HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 90


__ADS_3

πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


Berhubung hari yang sudah semakin sore, aku pun kembali ke kamar untuk segera menemui suamiku dan mengajaknya ke Cairo Tower.


"Assalamu'alaikum!" Ucapku setelah membuka pintu.


"Wa'alaikumsalam. Kamu darimana sayang?" Tanya Yulian kepadaku.


Aku merasa ragu untuk menjawab dan mengajak Yulian untuk pergi ke Cairo Tower, karena aku merasa tidak enak jika aku mengganggu waktu istirahat Yulian, sedangkan saat ini saja Yulian sedang selonjoran di atas kasur.


"Emm.. Tadi habis dari kamar kak Maryam." Jawabku singkat.


"Emm... Abi merasa lapar, ayo kita cari makan!" Ajak Yulian kepadaku.


Aku bimbang untuk sekalian mengajaknya ke Cairo Tower atau tidak. Namun, aku juga ingin ke sana. Rasanya aku ingin melihat dan menikmati pemandangan yang romantis bersamanya.


"Ayo, umi juga lapar." Balasku singkat.


Setelah mendengar jawabanku, Yulian segera bersiap-siap keluar kamar untuk mencari makan malam yang wajib kita santap dimalam ini. Namun, sepertinya Yulian tidak ingin makan malam di restaurant hotel ini. Buktinya, sebelum tiba waktunya makan malam saja dia sudah mengajakku keluar untuk mencari makan. Apa mungkin iya kalau perutnya itu terbuat dari karet? Hohoho..!


"Kita mau kemana sayang? Kenapa kok pakai mobil segala? Kenapa tidak makan malam saja di restaurant hotel ini saja?" Tanyaku padanya secara bertubi-tubi.


"Sepertinya abi tahu makanan yang paling enak di Kairo. Jadi, umi hanya perlu diam saja sampai kita tiba ditempat tujuan. Ok!" Jawab Yulian memerintah.


"Baiklah!" Ucapku singkat.


🌿🌿🌿🌿


"Alhamdulillah, akhirnya kamu hamil anak kita yang pertama. Jadi, mas harap kamu jangan sampai kelelahan dan banyak-banyak aktifitas di usia kehamilan yang masih begitu muda." Ucap Joko merasa bahagia.


"Insyaallah mas, adek akan menuruti apa yang sudah mas perintahkan." Balas Humaira.


Alhamdulillah, akhirnya pasangan pengantin muda ini akan segera menjadi orang tua baru. Dan Joko semakin menyayangi Humaira. Cinta akhirnya tumbuh dengan sendirinya setelah mereka menjalani pernikahan secara ta'aruf.

__ADS_1


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


"Kita mau kemana sayang?" Tanyaku kepada Yulian.


"Emm... Cari makan lah sayang. Abi kan lapar." Jawab Yulian dengan santai.


"Sekalian jalan-jalan." Sambungnya lagi sambil menampilkan pesonanya yang membuatku meleh.


Aku hanya bisa tersenyum untuk membalas ucapannya. Ya meskipun aku tidak tahu kemana tujuan Yulian mencari makan. Karena pada akhirnya, aku tidak mampu memberanikan diri ini untuk mengatakan keinginan dalam hatiku yang sebenarnya.


Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya kami pun sampai ditempat tujuan. Yulian menyetir mobilnya dengan sangat pelan, karena mobilnya harus diparkirkan ditempat yang sudah disediakan.


"Ini kita dimana sayang?" Tanyaku penasaran.


"Emm...kita sekarang berada ditempat yang paling romantis di Kairo. Ayo sekarang kita naik ke atas." Jawab Yulian.


"Paling romantis?" Ucapku terkejut.


Kami pun menaiki sebuah gedung yang begitu tinggi. Dan aku rasa, aku seperti mengenali tempat yang kini kakiku telah berpijak. Dimana tempat dan suasana di sini adalah gambaran yang sudah dijelaskan oleh kak Maryam dan kak Fadli.


"Duduklah!" Ucap Yulian memintaku.


"Baiklah!" Balasku singkat.


"Kamu mau makan apa sayang?" Tanyanya kepadaku sambil menyodorkan kertas yang bertuliskan menu di restaurant ini.


Aku pun melihat-lihat terlebih dahulu untuk memilih salah satu menu yang akan aku pesan. Sedangkan Yulian, dia sedang berbicara dengan seseorang melalui telfonnya. Entahlah dengan siapa dia bertelfon.


Berhubung aku yang belum terlalu fasih dan paham dengan berbicara bahasa arab atau yang biasa diucapkan di Kairo, aku lebih memilih menunggu Yulian sambil melihat pemandangan disekitar.


Aku melihat sungai yang amat panjang, mungkin itu yang bernama sungai Nil. Masya Allah, begitu indah keagungan Tuhan. Saat aku sedang menikmati pemandangan yang begitu indah, tiba-tiba pandanganku telah buyar ketika aku melihat semua orang telah bergegas menuruni gedung. Dan pada akhirnya, hanya aku dan Yulian lah yang tinggal di dalam gedung itu.


Aku merasakan kebingungan dan berpikir apa yang sudah terjadi. Dan aku rasa tidak ada kejadian aneh ditempat ini yang membuat semua orang harus pergi. Karena, restaurant di gedung ini pun juga tidak tutup.

__ADS_1


"Bagaimana, umi suka dengan tempat ini?" Tanya Yulian yang membuyarkan lamunanku.


"Suka kok bi, suka banget malahan. Tapi, kenapa semua orang tiba-tiba pergi?" Tanyaku penasaran.


"Iya. Karena, abi sengaja memesan tempat ini untuk beberapa jam kedepan dan ini khusus untuk kita berdua." Jawab Yulian menjelaskan.


"Apa? Abi melakukan ini untuk apa?" Tanyaku lagi.


"Karena, abi ingin memberikan kebahagiaan untuk umi. Dan menurut abi, tempat inilah yang romantis untuk kita berdua. Abi mau, tempat inilah yang menjadi bukti dan saksi cinta abi ke umi. Dan umi juga harus tahu, bahwa hanya umi yang berada dalam hati umi. Hanya umi yang akan menjadi pendamping abi, ibu dari anak-anak abi sampai kapanpun." Jawab Yulian penuh dengan keromantisan.


Aku begitu terharu dengan apa yang sudah dikatakan Yulian kepadaku. Dan memang benar apa yang sudah dikatakan oleh kak Maryam dan kak Fadli, bahwa Cairo Tower adalah tempat yang romantis dan indah.


Berhubung hanya ada aku dan Yulian di dalam restoran itu, aku dan Yulian bebas lah ya melakukan apapun, kecuali melakukan hubungan intim. Iya kali kalau aku dan Yulian seperti itu ditempat umum. Hohoho...!


Hal-hal yang kami lakukan ditempat ini adalah menatap matahari yang akan tenggelam, melihat pemandangan disekitar yang begitu indah, bergandengan tangan, sesekali kami juga berfoto untuk mengabadikan tempat ini, dan hal yang paling romantis ditempat ini adalah ketika Yulian memelukku dan menciumku saat senja sore. Itu hal yang tidak bisa dan tidak akan aku lupakan sampai kapanpun.


"Terimakasih suamiku, kamu telah memberikan semua ini kepadaku." Ucapku menatap kedua matanya dengan lekat.


"Sama-sama istriku. Apapun akan abi lakukan untuk umi, meski jiwa dan raga abi lah yang akan menjadi taruhannya." Jawabnya sambil memelukku.


Aku pun juga membalas pelukannya, seakan aku tidak ingin melepaskannya. Entah kenapa aku ingin waktu berhenti di sini untuk beberapa jam saja dan berpihak kepadaku.


"Abi, tapi bagaimana bisa abi mengajak umi datang kesini?" Tanyaku penasaran.


"Sebenarnya sih, abi tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan umi dengan kak Fadli dan kak Maryam. Dan abi berpikir kenapa tidak abi saja yang memberikan kejutan kepada umi. Kurang lebih seperti itu. Sudah, umi makan saja yang banyak." Jawab Yulian menjelaskan.


Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain tersenyum dan hanya tersenyum. Ya Allah Ya Robbiku, terimakasih atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku, yang Engkau hadirkan kepadaku. Dimana sosok lelaki yang saat ini berada dihadapanku adalah lelaki yang mampu membahagiakan, mengerti, memimpin serta mengayomi keluarganya.


Malam telah melarut. Rasanya aku enggan unyuk meninggalkan tempat ini. Tapi apalah dayaku, aku tidak mungkin akan tidur semalaman ditempat ini. Dan akhirnya, kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel setelah menikmati makan malam yang sempurna dan teromantis.


**JANGAN LUPA YA UNTUK TETAP MENDUKUNG CERITA INI DENGAN LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN GAES..!


TERIMAKASIH BANYAK BUAT KALIAN YANG SUDAH MAMPIR KE CERITAKU**.

__ADS_1


__ADS_2