JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
Cuplikan - 2


__ADS_3

πŸ™„ Hai ... hai ... Author kece nongol lagi. Jangan bosen, ya! Meski JERAT IBLIS SEASON 2 sudah ending alias tamat, Author kali ini mau bagikan cuplikan EXORCISM. Tapi sebelum beri cuplikannya ... Author mau panggil Bima dulu. Bima! Bima! Bima!


Clinkk!


πŸ˜‰ Ada apa panggil, Rens? Kangen, ya?


πŸ™„ Hidih ... kepedean. Nih, mau kasih cuplikan EXORCISM soal Si Lauren. Kamu mau bantu intro, nggak?


πŸ˜‰ Boleh ... tapi kalau Bima muncul terus, ntar makin banyak yang mau daftar jadi istri Bima? #eh


πŸ™„ Nggak usah genit, dah! Nanti Rens kasih tahu si Ningsih baru tahu rasa!


πŸ˜‰ Ampun Rens ... ya udah. Bima bantu promosi, deh. Buat para pembaca setia JERAT IBLIS jangan lupa baca EXORCISM yaa ... berikut cuplikannya.


...****************...


...EXORCISM - episode 19 -...


...POV LAUREN (AKU \= LAUREN)...


Polisi datang ke rumah Tuan Cloude untuk menginterogasi tentang hal apa yang sebenarnya terjadi. Aku harus tenang menghadapi pihak penyidik dari kepolisian. Apalagi, aku dan Daniel bukan asli warga sini.


"Sebenarnya, apa yang terjadi di sini? Kami akan menahan paspor kalian, jika kasus ini belum menemukan titik terang," tanya polisi kepadaku dan Daniel. Mereka seakan langsung memojokkan aku dan Daniel. Belum sempat aku menjawab, Tuan Cloude langsung menjawab.


"Pak Polisi, saya dan istri saya yang meminta bantuan karena putri kami mengalami kerasukan iblis. Lauren dan Daniel ini sering membantu kasus kerasukan iblis di banyak tempat. Adik saya, Lou, yang mengirim surat kepada Lauren agar ke sini. Jadi, apa yang terjadi bukan karena hal berkaitan dengan hukum. Kami harap dengan kejadian ini, tidak membuat pihak kepolisian khawatir. Kami mohon maaf dan berhubung putri kami sudah dimakamkan, jangan diperpanjang lagi hal ini," jelas Tuan Cloude yang tak mau aku dan Daniel mendapatkan masalah.


"Tapi dari hasil laporan medis, meninggalnya Jane tidak wajar karena pendarahan dan keguguran. Kami takut, jika ada malpraktek di sini. Apalagi Jane belum tercatat menikah, bukan?" ujar polisi kembali.

__ADS_1


"Tidak, Pak. Tidak ada hal seperti itu di sini. Bukankah kasus pemerkosaan Jane sudah menyeruak kabarnya? Bahkan, para pelakunya meninggal mengenaskan. Kalau begitu ... Saya akan menjadi penjamin Daniel dan Lauren," pungkas Bapa Michael pada ketiga polisi itu.


"Baik kalau begitu, kami permisi."


Polisi itu pergi karena Bapa Michael menjadi penjamin ku dan Daniel. Aku sangat bersyukur karena dalam kondisi seperti ini, aku dan Daniel bisa dalam kesulitan karena bukan asli warga sekitar.


"Bapa ... terima kasih banyak atas bantuan Bapa terhadap aku dan istriku," ujar Daniel yang mendahului aku untuk berterima kasih.


"Tak apa, Daniel. Kamu dan Lauren adalah orang baik. Aku akan mengurus penyelidikan itu agar tidak memberatkan kalian. Lagi pula, kamu di sini hanya sampai tujuh hari, bukan?"


Hari itu ... Minggu kelabu yang membuat hati Tuan dan Nyonya Cloude bersedih. Hari yang sama juga menyayat perasaanku. Meski aku merasa gagal, perkataan Bapa Michael ada benarnya juga. Semua kehendak Tuhan.


Aku dan Daniel sebenarnya hendak pindah ke penginapan saja sambil menanti hari ketujuh. Namun Tuan dan Nyonya Cloude tidak mengizinkan kami ke penginapan.


"Lauren ... Daniel ... kalian tetap di sini saja. Kamu juga, Lou. Bapa Michael sudah kembali ke gereja, baiknya kalian tetap di sini menemani kami," pinta Tuan Cloude padaku dan yang lain.


Aku menatap Daniel dan Paman Lou. Mereka merasa tak enak hati, jika meninggalkan Tuan dan Nyonya Cloude sendirian setelah meninggalnya Jane. Kami putuskan untuk bersama mereka sampai hari ketujuh. Setelah doa tujuh hari, aku dan Daniel akan pulang.


...****************...


Tujuh hari kemudian ....


Aku sebenarnya tak memahami yang terjadi. Mengapa Jane meninggal? Padahal iblis terakhir yang ditubuhnya sudah berhasil diusir. Aku yakin hanya ada tiga iblis di dalam tubuh Jane. Mengapa harus berakhir dengan kematian?


Sejak kemarin, aku merenungkan hal ini. Namun seakan tak bisa menemukan keganjilan apa yang terjadi. Meski Jane sudah tiada, aku masih bisa merasakan aura negatif di rumah ini. Aku sudah meminta Daniel membantu doa untuk pembersihan rumah dari roh jahat, tetapi masih saja ada rasa yang menggangu ketenangan hatiku.


Hari ini hari ketujuh .... Doa Rosario bersama diadakan di rumah ini. Aku dan Daniel ikut mendoakan Jane dan memberi semangat kepada Tuan dan Nyonya Cloude.

__ADS_1


Sore itu sekitar pukul empat saat doa baru saja selesai diadakan, angin tiba-tiba bertiup kencang. Awan mendung langsung tergulung angin hingga menutupi seluruh langit di desa. Aku merasakan ada hak buruk yang akan terjadi. Para warga yang selesai berdoa bergegas berpamitan untuk pulang. Satu per satu dari mereka pergi dari rumah ini.


"Daniel ... tolong katakan ke Bapa Michael untuk berjaga. Ada hal buruk yang mungkin bisa saja terjadi. Aku merasakan sesuatu," bisikku pada Daniel.


Daniel yang paham langsung menghampiri Bapa Michael di depan rumah. Aku pun segera ke dapur menghampiri Nyonya Cloude dan Paman Lou karena Tuan Cloude dan Bapa Michael berada di teras.


"Nyonya Cloude ... apakah kamu merasakan ...." Aku terkejut melihat Nyonya Cloude dan Paman Lou sedang melakukan hal yang tidak senonoh.


Ternyata selama ini aku ... Daniel ... Tuan Cloude ... bahkan Bapa Michael tertipu. Bukan Jane yang menjadi korban utama iblis tersebut. Mereka tidak mengincar janin di dalam perut Jane karena tahu tubuh Jane tidak akan bertahan karena kerasukan tiga iblis. Ternyata ... Nyonya Cloude .... Bagaimana mungkin mereka bisa menyembunyikan semua ini? Iblis itu sangat memperdaya aku dan yang lainnya.


"Apa yang kalian lakukan?! Daniel! Tuan Cloude! Bapa Michael!" teriakku histeris.


Sempat aku melihat wajah Nyonya Cloude yang tersenyum licik menatapku dan kemudian menurunkan kembali roknya. Paman Lou langsung mengenakan kembali celananya dengan benar dan seolah-olah tak terjadi apa-apa. Aku yakin, sebenarnya Nyonya Cloude yang menyebabkan semua ini. Dia sedang mengandung janin dari hubungan terlarang dengan adik iparnya. Dia ... dia yang kerasukan iblis mengerikan atau justru hanya terhasut saja, yang pasti ... janin itu dinanti kelahirannya oleh ketiga iblis yang merasuki Jane.


"Ada apa, Lauren?"


Daniel langsung ke dapur disusul Tuan Cloude dan Bapa Michael. Aku bingung bagaimana menjelaskannya.


"Lauren ... kamu kenapa seperti bingung?" Nyonya Cloude mendekati aku dan memegang pundakku. "Ini sudah hari ketujuh, kamu dan Daniel akan pulang, bukan? Tiket penerbangan malam ini, bukan?"


Aku akhirnya mengetahui, para iblis itu sudah menipu aku dan Bapa Michael. Bahkan, mereka pandai menutupi kejahatan serta kebejatan yang terjadi. Paman Lou mengundangku ke sini bukan untuk menolong Jane, melainkan untuk menyembuhkan Nyonya Cloude. Licik! Kalian sangat licik! Aku harus berkata apa kepada Tuan Cloude, Daniel, dan Bapa Michael?


Ini sangat memalukan. Apakah mereka bisa menerima, jika aku mengatakan yang baru saja aku lihat?


...****************...


...Baca selengkapnya di EXORCISM, ya!...

__ADS_1


Author Rens09 beserta jajaran tokoh utama JERAT IBLIS, The Hunter, dan EXORCISM mengucapkan selamat tahun baru 2021 πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰



__ADS_2