
πΉππΉππΉπ
"Baiklah, pagi ini aku akan memulai dari menceritakan saat pertama kita bertemu. Pasti kamu akan tertawa mendengarnya. " Celoteh Yulian sendirian yang berusaha menghibur dirinya sendiri.
"Papa... Mama...jangan pergi...jangan pergi...!" Suara anak kecil sedang menangis dan itu membuat Yulian menghentikan kelakuan konyolnya.
Entahlah siapa anak kecil itu. Dia menangis tak henti-hentinya. Anak itu umurnya setara dengan Karina. Begitu lucu dan ganteng. Ya...anak kecil itu laki-laki.
"Ada apa sust? Kenapa anak ini sedari tadi saya dengarkan menangis terus?" Tanya Yilian kepada seorang suster yang kebetulan berada di dekat anak itu.
"Begini pak, anak ini adalah anak dari pak Gunawan dan bu Kamila. Dan kedua orang tuanya adalah korban kecelakaan mobil di mana kecelakaan itu terjadi bersamaan dengan bu Aisyah. Sekarang keadaan kedua orang tua anak ini tidak bisa tertolong, karena baru saja pihak rumah sakit menyatakan bahwa mereka sudah tiada. Dan hanya anak inilah yang selamat dalam kecelakaan tragis itu pak." Jawab suster itu dengan penjelasan panjang lebar.
"Innalillahi wainna ilaihi rojiun...! Terus bagaimana dengan anak ini sekarang sust? Apakah ada keluarga yang lain yang bisa mengurus anak ini?" Tanya Yulian kembali yang merasa tidak tega dengan anak lelaki yang dihadapannya saat ini.
"Tidak ada pak. Pihak rumah sakit sudah berusaha menghubungi semua keluarganya, tapi sampai saat ini tidak ada keluarganya satu pun yang datang ke rumah sakit ini." Jawab suster itu dengan bersedih.
"Mama... Papa...jangan tinggalin aku sendiri ma...pa...!" Anak itu terus menangis dan berteriak memanggil kedua orang tuanya.
Yulian berusaha mendekati anak itu dan berbicara dari hati ke hati dengan anak itu. Yulian berusaha menenangkan anak itu dari tangisannya.
ππππ
"Selamat pagi sayang nya bunda dan ayah." Ucap Fadli bersamaan dengan Maryam dan tidak lupa mengecup kening putri kecilnya itu.
"Ayah... Bunda..sudah pulang?" Tanya Karina sembari membuka mata nya secara perlahan dan sebentar mengerdipkannya.
"Iya sayang, ayah dan bunda sudah pulang." Jawab Maryam dengan senyuman.
"Sekarang saatnya Karina mandi untuk membersihkan diri. Ayo sama bunda." Ajak Maryam kepada putrinya.
"Ya sudah, kalau begitu ayah turun dulu menemui kakek dan nenek." Ucap Fadli sambil menganggukkan pelan kepalanya dan dibalas dengan senyuman oleh ke dua peri cantiknya.
Fadli berusaha memberanikan dirinya untuk menceritakan semua yang terjadi dengan Aisyah. Fadli pun juga sudah merencanakan untuk mengundang mama dan papa nya datang ke rumah ayah dan ibunya.
ππππ
"Sayang, jangan menangis lagi ya! Papa dan mama kamu sudah pergi ke surga. Kamu sayang kan sama papa dan mama kamu?" Tutur Yulian yang mendekati anak itu dan menjokkan tubuhnya sepadan tubuh anak itu sambil menghapus air mata anak itu.
__ADS_1
"Iya, Juna sayang sama papa dan mama." Jawab anak itu sambil sesenggukan.
"Kalau kamu sayang, jangan menangis lagi. Dovakn supaya papa dan mama kamu tenang di surga sana." Tutur Yulian sambil mengarahkan telunjuknya ke atas.
"Baiklah, Juna akan mendo'akan papa dan mama." Ucap anak itu dengan sedikit senyuman di bibir nya yang begitu lucu.
"Kalau begitu sekarang, kamu ikut dengan om ya nemenin teman om yang lagi sakit di sana." Ajak Yulian kepada anak itu.
Anak itu pun menuruti apa yang Yulian katakan. Dan Yulian berusaha menghibur dirinya dengan kehadiran anak itu.
π¦π¦π¦π¦
Akhirnya pak Brian dan bu Maria yang sedari tadi sudah ditunggu-tunggu datang juga. Namun, jantung Fadli semakin berdetak kencang. Dia mulai merasakan keraguannya kembali. Tapi, kabar itu harus didengar oleh keluarga besarnya.
"Assalamu'alaikum pa ... Ma..!" Fadli mengucap salam sembari mencium tangan kedua orang tuanya.
"Fadli, sebenarnya ada apa? Kenapa kamu meminta papa dan mama segera datang ke rumah ayah kamu?" Tanya pak Brian penasaran.
"Sebenarnya, Fadli akan memberitahukan sesuatu kepada kalian semua. Dan kabar ini...tentang Aisyah." Jawab Fadli penuh teka-teki.
"Sebelumnya...Fadli mengucapkan ma'af kepada kalian karena tidak memberitahukan hal ini sejak kemaren. Karena Fadli tidak mau memberitahukan kepada kalian dengan keadaan Aisyah yang belum pasti." Jawab Fadli yang masih bertahan dengan teka-tekinya.
"Katakanlah Fadli, jangan membuat kami semua menjadi bingung seperti ini. Katakanlah sejujurnya apa yang terjadi dengan Aisyah." Ujar pak Brian dengan pelan.
"Baiklah. Sebenarnya, Aisyah mengalami kecelakaan hebat saat dijalan kemaren. Dan...Dan sekarang, keadaannya sangat tidak memungkinkan ..." Penjelasan Fadli terhenti karena merasa tidak sanggup lagi untuk menceritakan yang sebenarnya tentang Aisyah.
"Apa? Aisyah kecelakaan? Dan sekarang bagaimana keadaannya Fadli? Bagaimana keadaan adik kamu?" Tanya bu Laila bertubi-tubi sambil menangis histeris.
"Innalillahi wainna ilaihi rojiun!" Ucap pak Muchtar, pak Brian dan bu Maria secara bersamaan.
"Aisyah....Aisyah sedang koma. Dan dokter pun tidak tahu kapan dia akan sadar atau malah sebaliknya." Jawab Fadli dengan menetaskan air matanya kembali.
Semua keluarga besar Fadli syok. Mereka begitu terkejut dengan apa yang sudah mereka dengar. Dan semua orang bergegas untuk segera datang ke rumah sakit.
ππππ
"Sayang, bolehkah om bertanya sesuatu kepada kamu?" Tanya Yulian kepada anak itu dan dibalas dengan anggukan oleh anak itu.
__ADS_1
"Nama kamu siapa?"
"Namaku Juna...Arjuna om. Kalau om siapa namanya?" Jawab anak itu yang sekaligus berbalik bertanya kepada Yulian.
"Emm...nama om...Yulian. Juna bisa panggil om dengan om Yulian. Ok!"
Begitulah Yulian mengobrol dengan anak itu yang bernama Juna. Akhirnya Juna bisa tersenyum kembali dan melupakan sedikit kesedihan dalam hatinya.
ππππ
"Halo, dimana Yulian sekarang?" Tanya seseorang dari sebrang.
"Tuan Yulian sedang ada rapat bos." Jawab Joko dengan kebohongan.
"Tut...Tut...Tut...!" Telpon pun terputus.
"Ma'afkanlah aku bos, aku tidak bermaksud membohongi bos seperti ini. Tapi, ini sudah diperintahkan oleh Tuan Yulian." Ujar Joko dalam hatinya.
πΊπΊπΊπΊ
"Assalamu'alaikum!" Fadli mengucap salam sembari membuka pintu ruang UGD, karena dia tahu bahwa Yulian ada di dalam.
"Wa'alaikumsalam!" Jawab Yulian sambil menoleh ke arah Fadli.
"Terimakasih kamu sudah menunggu Aisyah." Ujar Fadli kepada Yulian.
"Sama-sama. Sebelumnya, aku mau minta ma'af kepada anda. Ma'af kalau dulu aku pernah salah paham tentang anda." Ucap Yulian sambil memberikan senyuman yang begitu menis. Yang membuat semua wanita jatuh hati. Hohoho...!
"Berhubung anda sudah datang, sekarang aku harus pergi. Karena ada urusan yang mendesak. Permisi!" Sambung Yulian kemudian.
Entahlah... Mau kemana Yulian. Urusan apalagi yang begitu mendesak dan membuatnya harus meninggalkan Aisyah. Dan bagaimana dengan nasib Juna. Kita pun tidak tahu. Apa dia akan terlantar?
BERSAMBUNG...
.
SAMPAI DISINI DULU YA...JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN UNTUK CERITA INI. TERIMAKASIH
__ADS_1