JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
BAB 61 (Bonus Ilustrasi)


__ADS_3

Lee mencoba menghubungi ponsel Ningsih berkali-kali. Namun selalu tak ada respon. Lantas dia mencari Ningsih dalam kerumunan banyak orang di Dufan. Mengikuti kata hati atau yang orang sebut feeling. Lee menyibak keramaian pengunjung demi menemukan pujaan hatinya.


Di sisi lain....


Santi dan Joko masuk ke wahana rumah hantu. Santi sengaja mengajak Joko ke sana untuk menguji nyali Joko. Banyak hal pahit yang Santi lalui. Dia berharap mendapatkan pendamping yang seimbang.


"Non Santi kok pemberani?" tanya Joko kepada gadis berkerudung nan cantik itu.


"Lah kenapa harus takut, Mas? Itu kan hantu palsu," jawabnya sambil berjalan di tengah gelap wahana.


"Kalau misal asli berarti takut, ya Non?"


"Dih, ya nggak, Mas. Kan sama-sama ciptaan Allah. Derajat manusia jauh lebih tinggi dari sebangsa makhluk gaib," jelas Santi.


Tiba-tiba dari bawah ada tangan muncul dan memegang kaki Santi dan Joko. Seketika mereka berteriak, entah karena kaget atau karena takut. Mereka kompak berlari cepat keluar wahana.


Tawa pun menyeruak melihat kekonyolan diri masing-masing. Santi dan Joko pun saling menatap. Lalu mereka merasa malu seperti anak kecil yang kali pertama masuk wahana rumah hantu.


"Ha ha ha.... Non Santi lari juga, katanya berani?" ledek Joko sambil memegang perutnya yang mulai kram kebanyakan tertawa.


"Aku berani, ya. Tadi itu cuma kaget. Kan nggak tahu ada yang di bawah kaki. He he he...." jawab Santi mengelak.


"Iya, iya... percaya deh kalau pemberani," cibir Joko sambil menjulurkan lidahnya, mengejek Santi.


Santi pun berusaha mencubit Joko. Mereka berlarian seperti anak kecil di tengah keramaian Dufan. Dari kejauhan, Ningsih tersenyum melihat Santi yang tertawa lepas dengan sopirnya.


Ningsih menghela napas dan bergumam, "Sudah sekian lama Santi tidak tertawa seperti itu...."


"Mana, Tante? Oh, iya... Kak Santi sepertinya suka dengan sopir Tante," sahut Reno di samping Ningsih ikut mengamati Santi dan Joko.


"Kok Reno tahu?" tanya Ningsih, mendongakan wajahnya ke arah Reno.


"Apa sih yang Reno nggak tahu? Bahkan perasaan Tante pun Reno tahu... Reno sabar kok akan menunggu," lirihnya, menggombal.


Ningsih langsung memalingkan muka agar tidak terlihat wajahnya memerah. Saat bersamaan, Lee dari kejauhan menatap Ningsih.


"Reno... jaga sikap, ya. Jangan marah-marah...." bisik Ningsih pada pemuda di sampingnya.


"Emang kenapa, Tante?"


"Lihat itu siapa yang datang? Dia Lee, rekan bisnis Tante. Jaga sikap, ya," Ningsih memperingatkan keponakannya yang super cemburuan.


"Oh, itu si Lee yang tempo lalu ajak Tante kencan? Masih ganteng Reno, loh."


"Reno... jaga sikap ya, janji."


"Kalau Reno bisa jaga sikap, Tante mau one stand night lagi?" goda Reno pada tantenya.


"Astaga! Nggak!"


"Yaudah kalau gitu aku ngaku kalau cowoknya Tante... tuh si Oppa Korea sudah mendekat," ancam Reno sambil memeluk bahu tantenya.


"Ish... lepasin. Ya, Tante mau. Tapi bukan untuk waktu dekat ini," jawab Ningsih, asal.


"Baik...." Reno pun melepaskan pelukannya di bahu perempuan yang mencuri hatinya.


Lee mendekat dan langsung memeluk Ningsih, membuat Reno sesak di dada.


"Sayang, aku mencarimu dari tadi. Bahkan sudah menelepon beberapa kali tapi tidak direspon," kata Lee sambil medekap tubuh Ningsih.


"Maaf ya, Lee... aku sedang menemani keponakanku ini dan juga anakku bermain," jawab Ningsih.


Sebenarnya Ningsih kurang cocok dengan sifat Lee, tetapi apa boleh buat. Dia harus membuat Lee nyaman dan membawanya ke Singapura sesuai perintah Bima. Bagi Ningsih, sangat berbahaya menikah lagi di Ibu Kota. Dia berpikir untuk keslamatan anaknya juga.

__ADS_1


"Tante... aku nyusul Wahyu dan Mak Sri, ya. Have fun Om Lee dan Tante Ningsih," ucap Reno sambil berlalu pergi menghampiri Mak Sri dan Wahyu yang sedang mengantri wahana komedi putar.


Setelah seharian penuh bersenang-senang di Dufan, mereka pun ke restaurant untuk makan siang. Ningsih dan anaknya ikut di mobil Lee sedangkan yang lain mengikuti dengan mobil yang dikendarai Joko.


Lee mengajak mereka ke restaurant Sushi dan Ramen terkenal di Jakarta. Mereka bersantap siang bersama.


****


Beberapa hari kemudian... Ningsih setuju diajak berlibur sambil saling perkenalan di Singapura, tempat tinggal Lee. Ningsih berjanji kepada keponakan dan anaknya jika hanya seminggu pergi ke Singapura.


~~I was born a fool


Broken all the rules, oh-oh


Seeing all null


Denying all of the truth, oh-oh


Everything has changed


It all happened for a reason


Down from the first stage


It isn't something we fought for


Never wanted this kind of pain


Turned myself so cold and heartless


But one thing you should know


"Kowe ra iso mlayu saka kesalahan, ajining diri ana ing lathi"


And all I know that this love's a bless and curse


Everything has changed


It all happened for a reason


Down from the first stage


It isn't something we fought for


Never wanted this kind of pain


Turned myself so cold and heartless


But one thing you should know


"Kowe ra iso mlayu saka kesalahan, ajining diri ana ing lathi"~~


Lee mendengarkan lagu yang sedang naik daun di media sosial. Lagu ciptaan orang Indonesia yang ngehits sampai mancanegara karena diupload di Youtube.


"Lee, tahu bahasa Jawa juga? Kok lagunya bahasa inggris campur bahasa jawa?" tanya Ningsih.


"Tahu sedikit. Ada teks terjemahan di video liriknya. Sayang, kita ke rumahku dulu ya," bujuk Lee setelah sampai di Singapura.


Perjalananan dua jam dengan pesawat terbang dari Bandara Soekarno Hatta ke Changi International Air Port Singapura. Sesampainya di sana, anak buah Lee sudah standby mengantarkan sebuah mobil Ferari merah limited edition miliknya. Dia sengaja memakai mobil itu untuk membuat Ningsih lebih terkesan.


"Ok, Lee. Aku ikut saja apa yang kamu minta," jawab Ningsih.


"Benarkah? Kukira sayang seorang yang otoriter dan susah diatur. Rata-rata wanita mandiri seperti itu," kata Lee sesekali melirik ke arah calon pendamping hidupnya.

__ADS_1


"Aku ikut saja karena tahu Lee jauh lebih mengerti perasaanku, bukan?"


"Bisa saja, sayang. Oke aku ajak ke rumahku di dekat Orchard."


Lee melaju dengan Ferari di tengah jalanan Singapura yang anti macet. Tentu saja mobil bernilai fantastis itu menjadi pusat perhatian pengguna jalan. Ningsih merasa kurang nyaman dengan semua itu. Wanita itu merasa Lee selalu memamerkan kekayaannya.


"Jika bukan kamu yang memintaku, aku tak ingin bersama orang yang sombong." batin Ningsih berkomunikasi dengan Bima.


"NINGSIH, LELAKI DI SAMPINGMU ADALAH SASARAN TERBAIK SELAMA EMPAT TAHUN TAK ADA SESAJI. NANTI KAMU AKAN TAHU SEGALA DOSA YANG MEMBUATNYA PANTAS MENJADI TUMBAL. JANGAN TERTIPU WAJAH TAMPANNYA. HA HA HA HA...." ucap Bima dengan suara yang menggelegar. Hanya Ningsih yang mampu mendengarnya.


Sesampainya di sebuah rumah elite seperti istana di tengah pusat Kota Singapura, mereka masuk gerbang yang dijaga ketat beberapa security. Lee dengan bangga memperlihatkan salah satu rumah kebanggaannya.


"Ini adalah rumah utamaku. Tepat di pusat kota. Perbelanjaan elite. Jika mau ke rumahku yang lainnya, ada di dekat perbatasan Malaysia dan di dekat Bugis Junction, sayang." kata Lee menyombongkan diri lagi.


Ningsih berusaha menanggapinya dengan baik, walau sesungguhnya dia sudah muak mendengarkan segala kesombongan Lee. Berusaha baik-baik saja ternyata tidak mudah.


"Iya, aku tahu kamu kaya raya. Sudah cukup pamernya?"


"Maaf, sayang... aku bukan pamer. Ini semua hasil kerja kerasku dan akan kupersembahkan kepada calon pendamping hidupku nanti," jelas Lee mengelak dari kesan sombong.


Lee berusaha membuat Ningsih terkesan meski nyatanya justru memuakan. Ningsih hanya menunggu langkah selanjutnya agar bisa menumbalkan Lee sesuai keinginan Bima.


Dosa apakah yang Lee perbuat hingga dia menjadi orang yang terpilih untuk tumbal setelah empat tahun tak ada penumbalan orang? Apakah Lee akan terbebas dari jerat Ningsih yang begitu menggoda?


Lanjut besok dulu ya guys....


Bersambung.....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


FREE ILUSTRASI BIAR MAKIN GREGET BACANYA


Ilustrasi Lee Min Hae****



Ilustrasi Ningsih Sukmasari



Ilustrasi Reno



Ilustrasi Santi



Ilustrasi Joko



ilustrasi Budi



ilustrasi Bima




__ADS_1


Ditunggu sumbangan VOTE, TIP KOIN, LIKE & KOMENTARNYA yaa guys! Terima kasih^^


__ADS_2