JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
Cuplikan


__ADS_3

Hai hai ... kangen Author nggak? Pasti nggak, ya? #ooops ha ha ha ....


Author mau bahas Q&A yang sering muncul ya... Sebelumnya, Author panggilin Bima dulu. Bima!!! Sini!!!


Haii! Iya, Thor. Aku di sini. Ada apa?


Bantu jawab Q&A yaa!


Baik, Thor!


Oke cuss pertanyaan pertama!!


Q: "Thor, kenapa Bima nggak dilanjutin? Terus Ningsih gimana? Wahyu Ama Alex gimana? Lisa gimana?"


A (Bima): "Jadi begini, Author tugasnya nulis sampai bagian aku dan Ningsih nggak bisa bareng. Jadi untuk cerita lanjutan Wahyu, Alex, Ningsih, Lisa, dll ... aku serahin ke Author aja mau lanjut apa nggak. Xixixi "


πŸ˜‘ Dasar si Bima sukanya ngerjain Author! Oke lanjut pertanyaan kedua, ya.


Q: "Thor, ada karya lain nggak?"


A (Author): "Ada donk! The Hunter soal kehidupan Lee, Lily, dan Evan. Nanti ada Dinda dan Boy juga di sana, tetapi genrenya lebih ke action dan romance (horornya dikit). Terus yang serem bikin merinding itu EXORCISM kisah Lauren dan Daniel. Kalau yang termehek-mehek tapi jarang update ada The SECRET. Terserah mau baca yang mana. Syukur-syukur baca semua. Ha ha ha ha ...."


πŸ™„ Dasar si Author. Aku disuruh ending, malah angkat musuhku, si Lee. Aku datengin kau, Author!


Sini aja kalau berani, Bima! Ntar Rens minta uang sekarung, yak 🀣🀭


😌 Dasar Author mata duitan. Udah dapat duit Ama HP Oppo kurang, ya?


😏 Husst ... jangan buka Kartu donk, Bima!


Kalau begitu, daripada dengerin Rens dan Bima ribut, mending lihat cuplikan Episode 52 The Hunter berikut ini, ya! Biar kalian penasaran dan mau baca dari awal serta mengikuti ceritanya Lee. Ok!


...****************...


...Pelecehan...


...The Hunter - Bab 52...


Lily segera kembali ke hotel tempat dia akan melakukan syuting. Evan mau menunggu di hotel tempat dia menyewa selama menunggu Lily bekerja. Sebelum kembali ke lokasi syuting, Lily sudah berpamitan dengan lelaki yang mengubah pemikirannya soal perasaan cinta.


"Lily, sudah siap take scene?" tanya Nyu Hibin pada wanita cantik yang sudah berganti costume sesuai dengan adegan scene one.


"Sudah, Tuan Nyu." Lily tersenyum agak malu karena mengenakan gaun tidur berwarna merah dan terlalu terbuka. Jee Seo yang menjadi partnernya pun menelan ludah memandang Lily. Lelaki itu sudah tiduran di ranjang seperti adegan pertama.

__ADS_1


Lily terpaksa melakukan adegan di ranjang karena tuntutan pekerjaan. Hana sudah menggebu untuk mengambil kontrak.


Ternyata bukan hanya Jee Seo yang menelan ludah. Sutradara Nyu Hibin pun tak berkedip menatap tubuh Lily yang putih mulus berbalut gaun tidur merah yang terbuka. "Ah, oke kalau sudah siap. Kita segera take scene!" seru Nyu Hibin yang ingin segera mengambil adegan tersebut.


"Hello, Singapore! Take Scene 01-01."


"Camera ... rolling ... action!"


Lily berjalan perlahan seperti adegan yang tertulis. Dia meraba kaki Jee Seo dari ujung kaki hingga naik ke pangkal paha dan menari di perut sixpack nya. "Sayang ... aku sudah menunggu kesempatan ini ...."


"Sama ... bertemu dirimu adalah kebahagiaan nyata dalam hidupku. Kemarilah ...."


Lily naik ke ranjang, lalu menindih tubuh kekar Jee Seo dengan posisi duduk. Dia pun bersandar di dada bidang itu. "Apakah kita bisa seperti ini selamanya? Atau waktu akan berjalan begitu kejam untuk menjadi jurang?" lirih Lily.


"Ssst ... jangan berkata seperti itu lagi ... aku dan kamu ... akan menjadi kita ...."


Lily pun membuka handuk yang melilit bagian tubuh pinggang Jee Seo dan kemudian menindihnya. Suara leguhan pun terdengar. Adegan panas itu terlihat sangat nyata. Jee Seo benar-benar menikmati gerakan lembut gesekan kulitnya dengan kulit paha Lily. Sedangkan Nyu Hibin terbakar gelora melihat adegan itu. Sesuai ekspektasi! Lily melakukan adegan itu dengan baik dan totalitas. Meski terlihat celana boxer yang dikenakan Jee Seo sudah menyembul, Lily tetap menggerakkan pinggulnya.


"Cut! Luar biasa! Scene one langsung clear!" teriak Nyu Hibin sambil bertepuk tangan.


Lily tersenyum dan langsung turun dari ranjang. Hana segera memberikan handuk kimono pada Lily dan segera dipakai. "Terima kasih, Hana ...."


"Sama-sama, Lily. Actingmu bagus sekali. Harusnya kamu lihat saat Jee Seo seakan berkeringat dan menikmati pergerakan tubuhmu," bisik Hana sambil menahan tawa.


"Setelah ini scene Jee Seo dan Yun Nuna di depan hotel dan cafe. Jadwalnya, kamu ada scene lagi nanti malam di Marina sand bay. Jadi, kita istirahat sampai pukul enam sore.," jelas Hana sambil mengecek jadwal di ponselnya.


"Baik! Aku bisa berjalan-jalan dulu ya!" Lily segera masuk ke ruang ganti. Dia hendak berganti pakaian. Hana menunggunya di luar sambil menyeduh teh hijau.


Tak disangka, Nyu Hibin menyelinap masuk ke ruang ganti. Dia menatap Lily yang berganti pakaian tanda berkedip. Saat kimono handuk itu dilepas ... gaun tidur berwarna merah itu dilepas. Terlihat gundukan kecil terbalut bra di bagian depan tubuh Lily yang mulus.


Nyu Hibin menelan ludah. Dia langsung mendekati Lily perlahan dan tiba-tiba memeluk tubuhnya. Hampir saja Lily berteriak. Namun sutradara itu langsung membekap mulut Lily dan berbisik, "Jangan berteriak. Tenang saja. Aku akan menambahkan bonus asal aku boleh memegangmu. Meraba setiap inchi keindahan lekuk tubuhmu."


Lily mencoba meronta karena tak mau diraba oleh sutradaranya. Nyu Hibin pun mengancam Lily. "Jika kau bertingkah dan tak mau melayaniku ... aku akan mengentikan proyekmu dan menuntut denda!"


Lily terdiam. Dia akan rugi jika projects ini terhenti. Ini langkah awal agar dia bisa menjadi pemain film yang lebih sukses karena bermain bersama bintang terkenal. Terpaksa, Lily pun mengangguk.


Nyu Hibin perlahan melepaskan bekapannya di bibir mungil Lily. Dia langsung meraba tubuh mulus milik wanita yang penuh pesona. Nyu segera menciumi telinga, tengkuk, dan leher yang mengiurkan.


"Lily ... nanti malam setelah take scene mu, datanglah ke kamarku. Oke?"


"I-iya, Tuan."


"Bagus. Sekarang berpakaian lah. Aku akan keluar terlebih dahulu," ucap Nyu Hibin sambil mencium kembali telinga Lily. Lalu lelaki itu segera keluar dari ruang ganti.

__ADS_1


Lily langsung menghela napas melihat lelaki itu sudah menutup kembali pintu. Segera dia memakai pakaian. Ketakutan dan merasa jijik dengan perlakuan sutradaranya, Lily langsung keluar. Dia berjalan dengan cepat untuk pergi ke tempat Evan sambil menahan air mata yang bisa kapan saja menetes.


"Lily ...." ujar seorang lelaki yang melihat Lily berjalan tergesa-gesa hendak ke hotel tempat Evan menginap.


Lily menoleh ke arah suara itu dan melihat lelaki yang mengaku namanya Lee ada di sana. "Aku tidak mengenalmu. Jangan ganggu aku." Lily pun mencoba melangkah kembali. Namun Lee langsung menarik tangannya.


"Lily ... siapa yang membuat kamu bersedih? Katakan padaku."


"Aku tidak bersedih."


"Mulutmu bisa berbohong dan menyembunyikan hal itu. Namun matamu tak bisa berdusta padaku. Ada apa? Kenapa kau hendak menangis?" Lee langsung menarik tangan Lily hingga tubuh Lily masuk ke dalam dekapannya.


Lily terdiam sejenak. Dia merasa aroma tubuh itu ... seakan dia mengenalnya. Saat dia ingat kembali soal Evan, Lily langsung mencoba melepaskan diri dari pelukan Lee.


"Lepaskan aku ...."


"Aku akan melepaskan jika kamu menceritakan apa yang terjadi."


"Aku tidak bisa cerita pada orang yang tidak aku kenal. Lepaskan aku."


"Kalau kau tidak bercerita, aku tak akan melepaskan kamu."


"Maaf ... aku tidak bisa ... tolong lepaskan aku."


"Kalau kau tak ingin cerita, baiklah. Aku akan ke tempatmu menginap dan menanyakan pada semua orang apa yang membuat dirimu hendak menangis!" gertak Lee yang kemudian melepaskan pelukannya.


"Jangan! Ba-baiklah aku cerita. Ada lelaki yang melecehkan aku tadi."


"Apa? Mengapa kau tak bilang?"


"Tak usah mengikuti aku lagi. Aku ingin pergi," tegas Lily yang langsung berlari menuju ke hotel tempat Evan menunggunya.


Lee langsung mengepalkan tangannya sambil menatap kepergian Lily. Dia merasa kesal karena ada lelaki yang melecehkan Lily. Wanita yang pernah menjadi bodyguard nya itu, tak pernah menangis. Saat ini, hati Lee terasa sakit karena Lily hendak menangis.


"Siapa pun yang telah melecehkan Lily ... aku bersumpah akan menemukan dan membunuhmu secara perlahan!"


...****************...


😏 Thor, kenapa giliran cerita Lily Ama Lee aja fulgar. Nggak adil, eh!


πŸ™„ Heh, bukannya cerita Ningsih sama kamu juga iya? Lupa, ya, Bima? Dasar dah tua!


😌 Thor, jangan kejam Napa? Ya udah, Bima menghilang dulu aja. Bye para pembaca!

__ADS_1


__ADS_2