
...🔥 RENO DALAM BAHAYA 🔥...
Ningsih langsung menghubungi Bima saat tahu Nindy pingsan. Bima memang sudah dalam perjalanan pulang, dia meminta Daniel dan Boy mengantar Ningsih dan kedua anaknya terlebih dahulu ke rumah Nindy. Bima, Dinda, dan Lauren akan menyusul mereka. Semua menjadi buru-buru, mereka tergesa ke rumah Nindy karena khawatir. Bima pun segera mungkin menyusul ke rumah Reno. Entah mengapa, perasaan Bima lebih khawatir dengan Reno daripada Nindy.
Mobil yang dikendarai Daniel akhirnya sampai di depan rumah Reno. Ningsih dan kedua anaknya terlebih dahulu keluar dari mobil dan berlari ke dalam rumah. Melihat Nindy yang duduk lemas di sofa, Ningsih langsung ke sana.
"Nindy, kamu tak apa? Ada apa, Nindy?" tanya Ningsih yang sangat gelisah.
"Tante! Reno diculik orang. Orangnya minta uang tebusan dua milyar. Kalau tidak, Reno mau dibunuh atau dibuat cacat jika lapor polisi," ucap Nindy yang kemudian menangis.
Melihat itu, Alex langsung ke kamar Lisa untuk menghibur gadis cantik itu. Lisa terlalu kecil untuk memahami hal yang terjadi saat ini. Sedangkan Wahyu menemani mamanya untuk menenangkan Nindy. Daniel dan Boy pun masuk. Mereka mendengarkan terlebih dahulu.
"Boy, kamu ada petunjuk?" tanya Daniel.
"Ada. Kita lihat handphonenya. Aku bisa melacak lokasi panggilang sebelumnya," ucap Boy yang pernah mengalami kasus serupa saat Park Kim diculik saingan bisnisnya.
"Kalau begitu, kita pinjam saja handphonenya," ujar Daniel yang mendekati Nindy.
"Nindy, apakah kami boleh pinjam handphone yang menerima panggilan dari Reno itu?" tanya Daniel.
"Handphonenya tadi jatuh. Entah masih bisa nyala atau nggak. Itu di meja," jawab Nindy yang masih syok.
"Ok. Terima kasih." Daniel dan Boy langsung membawa handphone itu ke teras. Mereka hendak mengotak-atik ponsel itu agar tahu lokasi Reno berada.
Dalam penglihatan, Boy tahu jika penculik ini tidak main-main. Mereka salah satu penjahat terkenal yang berbahaya. "Yakuza! Salah satu investor Reno adalah anggota Yakuza yang disegani di Jepang. Bahaya. Mereka tak pernah main-main saat mengancap," ucap Boy yang mendapatkan hasil dari penerawangannya.
"Terus gimana? Coba kamu cari lokasinya. Kita harus segera bergerak kalau begini. Gawat jika Reno sampai terluka. Anaknya juga masih kecil." Daniel seketika jadi panik juga.
Tiba-tiba terdengar bunyi mobil di parkir luar rumah. Bima, Dinda, dan Lauren datang dengan tergesa. Seperti yang Bima khawatirkan, Reno yang berada dalam masalah. Bima melewati Boy dan Daniel yang berada di teras, dia langsung masuk ke dalam rumah.
"Ada apa, Ningsih? Nindy baik-baik saja? Di mana Reno dan Lisa?" tanya Bima saat masuk ruang tamu.
__ADS_1
"Bima, sebaiknya kamu menemui Boy dan Daniel di teras. Mereka berusaha melacak keberadaan Reno," sahut Ningsih agar mereka tenang.
"Lokasi? Haish, pasti firasat itu benar," gumam Bima yang langsung berlari ke teras menemui kedua lelaki yang sedang sibuk melihat ponsel dengan layar retak.
Rupanya Boy memang canggih dalam tekhnologi. Dia bisa melacak lokasi dari panggilan telepon terakhir. Meski tingkat keakuratannya hanya delapan puluh persen, Boy merasa masih ada harapan untuk mencari dan menyelamatkan Reno sebelum mafia itu melakukan hal keji. Seperti memotong tangan, kakai, atau bagian tubuh lainnya dan dikirim ke rumah untuk peringatan jika mereka serius. Begitu cara Yakuza membuat takut para korbannya dan keluarga korban.
"Boy, Daniel, kalian mendapatkan apa? Reno di mana? Ningsih memintaku ke tempat kalian," kata Bima yang khawatir.
"Kak Bima, ke sini. Boy sedang mencari lokasi Reno. Reno diculik oleh seseorang dan firasat Boy mengatakan penculiknya komplotan mafia Yakuza," kata Daniel kepada Bima.
Bima langsung memahami kondisi itu. Terpenting Reno bisa diketemukan dan segera keluar dari masalah itu. "Baik. Boy kerja bagus. Lantas, kita cari ke sana atau gimana?" tanya Bima yang bingung.
"Wait ... lokasi masih dalam pencarian. Tujuh puluh persen ... delapan puluh persen ... sembilan puluh persen ... yes! Lokasi diketemukan! Seratus persen!" seru Boy yang kemudian menunjukkan area Reno diamankan sekitar di ... Borobudur.
Bima langsung masuk ke rumah untuk mengabari agar para wanita lebih baik di rumah bersama kedua anak Bima. Sedangkan misi penyelamatan Reno kali ini dipimpin Boy, bersama dengan Daniel dan Bima. Mereka akan membawa Reno kembali ke rumah dengan selamat.
"Ningsih, kamu sementara di sini dulu untuk menemani Nindy dan Lisa. Begitu juga dengan Dinda dan Lauren, serta Alex dan Wahyu. Kalian semua di sini. Menunggu dan tetap saling menjaga," perintah Bima kepada keluarga besarnya.
"Tidak. Hanya kami bertiga yang pergi karena ini misi berbahayan. Nyawa Reno sebagai taruhannya. Kalian harus patuh. Di rumah saja," jelas Bima sekali lagi agar mereka mau memahami. Alex pun terdiam.
"Hati-hati di jalan, Sayang. Kami percaya kalau kalian mampu menemukan Reno dan membawanya kembali ke rumah," kata Ningsih sambil memeluk tubuh suaminya.
Setelah itu, Bima dan Boy serta Daniel naik mobil untuk meluncur ke lokasi Reno berada. Lokasi yang aneh karena di dekat tempat wisata yang terkenal di seluruh dunia.
Manusia memang serakah. Dengan atau tanpa JERAT IBLIS, pada dasarnya serakah menjadi salah satu sifat favorit manusia. Rasa yang tak pernah puas dalam memiliki sesuatu menjadi salah satu penyebab hal yang disebut keserakahan. Seperti kondisi Reno saat ini. Rekan bisnis yang serakah menbuat Reno masuk dalam masalah.
Terkadang Bima tak mengerti dengan jalan pikir manusia Sudah ratusan tahun Bima menjelajahi isi bumi, babyak manusia yang serakah dan egois. Mereka pun melakukan pesugihan untuk mencarinjalan pintas mendapatkan kekayaan demi memuaskan keserakahan manusia yang tak ada habisnya.
Bima pun merasa heran, manusia sudah berulang kali mendapat kesempatan taubat, tetapi tidak digunakan. Malah justru semakin jahat satu dengan yang lainnya. Benar jika penguasa neraka ketujuh selalu bilang, tak perlu menyesatkan manusia karena saat ini para manusia sudah memilih jalan dosanya sendiri-sendiri. Hal itu sangat benar bagi Bima setelah melihat kenyataan.
"Kak Bima, bisakah Kakak dahulu mengecek kondisi Reno?" tanya Daniel yang sedang fokus menyetir.
__ADS_1
"Baik. Aku akan coba ke sana dan mencari di mana Reno berada. Boy, kamu juga terbang ke sana mencari Reno. Siapa yang menemukan dahulu, langsung memberi kabar. Jangan bertindak sendiri," kata Bima yang segera menghilang.
Mereka bertiga pun berpencar. Daniel dengan menyetir mobil, Bima langsung menghilang dan mencari keberadaan Reno, dan Boy yang terbang melintasi apa pun di bawahnya. Tujuan mereka sama. Mencari di mana Reno berada. Keselamatan Reno dipertaruhkan siang itu.
Boy terbang ke sana dan ke sini mencari kira-kira di mana penculik menempatkan sanderanya. Sedangkan Bima mengecek pada bangunan yang sekiranya mencurigakan. Daniel masih di perjalanan menuju ke daerah Borobudur.
...****************...
Sementara itu di tempat lain yang tersembunyi ....
"Dasar! Cuih! Lelaki sepertimu harusnya kubunuh sejak dulu! Tak kusangka perkembanganmu pesat!" seru lelaki yang kemudian menampar wajah Reno.
Reno di lakban mulutnya. Dia diikat dalam posisi duduk di kursi. Tangan dan kakinya dalam ikatan kuat hingga tak bisa bergerak sama sekali. Ruangan itu terlihat samar-samar, karena penerangan yang minim. Reno sudah babak belur dihajar, karena sempat melawan saat reaksi obat bius hilang.
"Kau, ya! Sok jagoan! Kau kira bisa menghadapiku? Aku bisa memotong-motong tubuhmu dan memberikan ke anak dan istrimu! Menyebalkan," gertak lelaki yang kemudian menaruh cerutunya di tangan Reno.
Reno menggeliat kepanasan karena cerutu itu berhasil membakar kulit tangan Reno hingga berbekas. "Sialan! Lelaki ini physco atau orang gila? Menyiksaku sampai seperti ini," batin Reno yang menahan sakit.
Lelaki itu salah satu investor dari luar negeri. Tepatnya, dia adalah anggota Yakuza yang membuat banyak orang ketakutan menghadapinya. Reno salah menilai orang. Dia tak tahu jika orang itu berbahaya. Kali ini, dia terjebak karena obsesi seseorang di hadapannya.
Ya, Tuan Black ini anggota Yakuza yang terobsesi untuk menyiksa Reno dan menghancurkan bisnis yang sudah Reno bangun tahunan. Keserakahan membuat Tuan Black gelap mata dan ingin memiliki seluruh kekayaan Reno. Tuan Black juga mengincar istri Reno. Sejak melihat Nindy pertama kali di rumah Reno, Tuan Black ingin memilikinya.
"Dua milyar. Aku cuma meminta tebusan dua milyar pada istrimu yang bodoh, tapi sepertinya dia juga terlalu banyak berpikir dan lambat bertindak. Coba pilih, bagian mana yang akan kau kirimkan ke keluarga kecilmu saat ini agar percaya bahwa keadaan tidak sebaik yang dia kira! Bodoh sekali istrimu mau mencintai lelaki pengecut sepertimu. Lihat saja nanti, aku akan mengambilnya dan memuaskannya setiap hari di ranjang. Ha ha ha ha ...." kata Tuan Black sambil membawa sebilah pisau tajam.
Reno sangat marah, tetapi jelas dia tetap meronta ketakutan melihat sebilah pisau yang mendekat ke arahnya. Jika dia mati, tak apa baginya. Namun, bagaimana nasib kedua wanita yang dia cintai? Tak mungkin Nindy merawat anaknya sendiri karena kedua orang tua Nindy juga berada di sana meski jarang keluar. Mereka tak bisa tanpa Reno. Sampai hari ini, Reno yang menjadi tulang punggung.
Reno mencoba berteriak, meski sumua usaha pun percuma. Karena lakban di mulutnya membuatnya tak bisa mengeluarkan suara apa pun. Tuan Black semakin senang menyiksa Reno.
Tanpa disadari, Boy sudah terlebih dahulu menemukan Reno yang berada di ruangan tertutup dan remang-remang itu. "Bertahanlah, Reno," gumam Boy saat melihat Reno dalam ikatan di sebuah kursi dengan kondisi babak belur.
Boy langsung kembali menemui Bima dan Daniel seperti dalam perjanjian sebelum mereka berpisah. Boy pun menceritakan apa yang dia lihat dan itu bukan hal sembarang untuk sampai ke sana karena mereka bertiga memelukan strategi dalam menyelamatkan Reno.
__ADS_1
Akankah Reno berhasil diselamatkan oleh Boy, Daniel, dan Bima? Atau justru Reno akan berkahir di tangan Tuan Black sang pemegang kekuasaan di Jepang. Setelah berdiskusi sejenak, Boy, Bima, dan Daniel menyepakati rencana penyelamatan Reno dari tahanan pengikut Yakuza, mereka pun bergegas menjalankan seuai recana. Misi penyelamatan Reno dimulai.