
...🔥 SESUATU YANG MENGERIKAN 🔥...
Suasana di rumah Angel sangat mengaharukan. Beberapa kali mamanya Angel pingsan karena belum percaya dengan apa yang dia lihat. Tidak hanya pelayat, garis kuning pun menghiasi sekitar rumah Angel karena pihak kepolisian menangani langsung kasus bunuh diri yang tak wajar itu.
"Sabar, ya. Sabar." kata Fani berkali-kali kepada mama Angel sambil menggosokkan minyak angin ke pelipis dan hidung.
Sejak pagi tadi pihak kepolisian sudah datang karena tetangga dari orang tua Angel menelepon. Angel meninggal dengan cara bunuh diri di dalam kamarnya. Dia menyayat tangan berkali-kali, hingga menusuk tubuhnya sendiri. Darah berceceran di mana-mana dan ada tulisan di cermin kamar dengan darahnya. Tulisan itu hanya satu kata yaitu LUKAS.
Polisi sudah mengamankan tempat perkara dan orang tua Angel mencoba menelepon Lukas dengan handphone Angel. Namun, belum bisa berbicara karena Lukas terbangun karena panggilan masuk dari mamanya.
Sesampainya di rumah Angel, Lukas segera memarkirkan motornya dan berjalan dengan langkah gontai. Seakan tak percaya dengan kabar itu.
"Gel ... Angel ... ini bukan kenyataan, kan? Ini hanya bercanda, kan?" seru Lukas saat mendekati kerumunan warga yang melayat dan menunggu jenazah Angel selesai autopsi.
"Lukas ... sabar, Nak. Sabar, ya," kata Fani yang segera menghampiri putranya.
Orang tua Angel yang melihat Lukas langsung gelap mata mencaci maki Lukas di depan para pelayat. "Gara-gara kau! Pasti gara-gara kau, anakku meninggal! Jangan-jangan kamu yang bunuh Angel, ya!" teriak mama Angel yang histeris.
Sedangkan papa Angel justru langsung melayangkan satu pukulan di wajah Lukas tanpa sepatah kata apa pun. Sontak saja hal itu membuat gaduh dan polisi serta para pelayat melerai hal itu.
Lukas tak mengerti mengapa mereka menuduhnya. "Apa maksud kalian? Angel itu pacarku, kekasihku. Tak mungkin aku membunuhnya!" seru Lukas membela diri.
"Sabar, Nak. Sudah tidak apa. Ikhlaskan kepergian Angel," ucap Fani menenangkan anaknya agar tidak membalas perlakuan orang tua Angel.
Lukas merasa terpukul akan kejadian ini. Setelah polisi memberi beberapa pertanyaan dan mengambil kesimpulan karena hasil autopsi sudah keluar, mereka pun segera memakamkan jenazah Angel. Lukas masih tak bisa menerima kematian Angel yang mendadak seperti itu. Apalagi bunuh diri yang tak wajar, hal itu membuat Lukas teringat wajah Angel yang berada di balik jendela saat malam tadi.
Setelah selesai pemakaman, Lukas pun mengajak mamanya untuk segera pulang. Sugguh, banyak hal yang Lukas tak mengerti. Kematian Angel menjadi misteri yang belum terpecahkan bagi Lukas.
...****************...
Seminggu kemudian ....
Hari ini, Lukas mulai kuliah kembali. Namun, dia masih mengabaikan semua panggilan dan pesan di handphonenya. Bahkan, Bella mencoba mencari dan mendatangi rumah Lukas pun diabaikan.
Lukas menjadi pendiam karena dia merasa kehilangan Angel. Seminggu bukan waktu yang sebentar untuk mengurung diri. Namun, waktu yang menyakitkan untuk mengenang kepergian kekasih yang mendadak.
Sesampainya di kampus, banyak teman yang mencoba menghibur Lukas. Mereka tahu soal kematian Angel yang mengerikan itu. Namun, Lukas tak ingin membahasnya. Seakan dia merasa Angel masih ada bersamanya. Hanya saja sedang pergi sesaat. Lukas belum bisa mengikhlaskan kepergian kekasihnya yang sebenarnya karena ulah Lukas sendiri.
"Lukas ... yang sabar, ya. Kami turut berduka cita, ya."
"Sabar, ya."
Teman-teman Lukas menasehati dan menguatkan hati Lukas. Sedangkan Lukas, ingin rasanya pergi dari kampus. Sudah muak mendengar kata-kata duka cita dari teman-temannya.
Setelah selesai perkuliahan, Lukas segera pulang. Namun, Lukas melihat ada Bella menanti di depan gerbang sekolah. Lukas terkejut melihat Bella di sana.
__ADS_1
"Lukas ... kenapa kamu menghilang? Aku telepon dan sms nggak balas." kata Bella menghampiri Lukas.
"Maaf ... aku nggak buka handphone sama sekali." jawab Lukas perlahan.
"Selama seminggu?"
"Kamu tahu 'kan kalau Angel meninggal? Lalu, kamu pikir aku ini tak memikirkannya? Tak bersedih?" pungkas Lukas pada Bella.
Bella sebal mendengar jawaban Lukas. Dia pun mengarang cerita. Membuat drama agar menarik perhatian Lukas.
"Lukas, aku ini sampai sakit memikirkan kamu. Kenapa kamu lupakan aku begitu saja." Bella pun mulai menangis untuk membuat Lukas simpati.
"Jangan menangis. Please. Iya, sorry. Aku nggak lupa kamu." ucap Lukas yang kemudian memeluk Bella agar tidak menangis dan membuat perhatian para mahasiswa kepadanya.
Bella tersenyum dalam pelukkan Lukas. Dia merasa memenangkan perhatian Lukas.
Dinda berada di sana. Berada di sudut tempat parkir dekat pohon besar. Dia menatap lelaki yang sudah membuat perjanjian darah dengannya. "Dosa itu ... aromanya sangat memabukkan. Dosa itu ... saling terikat satu dengan yang lainnya. Sekali kamu masuk dalam dosa, akan ada dosa-dosa lainnya yang mengikutimu dan menjeratmu." gumam Dinda dengan senyum mengembang melihat Lukas memeluk wanita yang licik itu.
Bella melakukan hal yang tidak diketahui Lukas. Saat Lukas bertukar keringat dengannya, Bella secara diam-diam melakukan telepon ke Angel. Bella sudah mengincar Lukas sejak lama. Pemikat yang Dinda beri ke Lukas berdampak luar biasa. Terlebih bagi orang yang sudah menyimpan iri dengki, akan semakin mudah terkena pengaruh itu.
Bella sengaja membuat Angel mendengar suara Lukas yang sedang bercinta dengannya. Bella menggunakan privat number jadi Angel tak tahu jika itu perbuatan Bella. Bahkan setelah meninggal pun, tidak ada yang menyadari jika ulah Bella yang membuat Angel sedih, marah, dan bunuh diri dengan cara mengenaskan.
...****************...
Setelah bertemu Bella, Lukas mulai berangsur membaik. Dia mencoba melupakan Angel meski rasanya sulit. Satu hal yang Lukas lupa, perjanjiannya dengan Dinda tetap berlanjut, bukan? Meski Angel sudah tiada.
"Ampun ... aku tak bisa lagi karena Angel sudah tiada. Ampun." ucap Lukas ketakutan saat Dinda datang.
"Kenapa takut? Aku tidak melukaimu, 'kan?" kata Dinda yang mendekati Lukas di dalam kamarnya.
Pesona Dinda tak terelakkan. Meski Lukas menahan agar tidak tergoda, pesona itu kuat. Sebuah daya tarik magis yang memikat tetapi sangat terasa horror. Pesona Dinda yang luar biasa, malam itu tak bisa Lukas tolak. Seperti malam-malam purnama lainnya, Lukas terhanyut dalam keinginan duniawi. Merengkuh wanita Iblis yang ada dipelukkannya.
Lukas terhanyut dalam gelapnya JERAT IBLIS hingga lupa segalanya. Pesona dan kharisma Lukas semata hanya karena persekutuannya dengan Dinda. Saat itu, sesuatu yang mengerikan terjadi. Seusai Lukas bercinta, Dinda pun menghilang. Tak disadari, sosok yang Lukas kenal berada di sampingnya.
"Lukas ... aku mau bersamamu. Kamu sudah membuatku tersiksa. Ayo kita sama-sama hidup di neraka" lirih sosok yang Lukas kenal.
"Angel?" Lukas segera duduk di ranjang dan menatap sosok Angel yang berlumuran darah.
"Lukas ... ayo ikut denganku di neraka."
Angel pun memutar kepalanya hingga seratus delapan puluh derajat dan menatap Lukas. Sontak hal itu sangat membuat Lukas ketakutan. Lukas berteriak di dalam kamarnya. "Hantuuu!!!"
Mama Fani yang dengar teriakan Lukas, segera berlari ke kamar Lukas. "Ada apa, Lukas? Ada apa?" tanya Fani pada anaknya.
__ADS_1
"Mama! Ada hantu, Ma!" seru Lukas sambil melonjak dan memeluk mamanya.
"Hantu apa? Mana?" tanya Fani yang mengedarkan pandangan ke segala arah.
"Tadi, Ma. Ada hantu Angel! Hantu Angel menakutkan banget, Ma." Lukas gemetaran.
Fani rasa anaknya tak mungkin bercanda. Namun, dia tidak melihat di mana hantu itu. "Kamu kecapekan, sayang. Mungkin halusinasi kamu saja. Doakan Angel agar tenang di sana. Jangan terlalu dipikirkan." ucap Mama Fani mencoba menenangkan anaknya.
"Aku belum gila, Ma! Tadi sungguh aku melihatnya!" protes Lukas karena mamanya tak mempercayai.
Fani pun merasa bersalah telah mengajak anaknya pergi ke Dinda. Sepertinya Lukas mulai menjadi gila. "Lukas, kita besok ke Nyi Pelet lagi. Mama akan minta perjanjian berakhir karena Angel sudah tiada," kata Mama Fani mencoba menyelesaikan permasalahan itu.
"Tak bisa, Ma. Aku sudah terlalu jauh. Arrrg! Bodohnya aku!" rutuk Lukas pada diri sendiri.
"Terlalu jauh apa? Katakan pada Mama. Apa yang kamu lakukan?" selidik Mama Fani yang mendapatkan jawab mengejutkan.
"A-aku ... aku sudah tidur dengannya." lirih Lukas yang malu mengakui.
"Tidur dengan siapa? Katakan yang jelas!"
"Maafkan Lukas, Ma. Lukas sudah berhunungan dengan Dinda Nyai Pelet. Lukas bersalah!"
Seketika Fani merasa sesak di dada. Dia tahu suatu hal pantangan bagi lelaki yang terpikat oleh Dinda dan berhubungan dengan Dinda, pasti akan mati. Nyi Pelet akan membawa lelaki tersebut ke dalam neraka.
"Tidak! Katakan kalau ini bercanda! Mama sudah memperingatkanmu, kan? Katakan ini hanya bercanda saja!" teriak Mama Fani yang tak bisa terima Lukas melakukan kesalahan fatal.
Kesalahan yang membuat nyawanya sendiri terancam. Mama Fani menangis. Ia memeluk putranya.
...****************...
Sedangkan di tempat lain ....
Orang tua Angel yang masih syok atas kehilangan Angel belum menempati rumahnya lagi. Hal itu karena bayanyan Angel masih melekat di benak mereka.
Orang tua Angel merasa semua ada kaitannya dengan Lukas. Mereka pun mencoba bertanya kepada tetangga sekitar rumahnya. Apa yang sebenarnya terjadi ketika mereka pergi.
Orang tua Angel mendapatkan kenyataan pahit jika putrinya sering membawa Lukas pulang ke rumah. Para tetangga tahu, tetapi tak berani menegur karena orang tua Angel posisi tidak di rumah.
Para tetangga pun tak menyangka jika Angel berakhir dengan bunuh diri. Mereka pun ikut curiga terhadap Lukas yang belakangan ini sebelum Angel meninggal, jarang menemui Angel lagi.
" ... begitu ceritanya. Jadi, pemuda itu beberapa hari nggak kesini dan Angel sering mengamuk di rumah hingga akhirnya justru bunuh diri." jelas salah seorang warga saat berbicara dengan orang tua Angel.
"Kalau begitu, Lukas harus mendapatkan balasannya! Sudah kuduga, dia pasti membuat Angel bersedih hingga gelap mata berbuat seperti itu!" gumam papanya Angel dengan tangan mengepal.
"Kita harus kumpulkan bukti yang kuat, Pa." lirih mamanya Angel.
__ADS_1
"Bukti apa lagi? Kita balas dengan hukum yang kita buat saja. Tidak ada keadilan jika nenurut hukum negara ini!" tegas papanya Angel yang merencanakan membalas dendam pada Lukas.