
Kak Maryam menatapku dengan tatapan yang sedikit tajam , namun pada akhirnya kak Maryam juga tertawa kecil dan lalu aku juga mengikutinya.
💝💖💝💖
Malam kian melarut. Semua orang sudah merebahkan tubuh mereka untuk beristirahat. Namun , entah kenapa aku yang masih bertahan dan bagiku sulit untuk memejamkan mataku.
"Kenapa sulit sekali sih mau tidur lagi? Padahal tadi sudah tidur, tapi sayang kebangun karena mimpi buruk. Lha sekarang, malah tidak bisa tidur. Hmm...!" Kesahku dalam hati karena tidak bisa tidur kembali.
"Enaknya ngapain ya?" Pikirku dengan keras karena tidak bisa tidur kembali.
"Aduh Aisyah, kenapa kamu tidak sholat sunnah saja. Kan siapa tahu nanti bisa lebih tenang dan bisa tidur kembali. Kenapa tidak terpikir sedari tadi sih!" Ucapku setelah berpikir panjang.
Aku pergi ke kamar mandi dan mengambil air wudhu. Setelah selesai, ku ambil mukena yang selalu aku kenakan. Berwarna putih bersih dan tidak terlalu bermotif.
"Bismillahirrohmanirrokhim, semoga dua rakaat ini bisa memberikan aku pencerahan." Ucapku sebelum memulai sholat sunnah dua rakaat.
Hanya butuh waktu 15 menit aku menjalankan sholat sunnah dua rakaat. Dan setelahnya, ku tarik selimut tebal yang menjadi pelengkap dalam tidurku.
🌹🌹💝💝
Pagi yang cerah telah memberiku pencerahan dan rasa semangat untuk memulai aktifitas ku kembali dipagi ini.
"Wahh... Cantik banget kak!" Pujiku saat melihat kak Maryam yang telah dirias dan dihias dengan berbagai pernak-pernik pengantin.
"Bisa saja kamu itu ya! Oh iya, kamu kok belum siap-siap sih dek!" Ucap kak Maryam sambil melirik ke arahku.
"Iya kak, sebentar lagi." Balasku dengan singkat.
"Kamu tidak apa-apa kan dek?" Tanya kak Maryam yang membuatku malah bertanya-tanya.
"Maksud kakak apa? Jangan bilang kalau kakak masih berpikir tentang kemaren. Kalau iya begitu, Aisyah akan kasih tahu sama kakak nih ya. Aisyah itu tidak akan bersedih dengan pilihan yang Aisyah sudah meyakini untuk memilihnya. Jadi, kak Maryam tidak usah meng khawatirkan Aisyah lagi . Aisyah benar-benar tidak apa-apa." Jawabku dengan panjang lebar.
Setelah menjelaskan beberapa hal kepada kak Maryam, kini gilaran aku untuk berias. Seperti biasa tidak butuh waktu yang lama untukku di dalam kamar mandi.
"Sekarang aku mau pakai baju yang....." Ucapku yang masih berdiri didepan almari untuk memilih baju yang akan aku kenakan.
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya aku memutuskan untuk memakai baju gamis yang bermotif batik dan berwarna abu-abu yang aku padukan dengan jilbab dan cadar yang berwarna merah.
__ADS_1
"Masya Allah Aisyah, kamu terlihat anggun sayang." Ucap ibu Laila yang melihatku sedang di depan rumah.
Ya_kebetulan aku yang ditugaskan sama papa dan mama untuk menjadi penerima tamu, jadi ya pastinya aku stand by diluar.
"Eh ibu, Assalamu'alaikum bu!" Aku mengucap salam ketika ibu Laila memanggilku dan tidak lupa untuk mencium tangan beliau.
"Mana ayah sama kak Fadli bu?" Tanyaku kepada bu Laila , karena aku yang tidak melihat mereka.
"Mereka masih ada di belakang sayang, mungkin sebentar lagi juga muncul." Ucap ibuku yang melihat ke arah belakang.
Aku mengobrol bersama ibuku dengan asiknya. Dan tiba-tiba seseorang menyapaku, seketika obrolan diantara aku dan ibu menjadi berhenti.
"Assalamu'alaikum adek kakak yang cantik!" Ucap kak Fadli yang berdiri di belakangku.
"Wa'alaikumsalam!" Balasku dengan menoleh ke arah belakang.
Aku terdiam sejenak. Memandangi sosok lelaki yang akan menjadi pengantin di hari ini. Ku pandangi dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa mata yang berkedip.
"Wah, tampan sekali kak Fadli." Ucapku dalam hati dengan ekpresi mulut yang sedikit ternganga, karena melihat ketampanan kakak lelakiku. Untung saja aku memakai cadar, jadi tidak ada yang melihat bagaimana ekspresiku waktu itu. Haha... Pasti nampak konyol.
🕊🕊🕊🕊
Acara sebentar lagi akan di mulai. Para tamu undangan sudah duduk di tempat yang sudah disediakan. Begitupun kak Fadli, dia sudah duduk berhadapan dengan pak penghulu yang ditemani oleh ayah dan ibuku. Sedangkan aku, aku kembali ke kamar kak Maryam untuk menjemputnya dan turun menemui pengantin pria.
"Masya Allah, cantiknya calon menantu ibu ." Ucap bu Laila yang melihat arah tangga.
"Kenapa jantungku jadi berdebar kayak gini ya!" Ucap Fadli dalam hati.
Aku dan kak Maryam menuruni tangga dengan perlahan dan berjalan menuju ke tempat di mana pengantin wanita duduk di hadapan pak penghulu dan pengantin pria.
"Nah, sekarang apakah kalian sudah siap?" Tanya pak penghulu untuk memastikan.
"Iya pak, kami sudah siap." Jawab Papa sebagai wali dari kak Maryam.
Suasana seketika menjadi hening. Karena mereka sedang fokus dengan acara yang akan berlangsung. Begitupun aku, aku seperti tidak sabar dengan acara yang akan dilangsungkan.
__ADS_1
"Ya sudah, saya akan memulainya." Ucap pak penghulu itu.
"Kenapa aku jadi deg-deg an gini ya!" Ucapku dalam hati serasa tidak sabar.
"Baiklah, sekarang nak Fadli menjabat tangan ayah dari pengantin pria." Ucap pak penghulu seraya akan memulai acaranya.
Setelah mendengar perintah dari pak penghulu, kak Fadli dan papa saling menjabat tangan. Tak butuh waktu yang lama untuk melakukan acara ijab kabulnya.
"Baiklah, sekarang bisa dimulai." Ucap pak penghulu memberi aba-aba.
"Baiklah nak Fadli, nanti kamu tolong menjawab ucapan saya." Ucap Papa dengan tegas dan dijawab dengan sedikit anggukan oleh kak Fadli.
Semua orang menjadi tegang. Seakan menantikan kata SAH yang akan dilontarkan oleh mereka semua. Dan sekarang, saatnya ucapan dalam satu kalimat dan satu nafas akan dilangsungkan.
"Saya nikah kan anda Muhammad Fadli dengan putri saya Maryam Sugianto binti Brian Sugianto dibayar tunai." Ucap papa Brian dengan tegas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Maryam Sugianto dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin berupa cincin 200g dan uang Rp 500.000 dibayar tunai." Balas kak Fadli dengan tegas dan lantang.
"Bagaimana para saksi, sah?" Ucap pak penghulu.
"SAH..." seraya kami semua mengucapkan kata SAH secara bersamaan.
Alhamdulillah, semua sudah selesai. Suasana ketegangan berubah menjadi bahagia. Kini tinggal do'a-do'a yang akan dipanjatkan oleh pak penghulu.
"Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya Engkau lancarkan acara pernikahan kedua kakak ku." Ucapku seraya bersyukur.
Setelah acara akad nikah selesai, kini dilanjutkan dengan acara makan-makan. Begitupun denganku, aku mengambil makanan yang sangat aku sukai. Pasti kalaian semua sudah tahu apa yang aku suka.
"Aisyah!" Tiba-tiba ada seseorang memanggilku dari belakang.
"Aida, ternyata kamu datang juga!" Ucapku dengan bahagia melihat sahabatku ikut datang dan merayakan hari pernikahan kakakku.
"Iya Aisyah, tapi ma'af kalau sudah telat. Soalnya, tahu sendiri kan ibu hamil yang perutnya sudah se gedhe gini pasti susah kalau milih baju." Ucap Aida sedikit menggerutu.
"Iya-iya Aida, tidak apa-apa kok!" Balasku dengan sopan dan tetap tersenyum.
Aku dan Aida serta suami Aida mengobrol tentang banyak hal, termasuk juga dengan ke hamilan Aida. Begitu sangat menyenangkan, apalagi saat membicarakan tentang baby mereka yang akan lahir beberapa bulan lagi. Insyaallah sih 3 bulanan lah. Menurut kalian, cewek atau cowok nih anak pertama Aida? Hehe... Main tebak-tebak an dulu ya sama aku.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
TERIMAKASIH BANYAK BUAT TEMAN-TEMAN READERS. SEMOGA KALIAN TETAP SETIA MENANTI KELANJUTAN-KELANJUTAN KISAH DARI AISYAH. DAN JANGAN LUPA JUGA SELALU MEMBERIKAN DUKUNGAN DENGAN LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN YA...!