
...🔥 Bima dan Alex 🔥...
Boy dan Lauren membawa Bima yang terluka parah untuk kembali ke dunia manusia. Mereka perlu bantuan Nindy untuk menyembuhkan Bima. Meski sangat sulit bagi mereka untuk membawa Bima pulang karena takut Ningsih dan Wahyu akan syok karena Bima tak sadarkan diri sedangkan Alex dibawa pergi oleh Red dan Zatan.
Ningsih merasa gelisah sejak tadi. Wahyu yang masih lemas, mendapatkan bantuan dari Daniel dan Nindy agar bisa pulih. Ningsih merasa ada sesuatu yang terjadi. Hal buruk. Entah apa itu.
Saat Boy dan Lauren muncul membawa Bima yang terluka parah, rasa gelisah Ningsih menjelma menjadi nyata. Ternyata hal ini yang mengganggu perasaannya sejak tadi.
"Bima! Tidak, Bima. Sadarlah. Kumohon," ucap Ningsih yang langsung memeluk tubuh suaminya.
Boy dan Lauren pun merasa bersalah, terlambat menolong Bima. "Ningsih, kami sudah berusaha sebaik mungkin. Namun, maaf ... semua ini terjadi di luar kemampuan kami. Kami terlambat menyelamatkan Bima. Kami akan bantu menyembuhkan Bima," ucap Lauren yang menyesal.
Ningsih menangis. Dia pun ingat di mana Alex. Dia segera menengok ke kanan dan ke kiri. "Lauren, Boy, di mana Alex? Mana Alex?" tanya Ningsih yang kian panik. Belum selesai rasa khawatirnya, dia pun menerima kabar buruk untuk ketiga kalinya.
"Ningsih, sabar. Kami akan menyusul Alex. Zatan dan Red membawanya pergi," kata Boy coba menjelaskan.
"Apa? Alex ...." Ningsih seketika pingsan. Dia tak sanggup jika kehilangan anaknya. Pertama Wahyu terluka parah, kedua Bima terluka parah dan tak sadarkan diri, ketiga Alex dibawa pergi. Ningsih tak sanggup memikirkan ketiga hal itu sekaligus.
"Tante!" seru Reno yang khawatir. Dia langsung meletakkan Nindy dan menghampiri Tante Ningsih yang lemas dan pucat. Wahyu pun segera menghampiri mamanya.
Keadaan menjadi panik. "Tenang dulu. Kita harus bagi tugas saat ini," ucap Daniel yang berpikir dengan logika yang tepat.
"Iya, betul. Aku, Lauren, dan Boy akan sembuhkan Kak Bima. Daniel, Reno, dan Wahyu coba sadarkan Ningsih. Kita akan mencari Alex kalau kondisi sudah membaik. Jangan sampai gegabah," sahut Dinda.
Mereka pun mengobati Bima dengan energi yang ada. Daniel dan Lauren pun berusaha agar Ningsih bangun. Sedangkan Lisa masih menemani ibunya yang pingsan. Lisa pun berdoa dalam hati. "Ya, Allah yang Maha Pengasih dan Maha Kuasa. Bantu kami melewati ini, ya Allah."
...****************...
Di saat yang sama, Gio dan Gilang merasakan sesuatu. Seakan ada yang mendorong untuk Gio pergi ke suatu tempat. "Gilang, temenin aku, ya?" ujar Gio tiba-tiba.
"Temenin ke mana? Udah malam begini, ini tugas kantor juga masih numpuk," jawab Gilang yang malas pergi ke mana-mana.
"Gilang, seriusan, nih! Aku ngerasa ada sesuatu yang terjadi. Macam waktu aku ditunjukin tempat Lukas dihajar orang itu, loh." kata Gio serius dan segera mengenakan jaket dan memakai celana panjang untuk merangkap celana kolor warna hijau tosca bergambar bunga itu.
"Serius, Bro? Ok. Ayo let's go. Aku ganti pakaian dulu," ucap Gilang yang segera berganti pakaian karena dia hanya memakai sarung dan kaos dalam.
Mereka pun segera pergi dengan berboncengan menggunakan motor R15 berwarna biru. Lebih mudah pergi dengan motor disaat genting. Gio pun mengikuti feelingnya untuk menemukan lokasi yang dimaksud dalam penglihatannya.
__ADS_1
"Bro, seriusan ke arah sini?" tanya Gilang memastikan.
"Serius, rasa-rasanya arah ke situ." ujar Gio sambil memusatkan konsentrasinya.
"Itu petilasan alias makam yang dihormati di daerah sini, Bro. Biasanya buat cari wangsit juga. Emangnya mau cari togel?" tanya Gilang yang masih ragu dengan penglihatan Gio.
"Beneran ke situ. Turun sini aja. Parkir. Kita masuk dalam," kata Gio sambil menepuk pundak Gilang.
Mereka pun berhenti. Gilang memarkirkan motornya di pinggir gerbang masuk petilasan. Gio menarik tangan Gilang dan berjalan perlahan. Mereka pun semakin masuk ke dalam area petilasan. Tak disangka, Gio menemuka sebuah portal yang terbuka.
"Bro, ini yang ada dipenglihatanku!" seru Gio saat melihat portal alam gaib yang terbuka.
"Kenapa ada portal alam gaib terbuka di sini? Mau cek nggak?" Gilang memastikan kembali bahwa hal itu tidak akan membahayakan mereka.
"Cek aja. Udah sampai sini juga." Gio pun hendak memegang portal itu, tetapi Gilang langsung menarik tangannya.
"Rogoh sukma! Kita tinggal tubuh di sini aja dan dipagari. Lebih nyaman roh aja yang masuk ke portal alam gaib. Jangan gegabah dulu," jelas Gilang yang kemudian mengajak Gio bersila di dekat petilasan.
Mereka memberi pagar gaib di tubuh yang akan segera mereka tinggalkan. Ya, mereka melepas roh untuk bisa masuk ke dunia gaib lewat portal itu. Gio dan Gilang bersamaan masuk ke portal gaib.
Tak disangka, entah dari mana dan siapa yang membuka portal itu, Gio dan Gilang masuk ke dalam Neraka! Baru kali ini mereka berdua menemukan portal yang membawa mereka langsung masuk ke neraka. Bahkan mereka tahu jika hal itu langka terjadi.
"Dari mana kamu tahu ini neraka lapis keenam? Emangnya kue lapis ada tingkatan juga?" tanya Gio yang tak percaya.
"Lihat di depan sana, iblis gede itu ada tattoo angka enam. Maybe bener, kan?" ucap Gilang yang membuat Gio langsung menatap sahabatnya yang kadang menyebalkan itu.
"Untung aja bunuh itu dosa. Ya, kali cuma tattoo jadi tanda tingkatan neraka," jawab Gio yang sebal.
Mereka pun berjalan perlahan. Gio merasa ada sesuatu di balik kotak besi itu. "Gilang, kotak besi itu mencurigakan. Feelingku, kita harus ke sana," bisik Gio sambil menunjuk kotak besi yang sekitar lima meter jaraknya dari mereka.
"Feelang feeling wae! Awas aja kalau jadi masalah. Kunikahkan kau sama Mpok Eli si banci Maliobor!" ketus Gilang yang justru merasakan akan ada masalah di sana.
Mereka pun perlahan mendekati kotak besi itu. Benar saja, seorang remaja lelaki di sana. Gilang langsung tahu jika makhluk itu bukan murni manusia. Gio yang melihat bocah itu langsung berkata, "Alex?"
Bocah itu langsung membuka mata dan menatap Gio dan Gilang dengan heran. "Kalian teman Lisa?" tanya Alex.
"Kau kenal Lisa? Iya, kami kenal Lisa. Aku mendapat penerawangan untuk ke sini," jawab Gio sambil menengok ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
"Bantu aku keluar dari sini. Kalian tahu jalan keluarnya? Mereka membuatku tak bisa melihat untuk sementara waktu," ucap Alex. Pantas saja Alex tak bisa menggunakan kekuatannya. Red membuat Alex buta selama seminggu. Hal itu membuat Alex jadi lemah.
"Tahu, ayo ikut kami," bisik Gio yang kemudian membebaskan Alex dari kotak besi itu. Gilang langsung membalutkan jubah hitam yang baru saja dia ambil untum menyamarkan Alex.
Gilang dan Gio bekerja sama untuk kembali ke portal tempat mereka masuk tadi. Saat mereka hampir sampai portal, betapa terkejutnya mereka. "Portalnya hilang! Sudah tertutup!" kata Gio dna Gilang bersamaan karena panik.
"Tenang. Itu hanya sementara. Bantu aku meletakkan tanganku ke portal tadi," ucap Alex yang meraba.
"Ini, tempatnya ini." Gio memegang tangan Alex ke arah portal yang sudah tertutup itu.
"Terbukalah portal alam gaib." Alex pun mengucapkan mantra untuk membuka portal alam gaib. (Maaf nggak ditulis mantranya, takutnya buka beneran kan gawat wkwkwkwk)
Seketika portal tersebut terbuka. Alex, Gio, dan Gilang pun keluar dari neraka lapis keenam. Sampainya di dunia manusia, tepatnya di petilasan, Alex meminta untuk merabakan portal untuk menutup kembali. Gio langsung melakukannya. Sedangkan Gilang berjaga karena saat mereka pergi, para dedemit berkumpul mendekati tubuh Gio dan Gilang.
"Busyet pada ngumpul di sini!" seru Gilang yang mulai pasang kuda-kuda.
"Tak usah khawatir. Aku akan mengusir mereka," kata Alex yang dengan sekali menjentikkan tangan membuat makhluk dedemit itu pergi karena takut berurusan dengan iblis neraka.
Gio pun terperanga kagum. "Keren. Bisa buka turup portal dan usir dedemit. Pasti kamu pawang, ya?" tanya Gio pada Alex.
"Nanti kuceritakan. Segera masuk ke tubuh kalian. Lalu, bawa aku ke rumah Lisa sekarang." perintah Alex langsung dituruti oleh Gio dan Gilang.
Mereka langsung masuk ke tubuh dan membuka mata. Mereka masih bisa melihat Alex. Mereka pun membawa Alex dengan motor bonceng bertiga ke rumah Lisa seperti yang Alex tunjukkan.
"Ikuti jalan ini, nanti belok kanan, terus lurus, belok kiri, lurus. Sampai di perumahan Birliany." kata Alex mencoba menghafalkan tempat meski dia tak bisa melihat. Red dan Zatan mengambil penglihatan Alex dalam seminggu karena hendak menjadikan Alex tawanan untuk mendapatkan Bima, Dinda, dan Lisa. Namun, rencana mereka pun gagal berkat pertolongan duo G alias Gio dan Gilang.
Setelah mengikut petunjuk jalan, motor R15 berwarna biru itu pun sampai di depan rumah yang megah di dalan perumahan elite. "Ini rumah Lisa?" tanya Gio tak menyangka.
"Iya, bawa aku masuk, ya," ucap Alex yang menaruh harapan bisa melindungi keluarganya.
...****************...
Dalam neraka lapis keenam, semua bersorak sorai ketika Zatan dan Red berhasil membawa Alex sebagai tawanan. Tuan Asmodeus bangga terhadap kedua anak buahnya itu meski harus kehilangan Rivero, Warth, Zet, dan Fox. Mereka hendak berpesta karena Alex sudah menjadi tawanan dan akan segera diambil energinya oleh Tuan Asmodeus.
Namun, tiba-tiba penjaga berteriak, "Tahanan kabur! Tahanan hilang!"
Zatan marah ketika mengetahui Alex menghilang. Dia langsung mencari Red dan segera mengajaknya mencari ke seluruh penjuru neraka. "Cari bocah itu! Dasar bodoh! Bisa-bisanya kau lengah! Harus cari sampai ketemu! Kau sudah mengambil penglihatannya, mustahil bocah itu bisa keluar dari neraka!" seru Zatan yang geram dan langsung pergi mencari Alex.
__ADS_1
Red pun mengepalkan tangannya. "Enak saja menghinaku! Awas kau!" gumam Red yang makin marah karena merasa Zatan seenaknya memerintah dan membuatnya seperti kacung (pembantu). Padahal kekuatan Red pun patut dipergitungkan. Dia merasa lebih kuat dari Zatan dan patut mendapat pujian dari Tuan Asmodeus. Sikap sombong, menang sendiri, egois, pemarah, pendendam, dan tak ingin kalah, memang sifat dasar makhluk kegelapan, bukan? Red pun memikirkan sebuah rencana untuk menggantikan posisi Zatan di mata Tuan Asmodeus.