
🔥 BALAS DENDAM - Part 3 🔥
Ningsih dan Bima tak pernah menyangka, jika akhirnya Evan mencari mereka lagi. Selama ini, mereka merasa baik-baik saja karena Evan dan Lily sudah menghilang.
Namun hari ini, semua menjadi berbeda. Bima dan Ningsih harus merasa was-was lagi karena ancaman yang Evan dan Lily buat adalah nyata. Cepat atau lambat, mereka pasti bertemu.
"Tante ... ini sudah sampai. Ayo kita belanja! Jangan bengong terus. Kalau misalnya agak nggak enak badan, nanti biar Santi bawa ke rumah sakit atau ke klinik terdekat. Oh iya, biar nanti kami antar sampai rumah, ya. Biar Reno, Santi dan juga Nindy tahu rumah kontrakan Tante di mana." kata Santi memberi perhatian kepada tantenya.
Mereka turun dari mobil setelah memarkirkan mobil pada tempat parkir sebuah tempat perbelanjaan.
"Terima kasih, Santi. Tidak usah repot-repot. Tante baik-baik saja. Tante tidak sakit, kok. Nanti tante pulang naik taksi aja." jawab Ningsih pada Santi.
"Tante yakin baik-baik aja? Wajah Tante masih pucat, loh." ucap Nindy sambil menggandeng tangan Ningsih.
"Beneran Tante itu baik-baik aja. Yuk, belanja aja. Siapa tahu ada barang-barang yang diskon lumayan. Kan rencananya, Tante ingin membuka kelontong di sana karena rumah kontrakan Tante masih jauh dari warung atau toko kelontong. Tante juga sudah minta izin kepada ketua RT dan diperbolehkan untuk jualan di sana." Ningsih mengalihkan perhatian soal wajahnya yang pucat. Ini semua karena mengetahui Evan mencarinya lagi.
"Wah, ide bagus itu Tante. Kalau begitu nanti Reno bisa membantu. Kalau Tante butuh modal, Reno siap memberikan. Kalau misalnya tante membutuhkan etalase atau apa pun, nanti biar Reno yang memesankan. Bagaimana tante?" kata Reno sangat antusias mendengar tantenya hendak membuka usaha baru.
"Ah, kalian ini selalu saja seperti itu. Selama ini Tante sudah banyak merepotkan kalian. Terlebih kalian mau menjaga Wahyu saat Tante tidur lama. Tante sudah sangat bersyukur mempunyai keponakan yang cantik, tampan, dan baik sekali seperti kalian," jawab Ningsih sambil tertawa.
"Tertidur lama? Emangnya ada apa? Maaf Tante, Nindy sama sekali belum tahu karena dari kemarin Kak Santi dan Kak Rino belum menceritakan hal itu. Nindy hanya tahu kalian pergi dari Jakarta ke Yogyakarta. Setelahnya itu, sama sekali tidak tahu apa pun," ucap Nindy yang memang tidak mengerti keadaan Ningsih yang mati suri selama setahun.
"Ceritanya panjang banget. Nanti aja yang nyeritain. Kalau misalnya cerita sekarang, Tante malah nggak jadi belanja dong. Padahal kebutuhan bulanan abis. Kemarin pindahan dan belum punya apa-apa. Oke, kita belanja dulu aja ini. Nindy nggak usah khawatir, nggak usah memikirkan hal itu. Semua sudah terlewatkan, berkat bantuan Santi dan Reno. Sekarang Tante sudah baik-baik saja, bukan?" ucap Ningsih sambil merangkul mereka untuk masuk ke dalam tempat perbelanjaan.
Mereka pun berbelanja bersama membawa beberapa troli. Mengisi troli itu dengan segala kebutuhan rumah tangga dan juga Ningsih membeli beberapa bahan pokok makanan yang akan dijual di toko kelontong nya.
Nindy merasa jika ada sesuatu yang ditutup-tutupi oleh mereka. Semua membuatnya semakin penasaran dengan hal itu. Apalagi menghilangnya mereka adalah sebuah misteri bagi keluarga Nindy.
"Harusnya setelah Bang Joko meninggal, Tante Ningsih tidak meninggalkan keluarga kami begitu saja. Harusnya Tante Ningsih tetap mengikuti setiap pengajian dan peringatan empat puluh hari Bang Joko, seratus hari Bang Joko. Harusnya Tante Ningsih masih bersama keluargaku. Dia menghilang, sesuatu hal yang aneh pasti terjadi. Aku harus mengetahui hal itu. Kasihan Abah dan Ibu yang terus berharap, kalau akhirnya dikecewakan seperti ini." batin ini sambil menatap Ningsih yang mengambil satu persatu barang belanjaannya.
"Tuh, 'kan, Pah. Alex bilang apa Kakak yang itu sangat mencurigakan. Tadi waktu teleponan di kamar mandi, gelagatnya juga sama mencurigakan. Apakah dia orang jahat, Pah?" tanya Alex kepada Bima yang masih mengikuti kemanapun Ningsih pergi.
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti. Dia adalah adik dari Joko. Kemungkinan dia pasti dendam kepada Mamahmu, tapi semoga saja tidak. Karena selama ini, kelihatannya dia orang yang baik," jawab Bima kepada anaknya menjelaskan segala sesuatu dengan hal yang mudah.
Bima tak bisa menjelaskan bahwa Joko adalah tumbal ketujuh karena Alex masih kecil. Meskipun Bima tidak mengerti, bahwa anaknya memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Bahkan kekuatan itu akan menggemparkan Neraka jika Alex sudah diketemukan oleh para pesuruh dari Tuan Asmodeus.
...****************...
Waktu berjalan begitu cepat. Ningsih, Reno, Santi, dan Nindy sudah meninggalkan tempat perbelanjaan. Mereka pun mencari tempat untuk bersantai dan bercerita.
"Tante, bagaimana kalau kita antar saja ke kontrakan Tante? Kenapa, sih, harus menyembunyikan alamatnya dari kami? Kalau misalnya Tante ada apa-apa, siapa yang menolong? Kalau kami tidak tahu alamatnya," celetuk Santi yang gemes terhadap tantenya yang menyembunyikan di mana alamat kontrakannya.
Sebenarnya, Ningsih punya alasan tersendiri mengapa tidak ingin memberitahu alamatnya. Dia pun menatap Bima dan Alex tanpa sepengetahuan Santi, Reno, maupun Nindy.
Ningsih pun berkata dalam hati, "Bagaimana ini? Apakah aku harus memberi tahu rumahku terhadap mereka? Sebenarnya aku tidak ingin menyangkut pautkan lagi mereka terhadap urusan kita, tetapi kasihan sekali mereka jika tidak diperbolehkan untuk berkunjung ke rumah. Bagaimana Bima dan Alex? Apakah Mama harus memberitahu atau tidak?"
Bima pun menatap anaknya, lalu menatap Ningsih. Bagi Bima, semua baik-baik saja. Tidak masalah dan tidak apa. Andai kata ada permasalahan pun, Bima yakin bisa menyelesaikannya. Selama dia masih bersama Ningsih, melindungi Ningsih, dan bersanding dengan Ningsih dan juga anaknya.
"Ajak saja mereka ke sana. Tidak akan menjadi suatu permasalahan," kata Bima.
"Benar juga. Anak Papa sangat hebat dan pintar. Namun, jika memang harus bertemu dengan Evan, apa boleh buat. Sebenarnya yang bernama Evan itu dahulu adalah sahabat Papa selama di Neraka. Kami selalu bersama, walaupun berbeda lapis Neraka. Karena suatu insiden, akhirnya ada salah paham diantara kami yang bergulir hingga saat ini. Mungkin ini saatnya untuk meluruskan semuanya. Papa tidak ingin bermusuhan dengan sahabat Papa terus menerus. Apalagi dia yang sudah bersama Papa ratusan tahun, hanya karena masalah sepele, akhirnya bertahun-tahun menaruh dendam" kata Bima dengan bijak kepada anaknya.
Ningsih sudah paham, jika Bima dan Alex mengijinkan keponakannya untuk datang ke rumah. Dia pun menjawab pertanyaan Reno dan Santi.
"Oke kalau begitu. Kalian antar saja Tante ke rumah agar kalian bisa bantu Tante beres-beres. Oh iya, kalau misalnya Reno punya kenalan untuk rolling door dan juga etalase boleh juga. Tapi Reno lihat dulu rumah kontrakannya seperti apa. Tante membayar rumah kontrakan di sana untuk dua tahun. Lumayan untuk membuka usaha," kata Ningsih membuat senyum diwajah keponakannya.
Tentunya hal ini membuat Nindy sangat bahagia, karena informasi yang berharga akhirnya dia dapatkan untuk diberitahu ke Tuan Evan.
"Sebentar lagi, aku akan mendapatkan uang tersebut. Membuat rumah untuk Abah dan Ibu. Aku akan membelikan rumah yang terbaik. Selama aku bisa, aku akan menjaga Abah dan ibu agar bahagia seperti Bang joko yang ajarkan kepadaku. Terima kasih Tante Ningsih sudah memberitahu rumahmu. Tugasku sudah selesai sampai saat ini." batin Nindy sambil menatap Ningsih dengan senyuman yang manis.
Sesungguhnya, Nindy bukanlah orang yang jahat. Dia melakukan hal itu karena membutuhkan uang untuk merawat orang tuanya. Setelah kepergian Joko dan menghilangnya keluarga Ningsih, hal berat bertubi-tubi menimpa Nindy dan orang tuanya. Jelas saja Nindy yang masih berusia muda,lama-lama tidak kuat menghadapi semua itu.
Tawaran Evan yang sangat mudah untuk mencari alamat Ningsih dan juga Om Bima membuat Nindy lupa akan segalanya. Dia memikirkan hanyalah memberi alamat, lalu mendapatkan imbalan. Dia tidak berpikir jauh, jika hal itu akan membawa kesulitan bagi Tante Ningsih.
__ADS_1
Mereka pun melaju dalam mobil dengan kecepatan sedang. Reno yang menyetir mobil, membawa ke arah mana Tante Ningsih tunjukkan. Ternyata Tante Ningsih mengontrak rumah di daerah Sleman. Dia sengaja berada di daerah pinggiran kota agar agak jauh dari rumah Reno dan Santi.
Ningsih memang tidak ingin selalu merepotkan keponakannya. Sebenarnya dia juga tidak ingin membahayakan nyawa keponakannya lagi.
Sekitar empat puluh lima menit perjalanan, mereka pun sampai di sebuah perumahan yang bagus. Lumayan untuk ukuran perumahan minimalis. Ningsih pun menunjukkan di mana rumahnya. Rumah dekat dengan gerbang perumahan yang dijaga oleh satpam ramah.
Dan memang benar, di sana masih jauh dari warung atau toko kelontong. Hal ini otomatis menjadi peluang besar untuk berjualan.
"Tante pintar sekali, mencari tempat kontrakan strategis. Terlebih di sini belum ada saingan untuk berjualan, jika membuka usaha pasti akan laris. Reno dan Kak Santi pasti akan menolong dan juga mensupport Tante. Tenang saja." kata Reno yang memarkirkan mobil di garasi.
Reno keluar dari mobil dan melihat sekeliling. Benar seperti dugaannya, tempat yang strategis untuk membuka usaha.
Bersamaan mereka masuk ke rumah, ponsel Nindy berdering. Ada sebuah pesan masuk. Nindy membuka pesan itu dan segera membalasnya.
Evan: [ Kirim lokasimu saat ini. Kamu masih bersama target kita, bukan? ]
Nindy: [ Iya, Tuan. Saya kirim lokasinya sekarang. ]
Nindy segera mengirim lokasinya berada di rumah Ningsih. Bima menatap sendu ke langit-langit. Dia sebentar lagi harus bertemu dengan sahabatnya yang membencinya. Bima ingin menyelesaikan hal ini. Berharap tidak ada pertempuran.
"Alex ... apa pun yang terjadi, jagalah Mama dan Kak Wahyu dengan baik. Mereka keluarga yang sangat berharga." kata Bima menasehati Alex.
"Pasti, Pa. Alex pun ingin menjaga Papa. Papa jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja." kata Alex menenangkan Bima. Mereka ayah dan anak yang sangat kompak.
Mungkinkah Evan membuat onar lagi? Apakah mereka bisa menghadapi semuanya? Atau dendam akan berakhir?
...****************...
Jangan lupa Like Vote dan juga Rate bintang 5 ya^^
Baca juga karya Author yang on going berjudul The Hunter serta SECRET 🔥
__ADS_1