
...🔥 KEHIDUPAN DI LUAR NERAKA - PART 2 🔥...
Evan tertarik dengan tawaran Penguasa Neraka-Tuan Lucifer. Lagi pula, dia sudah menjadi iblis buangan dari neraka lapis keenam, bukan? Kesempatan terbaik untuk Evan menimba kekuatan dan tetap menjadi bagian di neraka. Dia mendendam pada Tuan Asmodeus yang sudah membuangnya.
"Bima, terima kasih. Aku akan mempertimbangkan hal ini, tetapi izinkan aku mengajak Lily juga," kata Evan pada sahabatnya.
"Bisa. Tuan Lucifer akan melihat Lily terlebih dahulu karena hanya Yang Mulia yang paham iblis seperti apa yang diinginkan untuk bergabung menjadi prajurit yang dipersiapkannya. Lagi pula, kita disembunyikan dari tujuh panglima lapisan neraka," jelas Bima yang menyampaikan informasi dari Tuan Lucifer.
"Oh, bagus kalau begitu, karena lebih baik penguasa neraka lapis keenam tidak tahu aku di sini. Dia membuangku dan sangat membenciku. Ha ha ha ... konyol, bukan? Padahal selama ratusan tahun, aku yang menjadi iblis kepercayaannya atau tangan kanannya," ucap Evan sambil menerawang kecut masa lalu gemilangnya yang hilang seketika.
"Tak apa, Evan. Aku juga merasakan itu. Tuan Chernobog juga membuangku, bukan? Semua yang terjadi tak bisa kita ulangi atau hindari. Biarlah menjadi kenangan pahit dan manis. Oh, iya, Tuan Lucifer di dalam sana," kata Bima yang menunjukkan singgah sana berlapis emas tempat penguasa neraka duduk.
Terlihat Tuan Lucifer duduk di singgah sana yang megah berlapis emas. Dia mengamati segalanya dari sana. Mengetahui setiap pergerakkan pengikutnya hanya dalam sekali pejaman mata. Wujud gagah seperti malaikat, hanya saja sayapnya berwarna hitam, dan ada kedua tanduk di dahinya. Dialah yang dimaksud malaikat buangan dari tempat bercahaya nan suci.
"Terima kasih, Bima. Kalau begitu aku pergi dahulu. Aku akan berpamit ke Tuan Lucifer terlebih dahulu." Evan pun masuk ke ruangan megah tempat penguasa neraka duduk di tahtanya.
Evan berlutut dan memberi hormat. Lalu, mengucapkan terima kasih dan berpamit pergi. Penguasa neraka itu tersenyum dan menerima salamnya. Tuan Lucifer melihat potensi dari Evan hampir sama dengan Bima. Iblis buangan mempunyai bibit dendam yang luar biasa. Hal itu awal yang baik untuk menjadi dasar sebagai iblis terbaik dengan banyak pelatihan dan penambahan energi.
"Pergilah ... aku akan izinkan kau untuk pergi terlebih dahulu. Pikirkan kembali ajakanku." ucap Tuan Lucifer sebelum Evan pergi.
Evan pun berpamit dan undur diri. Dia mencari kekasihnya untuk mempertimbangkan apa yang Tuan Lucifer katakan. Saat sampai di tempat yang dijanjikan untuk bertemu, Evan belum menemukan Lily di sana.
Mungkin, Lily masih dalam perjalanan. Itu yang menjadi pemikiran Evan. Dia menanti kekasihnya di tempat itu dengan tenang sambil mengamati sekitar. Dia berharap Lily juga mau menjadi penghuni neraka kembali dan menghimpun energi.
...****************...
Lily mencari keberadaan Lee di dalam dimensi-dimensi lain. Namun, belum juga dia temui lelaki yang membuatnya jatuh cinta sejak pandangan pertama. Lily pun mengingat semua masa indah yang pernah dilalui bersama Lee yang dahulu adalah bosnya.
Awalnya Lee tak menunjukkan rasa cinta, tetapi seiring berjalannya waktu, semua mengalir begitu saja. Lily pun mengingat semua kenangan itu dalam hati. Dia segera pergi menelusuri setiap jalan di dalam dimensi dunia lain. Berharap Lee ada di sana.
"Lee ... kumohon bertahanlah. Aku akan mencarimu sampai ketemu," gumam Lily. Bukannya bertemu Lee, justru Lily mendengar suara tawa yang bergema.
"Ha ... ha ... ha ... wanita iblis yang cantik, kenapa kau ada di sini? Sedang mencari jiwa manusia tahanan neraka yang lepas?" tanya suara misterius yang menggema itu.
"Siapa kau? Mengapa kau tahu aku mencari seseorang? Tunjukkan wujudmu!" seru Lily yang tak takut dengan suara itu.
Seketika, gumpalan asap berwarna merah muncul dari dalam bumi. Bersama dengan itu, muncullah makhluk mengerikan, iblis yang lama tertidur. Dia bernama Dark Zatan, yang juga menjadi kakak dari Zatan yang sudah dimusnahkan oleh Tuan Lucifer karena membuat keributan di neraka lapis keenam.
__ADS_1
Melihat wujud suara itu, Lily sedikit gemetar. Dia takut karena melihat wujud mengerikan dengan tubuh setinggi tiga meter layaknya raksasa. "Ada apa kau menghadangku? A-aku tidak kenal kau!" kata Lily mencoba menghindar.
"Aku memang tak ada urusan denganmu, tetapi kekasihmu tahu orang dan iblis yang kucari. Bagaimana jika kita bertukar informasi? Aku tahu kau mencari jiwa manusia yang bernama Lee, bukan? Buatlah kekasihmu mencari keberadaan Ningsih dan Bima untukku. Aku ada perlu dengan mereka," ucap Dark Zatan sambil menyeringai.
"Maksudmu? Kau tahu di mana Lee berada? Katakan di mana dia!" Lily pun penasaran apakah benar yang dikatakan iblis itu.
"Aku menyembunyikannya sebagai tawanan. Jika ingin dia selamat, ikuti perintahku. Bagaimana wanita iblis?" Penawaran dari Dark Zatan sangat menarik bagi Lily. Cinta membutakan mata dan hati Lily. Dia pun membuat kesepakatan tanpa memikirkan efek yang akan terjadi.
Dark Zatan pun tertawa karena wanita iblis itu mudah diperdaya. Mereka merencanakan hal dramatis untuk membuat Evan mau tak mau bertindak. Dark Zatan akan seolah-olah menculik Lily saat ada Evan. Agar Evan percaya hal itu dan mau mencari informasi tentang Ningsih dan Bima. Rencana yang sangat licik.
Lily yang memang tidak menaruh hati pada Evan, dengan mudah berkhianat. Evan tak tahu jika semua ini adalah bagian dari skenario jahat untuk balas dendam.
...****************...
Evan sudah menunggu Lily datang dan saat mulai jenuh, akhirnya wanita yang ia tunggu pun datang dengan senyum di wajahnya. "Lily!" seru Evan yang langsung berlari memeluk kekasihnya.
Berpisah cukup lama membuat Evan rindu pada wanita iblis yang sebenarnya tidak mencintainya. Bagaimana bisa Lily hidup dalam kepura-puraan? Meski semua sudah Evan lakukan, tidak mengubah apa pun bagi Lily.
"Maaf aku terlambat, Evan. Kau tidak apa, bukan?" tanya Lily menatap lelaki di hadapannya.
"Tak apa, sayang. Aku menunggumu di sini dengan sabar."
"Hei, iblis! Aku mencari Bima dan Ningsih. Apakah kalian kenal?" kata Dark Zatan memancing reaksi Evan.
"Siapa kau? Mengapa menanyakan hal itu pada kami!" gertak Evan yang kemudian menyuruh Lily berdiri di belakangnya untuk bisa dilindungi.
"Oh, jadi hendak mengelak jika kenal? Menarik! Sampaikan salamku pada mereka. Aku Dark Zatan, kakak dari Zatan yang karena mereka dimusnahkan oleh penguasa neraka!"
"Bukan urusan kami! Cari saja sendiri!" Evan mengajak Lily pergi. Tidak semudah yang Evan bayangkan, Dark Zatan langsung menyerang.
Evan menghindar dan memeluk Lily agar tidak terkena serangan iblis itu. Namun, kekuatan Dark Zatan lebih dari Evan. Beberapa kali menghindar, akhirnya kena juga. Evan terluka.
"Lily ... pergi saja. Selamatkan dirimu!" ucap Evan yang mencoba melawan meski percuma.
Dark Zatan pun langsung menangkap Lily sebagai tawanan. Seperti yang sudah mereka rencanakan, Lily yakin jika Evan akan melakukan apa pun untuk menyelamatkannya.
"Evan, tolong! Evan ...." seru Lily yang meronta dan meminta tolong dengan dramatis.
__ADS_1
Evan mencoba bangkit berdiri, meski kembali mendapat serangan dari Dark Zatan. Membalas pun percuma karena kekuatan mereka beda jauh dan kalah telak.
"Jangan tangkap dia! Dia tidak ada kaitannya dengan ini!" seru Evan saat hampir terbunuh karena serangan Dark Zatan yang bertubi-tubi.
"Kalau kau tak ingin wanita iblis ini kumusnahkan, cari keberadaan Bima dan keluarganya!" gertak Dark Zatan yang marah.
"Mengapa ganggu aku dan Lily? Kami tidak ada sangkut pautnya dengan mereka!" gertak Evan yang kemudian bangkit dan coba menyerang kembali.
Dark Zatan itu pun makin marah dan menyerang Evan dengan membabi buta. Membuat Evan jatuh dan terguling jauh dari tempatnya semula.
"Ingat pesanku! Bawa Bima dan keluarganya atau kumusnahkan kekasihmu!" Dark Zatan itu berseru dan kemudian menghilang dalam bumbungan asap berwarna merah.
Evan terluka parah. Darah hitam mengalir dari sudut bibirnya. Dia terluka dalam dan harus segera mencari pertolongan atau bisa saja dirinya musnah.
"Lily ... tidak!" teriak Evan yang melihat kekasihnya dibawa pergi.
Lily sudah tak sadarkan diri karena Dark Zatan itu membuatnya seperti tertidur. Lily sengaja dijadikan tawanan karena Dark Zatan itu tahu Evan sangat menyukai Lily dan bisa dimanfaatkan untuk meraih keinginannya.
Pada saat yang bersamaan di neraka, Alex merasakan sesuatu. Dia tahu jika Evan dalam bahaya.
"Papa ... tadi Paman Evan dari sini, bukan? tanya Alex yang merasakan hal aneh.
"Iya, dia sudah pergi. Ada apa, Alex?" Bima pun mendekati anaknya.
"Paman Evan dalam bahaya! Alex merasakan hal itu. Bagaimana ini, Pa? Kita tidak boleh pergi dari neraka, bukan?" Alex belum paham karena yang tak boleh pergi hanyalah Bima.
"Nak, sebenarnya hanya Papa yang tak boleh pergi dari sini. Namun, jika kau hendak mencari tahu soal Paman Evan, lebih baik meminta izin pada Yang Mulia Tuan Lucifer. Kita tidak bisa sesuia hati pergi dari sini. Kita sedang menjalani proses penambahan kekuatan," jelas Bima yang langsung dijawab dengan anggukan kepala Alex.
Alex diam sesaat. Jika dia pergi, belum pasti diizinkan. Namun, rasa khawatir itu kian nyata terasa. Seakan feeling yang membuatnya tak tenang. Dia pun memutuskan untuk bertanya pada Tuan Lucifer. Saat Alex masuk ke tempat singgah sana, terlihat Tuan Lucifer sedang minum darah dari cawan berwarna emas yang berkilau.
...****************...
Pada dasarnya, mencintai segala sesuatu janganlah berlebihan. Jika berpisah, pasti meninggalkan luka. Jika tak bersama, pasti akan meninggalkan pesakitan di hati. Mencintai dengan sewajarnya, akan membuat makhluk bisa berpikir rasional dan tidak mudah dimanfaatkan.
Apakah Evan bisa selamat dari luka yang parah? Apakah Dark Zatan bisa mencapai tujuannya untuk menemukan Ningsih dan Bima agar bisa balas dendam? Apakah Alex bisa membantu Evan dan mendapatkan izin dari penguasa neraka?
Dan apakah Tuan Lucifer akan tinggal diam dengan kejadian di atas?
__ADS_1
Baca selalu kelanjutan kisahnya^^ JERAT IBLIS makin seru, makin mendebarkan, dan yang pasti makin dicintai pembaca^^