
Menerjang dinginnya malam, Santi tetap mengendarai roda empatnya, segera menuju rumah PakLek Darjo. Melihat dari kaca mobil, ibu dan adiknya sudah tertidur lelap. Perjalanan Yogyakarta - Salatiga sangat sunyi. Membuat siapa pun yang melintas akan terhanyut dalam rasa kantuk.
"Sebentar lagi sampai." gumam Santi bicara pada dirinya sendiri.
Rumah luas di tengah area persawahan terlihat jelas dengan lampu yang masih menyala. "Alhamdulilah, sampai." Santi pun berusaha membangunkan ibu dan adiknya.
Ratih dan Reno pun bangun. Santi mengetuk pintu rumah PakLek. Seorang lelaki berusia lima puluh tahunan keluar dengan sarung melilit di pinggangnya.
"PakLek!" Santi langsung mencium tangan lelaki itu.
Meskipun PakLek Darjo adik dari mendiang ayah Santi, usianya sudah terbilang tua. Karena jarak usia ayah dan ibu Santi sekitar dua puluh tahun. Ya, tidak diragukan jika Ratih masih cantik dan segar.
"Masuk, Nduk. Ajak adik dan ibumu juga. Kalian langsung istirahat saja. Sudah larut dan hampir fajar. Bercerita bisa esok hari."
Seakan mengerti rasa lelah hinggap di tubuh Santi, kalimat PakLek membuat Santi nyaman untuk istirahat. Mereka pun tidur dengan tenang.
***
"BuLek, Santi bantu ya." ucap Santi hendak membantu BuLek memasak.
"Ah, ndak usah, Nduk. BuLek biasa apa-apa sendiri. Sudah, kamu istirahat ae."
"Kan sudah istirahat semalaman to, BuLek. Oiya, Mas Pur dan Mbak Susi ke mana BuLek?"
"Mereka merantau, Nduk. Jadi ya cuma berdua gini di rumah."
__ADS_1
Santi dan BuLek sedang bercakap-cakap di dapur. Saat itu, Reno sedang diinterogasi oleh PakLek.
"Le, bukannya PakLek lancang, tapi ini sangat fatal. Siapa perempuan yang kamu tiduri?" pertanyaan PakLek seakan menghujam jantung Reno.
"M-maksud PakLek?" Reno gugup menjawab pertanyaan itu.
"Gini, Le. Ada aura jahat di tubuhmu dan ibumu. Nah, PakLek coba terawang, yang punya kuasa di tubuh ibumu sudah pergi. Tapi di dalam tubuhmu itu, belum."
PakLek mencoba menasehati dna menggali info lebih dalam. Memang, PakLek mempunyai kelebihan yang tak bisa ditebak orang lain.
"Ampun, PakLek. Jangan marahi Reno. Reno tidur sama Tante Ningsih dan Mona saja."
"Nah, Reno mau kalau diruwat? Mesti dilepas ini aura gelapnya. Mona sudah meninggal, tanya ibumu kalau tak percaya. Kalau tidak diruwat nyawamu taruhannya."
"Sementara, ibumu biar stabil dulu. Semoga nanti ibumu bisa selamat. PakLek siapin untuk ruwat kamu nanti malam ya, Le."
Reno hanya mengangguk tanda setuju. Melihat PakLek berlalu. Masih terbayang Mona, kekasihnya.
'Apa benar yang PakLek bilang? Mona kenapa meninggal?' batin Reno bergejolak.
Reno meraih gawai yang ada di meja. Mencoba menghubungi Mona lewat telepon maupun pesan. Namun, nihil, tidak ada respon sama sekali.
"Reno, kenapa kamu mondar mandir seperti orang gelisah?" tanya Ratih.
"Ah, Mama. Tidak, Ma. Hanya memikirkan sesuatu."
__ADS_1
"Coba cerita ke Mama. Biar lega. Mama juga kangen sudah lama tak bertemu jagoan Mama."
Ingin rasanya Reno bertanya soal Mona. Namun, diurungkan kembali niatnya karena kondisi Ratih yang belum stabil. Seperti orang yang bangun dari tidur panjangnya, begitulah keadaan Ratih yang sedikit ling-lung.
"Tidak, Ma. Mama istirahat saja. Reno lebih khawatir dengan kondisi Mama." Reno memeluk erat tubuh Ratih.
PakLek Darjo sadar betul, semua ini terkait dengan kematian kakaknya dan kekayaan misterius Ratih. Namun, tak dapat PakLek menyelidiki lebih jauh karena nyawa Reno lah yang terpenting.
Setiap manusia yang pernah berhubungan dengan makhluk itu atau pada pemujanya, dipastikan nyawanya terancam. Makhluk itu perlu jiwa manusia untuk menyempurnakan kekuatannya. Terlebih setelah bertarung, Mona menjadi korban.
Mampukah PakLek menyelamatkan Reno?
Akankah Ratih menjadi normal seperti sedia kala?
Bersambung ....
----------------------------------
**Hai guys! Maaf, Author sangat menyesal untuk lambannya update dikarenakan trouble jaringan serta beberapa kendala lain yang tidak bisa Author jelaskan.
Dalam kondisi wabah di negara kita, Author hanya bisa berdoa semoga kita semua diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala sakit penyakit. Amin.
Jangan lupa dukung Author ya! Caraya mudah banget. LIKE, FAVORIT, SHARE & VOTE^^
Bantuan kalian sangat berarti untuk Author. Terima kasih sudah membaca 💗**
__ADS_1