HIJRAH CINTA

HIJRAH CINTA
BAB 64


__ADS_3

πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š


"Assalamu'alaikum...!" Fadli dan Maryam mengucap salam saat akan membuka pintu rumah milik mereka.


"Wa'alaikumsalam bunda... Ayah...!" Teriak suara yang tidak terlalu jelas dari dalam.


"Sayang...!" Ucap Maryam sambil memeluk putri kecilnya.


"Bunda... Karina kangen bunda." Rengek Karina manja.


"Bunda juga kangen sama Karina. Karina sudah makan?" Tanya Maryam yang memanjakan Karina.


"Sudah dong bunda, Karina kan mau jenguk tante Aisyah. Karina kangen sama tante Aisyah." Jawab gadis kecil yang polos.


"Sayang, Karina belum boleh jenguk tante Aisyah. Karina kan masih kecil, jadi belum boleh datang ke sana. Karina do'a kan tante Aisyah saja di rumah ya!" Tutur Maryam dengan lembut.


Maryam dan Fadli berusaha menghibur putri kecilnya itu agar sejenak bisa melupakan keinginannya yang ingin menemui tante kesayangannya itu. Hingga pada akhirnya, hati Karina pun terluluhkan.


🌿🌿🌿🌿


Malam pun sudah berlalu. Semua orang sedang menikmati masa istirahatnya di pulai kapuk. Tapi, tidak dengan orang tua Aisyah. Mereka masih tetap terjaga untuk menemani Aisyah. Mereka terus berharap akan kesembuhan Aisyah, termasuk juga dengan Yulian. Yulian tidak pernah berhenti mendo'akan Aisyah dalam setiap sholatnya.


"Ya Allah Ya Robby... Tidak pernah aku merasa lelah untuk selalu meminta dan meminta kepada-Mu. Ya Allah Ya Robby... Aku meminta kepada-Mu, sembuhkan lah Aisyah dan hadirkan lah dia di tengah-tengah kami seperti sebelumnya. Ya Allah Ya Robby... Ijinkan lah aku menjadi imam dalam rumah tangganya. Jadikanlah kami menjadi pasangan yang sakinah mawadah warohmah. Amin Ya Robbal Alamin...!" Do'a Yulian di sepertiga malam nya.


Yulian memiliki cinta yang sangat besar untuk Aisyah, tapi cinta itu tidak melebihi cintanya kepada yang kuasa. Namun, Yulian sangat siap merelakan kebahagiaannya demi kebahagiaan Aisyah gadis yang di cintainya.


"Ya Allah Ya Robby, jaga lah cinta tulus di antara mereka. Kabulkan lah do'a yang di minta olehnya." Ucap pak Muchtar saat melihat Yulian berada di mushola rumah sakit.


Ya... Pak Muchtar mulai merasa luluh dengan Yulian. Dan beliau mulai menyukai dan mengenal Yulian yang akan menjadi menantunya nanti.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Pagi yang cerah mengawali aktifitas setiap insan di hari itu, termasuk dengan Maryam. Dia harus kembali bekerja di rumah sakit.


"Sayang, bunda harus pergi dulu untuk bekerja. Karina di rumah jangan nakal. Ok sayangnya bunda?" Ucap Maryam berpamitan.


"Iya bunda, Karina tidak akan nakal di rumah." Balas Karina dengan wajah yang begitu lucu.


Berlalu lah Maryam meninggalkan putri kecilnya bersama bik Murni. Sedangkan Fadli... Dia sibuk dengan dunia kampusnya jadi, dia berangkat lebih pagi daripada istrinya.


"Halo?" Ucap pak Brian.


"Apa? Kok bisa terjadi? Baiklah, saya akan datang hari ini." Ucap pak Brian kembali dengan kepanikan.


Entah lah apa yang terjadi dengan pak Brian. Kenapa beliau nampak terkejut dan merasa panik. Dan siapa yang baru saja sudah menelfonnya?

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


"Halo?" Yulian.


"Baiklah, saya akan segera datang." Yulian


Pagi ini Yulian di sibuk kan dengan sesuatu hal setelah menerima telfon dari seseorang. Dia nampak bersemangat dan bergairah. Wow, ada apa dengan Yulian ya?


"Aku naik apa ke sana? Uang saja tidak punya, bagaimana mau naik taksi coba?" Ucap Yulian dalam batinnya.


Yulian baru tersadar kembali bahwa dia sudah tidak memiliki apa-apa lagi setelah kejadian kemaren. Namun, dia tidak pernah menyesali apa yang sudah menjadi keputusannya.


"Nak Yulian?" Panggil seseorang.


"Om Brian. Ada apa om?" Tanya Yulian sambil mendekati pak Brian.


"Naik lah! Kamu pasti butuh tumpangan bukan!" Ajak pak Brian.


"Tapi om... Apa tidak merepotkan om nantinya?" Tanya Yulian memastikan.


"Tidak masalah buat om. Masuk lah!" Jawab pak Brian.


Akhirnya Yulian pun masuk ke dalam mobil dan ternyata di dalam mobil itu ada pak Muchtar juga.


"Iya nak. Kami hendak ke kantor pak Brian, karena ada sedikit masalah di kantor dan om ingin membantu pak Brian." Balas pak Muchtar menjelaskan.


"Oh begitu ya om." Ucap Yulian singkat.


"Kamu sendiri mau kemana?" Tanya pak Brian.


"Saya mau menemui seseorang om." Jawab Yulian.


"Baiklah, om akan mengantar kamu. Kalau kamu mau, kamu juga boleh ikut dengan om di kantor." Ucap pak Brian mengajak Yulian.


"Boleh kalau om mengijinkan." Balas Yulian dengan sopan.


Ya... Yulian pun mulai akrab dengan ke dua ayah Aisyah. Mereka ber tiga saling berbincang-bincang di dalam mobil.


πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


"Ya, kita sudah sampai. Ayo kita turun!" Ucap pak Brian setelah memarkirkan mobil yang di kendarainya.


Mereka ber tiga melangkah kan kaki untuk masuk ke dalam kantor itu. Mereka di sambut dengan ramah oleh pegawai staf di kantor DARMADA GROUP.


...****************...

__ADS_1


"Assalamu'alaikum bu, ma!" Maryam mengucap salam.


"Wa'alaikumsalam!" Balas bu Maria dan bu Laila bersamaan.


"Dimana ayah dan papa?" Tanya Maryam penasaran.


"Papa dan ayah kamu sedang pergi, katanya ada masalah di kantor papa." Jawab bu Maria.


"Oh begitu, ya sudah kalau gitu ibu sama mama makan dulu. Maryam sudah masakin ini buat kalian." Ucap Maryam sambil menyodorkan sebuah rantang.


"Wah...pasti lezat ini. Kamu tidak makan dengan kami?" Ucap bu Laila.


"Maryam sudah makan tadi kok bu, kalian saja yang makan. Maryam harus kembali bekerja dulu." Balas Maryam sambil berpamitan.


Maryam melangkah kan kaki nya secara perlahan untuk kembali bekerja. Dan kebetulan, pasien sudah menunggu kedatangan dokter mereka di pagi itu.


πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š


"Wah....kamu hebat Yulian. Untung saja ada kamu, coba kalau tidak ada kamu pasti kami akan kebingungan menyelesaikan masalah di kantor." Ucap pak Brian.


"Iya Yulian, benar apa yang di katakan pak Brian. Untung ada kamu." Sambung pak Muchtar.


"Alhamdulillah, kalau Yulian bisa membantu om." Balas Yulian dengan sopan.


"Ya sudah, sebagai bonus buat kamu om akan mengantar kamu menemui orang yang kamu maksud. Dan setelah itu, kita makan bersama." Ucap pak Brian dengan senyuman bangga.


"Baiklah om." Balas Yulian dengan singkat dan tetap melihatkan senyumannya.


🌹🌹🌹🌹


"Dokter, apakah benar pasien yang sedang koma itu adalah adik dokter?" Tanya seorang pasien yang kebetulan di periksa oleh Maryam pagi itu.


"Emm... Iya bu, benar itu adik saya." Jawab Maryam dengan tetap memberikan senyum.


"Dokter yang tabah dan sabar ya, semoga adik dokter segera sadarkan diri." Ucap pasien itu kembali dengan do'a nya untuk Aisyah.


"Terimakasih bu atas do'a ibu untuk adik saya." Balas Maryam kembali.


"Iya dok, kami mendo'akan adik dokter segera sembuh!" Ucap semua pasien yang berada di satu ruangan itu.


Maryam begitu terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas do'a dari pasien-pasien nya. Maryam begitu bersyukur, karena banyak yang mendo'akan adik nya untuk kesembuhan nya.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR DAN VOTE NYA YA! TERIMAKASIH!

__ADS_1


__ADS_2