JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
BAB 81


__ADS_3

πŸ€ KEMBALINYA LEE DARI NERAKA πŸ€


Lily mulai meraja rela tak hanya di daerah Jakarta. Dia mencari jiwa-jiwa berdosa yang mau jatuh ke pelukannya di Singapura juga. Semua demi memenuhi seratus kuota jiwa orang berdosa untuk membangkitkan lelaki yang dicintainya, Lee.


"Malam ini... aku harus mencari pria hidung belang sebanyak lima orang agar genap sudah semuanya. Tak sulit menemukan lelaki seperti itu. Cukup buat profil menarik dan vulgar di jejaring sosial maupun aplikasi kencan. Maka dapatlah orang-orang tak berguna yang mau menukar jiwanya demi kepuasan nafsu dunia. Ha ha ha... Kadang aku menyesal menjadi manusia lemah. Aku lebih suka menjadi pengikut Iblis!" gumam Lily sambil mengechat beberapa orang yang sudah menghubunginya dari aplikasi kencan.


"Lily... kau sanggup memenuhi lima orang pada malam ini?" Asmodeus muncul di hadapan wanitaa berparas cantik itu.



Menjadi bodyguard wanita bukanlah hal yang mudah. Lily sengaja melakukannya demi bisa bersanding dengan Lee. Bukan hanya berlatih bela diri, kepandaian pun harus diasahnya demi mengimbangi tugas-tugas dari Tuan Lee. Secara kasarnya, Lily mengabdikan diri dan hatinya untuk Lee yang bersikap dingin dengannya.


Hal itu yang membuat Lily sangat kecewa ketika Lee membawa pulang Ningsih. Lily yang menemani Lee digantikan oleh janda yang ternyata bersekutu dengan iblis. Lily sangat sedih saat Lee dikabarkan bunuh diri. Meski dia melihat tubuh Tuan Lee yang tak bernyawa, dia tetap tak percaya jika Lee bunuh diri.


"Sanggup, Tuan Asmodeus. Setelah itu... tepatilah janji untuk menghidupkan Lee dan buat dia mencintaiku," lirih Lily dengan percaya diri.


"Sebelum tengah malam... semua harus kau genapi. Bulan purnama ini akan membantu memaksimalkan kekuatanku. Aku akan penuhi keinginanmu..."


Asmodeus pun menghilang setelah memberi petunjuk terakhir yang harus Lily lakukan. Dia bergegas bersiap untuk menemui satu persatu calon korban.


[Cantik, jadi 'kan kencannya?]


[Jadi... tapi di mana? Aku bingung...]


[Kalau begitu ke rumahku saja. Dekat Orchard... mau?]


[Ok. Send location ya.]


[Ya. Oiya, kamu mau kenalan dengan teman-temanku? Kebetulan mereka ada di sini.]


[Teman-teman? Ada berapa orang?]


[Denganku? Jadi berlima... kamu tidak malu kan?]

__ADS_1


[Dengan senang hati. Aku segera ke sana.]


Lily meletakan ponselnya di meja. Dia tersenyum puas.


"Ini yang dinamakan sekali tepuk dua tiga lalat kena... atau... sekali dayung lima pulau terlampaui? Ha ha ha... dasar lelaki bodoh!"


Lily bergegas ke alamat yang diberi kenalannya dari aplikasi chat. Tanpa takut... dia sampai di sana dengan percaya diri menekan bel rumah yang cukup besar. Seorang lelaki membukakan pintu dengan cepat.


"Miss L, ya?" tanya lelaki muda sekitar usia dua puluh tujuh tahun.


"Ya... SecretMan 'kan?" Lily memastikan dengan nama panggilan di aplikasi online itu.


"Betul. Wah kamu sangat cantik ternyata... silahkan bergabung di pesta kami."


"Pesta apa? Katanya hanya kumpul biasa..." Lily melangkahkan kaki jenjangnya ke dalam rumah mewah. Di ruang tengah, ada keempat lelaki lainnya.


"Kami menunggumu untuk berpesta. Bukankah kamu juga menginginkannya?" bisik lelaki itu sambil menutup dan mengunci pintu rumahnya.


Lily tersenyum nakal memandangnya. Sengaja dilakukan agar semua pekerjaannya lekas selesai. Mereka bermain bersama di ruang tengah. Tak ada satu pun yang luput dari bisikan gaib Lily. Mereka mengiyakan ajakan Lily demi bisa menyentuh tubuh wanita dalam genggaman Asmodeus itu.


Malam pun tiba... kelima lelaki itu bangun dari tidur dan tidak menemukan Lily di sana. Ruang tengah terlihat berantakan. Tiba-tiba terdengar alunan suara lagu Gloomy Sunday di kepala mereka. Bagaikan terhipnotis, mereka berlima memilih jalan sendiri-sendiri untuk mengakhiri hidup.


***


[Berita terkini... lima lelaki ditemukan tewas bunuh diri masal di sebuah rumah pada kawasan Orchard. Belum ditemukan motif bunuh diri masal ini, tetapi satu hal yang ditemukan penyidik yaitu mereka mendengarkan lagu Gloomy Sunday di ruang tengah. "Seorang gantung diri di dapur, seorang memotong nadinya di kamar mandi, seorang meminum racun serangga di kamar, seorang memakai kantong plastik di kepalanya hingga kehabisan napas, dan seorang yang menarik perhatian warga karena terjun dari atap rumah berlantai tiga itu. Mereka semua seperti habis berpesta dinruang tengah dan mendengarkan lagu lawas." Begitu keterangan penyidik. Sekian info dari saya.]


Lily tertawa terbahak-bahak melihat tayangan televisi. "Sebentar lagi... Tuan Lee... maksudku sayangku Lee akan kembali ke pelukanku. Ha ha ha ha.... Tuan Asmodeus datanglah... hadirlah... seratus jiwa berdosa dalam jerat hawa nafsu sudah kupersembahkan... sesuai janji hadirlah di sini... bangkitkan cintaku yang sudah di Neraka," Lily memulai ritualnya.


Dia meneteskan darah dari telunjuk jari tangannya ke foto Lee saat bersamanya.



"Bangkitkan dia... bangkitkan dia..."

__ADS_1


Asmodeus hadir dalam bentuk terbalut kobaran api. Dia memercikan darah Iblis di foto Lee. Seketika foto itu bagaikan terbakar dan membuat asap tebal berwarna abu-abu bercampur merah. Lily tak bisa melihat sejenak.


Tiba-tiba dari dalam gumpalan asap itu, ada tangan yang terulur. Lily menarik tangan itu dan terkejut... "Lee?"


Lelaki tak berpakaian itu membuka mata. Mata yang awalnya merah menyala lalu meredup dan berubah normal bersama menghilangnya asap.


"Lily... terima kasih mengembalikanku ke dunia..." ucap Lee sambil tersenyum. Tak kuasa menahan rindu, Lily memeluk erat tubuh lelaki yang bertahun-tahun menjadi tuannya.


"Lee... jangan pergi lagi. Tetaplah bersamaku... Aku sangat merindukanmu..."


Lee tersenyum melihat Asmodeus yang mulai menghilang. "Lily... tugasmu selanjutnya akan datang seiring bertambahnya hari... sekarang nikmatilah hidup bersama lelaki itu..."


"Terima kasih Tuan Asmodeus..."


Lily kembali menatap Lee. "Aku sudah menyiapkan pakaian favoritmu. Pakailah." Lily menyerahkan satu set pakaian yang sering dikenakan Lee. Lee mengambil dan memakainya.


Entah mengapa Lily merasa Lee agak sedikit berubah. Namun, kebahagiaannya bertemu lagi dengan pujaan hati membuatnya sangat senang. Malam purnama menjadi saksi, Lily membangkitkan Iblis dari neraka yang mengambil wujud Lee. Lily tak tahu jika dia membawa kegelapan di dunia.


"Stay with me, Lee... Jangan bersama wanita lain mana pun... Aku mencintaimu..." Lily memeluk tubuh Lee yang hangat.


Lee pun mengecup bibir Lily dan memberikan apa yang diinginkan wanita itu. Cinta dan kasih sayang dari Lee... begitulah yang Lily harapkan dan dipenuhi saat ini. Meski dengan cara yang salah.


"Lily sayang... setelah ini kita pergi ke Indonesia saja...." bisik Lee dengan lembut.


"Untuk apa? Jangan bilang mau mencari wanita licik itu!" Lily cemburu.


"Ha ha ha... kamu cemburu ya? Aku memang mencarinya... tetapi untuk balas dendam. Bukan hal lain. Sekarang aku paham siapa wanita yang pantas bersamamu... sebelumnya, mari kita ambil harta yang kusimpan di rumah pinggir hutan," lirih Lee sambil membelai lembut wajah Lily.


Mereka pun terhanyut dalam rasa cinta yang terbalut dalam kuasa kegelapan. Ningsih dalam bahaya. Bukan hanya karena perbuatannya, pun juga karena dendam. Lily menaruh dendam yang amat sangat pada Ningsih.


Bersambung....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


"Setiap perilaku manusia, baik atau buruk, semua pasti ada imbal baliknya. Semakin baik kamu bertindak hari ini, semakin baik pula masa depanmu. Sebaliknya, semakin buruk kelakuanmu hari ini, semakin gelap dan suram masa depanmu." ~Rens


Terima kasih sudah membaca^^ Bantu Share JERAT IBLIS yuk biar makin banyak yang suka dan membaca^^


__ADS_2