JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
JERAT IBLIS - 2 - BAB 73


__ADS_3

...🔥 DENDAM DAN PETAKA 🔥...


Saat Ningsih perjalanan kembali ke Yogyakarta, ada telepon masuk dari Reno. Wahyu segera mengangkat telepon itu dan terlibat pembicaraan serius.


Wahyu: "Assalamualaikum. Ada apa, Kak Reno?"


Reno: "Wa'alaikumsalam. Wah, kebetulan ini Wahyu, ya yang angkat telepon?"


Wahyu: "Iya, Kak. Ada apa, Kak? Mama baru menyetir."


Reno: "Begini, Wahyu. Bisakah kalian ke rumah? Nindy sepertinya kesurupan. Ini dia mengamuk. Gio sudah ke sini membantu, tetapi tidak mempan. Gilang tidak bisa membantu karena masuk ke rumah sakit karena insiden kemarin malam. Kami bingung mau minta bantuan ke siapa."


Wahyu: "Astagfirullah ... iya, Kak. Kami akan segera ke sana. Kakak siapkan daun bidara, air mineral dalam botol, dan panggilkan kyai atau ustad terdekat terlebih dahulu."


Reno: "Baik, Wahyu. Terima kasih, ya."


Telepon itu pun terputus. Ningsih langsung penasaran apa yang dibicarakan. "Ada apa, Wahyu? Ada apa dengan keluarga Reno?" tanya Ningsih sambil melaju dengan mobilnya.


"Ada sedikit masalah, Ma. Tapi tak apa ini Mas Gio sudah di sana. Kak Nindy katanya kerasukan. Kita langsung ke rumah Kak Reno saja ya, Ma." Wahyu pun mencoba menenangkan ibunya.


"Astagfirullah ... iya, Wahyu. Kita ke sana sekarang. Semoga Nindy baik-baik saja." Ningsih langsung melaju dengan tambahan kecepatan mobilnya. Dia sangat khawatir pada Nindy.


Ningsih sepanjang perjalanan jadi berpikir apakah karena hal waktu lalu jadi seperti ini? Nindy marah karena masih merasa terluka soal masa lalu. Amarah itu terendap dan menjadi dendam. Tentu sangat tidak baik bagi dirinya sendiri dan orang di sekitarnya.


Di sisi lain, rumah Reno ....


"Arrrggh ... lepaskan aku! Lepaskan! Buka pintu ini atau kulukai tubuh lemah ini! Arrrgggh!" seru Nindy yang kerasukan makhluk gaib sambil menggebrak-gebrak pintu kamarnya.

__ADS_1


"Mas Reno, lebih baik Lisa diungsikan lebih dahulu. Demi kebaikan bersama daripada dia takut," kata Gio menasehati Reno karena kondisi Nindy semakin menakutkan.


"I-iya, Gio. Biar Lisa dibawa ke rumah Bibi dulu. Bi! Bi! Tolong bawa Lisa pergi dulu," perintah Reno dengan panik.


"Baik, Tuan." Bibi langsung membawa Lisa pergi. Bukannya amukan Nindy mereda, justru makin menjadi.


"Aarrgghh! Jangan bawa pergi bocah itu! Aku butuh tubuhnya!" Nindy kembali geram dan berteriak dari dalam kamar yang sudah diberi pagar gaib oleh Gio.


"Mas Reno bisa panggil ustad atau kyai terdekat? Aku khawatir pagar gaib yang kupasang tadi tidak mampu menahan. Makhluk ini cukup kuat dan memangsa rasa amarah dan dendam Nindy," kata Gio yang cemas menatap pagar gaib yang tidak bisa dilihat Reno.


"Iya, baik. Aku percayakan padamu. Aku keluar dulu, ya." Reno langsung bergegas meninggalkan rumah. Takut jika istrinya terancam bahaya. Dia sangat takut akan keselamatan istrinya.


Entah apa yang terjadi hingga seperti ini. Karena tadi malam Nindy masih seperti biasa. Tidak ada hal yang berbeda, tetapi saat menjelang subuh, tiba-tiba tubuh Nindy demam dan kejang. Reno kaget dan Lisa menangis ketakutan karena melihat sesuatu. Reno langsung menelepon Gio dan Gilang. Ternyata Gilang sedang dibawa ke rumah sakit karena suatu hal dia tak sadarkan diri dengan luka di bagian dada memar. Gio segera ke rumah Reno saat tahu Nindy seperti kerasukkan.


Benar yang mereka takutkan, Nindy dikuasai makhluk gaib berwarna hitam itu. Gio mencoba membantu mengeluarkan makhluk itu, tetapi sangat sulit karena makhluk itu sudah memakan aura hitam yang Nindy keluarkan dari rasa amarah dan dendam. Gio pun langsung membuat pagar gaib yang kuat di sekritar kamar di mana Nindy berada di dalamnya. Setelah itu, keadaan semakin memburuk karena makhluk itu mulai melukai tubuh Nindy. Mulai dari memukul pintu, memecahkan cermin, dan membuat kegaduhan di dalam kamar agar Reno mau membukakan pintu. Gio merasa hal itu ada kaitannya dengan Gilang yang terluka secara misterius.


Beberapa saat kemudian, seorang lelaki berwajah teduh membukakan pintu. "Wa'alaikumsalam, Nak. Ada perlu apa? Silakan masuk dahulu," jawab Ustad Rizaldi yang sudah berusia hampir tujuh puluh tahun.


"Maaf mengganggu pagi-pagi, Ustad. Saya mau minta tolong. Istri saya kerasukan makhluk gaib sejak tadi menjelang subuh dan kondisinya memprihatinkan sekarang. Tolong kami, Ustad," ucap Reno yang tergesa-gesa. Takut jika Gio tak mampu menahan amukan makhluk itu. Bisa-bisa Nindy dalam bahaya.


"Baik, Nak. Saya paham. Sebentar, saya ambil sesuatu dulu." Ustad Rizaldi masuk ke dalam rumah untuk mengambil tasbih dan air bidara sertta minyak bidara. Reno menanti di depan dengan resah.


Setelah selesai bersiap, Ustad Rizaldi pun mengajak Reno bergegas pergi ke rumahnya. Sepanjang jalan, Ustad diam karena berdoa dalam hati meminta pertolongan dari Allah. Semoga semua berjalan dengan baik dan bisa tertolong tanpa ada yang terluka.


Gio yang berada di rumah Reno memang sudah kesulitan menahan makhluk gaib yang mulai mendobrak pintu. Terlihat makhluk itu sengaja membuat tubuh Nindy terluka parah agar pintu segera dibuka. Gio masih bertahan dan fokus menjaga pagar gaib itu.


Tepat saat kondisi Gio makin lemas, Reno datang bersama Ustad Rizaldi. "Assalamualaikum," ucap Ustad saat masuk ke rumah Reno.

__ADS_1


Jelas saja merasakan aura lebih kuat dari Gio, makhluk hitam itu kembali geram dan meronta sambil berseru tak berhenti. "Grrrrr ... beraninya kalian panggil tua bangka itu! Grrrrr ... kubuat mati wanita ini! Wanita busuk! Penuh rasa benci dan dendam! Ha ha ha ha ...."


"Jangan! Ustad. tolong bebaskan istri saya, Ustad," pinta Reno yang sangat ketakutan.


"Insyaallah, saya dan Allah pasti membantu. Nak Reno tenang dulu. Fokus baca ayat kursi. Bantu saya, Nak. Saya akan masuk ke kamar itu," kata Ustad Rizaldi membuat Reno dan Gio segera duduk dan melantunkan ayat kursi bersamaan.


"A'uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim ... allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm ... qul a'ụżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad ...  qul a'ụżu birabbin-nās. Maikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās. Minal-jinnati wan-nās."


Dua lelaki itu tak henti melantunkan doa demi keselamatan bersama. Sedangkan Ustad Rizaldi sudah masuk ke dalam kamar untuk berusaha mengusir makhluk hitam yang merasuki Nindy.


"Menyerahlah makhluk laknat! Keluar dari tubuh itu!" gertak Ustad Rizaldi sambil memercikkan air bidara ke tubuh Nindy yang sudah penuh luka.


"Aarrrggg! Sakit! Sakit! Dasar tua bangka ikut campur!" Makhluk itu masih saja melawan. Mereka pun terlibat pertarungan yang tidak seimbang. Tubuh Nindy yang ringkih tak bisa berbuat banyak ketika serangan dari Ustad Rizaldi beruntun menyerang.


Makhluk itu sudah melihat Lisa tadi pagi. Dia hendak mengambil Lisa tetapi tak bisa karena pagar di tubuhnya lebih kuat dari pagar di tubuh Nindy. Apalagi Gilang sudah dikalahkan terlebih dahulu, jadi dia mudah merasuki tubuh Nindy.


Ningsih dan anaknya sudah masuk area Yogyakarta. Tanpa sarapan, mereka tetap melaju menuju rumah Reno karena sangat khawatir dengan kondisi Nindy. Dalam hati, Ningsih berharap adanya Bima atau Alex untuk membantu meski nyatanya tak bisa lagi bertemu.


Beberapa saat kemudian, sampailah Ningsih dan anaknya di depan rumah Reno. Mereka langsung masuk setelah memberi salam. Terlihat para asisten rumah tangga pun tegang melihat kondisi itu. Reno dan Gio masih melantunkan doa. Sedangkan orang yang di kamar itu sangat gaduh.


...****************...


...PENGUMUMAN...


...Jika suka karya ini, jangan lupa VOTE ya guys^^...


...Bagi para pembaca JERAT IBLIS yang ingin masuk ke GRUP CHAT, baiknya memberi password saat masuk agar diterima. Sebutkan 3 pemain di Novel JERAT IBLIS. Lalu tulis itu saat hendak masuk grup. Hal ini diadakan karena mengikuti usul para admin demi kenyamanan sesama penghuni Grup Chat, mohon diperhatikan ya guys. Thanks^^...

__ADS_1


...Jangan lupa baca karya Author Rens09 berjudul The Hunter (Gambar Lee Min Ho) khusus untuk DEWASA ya karena 21++ ada adegan hot dan bunuh-bunuhan. Terima kasih^^...


__ADS_2