JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
JERAT IBLIS - 2 - BAB 65


__ADS_3

...🔥 Neraka Lapis Ketujuh dan Keenam Merajarela di Bumi🔥...


Setelah Bima menjadi pengabdi neraka, langsung bersama Tuan Lucifer, dia tak tahu menahu soal neraka naungan Tuan Chernobog dan Tuan Asmodeus. Dia tak tahu jika Neraka Lapis Ketujuh dan Keenam sedang merajarela di Bumi.


Keadaan Bumi di seluruh penjuru ....


"Sekilas info, seorang pengusaha terlibat kasus korupsi dan memiliki puluhan wanita simpanan. Saat ini kasus masuk ke penyelidikan lebih lanjut."


"Seorang yang diduga melakukan pesugihan dirajam masa. Rumahnya hangus dibakar warga."


"Seorang wanita membunuh suaminya karena ketahuan selingkuh. Suami dan selingkuhannya di bakar oleh wanita itu dari luar rumah saat mereka berada di kamar."


Pembunuhan, pemerkosaan, perselingkuhan, hubungan bebas, keserakahan, korupsi, dan jalan pintas agar bisa kaya menjadi hal yang banyak terjadi di Bumi yang mulai menua ini. Berbagai dosa terjadi setiap detiknya di seluruh penjuru Bumi. Terlebih dosa yang dalam naungan penguasa neraka keenam dan ketujuh semakin banyak dilakukan. Ya, hawa nafsu dan juga kekuasaan serta kekayaan instan.


"Aku sudah bilang, manusia itu makhluk yang gampang masuk dalam dosa. Dasarnya memang mereka memang penuh rasa ingin lebih dari orang lain. Mudah sekali, bukan? Memberi mereka kemudahan yang fana, dan membawa mereka serta para tumbal dalam siksaan neraka yang abadi. Ha ha ha ha ...." Tuan Chernobog tertawa setelah mengetahui laporan dari para anak buahnya.


Mereka semua tertawa di neraka. Menertawan jiwa manusia yang rela menukarkan dirinya bahkan mengorbankan keluarga atau orang lain demi kekayaan yang sementara. Mereka hanya menikmati kemudahan instant yang tidak abadi. Sedangkan kesusahan dan ratap akan mereka rasakan selamanya setelah kematian.


"Benar, Tuan. Mereka mudah digoda. Hanya demi uang, mereka mau mengorbankan diri sendiri dan orang lain," sahut iblis pengikut Tuan Chernobog. Mereka berpesta karena senang banyak jiwa yang masuk ke neraka.


Benar saja, dunia penuh dengan kekacauan. Ada banyak hal yang tersembunyi. Entah pesugihan, pelet, persekutuan dengan iblis, penyerahan jiwa pada kegelapan, dan banyak hal lain yang tak terlihat tetapi ada. Kuasa kegelapan itu senantiass menunggu manusia lengah agar bisa mengambil alih kekosongan di hati dan pikirannya. Menggiring ke dalam lembah dosa dan jurang maut. Membawa mereka dalam siksaan yang abadi.


Iblis tidak akan tinggal diam jika melihat kehidupan manusia bahagia. Selalu akan ada jalan dan celah untuk menghancurkan kehidupan mereka. Membuat mereka tak berdaya dalam himpitan kesusahan ekonomi, kurang kasih sayang, bahkan soal pasangan, lalu perlahan iblis mengusai hidup mereka.


...****************...


Rumah Ningsih pagi harinya ....

__ADS_1


Saat Ningsih hendak ke ruang makan untuk sarapan, sopir di rumahnya segera menghampiri. Ternyata ada hal yang ingin disampaikan.


"Bu, selamat pagi. Tadi ada tetangga namanya Pak Sarto ke sini. Katanya mau ketemu Ibu untuk bahas hal penting. Nanti mau ke sini lagi jam sembilan," kata sopir di rumah Ningsih menyampaikan informasi.


"Oh, Pak Sarto? Hal penting apa, ya? Soalnya jam delapan kita berangkat ke kantor," jawab Ningsih yang merasa bingung. Tumben saja ada tetangga perumahannya datang ke sana.


"Kurang paham, Bu. Apa saya ke sana saja untuk menyampaikan Ibu sudah di ruang tamu kalau misal mau bicara?" usul sopir Ningsih yang langsung diiyakan saja. Daripada membuang-buang waktu yang berharga, lebih baik sekarang saja.


"Ya, tidak apa. Terima kasih, Pak." Ningsih langsung ke ruang makan untuk sarapan dan meminum segelas kopi. Setelah sudah menyelesaikan sarapan, terdengar suara Pak Samsul-sopir pribadi Ningsih datang bersama seseorang lelaki di belakangnya.


Ningsih pun bergegas ke ruang tamu untuk menemui tamu itu. Ya, Pak Sarto ada di sana. Sudah duduk di sofa cokelat di ruang tamu. Ningsih pun duduk di hadapannya.


"Selamat pagi, Ningsih. Maaf mengganggu sebentar. Saya mau bertanya apakah boleh?" Pak Sarto membuka percakapan. Entah apa yang akan dibicarakan.


"Iya, Pak. Silakan. Mau tanya apa? Maaf juga saya bisa bicara sekarang soalnya jam delapan mau pergi ke kantor." Ningsih menjelaskan, sedangkan sopirnya langsung pamit pergi ke depan untuk menyiapkan mobil dan bibi-asisten rumah tangga langsung membuat minuman untuk tamu.


"Iya, Ningsih. Begini. Maaf ya sebelumnya. Apakah kamu tahu di mana tempat mencari pesugihan?" tanya Pak Sarto dengan hati-hati sambil menengok ke kanan dan ke kiri.


"Sabar dulu, Ningsih. Sabar. Begini, teman saya ada yang indigo. Dia pernah tak sengaja lewat sini. Dia melihat kamu dan keluargamu. Katanya, suami dan salah seorang anakmu itu bukan manusia. Jadi, temanku menyimpulkan kamu memakai pesugihan. Apakah benar atau salah yang temanku sampaikan?" Pak Sarto memberi penjelasan dan pertanyaan yang membuat Ningsih tak bisa berkata-kata. Kali ini Pak Sarto langsung memojokkan Ningsih agar mendapat informasi.


Ningsih mencoba mencari jawaban yang tidak akan menyusahkannya. Apakah harus berbohong? Atau mencari alibi? Ningsih menghela napas agar bisa menahan emosinya. Lancang sekali tetangganya berkata seperti itu meski semua adalah benar.


"Ningsih, tenang saja. Rahasiamu aman. Aku hanya ingin ikut mencari kemudahan dan kekayaan agar istriku bisa melanjutkan pengobatan. Tolong bantu aku, Ningsih. Aku tidak akan membocorkannya. Usahaku bangkrut dan semua aset akan disita jika tidak segera melunasi hutang," imbuh Pak Sarto sambil setengah berbisik. Dia menengok ke kanan dan ke kiri memastikan asisten atau sopir di rumah itu tak dengar.


"Istri Pak Santo sakit apa? Jika butuh bantuan pengobatan, saya akan bantu, Pak." Ningsih mencoba mengalihkan pembicaraan. Dia tak ingin Pak Sarto jatuh dalam dosa yang sama dengannya. Dalan dekapan JERAT IBLIS yang bisa memberi kekayaan singkat, tetapi mengorbankan hidup orang lain bukanlah hal baik.


"Ningsih, tolong bantu beri tahu saja di mana tempatnya. Saya butuh sekali. Kalau kamu tak mau beri tahu, aku akan bilang ke warga dan ke temanku itu untuk buktikan semua." Pak Sarto kini memaksa dan mengancam Ningsih. Dia yakin wanita itu akan bicara. Meski Pas Sarto hanya menebak saja. Ningsih terlihat gugup dan khawatir.

__ADS_1


Mau tak mau, Ningsih harus mengatakan meski tidak semuanya benar. "Be-begini, Pak. Saya dulu tinggal di Wonosari. Ada kawan saya yang mengajarkan ritual nikah dengan makhluk gaib. Kalau Bapak mau silakan coba. Namun, risiko sangat berat. Jangan mencoba karena tanggung sendiri akibatnya. Bisa-bisa keluarga habis dibawa jin atau iblis yang sudah terikat perjanjian," jelas Ningsih yang mencoba menakut-nakuti. Bukannya takut, Pak Sarto justru makin penasaran dan ingin mencoba.


"Caranya gimana, Ningsih? Aku mau coba. Makhluk gaibnya ada yang perempuan, kan?" selidik Pak Sarto yang makin antusias. Dia justru memikirkan makhluk wanita cantik seperti yang menjadi legenda di Yogyakarta berpakaian hijau. Padahal menikah dengan makhluk gaib itu acak, tidak bisa memilih apakah Jin, siluman, atau iblis yang muncul.


"Pak, lebih baik jangan. Karena mereka akan ambil istri Bapak sebagai pertukaran dengan kekayaan.," kata Ningsih mencoba mengingatkan kembali.


"Tak apa. Aku akan ceraikan dia dan menikah dengan wanita lain sebelum mulai perjanjian. Aku akan tetap merawat dan menjaga istriku dengan harta itu. Kumohon. Tolong beri tahu," pinta Pak Sarto dengan serius. Dia mencoba mengelabui Ningsih agar dia mau memberi caranya. Padahal jelas saja Pak Sarto tidak berniat mempertahankan istrinya yang sakit stroke itu.


Mau tak mau, Ningsih pun mengambil buku dan menulis syarat dan ucapan diritual menikah dengan makhluk gaib yang dahulu pernah dia lakukan. Meski sesat, Ningsih bersyukur karena ritual itu, dia bertemu Bima. Dan karena ritual itu, banyak hal yang terjadi dan terlewati. Ningsih kembali mengingat semua hal indah dan kesedihan yang pernah dia lalui bersama Bima-suami gaibnya.


Ningsih menyodorkan catatan di kertas itu kepada Pak Sarto dan berharap lelaki itu segera pergi dari rumahnya. "Ini, Pak. Ikuti saja semua langkah ini. Setelah ini, tolong jangan bahas hal ini lagi. Terima kasih. Saya mau berangkat ke kantor dulu. Oh iya, satu hal lagi. Apa yang Pak Sarto ingin lakukan itu berakibat fatal untuk Pak Sarto sekeluarga, baiknya pikirkan lagi." Ningsih pun mengusir lelaki itu secara halus. Dia sudah tahu jika lelaki itu berniat dan tak akan memikirkan akibatnya meski Ningsih sudah menasehati.


Pak Sarto berpamit pulang dan merasa senang mendapatkan apa yang dia inginkan. Tanpa dia sadari, hidupnya bersama keluarga diambang bahaya hanya karena usaha bangkrut dan banyak hutang, Pak Sarto tega meninggalkan Sang Pencipta untuk menjadi pengikut iblis. Makhluk gaib yang berusaha menyesatkan manusia tidak akan berhenti sampai bisa mengambil banyak jiwa berdosa.


Sesampainya di rumah, Pak Sarto membuka kertas yang ada di tangannya. Dia membaca dengan seksama dan tertawa puas. Bibi pengasuh istrinya pun menghampiri Pak Sarto.


"Maaf, Pak. Obat Ibu habis. Harus tebus sekarang karena nanti siang mulai diminum lagi," ucap asistennya dengan sedikit takut. Biasanya, Pak Sarto akan marah jika asistennya mengingatkan obat istri Pak Sarto habis. Namun, kali ini Pak Sarto tersenyum gembira.


"Oh, iya. Beli saja. Berapa harganya?" jawab Pak Sarto dengan semringah.


"Empat ratus ribuan, Pak. Untuk seminggu obatnya."


Tanpa disangka, Pak Sarto langsung mengambil dompet yang berada di saku belakang celananya. Mengambil uang lima lembar seratus ribuan dan memberikan kepada asistennya. "Ini uangnya. Sisanya buat naik taksi atau bensinmu kalau pakai motor. Terima kasih, ya."


"I-iya, Pak. Terima kasih." Bibi itu pun langsung berjalan pergi dan menggunakan motornya untuk ke apotek yang terdekat. Jarak tempuhnya sekitar dua puluh menit dengan menggunakan motor. Sepanjang jalan dia sangat bingung karena Pak Sarto tidak seperti biasanya marah-marah dan pelit saat diminta uang untuk beli obat istrinya. Perasaan bibi justru menjadi tak tenang.


...****************...

__ADS_1


...PENGUMUMAN...


Bagi para pembaca JERAT IBLIS yang ingin masuk ke GRUP CHAT, baiknya memberi password saat masuk. Sebutkan 3 pemain di Novel JERAT IBLIS. Mengikuti usul para admin demi kenyamanan sesama penghuni Grup Chat, mohon diperhatikan ya guys. Thanks^^


__ADS_2