HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 54


__ADS_3

"Aisyah, kamu dimana?" Ucap Yulian dalam hatinya sambil berlarian mencari keberadaan Aisyah di rumah sakit itu.


Yulian tetap berlarian mencari keberadaan Aisyah. Dia bagaikan orang yang sudah kehilangan akal sehatnya.


"Tuan, tolong tenanglah. Jangan seperti ini. Kalau Tuan seperti ini, bagaimana kita fokus dalam mencari Nona." Tutur Joko sambil menenangkan Tuan nya, Yulian.


Setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Joko, Yulian hanya terdiam dan meneteskan air mata. Sejenak dia bersandar di tembok seakan penuh penyesalan dan ke khawatiran.


"Ya Allah, kenapa Engkau mempertemukan aku dengannya dalam keadaan seperti ini? Apa Engkau sedang menguji kembali hijrah cinta kami? Jika iya, sabarkanlah hati ini dan mudahkanlah aku untuk berjumpa dengannya." Do'a Yulian dalam hati.


💦💦💦💦


Fadli merasa ragu untuk menemui istrinya. Dia merasa tidak sanggup dengan pertanyaan istrinya nanti. Dia berjalan di setiap lorong rumah sakit dengan pelan sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya secara kasar.


"Aku harus bilang apa sama orang-orang di rumah juga. Bagaimana ini Ya Allah?" Fadli merasa begitu hancur.


Sebelum menemui Maryam, Fadli memutuskan untuk ke mushola rumah sakit dan berdo'a kepada sang kuasa untuk meminta jalan dan penjuk-Nya.


"BRUKKK...!" Suara tubuh yang bertabrakan.


"Ma'af, aku tidak sengaja. Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Fadli kepada seseorang yang bertabrakan dengannya.


"Ah iya, aku tidak apa-apa kok." Balas Yulian dengan senyum, meskipun kepedihan sedang berkecambuk di dalam hatinya.


Ya...ternyata yang bertabrakan dengan Fadli adalah Yulian. Mereka berjalan berlawanan arah dan mereka sama-sama berjalan sambil melamun maka terjadilah tabrakan itu. Namun, ternyata mereka tidak saling mengenal meskipun dulu pernah sesekali bertemu.


"Emm... Ya sudah kalau begitu aku permisi dulu. Sekali lagi, aku minta ma'af sudah menabrak kamu." Ucap Fadli kemudian.


"Iya tidak apa-apa. Lagi pula itu juga salah aku kok, aku yang berjalan sambil melamun. Aku juga minta ma'af ." Balas Yulian sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Fadli.


Setelah Fadli dan Yulian berpisah, mereka kembali menuju tujuan masing-masing. Fadli kembali menuju ke mushola dan sedangkan Yulian setelah usai berdo'a di mushola dia kembali mencari keberadaan Aisyah.


"Sepertinya aku pernah bertemu dengannya." Ucap Yulian dalam batin.


...****************...


"Dokter Maryam, akhirnya dokter sadarkan diri juga." Ucap suster Ani merasa lega.

__ADS_1


"Sust, dimana adik saya Aisyah? Bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Maryam se usai sadarkan diri.


"Dokter Maryam tenang dulu. Adik dokter sedang di tangani di ruang UGD ." Jawab suster Ani sambil menenangkan Maryam.


Setelah Maryam di rasa sudah cukup lumayan tenang, datanglah Fadli yang menemuinya. Fadli berusaha mengutkan diri dihadapan istrinya dan berusaha untuk tidak bersedih.


"Mas Fadli!" Panggil Maryam dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sudah, mas sudah tahu semuanya. Sekarang kamu harus tenang. Kita berdo'a saja untuk yang terbaik buat Aisyah." Tutur Fadli sambil memeluk Maryam.


Begitupun Maryam, dia memeluk Fadli dengan air mata yang masih mengalir deras membasahi pipinya.


"Ya sudah mas, kita ke ruang UGD saja kalau begitu. Kita tunggu Aisyah di sana." Ucap Maryam sambil mengusap air matanya dengan lembut yang membasahi cadarnya.


🌹🌹🌹🌹


"Bagaimana, kamu sudah menemukan Aisyah?" Tanya Yulian kepada Joko.


"Sudah Tuan , Nona masih diperiksa di ruang IGD." Jawab Joko dengan tegas.


Akhirnya Yulian pun menemukan ruangan Aisyah. Dan setelah itu, Yulian dan Joko berjalan dengan cepat menuju ke ruangan UGD.


"Bagaimana ini dok, pasien terlalu banyak mengeluarkan darah." Tanya salah seorang suster yang berada di dalam ruangan UGD.


"Ya sudah, sekarang saya akan keluar dan bicara dengan keluarga pasien." Jawab dokter dengan tegas.


Keluarlah dokter yang menangani Aisyah untuk menemui keluarga Aisyah. Dan dengan sergapnya, Fadli menghampiri dokter itu saat pintu UGD terbuka.


"Dokter bagaimana dengan keadaan adik saya?" Tanya Fadli dengan panik.


"Pasien begitu mengeluarkan banyak darah ....." Sebelum dokter menlanjutkan penuturannya, tiba-tiba terpotong dengan ucapan Maryam.


"Apa? Dan stok darah yang sama dengan Aisyah di rumah sakit ini habis. Bagaimana ini dok, mas?" Tanya Maryam bimbang.


"Kalau begitu, kita harus segera mencarikan darah yang sama dengan pasien. Apabila kita terlambat, tidak tahu apa yang akan terjadi nanti." Jawab dokter itu sambil menatap ke arah Maryam dan Fadli.


"Baik dok, kita akan segera menghubungi keluarga kita dan meminta pertolongan." Ucap Fadli.

__ADS_1


"Baik. Usahakan dengan segera, karena kita benar-benar membutuhkan itu untuk pasien." Balas dokter itu lalu kembali masuk ke dalam ruangan UGD.


Fadli dan Maryam merasa bingung di landa dengan rasa kebimbangan. Karena mereka merasa takut untuk memberi kabar orang rumah tentang keadaan Aisyah. Tapi disisi lain, Aisyah justru begitu membutuhkan darah pak Muchtar, karena kebetulan darah pak Muchtar lah yang sama dengan Aisyah.


🕊🕊🕊🕊


"Ambil lah darah ku untuk Aisyah. Kebetulan darah ku sama dengan Aisyah, A+." Ucap Yulian yang datang secara tiba-tiba saat mendekati Maryam dan Fadli.


Ya...Yulian saat itu mendengar begitu jelas apa yang di tuturkan oleh dokter kepada Maryam dan Fadli. Sehingga dia berpikir untuk mendonorkan darahnya yang kebetulan juga sama.


"Kamu?"


"Kamu?"


Itulah ucapan yang terlontar dari mulut Fadli dan Maryam setelah melihat kedatangan Yulian. Entahlah, apa yang mereka pikirkan tentang Yulian sehingga mereka berdua merasa terkejut.


"Bukankah kamu tadi yang ada di lorong dekat mushola?" Tanya Fadli menerka dan di jawab dengan anggukan oleh Yulian.


"Ka...ka...kamu, darimana kamu tahu kalau Aisyah mengalami kecelakaan?" Tanya Maryam curiga.


"Saya akan menjawab pertanyaan anda dokter, yang sekaligus menjadi kakaknya Aisyah bukan. Tapi, yang terpenting saat ini kita harus menolong Aisyah." Jawab Yulian pelan sambil menghapus air mata yang masih mengalir membasahi pipinya.


"Baiklah, ikutlah denganku. Dan mas Fadli, kamu tunggu di sini." Balas Maryam yang menatap mata Fadli untuk meyakinkan Fadli dan di jawab anggukkan pelan olehnya.


Ya... Maryam sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, sehingga dia mampu untuk menjalankan tugas nya sebagai dokter kembali. Dan dia juga meyakinkan Fadli sebelumnya.


Flash back on


Saat di ruangan Maryam tadi, Maryam mengucapkan sesuatu hal kepada Fadli suaminya untuk meyakinkan keadaanya yang sudah baik-baik saja.


"Ayah, Bunda sudah baik-baik saja. Bunda harus bisa bangkit dari rasa takut dan khawatir. Bunda adalah seorang dokter dan bunda harus menyelamatkan pasien, termasuk adik bunda sendiri. Insyaallah, bunda akan berusaha untuk menolong Aisyah." Tutur Maryam sambil menatap lekat ke dua mata suaminya untuk meyakinkan suaminya.


"Alhamdulillah, kalau bunda sudah baik-baik saja. Ayah jadi sedikit tenang melihat bunda yang seperti ini. Ayah percaya, kalau bunda akan memberikan pertolongan terbaik untuk adik kita. Tapi...kita harus tetap berdo'a kepada-Nya." Balas Fadli yang memberi dukungan dan kekuatan untuk istrinya.


Falash back off


Yulian pun mengikuti Maryam untuk ke ruangan yang sudah dipersiapkan olehnya dalam pengambilan darah Yulian. Yulian berharap dengan trasfusi darahnya itu, dia bisa membantu dan menolong Aisyah bidadari dalam hatinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


SEKIAN DULU YA TEMAN-TEMAN..INSYAALLAH BESOK UP LAGI. JANGAN LUPA TETAP BERIKAN LIKE , KOMENTAR DAN VOTE KALIAN YA...! AYY...AKAN SANGAT BERTERIMAKASIH DENGAN KALIAN SEMUANYA..!


__ADS_2