
πΉπΉπΉπΉ
"Dimana kamu akan menemui orang yang kamu maksud tadi Yulian?" Tanya pak Brian kepada Yulian.
"Emm... Saya akan menemui orang itu di tempat kerja nya om. Tempatnya tidak jauh juga dari sini. Tinggal 5 menit lagi kita akan sampai." Jawab Yulian menjelaskan.
Setelah 5 menit kemudian sampai lah mereka ber tiga ke tempat tujuan itu. Pak Brian dan pak Muchtar merasa bingung dengan tempat yang mereka lihat itu. Sebenarnya tempat apa yang mereka datangi?
πΏπΏπΏπΏ
"Kenapa kamu terlihat bahagia Maryam?" Tanya bu Maria kepada putri angkatnya.
"Maryam bahagia ma, karena banyak pasien-pasien Maryam yang mendo'a kan kesembuhan Aisyah. Maryam bahagia, banyak yang peduli dengan Aisyah." Jawab Maryam dengan senyum tipis di balik cadar nya.
"Iya sayang, semoga saja dengan banyak do'a dari kita semua Aisyah bisa segera kembali sadar dan berada di tengah-tengah kita lagi." Sambung bu Laila,
Rasa haru dan sedih hampir berlalu. Namun, mereka tidak pernah melupakan keberadaan Aisyah yang membutuhkan do'a-do'a dari mereka. Mereka selalu membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an saat menemani Aisyah.
ππππ
"Kamu mau bertemu siapa di tempat ini Yulian? Bukankah butik ini milik Aisyah?" Tanya pak Muchtar penasaran.
"Iya om, itu benar. Saya datang ke sini mau bertemu ibu penjahit yang menjadi pekerja di butik ini om. Karena, beberapa hari yang lalu saya memesan gaun pengantin untuk Aisyah." Jawab Yulian dengan sopan.
"Yulian, ternyata kamu... Ternyata kamu sudah merencanakan itu semua?" Ucap pak Brian merasa terharu.
"Iya om, Saya memang sudah merencanakan selama 2 tahun lalu. Tapi, waktu yang belum tepat untuk menemukan saya dengan Aisyah. Namun, sekarang bagi saya adalah waktu yang tepat untuk mengkhitbah Aisyah. Ya... Walaupun, Aisyah seperti ini keadaannya. " Balas Yulian dengan keyakinan dalam hati nya.
"Om merasa yakin, Aisyah memiliki calon imam yang baik, penuh cinta, dan mampu membahagiakan dia. Om berharap, kamu tidak akan menyesal dengan pilihan kamu." Sambung pak Muchtar yang seakan mendukung Yulian.
"Terimakasih om. Yulian yakin dengan pilihan Yulian." Balas Yulian kembali.
Setelah merasakan keharuan, mereka ber tiga masuk ke butik itu. Dan Yulian pun mengambil gaun pengantin yang dia pesan. Terlihat begitu cantik dan anggun . Pasti kalian sudah tahu kan!
ππππ
"Om, kenapa om lama sekali tidak datang ke sini? Dan kenapa om Yulian tidak pernah pulang? Apa om Yulian sudah lupa dengan Juna?" Tanya Juna dengan polosnya.
"Sayang, bukannya om tidak mau datang ke sini. Tapi om harus bekerja dan menjaga papa nya om Yulian. Dan om Yulian juga tidak melupakan Juna. Om Yulian harus menjaga istrinya di rumah sakit. Om Yulian juga sayang dengan Juna." Jawab Joko menjelaskan.
Kasihan ya Juna. Pasti dia merindukan sosok ibu dan ayah. Untung ada Yulian dan Joko yang merawat Juna.
πΉπΉπΉπΉ
__ADS_1
Setelah mengambil gaun itu, mereka ber tiga pergi ke sebuah cafe kecil. Karena sebagai rasa terimakasih pak Brian kepada Yulian , pak Brian mentraktir Yulian dan pak Muchtar.
"Yulian?" Seseorang memanggil Yulian.
Entah lah siapa yang memanggil Yulian saat dia duduk di cafe bersama pa Brian dan pak Muchtar. Dan seperti nya orang itu mengenal Yulian.
"Assalamuvalaikum om." Ucap salam seseorang yang mengenal keluarga itu.
"Wa'alaikumsalam Aida." Jawab pak Brian bersamaan dengan pak Muchtar.
"Ma'af om, boleh saya pinjam Yulian sebentar?" Tanya Aida.
"Aku?" Sambung Yulian bertanya dan terkejut.
"Iya silahkan. Berbicara lah kalian." Balas pak Muchtar dengan senyum.
Ya...ternyata seseorang itu adalah Aida sahabat Aisyah. Bukan kah lama sekali ya tidak menyinggung tentang Aida. Ya iyalah, sejak Aida menikah dan memiliki seorang baby dia jarang kontak dengan Aisyah.
πΊπΊπΊπΊ
"Papa dan ayah kok belum balik juga ya? Mas Fadli juga gitu, belum datang ke sini." Ucap Maryam dalam batinnya.
Iya... Maryam sedang menantikan kedatangan ke dua ayah nya dan suami nya. Namun, penantian itu tak berakhir lama. Datang lah sosok lelaki yang menjadi pilihan hati nya.
"Wa'alaikumsalam sayang." Balas Fadli mencium kening istrinya.
"Assalamu'alaikum ibu, mama!" Ucap Fadli sambil mencium tangan ke dua ibu nya.
"Wa'alaikumsalam nak!" Balas ke dua ibu-ibu paruh baya.
"Dimana ayah dan papa?" Tanya Fadli penasaran karena sedari tadi tidak melihat ke dua ayah nya.
"Tadi nya sih ayah sama papa pergi ke kantor papa, karena ada masalah. Tapi, sampai sekarang belum juga kembali." Jawab Maryam menjelaskan.
"Biar mas telfon saja kalau begitu." Balas Fadli sambil mengotak-atik ponsel nya.
Fadli pun mencoba menghubungi nomor ponsel ayahnya. Karena Fadli dan yang lainnya merasa khawatir tentang mereka dan masalah kantor yang sedang melanda pak Brian.
π¦π¦π¦π¦
"Lama sekali tidak berjumpa dengan kamu. Apakabar kamu Yulian?" Tanya Aida berbasa-basi.
"Emm... Alhamdulillah, aku baik. Kalau kamu? Sepertinya, kamu sudah berubah ya...." Jawab Yulian. Dan belum sempat Yulian melanjutkan ucapannya, seseorang mendekati mereka.
__ADS_1
"Sayang...!" Panggil seorang lelaki.
"Mama...!" Panggil seorang anak kecil yang berumur 4 tahunan.
"Iya, aku memang sudah berubah dan itu karena mereka. Suami dan jagoan kecil ku." Balas Aida menjelaskan dan menunjuk ke arah jalan keluar cafe.
"Oh begitu. " Ucap Yulian singkat.
"Lalu, kemana saja kamu selama ini? Apakah kamu sudah menemui Aisyah?" Tanya Aida sambil menatap tajam wajah Yulian.
"Cerita nya panjang Da ...."
Yulian pun menceritakan semuanya, termasuk juga tentang kecelakaan Aisyah yang membuat Aisyah menjadi seperti sekarang ini.
πΏπΏπΏπΏ
"Kring...Kring...!" Suara handphone berdering.
"Halo assalamu'alaikum Fadli?" Ucap pak Muchtar setelah mengangkat telfon.
"Wa'alaikumsalam ayah, ayah dimana sekarang?" Tanya Fadli.
"Ayah lagi bersama papa kamu dan Yulian. Ada apa nak?" Ucap pak Muchtar berbalik bertanya.
"Tidak apa-apa ayah, cuma kok belum balik lagi di rumah sakit. Apa masalah kantor papa belum selesai?" Jawab Fadli.
"Alhamdulillah sudah selesai berkat bantuan Yulian. Ini sekarang kita lagi cari makan, karena sedari tadi kami belum sempat makan." Balas pak Muchtar menjelaskan.
"Alhamdulillah kalau begitu. Ya sudah ayah kalau begitu." Ucap Fadli mengakhiri pembicaraan dan tidak lupa mengucap salam sebelum menutupnya.
πΉπΉπΉπΉ
"Astaghfirullah hal azim, Aisyah!" Ucap Aida terkejut setelah mendengar cerita Yulian yang panjang.
"Sejak kapan kecelakaan itu?" Tanya Fahri suami Aida.
Kalian tidak lupa kan tentang sosok Fahri? Jangan sampai lupa ya...! Hohoho...!
Yulian pun juga menceritakan kecelakaan itu sampai akhir saat ini. Fahri dan Aida begitu ternyuh dan bersedih mendengar cerita Yulian. Hingga akhirnya Fahri dan Aida memutuskan untuk ikut ke rumah sakit menjenguk Aisyah.
BERSAMBUNG...
SAMPAI DISINI DULU YA...! MA'AF BARU UP LAGI, INI JUGA NYEMPETIN BUAT UP. HOHOHO...JANGAN LUPA BERI LIKE, KOMENTAR DAN VOTE NYA...πΉπΉπΉπΉ
__ADS_1