HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 76


__ADS_3

πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š


"Selamat pagi sayang!" Ucap Aisyah dengan ceria.


Ya... Pagi ini Aisyah begitu ceria dan bersemangat. Dia seperti benar-benar sudah sehat dari kecelakaan itu. Namun, itu membuat Yulian tidak mengerti akan sikap istrinya yang begitu aneh. Karena, tidak biasanya Aisyah mengecup kening dan bibir Yulian.


"Ya Allah, apakah ini hanya mimpiku? Jika ini memang sebuah mimpi, jangan biarkan aku cepat terbangun dari tidurku. Namun, jika ini kenyataan ku mohon jangan biarkan waktu cepat berlalu." Ucap Yulian dalam batin nya sambil membuka ke dua matanya secara perlahan.


"Ayolah sayang, cepat bangun. Masak iya kamu terus tidur di atas situ? Umi saja bosan cuma terbaring di situ." Ucap Aisyah kembali.


"Awwww.....!" Teriak Yulian kesakitan.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Aisyah di dekat jendela.


"Ternyata bukan mimpi!" Ucap Yulian dalam batinnya.


"Sayang...! Abi...! Kok malah diam saja sih!" Gerutu Aisyah.


"Akh ma'af sayang, tadi kamu bilang apa ya?" Tanya Yulian memastikan sambil nyengir.


Karena merasa sedikit kesal dengan tingkah suaminya, Aisyah pun menghampiri suaminya itu yang masih duduk di atas brangker.


"Tadi umi bilang, abi cepat bangun. Apa abi masih sakit?" Tanya Aisyah penuh pengertian.


Ya... Walaupun Aisyah merasa kesal, tapi dia selalu berusaha mengerti dan memahami suami nya. Karena, dia tidak mau mengecewakan suaminya itu.


"Oh begitu, tidak kok umi. Abi sudah sembuh, beneran!" Jawab Yulian sambil senyum.


"Terus, kenapa abi tadi berteriak?" Tanya Aisyah penasaran.


"Akh tadi, abi cuma berpikir bahwa abi sedang bermimpi. Soalnya kan, umi tidak biasanya mencium abi seperti tadi. Jadi ya, abi mencubit lengan abi dan ternyata itu memang nyata. Begitu!" Jawab Yulian menjelaskan.


Saat mendengar penjelasan Yulian, Aisyah malah tertawa dengan terkekeh. Mungkin itu lucu dan aneh juga bagi Aisyah. Karena, ekspresi suaminya yang aneh dan begitupun dengan tingkahnya yang tidak masuk akal.


"Kok malah ketawa sih umi! Memangnya ada yang lucu apa?" Tanya Yulian sambil mengerutkan kening nya.


"Habis abi lucu sih. Masak iya seorang istri mencium suaminya di kira sedang bermimpi. Terus parahnya sampai mencubit lengan lagi." Jawab Aisyah masih dengan tertawa.


🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


"Bun, bangun!" Ucap Fadli.


"Nanti saja ya ayah, bunda masih ngantuk!" Jawab Maryam yang kembali menarik selimutnya.


"Huh, bunda.... Ini itu sudah siang loh! Memangnya bunda tidak berangkat ke rumah sakit?" Tanya Fadli.


"Memang ini jam berapa ayah? Bunda masuk jam 09.00 pagi kok." Jawab Maryam.


"Emm... Ini jam 08.30 bun!" Balas Fadli.


"Haaaa? Yang bener ayah? Ya sudah kalau begitu, bunda siap-siap dulu." Ucap Maryam dengan terkejut.


Setelah mendengar jam 08.30 pagi, Maryam langsung beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas menuju ke kamar mandi. Fadli hanya terdiam dan hanya melihat tingkah istrinya yang tidak seperti biasanya. Karena jarang sekali Maryam males-malesan di tempat tidur! Ada apa dengan Maryam ya?


🌹🌹🌹🌹


"Tut... Tut... Tut...!" Suara handphone berdering.


"Halo, assalamu'alaikum!" Joko mengucap salam.


"Apa?" Ucap Joko dengan terkejut.


"Baik, saya akan segera ke sana." Ucap Joko kemudian.


"Cekrek...!" Suara pintu terbuka.


Secara tiba-tiba Joko memasuki ruangan Aisyah tanpa mengetuk pintu atau mengucap salam. sehingga membuat Yulian dan Aisyah merasa terkejut karena, pada saat itu Aisyah dan Yulian sedang duduk berhadapan dan saling memandang satu sama lain dengan lekatnya.


"Ups, sorry. Aku tidak sedang melihat apa-apa." Ucap Joko spontan.


"Sudah masuk saja. Lagi pula kan sudah terlanjur di ambang pintu. Katakan saja ada apa?" Ucap Yulian dengan sedikit sinis.


"Ya sorry lah, mana kakak tahu kalau kalian lagi duduk berdua seperti tadi." Balas Joko dengan menggaruk rambut nya yang tidak gatal.


"Issshhhh... Bilang saja kalau memang kakak itu mau ganggu kan!" Tanya Yulian menyelidik.


"Ya tidak begitu juga lah! Ah sudah lah, terserah kamu mau beranggapan seperti apa. Yang penting nih ya, kakak tidak sengaja karena terburu tadi." Jelas Joko.


"Sudah lah sayang, kenapa kalian jadi berantem sih! Masak iya hal seperti itu jadi masalah." Sambung Aisyah.

__ADS_1


"Tuh dengerin apa yang di katakan istri kamu. Jangan kayak anak kecil." Balas Joko.


"Oh iya, tadi mas Joko ada perlu apa?" Tanya Aisyah penasaran.


"Oh iya, tuh kan jadi lupa gegara kamu. Begini Aisyah... Yulian, pertama mas mau tanya dulu tentang keadaan kalian berdua. Karena, mas tidak mungkin meninggalkan kalian sendirian." Tanya Joko dengan tatapan yang serius.


"Memangnya ada apa kak? Apa ada hal penting?" Sambung Yulian penasaran.


"Jawablah dulu pertanyaan mas tadi." Pinta Joko


"Aku sudah baikan kok. Aisyah sepertinya juga sudah baik. Ada apa memangnya mas?" Jawab Yulian.


"Syukur lah kalau begitu. Sebenarnya ada masalah di kantor yang mengharuskan mas dan Yulian datang. Tapi, kalau kamu harus menjaga Aisyah tidak apa-apa. Biar kakak dan papa yang akan menanganinya." Tutur Joko.


"Apa masalahnya sangat penting? Kalau itu iya, kamu harus pergi dan bantu kakak, sayang. Nanti biar ayah sama ibu yang jemput Aisyah." Sambung Aisyah.


"Jemput? Apa maksud kamu sayang?" Tanya Yulian penasaran.


"Iya abi, nanti kan umi sudah di perbolehkan pulang. Jadi nanti umi pulang ke rumah ayah saja selama kamu di kantor." Jawab Aisyah menjelaskan.


"Kenapa kamu tidak bilang?" Tanya Yulian dan Joko bersamaan.


"Kenapa ekspresi kalian seperti itu? Apa ada masalah? Aisyah berbalik bertanya.


"Ya tidak sih. Tapi seharusnya kan kamu bilang sama kita." Balas Joko.


"Iya sayang, seharusnya kan kamu tadi bilang sama abi." Sambung Yulian.


"Tadinya sih mau bilang tapi abi kan lagi tidur tuh, sampai-sampai abi tidak tahu kalau dokternya datang. Jadi ya, umi kan tidak tega mau bangunin abi. Terus, karena sudah waktunya umi akan pulang umi bangunin abi deh. Tapi mas Joko masuk dengan kabar itu. Ya sudah, abi pergi saja sama mas Joko. Nanti, biar umi telfon kak Fadli saja atau ayah." Ucap Aisyah menjelaskan.


"Emm... Begitu toh. Dia terlalu molor." Sambung Joko sambil melirik ke arah adiknya.


"Ya ma'af, habisnya serasa ngantuk banget. Mungkin, efek obat semalam." Ucap Yulian sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Tidak apa-apa kok sayang." Balas Aisyah mengerti.


Setelah sedikit perdebatan, keseriusan dan canda tawa, kini kembali suasana yang sunyi dalam ruangan itu. Karena, Yulian memutuskan untuk ikut bersama Joko dan pergi ke kantor. Sedangkan aku, aku mencoba membereskan beberapa barangku yang akan kubawa pulang. Setelah itu, aku menelfon ayahku untuk menjemputku di rumah sakit.


BERSAMBUNG...!

__ADS_1


SAMPAI DI SINI DULU YA ....NANTIKAN CERITA SELANJUTNYA YANG SEMAKIN SERU, LUCU DAN PASTINYA ADA EPISODE YANG SPESIAL DAN PANJANG.


JANGAN LUPA JUGA BERIKAN BOM LIKE, KOMENTAR DAN VOTE KALIAN. THANKS FOR YOU!


__ADS_2