
...🔥SIASAT🔥...
Zatan mengikuti ke mana Nindy pergi hingga akhirnya pulang kembali ke rumah Reno. Saat sampai di dalam rumah, Lisa ketakutan melihat Zatan. Iblis itu justru menyeringai dan membuat Lisa semakin ketakutan.
"Takutlah! Semakin kamu takut, semakin lemah dirimu, dan aku akan dengan mudah memusnahkan pagar gaib dari tubuhmu. Ha ha ha ha ...."
Zatan optimis bisa merebut tubuh Lisa karena semua sudah dipersiapkan dengan baik. Iblis pun memiliki rencana cadangan dalam memyesatkan manusia. Mereka tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang menjadi tujuannya.
Saat Lisa berdoa berkali-kali dan membuat Zatan merasakan jika Lisa meminta bantuan pada orang lain. Atau lebih tepatnya orang dan iblis lain. Zatan pun segera ke neraka lapis keenam untuk bertemu dengan lima iblis yang akan membantunya.
Tuan Asmodeus tertawa melihat hari ini banyak jiwa yang dia panen karena bencana alam tsunami di sebuah wilayah. Tentu saja sekian banyak korban yang meninggal, ada banyak juga jiwa berdosa yang belum sempat bertaubat ketika bencana menimpa.
"Ha ha ha ha ... menguasai dosa hawa nafsu sangat menyenangkan! Banyak sekali jiwa-jiwa manusia yang ikut kupanen karena bencana alam itu. Kalau begini, aku bisa lebih unggul dalam kuota jiwa berdosa selama satu abad ini. Ha ha ha ha ...." Tuan Asmodeus tertawa diikuti sorak sorai para pengikutnya.
Saat Zatan sampai di sana, dia segera memanggil lima iblis yang ikut andil dalam rencananya. "Kalian di mana? Lima kawanku, berkumpullah!" seru Zatan membuat lima iblis itu datang.
"Ada apa, Zatan?" tanya iblis berwarna hitam.
"Aku butuh bantuan kalian. Malam ini rencana kita akan dimulai. Bocah yang akan kupakai sebagai wadah ke dunia manusia, saat ini berada di dalam pagar gaib. Dia memanggil bantuan dari kekuatan batin. Seperti yang aku bilang sebelumnya, bocah itu akan membawa iblis kecil yang menjadi incaran Tuan Asmodeus datang kepadanya. Siap merencanakan tugas?" jelas Zatan dengan seringai mengerikan. Dia optimis menang dan penuh rasa senang membayangkan Tuan Asmodeus yang akan menyanjungnya jika berhasil mendapatkan iblis yang menarik perhatian neraka lapis keenam selama beberapa tahun ini. Iblis itu adalah Alex.
"Kami siap." jawab kelima iblis itu serentak.
"Tunggu ... kau menjanjikan energi iblis buangan beserta adiknya, bukan? Tepati janjimu atau kami akan turun tangan mengambil bocah yang kau maksud," ucap iblis yang berwarna abu-abu.
"Tentu. Jika bocah ini memanggil bantuan, iblis buangan itu beserta keluarganya akan datang. Mereka terlalu suka ikut campur urusan seperti ini. Aku ambil bocah perempuan itu, iblis kecil jadi milik Tuan Asmodeus, dan iblis buangan beserta adiknya menjadi milik kalian untuk meningkatkan energi." Zatan membuat kesepakatan yang langsung disetujui oleh lima kawannya.
Mereka pun segera menghilang dan pergi ke dunia manusia. Zatan penuh siasat licik. Pantas saja dia menjadi tangan kanan penguasa neraka lapis keenam setelah Evan dibuang ke bumi dan tidak diterima di neraka setelah kalah bertarung dengan Bima.
...****************...
Di sisi lain ... Lauren merasa gelisah di kediamannya ....
Gadis buta yang beranjak dewasa itu berjalan mondar mandir di lorong kastilnya. Setelah hari ini menolong orang yang kerasukan iblis karena iseng membuka portal dunia gaib, dia tak bisa tenang.
"Lauren, ada apa yang membuatmu gelisah? Katakan padaku," lirih Daniel yang menghampiri isterinya.
__ADS_1
"Emm ... aku hanya terpikir sesuatu. Kamu ingat tadi saat pengusiran iblis yang merasuki tubuh wanita di desa? Ada banyak hal yang ganjil, bukan?" kata Lauren sambil menatap suaminya. Dia berharap Daniel juga merasakan hal yang sama. Dan ternyata benar. Daniel juga merasakan hal itu.
"Iya. Soal perkataan iblis itu, bukan? Seakan dia mengenal keluarga Bima," ucap Daniel sambil mengingat hal tadi.
Flashback ....
"In the name of the Father, of the Son, and Holy Spirit. Our Father in heaven ...." Lauren melakukan pengusiran makhluk gaib dengan proses yang panjang dan melelahkan.
"Ha ha ha ha ... kau pikir aku ini hanya tak sengaja merasuki tubuh kotor ini? Hai, gadis buta, sebentar lagi dunia dan neraka akan segera menjadi satu karena tubuh yang kuat akan menjadi wadah yang sesuai untuk membuka portal," kata iblis yang berada di dalam tubuh wanita desa itu.
Seorang wanita yang terobsesi dengan dunia gaib. Dia mengikuti langkah pembuka portal dunia gaib dan tak sengaja hal itu berhasil. Namun, tubuhnya masih belum kuat menahan kekuatan iblis yang ada di dalamnya sehingga dia sering kejang dan kesakitan. Orang tua wanita itu mencari bantuan hingga akhirnya ada seseorang yang memberi tahu tentang kehebatan Lauren yang mau membantu orang lain soal makhluk gaib.
Lauren terperanga dengan perkataan iblis di dalam tubuh wanita itu. Apakah ini jebakan atau kenyataan? Iblis sering memberi informasi palsu agar menyesatkan manusia lebih lagi.
"Diam kau! Siapa namamu? Jangan berkata omong kosong lagi!" gertak Lauren mencoba menekan makhluk itu.
"Keturunan penyihir sepertimu tak mungkin masuk surga. Ikutlah dengan kami. Sebentar lagi kita akan bertemu. Iblis buangan yang manjadi kawanmu memiliki anak yang luar biasa hebat. Energi besar untuk bisa membuka portal dunia gaib." kata iblis itu yang kemudian tertawa terbahak-bahak.
Lauren pun langsung memercikkan air suci dan juga segera bergumam doa untuk pengusiran iblis. Dia membuat tubuh wanita itu gemetar dan tak kuat menahan sakit.
Tubuh wanita yang lemas itu seketika pingsan. Suasana menjadi tidak kondusif karena orang tua wanita itu lebih percaya perkataan iblis saat merasuki anaknya.
"Kalian apakan anakku? Kenapa dia pingsan?" ujar ibu wanita itu.
"Iblisnya sudah pergi. Dia akan sadar setelah beristirahat dengan cukup. Tubuhnya tidak kuat menahan tenaga besar dari iblis. Dia butuh diinfus juga. Biar Daniel memanggilkan dokter," jelas Lauren yang justru mendapat reaksi buruk dari orang tua wanita itu.
"Apa kalian komplotan? Bukankah tadi dia menyebutmu penyihir? Pantas saja, aneh sekali kenapa orang buta bisa berjalan seperti normal. Bisa melihat meski matamu buta. Aneh! Jangan-jangan ini perbuatan kalian, ya?" Ayah wanita itu ikut menghakimi.
Lauren pun tak bisa banyak bicara atau menjelaskan karena pada dasarnya manusia hanya ingin mendengar apa yang mereka ingin dengar. Penjelasan seperti apa pun tidak akan berguna jika mereka sudah percaya pada sesuatu hal.
"Maaf, aku hanya membantu karena panggilan keluarga kalian. Rawat anak kalian dengan baik. Kami permisi," lirih Lauren yang kemudian berpamitan.
Lauren merasa dirinya tidak diterima. Bahkan setelah menyelamatkan anak mereka pun, justru bukan kata terima kasih yang terucap. Manusia egois. Mudah diperdaya iblis.
......................
__ADS_1
"Jangan telalu memikirkan hal itu, bukankah iblis suka berdusta dan membuat informasi palsu?" ucap Daniel sambil menepuk-nepuk pundak isterinya.
"Sayang, aku yakin ini bukan informasi palsu. Jangan-jangan mereka hendak melukai Bima sekeluarga. Alex itu memiliki energi besar yang diingini oleh penguasa neraka. Jika semua penguasa tahu energi Alex, akan menjadi hal yang lebih rumit." Lauren menatap suaminya. Meski dia buta, dia bisa merasakan semuanya seakan dia orang normal pada umumnya.
"Kalau begitu, ayo kita ke tempat Bima dan Ningsih," ujar Daniel mengambil keputusan yang sulit.
...****************...
Zatan mengintai keluarga Nindy. Sedangkan kelima kawannya berjaga sesuai rencana. Setelah Maghrib, asisten rumah tangga dan sopir di rumah Reno berpamitan pulang. Suasana menjadi cukup sepi karena Abah dan Ibu selalu di kamar.
Reno berbincang hangat dengan Nindy. Sedangkan Lisa di dalam kamar setelah selesai mandi dan salat Maghrib. Dia belum mau makan malam. Lisa merasakan ada yang aneh dengan orang tuanya.
Tak lama kemudian, saat jam menunjukkan pukul tujuh, bel berbunyi setelah sebuah mobil terparkir di depan halaman rumah Reno. Tentu saja Nindy segera membuka pintu.
"Tante? Wah, senang sekali Tante berkunjung," ucap Nindy saat melihat Ningsih di depan pintu. Dia tak tahu jika tak hanya Ningsih yang ke rumahnya.
"Iya, Nindy. Apa kabar? Kamu lagi apa? Reno dan Lisa sedang apa?" tanya Ningsih yang kemudian dipersilahkan masuk oleh Nindy.
"Kabar baik, Tante. Ini ada Reno di ruang tamu. Kalau Lisa masih di kamar. Eh, Tante sama Om Bima juga? Eh, ada Wahyu dan Alex juga. Wah, kenapa tak bilang dulu kalau mau main ke sini rame-rame?" Nindy langsung mempersilahkan mereka duduk.
Reno pun berdiri dan memberi jabat tangan hangat kepada Bima, Wahyu, dan Alex. Dia mengajak mereka berbincang sedangkan Nindy segera ke dapur untuk mengambil minuman untuk mereka.
Dinda dan Boy sengaja berjaga dari jarak jauh. Mereka juga sudah mempunyai rencana cadangan karena takut ada hal tak terduga.
Zatan tersenyum melihat mereka sudah berkumpul. "Benar! Dia adalah iblis buangan beserta anaknya yang memiliki energi besar. Tangkapan besar malam ini. Ini yang dinamakan sekali tepuk dua tiga lalat kena! Ha ha ha ha ...." gumam Zatan yang puas mengumpulkan mereka.
Lisa pun merasakan kehadiran mereka. "Oma ... Opa ... Akak ...." seru Lisa yang keluar dari kamar dan berlari ke Ningsih.
Gadis kecil itu segera memeluk Ningsih seakan ketakutan. "Iya, sayang. Kami di sini. Tenang. Sudah jangan takut," bisik Ningsih menenangkan anak itu.
"Tante, sebenarnya dari tadi siang Lisa sepertinya agak aneh. Reno juga tak paham kenapa dia ketakutan melihat Nindy dan Reno," jelas Reno pada Ningsih.
Ningsih pun menatap Wahyu, Alex, dan Bima seakan memberi isyarat untuk bagaimana menjawabnya. Wahuyu pun menghela napas dan mencoba menjelaskan dengan kalimat yang mudah.
"Kak, maaf sebelumnya. Lisa ini anak yang istimewa. Dia punya kemampuan lebih dari orang biasa. Dia ketakutan karena melihat sesuatu yang tak bisa terlihat dengan mata biasa. Kak Reno atau Kak Nindy, apakah merasa sesuatu yang aneh? Atau merasa diikuti makhluk gaib, misalnya. Lisa melihat itu dan ketakutan," kata Wahyu tanpa menyudutkan siapa pun. Meski dia tahu jika Nindy adalah biang keladi dari masalah ini.
__ADS_1
Nindy pun menelan ludah. Merasa takut akan ketahuan dan takut jika Reno marah besar. Nindy memilih bungkam dan pura-pura tidak mengerti apa yang Wahyu katakan. Munafik. Manusia berdosa dan tak mau mengakuinya. Membuat mereka semakin terperosok dalam jurang dosa dan mendekatkan diri pada maut.