakin, mereka mampu menjaga cinta yang tulus itu sampai nanti. Semoga kita juga seperti mereka ya bun!" Balas Fadli sambil menggenggam tangan istri tercintanya itu.


Ya... Begitu mengharukan kisah cinta Aisyah dan Yulian. Penuh dengan lika-liku yang harus mereka lewati. Namun, mereka tetap kuat dan sabar dalam menghadapinya. Itulah cinta tulus yang patut untuk di perjuangkan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


SAMPAI DI SINI DULU YA...MA'AF TERLAMBAT UP NYA. DIKARENAKAN KURANG ENAK BADAN JADI TIDAK FOKUS. HEHE...


SEMOGA KALIAN TIDAK LUPA MEMBERIKAN BOM LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN UNTUK NOVEL INI. TERIMAKASIH!


__ADS_2