
Maryam masih menatap lekat kedua mata suaminya. Dia berusaha tenang dan mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi 2 tahun lalu. Dimana masa itu sulit untuk Aisyah melupakan kekasihnya. Dan sekarang di saat Aisyah sudah mulai lupa dan mengikhlaskan kebahagiannya, tiba-tiba muncul kembali kepedihan yang harus dia lalui kembali.
"Ini semua keselahanku... Dan ini semua kelalaianku." Maryam yang masih menyalahkan dirinya.
"Sayang, kamu tatap mata mas sekarang juga. Dan dengarkan apa yang mas katakan ini. Dengar... Ini semua bukan kesalahan kamu. Ini sudah menjadi keputusan pihak keluarganya. Dan itu bukan kelalaian kamu, itulah yang ingin keluarganya tutup rapat-rapat atas kepedihan dan duka mereka. Mungkin saja, itu juga termasuk keinginan gadis itu. Kita juga tidak tahu apa yang terjadi sebelum pernikahan itu akan berlangsung. Jadi, jangan pernah kamu mengatakan bahwa ini semua salah kamu." Ucap Fadli kepada istrinya dengan ke dua tangannya memegang ke dua pipinya.
Maryam hanya terdiam. Berusaha tenang dan mendengarkan setiap perkataan suaminya itu. Kini dia berhenti dan menyudahi tangisannya yangbsedari tadi membasahi pipinya.
"Alhamdulillah ayah, setelah bunda mengambil air wudhu bunda sudah jauh lebih tenang." Ucap Maryam setelah mengambil air wudhu beberapa menit lalu.
"Sekarang kita harus fokus dengan Aisyah. Kita harus mencarinya." Tutur Fadli kepada Maryam yang mencemaskan Aisyah.
Maryam dan Fadli kembali fokus memikirkan keberadaan Aisyah. Mereka khawatir tentang Aisyah yang masih dalam emosinya. Dan kini, mereka sedang mencari keberadaan Aisyah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ma'af bos, ini sangat membingungkan saya. Dia menangis saat keluar dari rumah mewah itu. Dan saya melihat dalam raut wajahnya penuh penyesalan dan emosi." Ujar seseorang yang sedang melaporkan tentang Aisyah mungkin.
"Ok. Kamu terus perhatikan dan awasi dia." Perintah seseorang dari sebrang.
"Tut...Tut...Tut...!"
Telfon pun terputus diantara mereka. Seseorang yang diperintahkan untuk mengawasi Aisyah, kini terus berada di belakang mobil Aisyah.
💞💞💞💞
"Aisyah, kamu dimana sekarang?" Ucap lirih Maryam yang terus memikirkan Aisyah.
Maryam begitu khawatir dengan Aisyah. Dia gelisah dan resah. Namun, sejenak kegelisahan itu diredakan oleh suaminya ketika tangan Maryam digenggam erat oleh suaminya.
💔💔💔💔
"Dasar bodoh Aisyah. Kamu memang bodoh. Kenapa kamu tidak pernah berpikir tentang keadaan Kamila. Kenapa kamu percaya dengan berita semu itu. Berita bahwa mereka sedang berbahagia di luar negeri. Bodoh... Bodoh kamu Aisyah." Ucap Aisyah sendiri dengan kekesalannya sambil memukuli lingkaran hitam mobilnya.
Aisyah merasa bersalah dan seakan dia yang membuat kesalahan itu. Berita yang baru ia dengar, bagaikan petir yang menyambarnya saat ini. Dia begitu emosi, sehingga tidak bisa berpikir jernih seperti biasanya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"BRUAAAKKK...!"
Terdengar suara kecelakaan yang sangat hebat. Entahlah apa yang terjadi saat itu, yang pasti seketika orang-orang berdatangan mengerumuni pusat suara itu.
💞💞💞💞
"PRAAAKKKKCCCAAHH...!"
Suara gelas yang terjatuh.
__ADS_1
"Astaghfirullah halazim..!" Ucap seseorang sesaat setelah tidak sengaja menjatuhkan gelas.
"Mr Yulian. What happen? Are you fine?" Tanya seseorang yang melihat Yulian sedang memunguti percihan gelas yang hancur dan berantakan.
"Akh, yes... I'am fine." Jawab Yulian singkat sambil tersenyum.
Setelah seseorang itu mendengar jawaban dari Yulian, dia pun berlalu meninggalkan Yulian dengan senyumannya. Dan sedangkan Yulian, dia masih fokus dengan percihan gelas yang terjatuh tadi.
"Akhh... Awww..!" Rintih Yulian lirih karena telapak tangannya terluka saat memunguti percihan gelas itu.
"Ada apa ini? Kenapa aku jadi merasa khawatir dengan kamu Aisyah? Ada apa denganmu Aisyah?" Pertanyaan yang bertubi-tubi dalam batin Yulian.
💦💦💦💦
"Dimana ya mas Aisyah?" Tanya Maryam.
"Mas juga tidak tahu sayang. Telfonnya juga tidak aktif." Jawab Fadli sambil fokus dengan mobilnya.
"Eh mas, itu ada apa ya? Kok banyak orang-orang berkerumunan." Selidik Maryam.
"Mungkin saja ada kecelakaan sayang." Balas Fadli acuh.
...****************...
"Ayo kita telfon polisi dan ambulan saja."
"Iya betul itu, kasihan penumpang di mobil itu."
"Siapa ya kira-kira yang ada di dalam mobil sedan merah itu? Kasihan sekali, sepertinya dia terluka parah."
Begitulah sekilas yang bisa di dengar dari ucapan yang sedang mengerumuni kecelakaan mobil itu. Beberapa dari mereka di sibukkan dengan menghubungi polisi dan ambulans.
💔💔💔💔
"Halo?" Telfon dari sebrang.
"Apa?"
Yulian nampak terkejut. Ya... Orang yang menyuruh untuk mengawasi Aisyah dia tak lain adalah Yulian. Entahlah berita apa yang dia dengar dari anak buahnya itu, sehingga membuatnya menjadi lemah.
"Aisyah...kenapa ini terjadi? Padahal sebentar lagi aku akan memberikan kejutan untukmu. Ya Allah, lindungilah orang yang aku sayangi dan sangat aku cintai. Aku percaya kepada-Mu atas jawaban yang telah Engkau berikan padaku." Ujar Yulian sambil duduk dilantai karena mendengar kabar duka.
Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan jawaban oleh Yulian. Berita apa yang dia dengar. Pasti kalian penasarankan.... Hehe..!
Flash back on
__ADS_1
Dua tahun lalu, sebelum rencana acara pernikahan Yulian dengan Kamila yang akan dilakasanakan esok harinya, disaat sepertiga malam Yulian terbangun dari tidurnya. Dan ia memutuskan untuk melaksanakan sholat sunnah tahajud dan sholat sunnah istikharah.
"Ya Allah, aku hanyalah manusia biasa yang Engkau ciptakan dengan segala ujian-Mu. Aku tidak meminta lebih dari yang Engkau berikan dan takdirkan untukku.
Ya Allah, esok adalah hari pernikahanku dengan orang yang tidak pernah aku cintai. Jika dia lah yang menjadi jodohku, ikhlaskan lah hatiku untuk menerimanya. Dan jika Kamila bukanlah jodohku, dekatkanlah aku dengan wanita yang Engkau pilihkan untukku.
Amin...Amin...Ya Robbal Alamin..
Itulah do'a yang terucap dari tutur Yulian saat melaksanakan sholat istikharah yaitu, sholat di antara dua pilihan yang sulit.
"Bismillah...!" Ucap Yulian saat menunggu penghulu yang akan mengikrarkan hubungannya dengan Kamila.
Pak penghulu yang ditunggu-tunggu sedari tadi belum juga berkunjung datang. Dan itu membuat hati Yulian semakin berdebar.
"Yulian... Aku tahu kamu oasti terpaksa dengan semua ini. Dan aku melihatnya dengan begitu jelas." Ucap Kamila dalam batinnya.
Yulian mendekati Kamila yang sedari tadi memandanginya. Mungkin... Kamila ingin membicarakan sesuatu dengannya.
"Hei...ada apa? Apa kamu perlu sesuatu?" Tanya Yulian berusaha tenang.
"Tidak. Aku cuma mau dengar jawaban kamu dari pertanyaanku ini." Ujar Kamila sambil menggenggam tangan Yulian.
"Pertanyaan apa?" Tanya Yulian penasaran.
"Apakah kamu mencintai Aisyah? Jawablah jujur." Ujar Kamila.
"Apa maksud kamu, sebentar lagi kita akan menikah." Jawab Yulian.
"Jawablah dengan kejujuranmu Yulian. Kamu nampak kecewa dengan semua ini. Aku tahu, kamu masih sangat mencintai Aisyah kan. Janganlah kamu sia-siakan Aisyah. Kejarlah dia dan dapatkan kembali cintanya. Berjanjilah kepadaku, suatu hari nanti kamu akan menikahinya." Jelas Kamila dengan mengangkat jari kelingkingnya yang seakan mengikat janji diantara Kamila dan Yulian.
"Tapi Kamila..."
"Berjanjilah!" Ucap Kamila meyakinkan Yulian.
Setelah mereka saling melingkarkan jari kelingking mereka, tidak lama kemudian Kamila drop dan akhirnya... Kamila dinyatakan meninggal dunia.
Flash back off
Begitulah 2 tahun lalu sebelum janji suci terucap. Dan bagi Yulian, itulah jawaban dari Tuhan yang sudah diberikan. Dan kini, Yulian memutuskan untuk segera terbang ke Indonesia untuk memastikan keadaan Aisyah.
BERSAMBUNG....
SAMPAI DISINI DULU YA TEMAN-TEMAN. DI LANJUT LAGI INSYAALLAH BESOK. PROSES MENUJU PERTEMUAN ANTARA YULIAN DAN AISYAH. HEHE...
JANGAN LUPA YA TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTAR KALIAN SERTA BERIKAN VOTE UNTUK CERITA INI. TETIMAKASIH.
__ADS_1