HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 85


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺


Kami pasangan triple date pergi ke tempat penginapan. Hohoho , pasti lucu ya ! Oh iya, ketika saat di perjalanan kami mencoba searching di google untuk mencari penginapan yang tidak terlalu mewah namun yang terbaik di Kairo. Hingga akhirnya kita memutuskan untuk menginap disebuah hotel yang bernama Fairmont Nile City Hotel.


Fairmont Nile City Hotel , Cairo adalah hotel yang elegan dengan resto mewah , lounge shisha & spa , serta kolam renang di atap dengan bar. Hotel ini urutan yang ke no tiga atau berapa gitu kalau tidak salah . Hehe , habisnya aku lupa sih ! Bagaimana menurut kalian , pasti waw bukan.


Beberapa jam kemudian , sampailah kita di Fairmont Nile City Hotel. Dan kami memesan tiga kamar dibagian resepsionis. Duh , rasanya aku tidak sabar untuk segera merebahkan tubuhku ini.


"Aisyah , kamu terlihat lelah." Ucap Humaira kepadaku . Upss , maksudnya kak Humaira .


"Ahh.... Tidak kok kak . Mungkin karena saya belum terbiasa menaiki pesawat jadinya terlihat kelelahan." Balasku dengan tetap menjaga kesopanan.


"Oh begitu ternyata. Ya sudah , ayo kita ke kamar masing-masing . Sepertinya , Yulian dan mas Joko sudah selesai memesan kamarnya." Ucap kak Humaira yang melihat kedua suami kita menghampiri kita.


"Baiklah kak." Balasku singkat.


Belum sempat kami melangkahkan kaki menuju ke arah mereka ternyata mereka sudah sampai terlebih dahulu menghampiri kita.


"Apa kalian merasa capek ?" Tanya kak Joko kepada kami.


"Insyaallah tidak ." Jawabku sambil tersenyum.


"Tidak kok mas." Jawab kak Humaira.


"Kak Fadli dan kak Maryam dimana ?" Tanya Yulian sambil celingukan.


"Oh mereka , tadi sih katanya mau ke toilet sebentar." Jawabku sambil mengarah ke ujung kanan dimana arah itu mengarah ke toilet.


"Baiklah , kita tunggu mereka sebentar kalau begitu. Dan setelah itu , barulah kita pergi ke kamar masing-masing." Ucap kak Joko dengan pendapatnya.


Setelah beberapa menit kemudian datanglah kedua kakakku dari arah yang kutunjukkan tadi.


"Ma'af kalau kalian menunggu lama." Ucap kak Fadli merasa tidak enak.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok kak. Ya sudah kalau begitu , ini kunci kamar kak Fadli . Untuk saat ini kita beristirahat saja dikamar masing-masing. Dan besok , kita bisa lanjutkan lagi untuk pergi jalan-jalan." Ucap Yulian menanggapi.


Setelah kami memutuskan untuk beristirahat dan pergi ke kamar masing-masing , kami pun berpencar. Karena , kamar kami tidaklah berdekatan.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


"Kamu pasti merasa capek kan sayang !" Ucap Yulian kepadaku.


"Emm... Sebenarnya sih iya , tapi tidak apa-apa kok." Jawabku dengan manja.


"Ok baiklah. Sekarang waktunya kita hanya berdua." Ucap Yulian yang tidak aku pahami.


Aku masih berpikir saat berjalan dibelakang tubuhnya. Namun, setelah membuka pintu kamar hotel tiba-tiba aku dikejutkan oleh perlakuannya.


"Abi, turunin umi! Jangan gendong umi seperti ini tau!" Ucapku kepadanya dengan memohon.


"Sudah umi diam saja. Pokoknya, selama kita berlibuh di sini abi akan memanjakan istri abi ini. Dan umi tidak boleh menolak." Balasnya dengan begitu santai.


"Masak seperti itu. Apa iya suamiku ini mau memanjakan istrinya?" Tanyaku memastikan.


Dan ternyata memanglah benar apa yang dikatakan Yulian. Dia memijat kakiku dengan pelan dan itu membuatku merasa nyaman, sampai-sampai aku pun tertidur pulas.


Hari sudah semakin larut. Tapi entah kenapa rasa lelah ditubuhku belum juga menghilang. Mungkin dengan segera mandi akan membuyarkan rasa lelahku dan menyegarkan tubuhku.


Bergegaslah aku menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku sejenak. Ya, seperti biasalah aku tidak butuh waktu yang lama untuk memanjakan tubuhku didalam sana. Dan sekarang, saatnya aku untuk menjalankan sholat isya'.


Setelah lima belas menitan selesailah aku dalam menjalankan sholat lima waktuku. Tapi, ngomong-ngomong dimana suamiku berada ya ? Mengapa dia tidak ada didalam kamar ?


"Dimana Yulian? Kalau dia pergi pasti dia membawa handphonnya, tapi ini tidak." Gumamku.


Berhubung aku tidak tahu mau ngapain, jadi aku merebahkan kembali tubuhku di atas kasur dan sambil mengotak-ngatik ponselku untuk sekedar hiburan semata sampai suamiku datang kembali menemuiku dikamar.


"Tok...Tok...Tok..!" Suara pintu diketuk.

__ADS_1


"Assalamu'alakum!" Ucap lelaki itu setelah kubuka pintunya.


"Wa'alaikumsalam." Balasku.


"Suprise....!" Ucap Yulian saat memlerlihatkan wajahnya dibalik seikat bunga mawar yang dibawanya.


"Abi, abi darimana saja?" Tanyaku penasaran sekaligus merasa terharu.


"Ma'af ya umi, tadi abi tidak bilang sama umi. Abi keluar sebentar untuk membeli bunga dan makanan ini." Jawabnya sambil menyodorkan bingkisan yang dibungkus paper bag.


"Kamu pasti lapar. Makanlah didalam, apa perlu abi yang menyuapkan?" Ucap Yulian sambil tersenyum.


"Ah tidak usah abi, umi bisa kok. Lagian umi juga sudah merasa begitu lapar. Ayo kita makan bersama." Ucapku mengajaknya.


"Umi makan saja terlwbih dahulu. Abi bisa makan nanti." Balasnya sambil menatapku.


"Umi tidak mau makan kalau abi tidak makan bersama umi." Gerutuku.


"Baiklah kalau begitu. Abi makan bersama umi." Balasnya sambil menghela nafas panjang.


Kami pun masuk kedalam kamar dan membuka makanan yang masih didalam bingkisan tadi. Setelah membukanya aku merasa terkejut dan aneh. Karena, baru owrtama kali ini aku melihat makanan seperti ini.


"Ini namanya Koshari. Makanan yang mengenyangkan perut. Yang terbuat dari nasi berlapis makaroni, lentil dan buncis. Topping-nya terdiri dari bawang karamel, saus merah yang kental, serta bawang putih, cabai, cuka dan saus. Rasanya enak kok, jadi makanlah." Ucap Yulian menjelaskan.


Setelah mendengar penjelasan Yulian, aku pun mencoba makanan yang dihadapanku itu. Yang dinamakan....Koshari. Ku coba memakan dengan sesuap. Dan ternyata, sungguh luar biasa rasanya.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Yulian kepadaku.


"Alhamdulillah rasanya begitu lezat. Sungguh pas untuk makan malam malam ini." Jawabku sambil tersenyum.


"Alhamdulillah kalau umi suka. Tapi, makannya jangan sampai belepotan kayak gini lah. Seperti anak kecil saja." Ucapnya sambil mengusap pipiku yang mungkin terkena saus atau apalah aku juga tidak tahu. Hehe...!


Aku begitu lahap dalam memakan makanan yang pertama kali aku makan di Kairo. Tapi, sesekali aku juga menyuapi suamiku untuk makan malam bersama-sama. Jadi, malam ini aku menghabiskan malam pertamaku di Kairo bersama suamiku di kamar hotel. Ya... Hitung-hitung malam pertama di hotel Kairo. Hehe...! Siapa tahu saja aku bisa hamil juga setelah menghabiskan malam-malam di sini.

__ADS_1


Setelah makan malam kami selesai, kami keluar diatas balkon dan menatap bintang-bintang yang berada di atas langit. Kebetulan malam ini malam yang begitu terang. Jadi, banyak bintang yang memancarkan cahanya untuk menerangi malam ini. Bagiku, malam ini adalah malam pertama yang begitu romantis.


__ADS_2