JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
JERAT IBLIS - 2 - BAB 9


__ADS_3

...🔥AKHIR MENGERIKAN 🔥...


Lukas menjalani hidup dengan Bella sebagai sepasang kekasih. Mereka aktif di channel YouTube dan juga Instagram untuk menghasilkan uang yang lebih banyak. Terlebih Bella selama ini memang sudah terkenal. Dia mengajak Lukas untuk berkolaborasi dan menaikkan rating dengan mempublikasikan hubungan mereka. Tentu saja hal itu sangat menguntungkan bagi Bella dan juga bagi Lukas yang termasuk pendatang baru.


Mereka tidak mengerti, jika apa yang mereka lakukan menarik banyak perhatian senior-senior YouTube channel dan juga selebgram. Jelas saja banyak yang mulai geram dengan Bella. Tentu saja Lukas tidak terkena dampak itu, kecuali para lelaki yang menjadi youtuber atau selebgram pasti merasa cemburu dengan Lukas. Sedangkan wanita lain, mereka sama seperti Bella, tergila-gila oleh Lukas.


Tidak terasa tiga bulan berlalu begitu cepat. Lukas sudah mulai mendapatkan benefit dari setiap program yang dia buat dengan Bella. Tentunya dengan crew konten yang solid. Mereka bisa membuat konten-konten yang menarik. Namun sayangnya, Tama berhenti menjadi crew Bella dan dia sudah tidak mau berkomunikasi lagi dengan Bella. Sesungguhnya, Tama sudah curiga sejak awal awal jika Lucas memiliki sesuatu yang mencurigakan. Namun, dia tak bisa membuktikan karena tak memiliki kemampuan indra keenam. Hanya prasangka saja.


"Sayang, hari ini kita ada janji mukbang sekaligus review makanan. Jadwal kuliahmu gimana?" tanya Bella saat menelepon Lukas.


"Oh, ok. Jam berapa? Kuliah terakhir jam dua siang. Tapi bisa bolos dulu. Aku jemput setelah ini, ya?" Lukas tentu saja lebih tertarik dengan pekerjaannya.


Saat ini, Lukas sudah memakai city car untuk memudahkan kegiatannya dalam bekerja dengan Bella. Dia menikmati tiga bulan ini tanpa ada gangguan yang berarti dari Dinda. Bahkan, Lukas mulai lupa dengan perjanjiannya dengan Dinda.


Sedangkan Dinda, saat ini memiliki pengikut dan calon korban lainnya. Dalam dunia ini, banyak sekali orang berbuat dosa yang sama. Bahkan saat ada contoh yang buruk pun, mereka tak akan berhenti berbuat jahat. Justru kejahatan menjadi motivasi dan membuat manusia semakin banyak berbuat dosa.


"Tiga bulan, kubuat kau bebas dan terlena. Kali ini, akan kuselesaikan semua dengan perlahan dan menyakitkan." gumam Dinda menatap Lukas dari kejauhan.


Lukaa tak sadar jika segala kemudahan yang didapat adalah campur tangan Dinda. Sengaja Dinda membuat Lukas sukses dengan waktu singkat dengan pesona yang berasal dari Dinda.


...****************...


Setelah Lukas dan Bella melakukan mukbang dan review makanan di restauran terkenal, mereka pun segera pergi. "Wah, kalau tiap hari begini, cepat kaya kita!" seru Lukas sambil menyetir mobil.


"Iya, sayang. Kalau tabungan kita sudah banyak, ayo kita menikah." kata Bella membuat Lukas terkejut dan tak sengaja mengerem mobil mendadak.


Tanpa Lukas sadari, hal itu membuat dirinya dalam masalah besar. Sebuah truk menabrak mobil Lukas dan seketika city car itu terseret jauh.


"Aaaaaa!" teriak Bella yang langsung meninggal seketika saat pintu mobil menghimpitnya. Kepala Bella pecah dengan posisi menatap Lukas. Dua bola mata Bella seakan hendak lepas.


Lukas membuka matanya. Seluruh badan terasa sakit dan Lukas tak bisa menggerakkan tubuhnya. Dia melihat wajah Bella yang hancur dan bola matabyang hampir lepas. "Aaaa ... tolong! To-tolong!" teriak Lukas sebisa mungkin.


Lukas pun terhimpit kursi mobil yang mendorong ke stir mobil. Tubuhnya seakan sudah remuk, darah terlihat mengakir, tetapi kesadarannya masih terjaga untuk saat ini. Beberapa saat kemudian, terdengar sesuatu yang memekakkan telinga. Lalu, Lukas pun pingsan.

__ADS_1


Tim penyelamat datang, dari kepolisian, medis, maupun damkar. Mobil yang dikendarai Lukas hacur rengsek di bagian belakang hingga menekan ke bagian depan. Truk besar itu benar-benar menabrak dengan kecepatan tinggi dan membuat hancur city car itu.


Setelah usaha yang keras, akhirnya tim penyelamat bisa menolong tubuh Lukas yang patah tulang dan kondisi kritis. Lukas berada di antara hidup dan mati. Medis langsung membawa Lukas ke ICU.


"Patah tulang punggung, tulang tangan kanan, tempurung kaki retak, dan pendarahan di kepala. Bagaimana, dok? Kita lanjutkan operasinya?" tanya seorang dokter ICU pada dokter lainnya.


Mereka menatap iba dengan kondisi pemuda yang terbaring di meja operasi. Kemungkinan hidup yang kecil membuat mereka tak yakin bisa menyelamatkan Lukas.


"Kita coba selamatkan dia sebisa mungkin."


Operasi pun berlangsung mendebarkan. Saat hendak selesai, tanpa disangka Lukas membuka mata. Entah obat bius yang diberikan harusnya untuk tiga jam ke depan. "Aaaa ... sakit! Sakit!" teriak Lukas yang mulai panik.


Dokter dan perawat yang berada di ruangan operasi mencoba menahan Lukas yang meronta-ronta. Namun, Lukas semakin ketakutan dan coba menggerakkan tubuhnya. Dia pun terjatuh dari meja operasi dan terjadi pendarahan. Dia mencoba merambat, seorang dokter menyuntik obat bius pada Lukas, tetapi seakan tak berefek. Lukas merasakan sakit yang luar biasa. Dia meninggal dengan cara yang mengerikan.


Hal itu membuat semua petugas medis takut jika terjadi hal yang tak diingkan atau tuntutan dari pihak luar. Mereka pun melakukan pemberesan dan merahasiakan kejadian itu. Setelah semua sudah rapi seperti semula. Mereka pun keluar dari ruang operasi dan mengabarkan jika nyawa korban tidak bisa tertolong karena banyaknya pendarahan dan operasi yang berlangsung belum selesai saat korban meninggal.


Mama Fani yang tahu hal itu langsung pingsan. Dia tak menyangka jika pengasihan dan pelet yang dilakukan putranya dengan Dinda membawa kesengsaraan pada Lukas hingga kematian tragis.


Setelah pingsan satu jam, Mama Fani bangun dan orang tua Gio, serta orang tua Angel berada di sana. Sedangkan Gio mengikuti prosedur untuk pemakaman korban kecelakaan dan juga memberi tahu keluarga Bella.


...****************...


Boy termenung memikirkan wanita yang menjadi pujaan hatinya. Dia menyeduh green tea dan menatap pantai dari balkon atas. Mengingat hal indah yang dia lalui bersama Dinda meski hanya sehari saja.


"Kenapa bengong? Apakah ini yang kamu lakukan beberapa bulan ini?" lirih Dinda di belakang Boy. Seketika Boy langsung menengok ke belakang dan sangat bahagia melihat Dinda di sana.


"Aku merindukanmu." ucap Boy yang langsung memeluk Dinda. Dinda hanya tersenyum.


"Aku tak peduli kenapa dan mengapa kamu pergi jauh dan sangat lama. Aku tak peduli bagaimana kamu bisa masuk ke tempat ini padahal pintu terkunci. Aku hanya mengkhawatirkanmu." batin Boy yang sebenarnya sadar ada hal aneh dengan Dinda. Namun, cinta mengalahkan segala curiganya.


"Iya, aku sudah di sini. Ada apa?" kata Dinda seakan tak merasakan apa pun dengan Boy.


"I-iya. Tinggal di sini untuk beberapa saat?" tanya Boy yang gugup di hadapan Dinda.

__ADS_1


"Mungkin ... tapi jika ada hal penting, aku akan pergi secara tiba-tiba. Jadi, jangan berharap banyak padaku. Saranku, setelah ini kembalilah ke Korea. Tidak ada gunanya menungguku seperti ini. Menyedihkan!"


Dinda seakan kaku dan berhati dingin. Namun, Boy tahu jika hal itu Dinda lakukan untuk menyembunyikan sesuatu. Entah luka hati atau kekecewaan yang Dinda tutupi dari dunia, Boy bisa merasakannya.


"Dinda ... apakah kau percaya reinkarnasi?" tanya Boy kepada wanita cantik di hadapannya.


"Aku tak percaya itu." jawab Dinda acuh.


"Aku merasakan jika kita ini sesungguhnya dekat di masa lalu. Sejak pertama melihatmu, aku yakin kau orang yang kucari selama ini." ucap Boy yang membuat Dinda mengerutkan dahinya.


"Tak mungkin. Aku masih Dinda yang sama yang o


pernah hidup ratusan tahun yang lalu. Kamu salah orang!"


"Tak mungkin salah. Aku tak peduli apakah kamu manusia atau tidak, tetapi aku yakin itu kamu." Boy pun menggenggam erat tangan Dinda.


"Dasar lelaki tak waras!" umpat Dinda dalam hati.


Dinda tak tahu jika waktu bisa mengubah segalanya. Termasuk segala kegelisahan hatinya, dendam yang membuat Dinda tega menyerahkan jiwa-jiwa berdosa pada Tuannya.


Hari itu, Boy mengajak Dinda melakukan banyak hal yang menyenangkan. Mengajak Dinda berjalan-jalan ke pantai, melihat keindahan di Bali. Boya senang bisa bersama Dinda. Meski Dinda hanya biasa saja. Tidak merasakan hal yang spesial, saat itu.


...****************...


Pemakaman Lukas dan Bella berlangsung dengan haru. Beberapa kali orang tua Bella memaki Mama Fani karena merasa Lukas yang menyebabkan kecelakaan, meski pihak penyidik sudah menahan sopir truk yang mengakibatkan kecelakan. Tetap saja emosi dan kesedihan orang tua Bella meledak lada Mama Fani yang sudah sedih dan terpuruk. Beberapa kali para pelayat pun memisahkan ketika mamanya Bella memaki Mama Fani.


"Lukas sudah pergi ... sekarang semua orang menyalahkan. Apa lebih baik aku menyusul putra dan suamiku?" lirih Mama Fani seusai pemakaman.


"Jangan, Tante. Tante tenangkan hati dulu. Gio akan menemani Tante. Tante jangan patah semangat. Ikhlaskan Lukas, Tante." kata Gio mencoba menenangkan mamanya Lukas.


"Gio ... apakah Tante masih pantas hidup? Kamu tahu sendiri apa yang Tante dan Lukas lakukan, bukan? Kamu indigo, pasti tahu semua itu karena apa." gumam Mama Fani dengan langkah gontai meninggalkan pemakaman.


Gio meminta orang tuanya untuk mengantarkan Mama Fani ke rumah dan meminta izin sementara menemani Mama Fani di rumah sampai seratus hari. Awalnya menjadi perdebatan karena orang tua Gio khawatir karena Angel sudah meninggal dan sekarang Lukas, orang tua Gio takut jika anaknya juga mengalami kesialan.

__ADS_1


"Papa, Mama, jangan berpikir seperti itu. Gio akan baik-baik saja. Justru Tante Fani kalau sendirian bisa-bisa berbuat nekat. Beliau terlihat frustasi karena hal ini. Kalau Gio sendirian tak boleh di sana, ayao Papa Mama juga ikut menemani sampai seratus hari." kata Gio menjelaskan.


Terpaksa, orang tua Gio mengizinkan anaknya menghibur dan tinggal di rumah Fani terlebih dahulu. Mereka akan tetap mengunjungi beberapa hari sekali karena kesibukan pekerjaan mereka. Gio pun bersyukur orang tuanya mau mengerti. Dia berharap bisa menyelamatkan Tante Fani yang sedang putus asa karena Gio melihat gumpalan awan hitam di atas kepala Tante Fani. Aura gelap itu biasanya terlihat jika seseorang akan meninggal. Gio takut jika tak bisa menyelamatkan mamanya Lukas yang sebenarnya dari dulu sudah menggunakan hal sesat.


__ADS_2