
💝💝💝💝
1 minggu telah berlalu dengan begitu cepatnya. Hari raya idhul fitri tidak berjalan dengan sempurna pada keluarga besar Aisyah di tahun ini. Karena mereka saat hari besar islam telah di sibukkan dengan menjaga Aisyah yng masih koma di rumah sakit dan juga menjaga putra kecil Aisyah yang bernama Akhtar di kediaman Yulian.
Bahkan selama satu minggu yang sudah berlalu, belum ada kabar juga dari Yulian. Sedangkan penumpang yang ikut dalam penerbangan bersama Yulian kebanyakan sudah ditemukan, walaupun kebanyakan dari mereka tidak terselamatkan. Bahkan ada juga jasadnya yang hancur.
"Pa, apa mungkin jasad Yulian juga hancur seperti jasad yang lain?" Ucap Joko pasrah.
"Kita tidak boleh menyerah seperti itu. Papa yakin kita bisa menemukan jasad Yulian." Ujar pak Nugraha dengan penuh keyakinan.
"Pa, kita harus bisa mengikhlaskan kepergian Yulian. Daripada kita berharap yang belum pasti kenyataannya. Dan itu akan membuat mama dan yang lain semakin terluka." Ucap Joko dengan ketus.
Joko mengucapkan kalimat yang membuat pak Nugraha terdiam dengan sejenak. Setelah itu, pak Nugraha berlutut di lokasi pencarian sambil menangis. Dan secara perlahan Joko pun mendekati tubuh papanya itu serta memberikan pelukan hangat kepada papanya. Kini Joko meyakinkan papanya untuk memiliki rasa sabar, kuat dan ketabahan dalam menerima kenyataan pahit yang harus mereka jalani.
Masa pencarian pun telah berakhir. Semua keluarga penumpang pesawat telah berduka cita dengan meninggalnya kerabat mereka. Seperti halnya dengan keluarga Yulian. Mereka harus iklhas dengan kepergian Yulian untuk selamanya.
Malam telah tiba. Semua keluarga Aisyah dan Yulian menggelar pengajian di kediaman Yulian untuk mengirim do'a kepada almarhum Yulian. Dan hanya Maryam yang menjaga Aisyah di rumah sakit.
******
2 jam sudah berlalu. Di mana pengajian di rumah Yulian sudah selesai. Dan sekarang mereka di sibukkan dengan acara bersih-bersih ruangan setelah ruangan itu selesai digunakan untuk acara malam ini.
****
"Aisyah, begitu sulit dan penih lika-liku hubungan percintaan kamu dengan Yulian. Dan sekarang, Yulian oun telah pergi dari sisimu dan dari kita semua untuk selamanya. Dan kamu sendiri, kamu masih berjuang yang hidupmu di ambang kematian. Yang kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kamu ke depannya nanti. Tapi kamu harus tahu satu hal, bahwa kami selalu mwndo'akan kamu dan kesembuhan kamu. Aku harap kamu mendengar ucapanku. Dan berjuanglah untuk tetap hidup bersama kami." Ucap Maryam sambil menatap lekat wajah Aisyah.
******
"Abi, jika memang ini kenyataannya Arjuna ikhlas. Semoga abi tenang di alam sana. Arjuna dan Akhtar akan selalu merindukan sosok kepemimpinanmu, perhatianmu dan kebersamaan yang abi jalin bersama kami semua." Ujar Arjuna sambil memandangi foto lelaki tampan yang kini sudah pergi untuk selamanya.
Arjuna sudah merasa jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Kini dia tidak begitu rapuh dan terperosok di dalam sebuah lubang. Justru sebaliknya, dia sudah bisa tersenyum dan bahkan tertawa bersama Karina dan juga Mentari yang terkadang datang ke rumah Arjuna untuk menghiburnya.
__ADS_1
Kini Arjuna, Karina dan Mentari bersahabat untuk selamanya. Ya walaupun Arjuna adalah lelaki sendirian di antara mereka. Tapi tali persahabatan tidak akan memutuskan mereka.
"Kamu jangan bersedih terus menerus seperti itu. Jika terus cemberut seperti itu nanti malah tidak ditaksir sama anak-aak gadis di sekolah lagi," ujar Karina mendekati Juna.
"Lagian juga siapa yang sedang cemberut?" Balas Juna mengelak.
"Ya...." Terhenti.
"Karina-Juna, kalian jagain dedek bayi sebentar bisa? Soalnya Tante Ira mau nidurin Suci dulu." Sahut Humaira menimpali.
"Iya tante Ira, siap!" Jawab Karina dan Juna bersamaan.
Juna dan Karina bergegas menuju ke kamar Athar untuk menjaganya. Athar, putra kecil Yulian dan Aisyah yang begitu mungil dan lucu. Nama yang memiliki arti Bintang.
"Kalau Athar lagi bobok kita ngapain di sini?" Tanya Karina menggerutu.
"Jagainlah, ngapain lagi coba." Jawab Juna dengan santai.
"Akh sudahlah, ngomong sama kamu itu tidak ada menariknya. Lebih baik aku diam saja." Ucap Karina merasa kesal.
Karina merasa begitu kesal dengan sikap Juna yang kembali cuek, jutek dan lain sebagainya. Di mana itu biasa dilakukan Juna sebelum berada dalam keterpurukan.
Karina begitu bosan mau berbuat apa. Hingga akhirnya Karina mengantuk dan tertidur di kamar Athar. Sedangkan Juna, ia lebih memilih memandangi adik kesayangannya, yaitu Athar.
"Hmm... Ma'afkan aku kak Karina, jika aku bersikap seperti itu kepadamu. Aku cuma takut terjwbak dalam situasi yang sulit." Ucap Juna dalam batinnya saat memandang wajah Karina yang tertutupi dengan cadar.
*****
Kesibukan masih dijalani keluarga besar Aisyah dan Yulian. Sehingga mereka merasakan kelelahan didalam tubuh mereka. Dan ingin rasanya mereka segera menyudahi agar bisa segera beristirahat.
Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. Di mana semua kegiatan sudah terselesaikan. Dan mereka semua sengaja bermalam di rumah Yulian. Karena rasa capek begitu menghantui mereka satu persatu.
__ADS_1
Bu Laila lebih memilih menemani Athar dan siap siaga untuk selalu memberi susu formula disetiap Athar terbangun dan merasa kehausan.
"Juna!" Ucap bu Laila setelah membuka pintu.
"Sssssssstttttt!" Juna mengatupkan bibirnya dan menempelkan jari telunjuk dibibirnya.
Juna seakan memberikan isyarat kepada bu Laila untuk tidak berisik. Karena ia takut Athar dan Karina terbangun saat mereka sedang berbicara.
"Ya sudah nek, Juna ke kamar saja dulu ya!" Ucap Juna berbisik meminta ijin.
"Iya sayang, ingat satu hal. Jangan tidur terlalu malam." Ancam bu Laila sebagai nenek Juna.
Juna mengangguk pelan sambil melukiskan senyumnya dibibir tebalnya. Sungguh begitu tampan saat Arjuna sedang tersenyum. Sehingga banyak sekali penggemar rahasianya termasuk Mentari.
****
Maryam merasa begitu lelah dengan kegiatan dirumah sakit hari ini. Sehingga ia tertidur saat menunggu Aisyah diruangannya. Berhubung Maryam adalah seorang dokter, jadi Maryam diperbolehkan menunggu Aisyah diruangan ICU.
"Lebih baik aku tidur saja. Rasanya begitu capek hari ini." Ucap Maryam.
Maryam pun tertidur dengan nyenyaknya disamping branker. Dan Maryam juga akan bermalaman menunggu dan menemani Aisyah.
****
Saat semua sedang beristirahat di tempat ternyaman mereka masing-masing, tiba-tiba terdengar suara aneh yang berada di atas atap rumah itu.
Semakin terdengar dengan begitu jelas suara aneh itu. Entahlah apa itu. Suara yang membuat semua orang didalam rumah itu tidak bisa tidur dan beristirahat.
Karena merasa penasaran dengan suara itu, mereka semua pun keluar dengan bersamaan. Dan melihat apa yang sedang terjadi diluar sana.
****
__ADS_1
Saat Maryam tertidur dengan pulasnya, tiba-tiba ada sebuah pergerakan dari jari Aisyah yang membuat Maryam kembali membuka kedua matanya dan memandangi tubuh Aisyah dengan seksama.
Maryam berdo'a bahwa pergerakan yang dirasakannya tadi bukanlah halusinasi atau hanya bunga tidur dalam mimpinya.