JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
JERAT IBLIS - 2 - BAB 67


__ADS_3

...🔥Kesedihan Alex dan Ketetapan Neraka 🔥...


Meski suasana di dalam Neraka penuh dengan siksaan dan gertak gigi, tidam bisa mengubah rasa sedih Alex yang kemarin melihat ibunya bersedih. Rasanya, Alex ingin mengubah semua sebisa mungkin. Namun, apa boleh buat. Semua harus di jalani karena jalan hidup Alex sebagai setengah iblis setengah manusia.


Sebenarnya, Tuan Lucifer sudah memberi tawaran untuk memilih ingin menjadi apa Alex nanti. Namun, Alex tidak mau melepaskan kekuatan iblis dalam dirinya dengan alasan ingin melindungi keluarganya. Jika Alex melepas kekuatannya untuk Tuan Lucifer, lantas jika ada hal buruk menimpa orang tuanya, siapakah yang akan membantu? Begitulah pemikiran sederhana yang Alex pikirkan.


Tuan Lucifer pun memutuskan untuk segera mengadakan pertemuan dengan ketujuh panglima yang memegang ketujuh lapisan neraka. Dia pun sudah mempersiapkan Bima, Evan, Alex, dan Lily sebagai pengawal dan beberapa iblis lainnya yang sudah terlatih untuk menjaga pertemuan itu agar lancar. Tak disangka, banyak hal terjadi. Beberapa dari para panglima itu tak ingin neraka dijadikan satu karena rasa egois dan hasrat menguasai di diri mereka.


Penguasa neraka lapis pertama dan kedua setuju kepada Tuan Lucifer. "Kami setuju, Yang Mulia Tuan Lucifer."


Namun, reaksi keempat panglima lainnya berlawanan. Mereka menganggap hal ini akan membuat para panglima menjadi lemah karena tidak mengatur kekuasaan lagi.


"Ha ha ha ha ... memang tidak salah aku memilih kalian sebagai panglima. Rasa egois dan hasrat lebih unggul selalu muncul di benak kalian. Ini yang membuat neraka selalu kalah dalam peperangan melawan penghuni cahaya. Kalian pikirkan kembali tawaran ini. Aku akan mengundang kalian lagi jika semua sudah tenang!" seru Tuan Lucifer yang kemudian meminta mereka bubar.


Tentu saja penguasa neraka itu tahu seperti apa hati para panglimanya. Menjadi penguasa lapisan neraka dalam ribuan tahun membuat mereka terlena akan kedudukan dan tak ingin menjadi satu dengan yang lain.


Sedangkan Tuan Chernobog terkejut saat melihat Bima. "Ka-kau? Bagaimana bisa kau belum musnah?" tanya Tuan Chernobog sebelum pergi ke tempatnya.


"Hamba mengabdi pada Tuan Lucifer." Bima menjawab hanya dengan satu kalimat.


Tuan Chernobog pun geram karena merasa ditipu. Selama ini dia mengira Bima sudah musnah setelah tidak menjadi anak buahnya lagi. Ternyata jalan hidup sungguh berbeda.

__ADS_1


Setelah pertemuan itu, neraka pun semakin panas karena para panglima hendak menghimpun kekuatan masing-masing untuk battle. Mereka berpikir jika pertempuran adalah jalan yang terbaik dalam menyelesaikan permasalahan ini.


...****************...


Suatu malam, Ningsih bermimpi. Dia melihat Alex datang. Dalam mimpinya, banyak hal yang Alex sampaikan. Termasuk tentang kesedihan. Alex memeluk erat tubuh Ningsih. Meski mimpi, semua terasa nyata.


"Ma, aku merindukan Mama. Papa juga merindukan Mama," ucap Alex saat memeluk tubuh Ningsih dengan erat.


"Sama, Alex. Mama juga kangen sekali dengan kalian. Apa kabar kalian di sana?" Ningsih mengusap wajah anak bungsunya yang masih berderai air mata.


"Kami baik-baik saja di sana. Memang sudah semestinya iblis di neraka kan, Ma? Ma ... maukah Mama mengabulkan satu permintaan Alex dan Papa?" tanya Alex yang jelas tak bisa Ningsih elak.


"I-iya sayang. Apa itu? Mama akan turuti."


Ningsih terdiam menatap Alex. Dia tahu jika anaknya berkata hal itu tulus dari hati. Seolah mengkhawatirkan dirinya yang selama ini sudah jauh menikmati kehidupan dalam dosa.


"Alex ... Mama akan mencobanya. Namun, apakah kita masih bisa berkumpul bersama?" tanya Ningsih menahan air mata.


"Ma, andai kita tak bisa bersama, kami akan selalu ada di hati Mama. Mama harus bisa hidup lebih baik dari saat ini. Kami tak ingin Mama nanti ikut tersiksa di neraka seperti orang-orang lainnya." Alex mencoba mengingatkan ibunya kembali.


"Ta-tapi ... Mama masih ingin bertemu kalian. Apakah tidak bisa kita hidup bersama seperti sebelumnya? Mama mohon bujuk Papamu untuk pulang."

__ADS_1


Seketika Alex melepaskan pelukan dari tubuh ibunya. Dia pun meminta Ningsih untuk mengikhlaskan semuanya. Andai kata tidak bisa bertemu lagi, Ningsih harus melanjutkan kehidupan dengan Wahyu sebaik mungkin. Hal itu membuat Ningsih menangis tersedu-sed. Wanita itu belum sanggup jika selamanya harus melupakan Alex dan Bima yang tak akan bisa kembali lagi.


"Jangan pergi! Jangan pergi Alex!" seru Ningsih bersamaan dia bangun dari tidur.


Ternyata sudah subuh. Suara ayam berkokok terdengar dari kejauhan. Waktu menujukkan pukul setengah lima pagi. Ningsih terbangun dengan napas yang memburu. Dia pun langsung menangis mengingat anak bungsu dan suaminya.


"Alex ... mengapa hanya datang lewat mimpi, Nak? Mama kangen kamu. Mama ingin kita bersama lagi. Hu hu hu hu ...." Tangis Ningsih terdengar menyayat hati.


Alex yang sebenarnya masih di sana pun tak kuasa melihat ibunya seperti itu. Tanpa pamit, Alex langsung pergi meninggalkan Ningsih. Tanpa disadari, air mata pun menetes. Dia berharap pesan terakhirnya akan benar-benar dijalankan oleh Ningsih. Karena Alex dan Bina sudah tahu siksa neraka bagi manusia yang menduakan Allah sangat mengerikan. Mereka terlalu menyayangi Ningsih hingga tak tega Ningsih tersiksa nantinya.


Sepertinya memang benar yang Wahyu katakan. Ningsih pun sudah lama tak melakukannya. Dia membuka lemari dan mencari di mana sajadah dan mukena yang sudah usang. Dia letakkan itu di kasur kamarnya. Segera dia ke kamar mandi untuk wudu.


Kucuran air menerpa tak hanya di wajah dan tubuh Ningsih, pun juga di hati dan pikirannya. Rasa tenang dan sejuk muncul bersamaan dengan rasa bersalah dan berdosa. Setelah wudu, Ningsih melangkahkan kaki ke dekat ranjangnya. Dia mengibaskan sajadah untuk segera bersimpuh setelah memakai mukenanya. Tangan Ningsih gemetar, hatinya berkecamuk. Apakah Sang Pencipta akan menerima taubatnya?


Ningsih pun mulai salat. Meski bertahun-tahun dia meninggalkan Tuhannya, Ningsih tetap ingat cara salat. Tubuhnya bergetar hebat. Rasa panas dingin terasa mengingat banyak dosa yang dia lakukan.


Setelah salat, dia pun berdoa. Menengadahkan kedua tangannya ke atas dan berucap, "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Baik dan Maha Pengampun. Hamba penuh dosa dan merasa tak layak kembali ke jalan-Mu, tapi Engkau merangkul hamba kembali lewat dua putra yang berbeda dunia. Mereka menasehati hamba dengan perkataan yang hampir sama. Ya Allah, sesungguhnya Engkau yang bisa mengubah segala sesuatunya. Jika memang hamba bisa bersama keluarga hamba, Engkau pasti sediakan jalan. Bahkan tidak mustahil bagi Engkau jika iblis pun bertaubat. Amin."


Ningsih mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Dia merasa hal yang sangat berbeda. Hatinya merasa tenang dan sejuk setelah salat dan berdoa. Dia merasa memang Allah yang membuat skenario pertaubatannya melalui nasehat kedua putranya. Ningsih pun menangis terharu. Dia sangat menyayangi keluarga beda dunia itu. Dia ingin adanya keajaiban untuk mengubah hidupnya, tetapi tetap bisa bersama Bima dan Alex.


...****************...

__ADS_1


...PENGUMUMAN...


...Bagi para pembaca JERAT IBLIS yang ingin masuk ke GRUP CHAT, baiknya memberi password saat masuk agar diterima. Sebutkan 3 pemain di Novel JERAT IBLIS. Lalu tulis itu saat hendak masuk grup. Hal ini diadakan karena mengikuti usul para admin demi kenyamanan sesama penghuni Grup Chat, mohon diperhatikan ya guys. Thanks^^...


__ADS_2