
...Sebelum lanjut ke bab 2 ini, Author menyampaikan bahwa Bima dan Ningsih istirahat sejenak. Setelah membahas Dinda, akan Author lanjutkan kisah Bima dan Ningsih. Jika ingin bersabar sambil baca ini, Author sangat berterima kasih. Jika tidak, tunggu satu minggu, ya. Karena suatu hal mistis yang tidak bisa Author jelaskan, soal Bima Ningsih rehat seminggu dahulu agar semua netral....
...Author tahu kalian pasti rindu mereka apalagi dengan Alex. Namun, please. Beri break (istirahat) seminggu dulu 🙏 Kalau Author nekat lanjutkan, bisa berefek sama kesehatan Author. Terima kasih pengertiannya. Love you all 💕...
...Foto Lukas biar nggak penasaran...
...****************...
...🔥POSESIF🔥...
Mendengar Lukas mengangkat telepon dari wanita lain membuat Angel langsung terbangun dan tiba-tiba menatap Lukas dengan tajam. "Telepon dari siapa itu?" ucap Angel dengan nada datar membuat Lukas terkejut.
Lukas tak sengaja melepas handphonenya hingga jatuh ke lantai. "Aduh! Ngagetin aja, sayang. Duh, handphoneku jadi jatuh. Padahal baru beli minggu lalu brand apel kroak. Untung nggak rusak," jawab Lukas dengan reflek langsung mengambil handphone yang sudah berada di lantai.
"Kamu nyembunyiin sesuatu dari aku?" tanya Angel dengan sorot mata yang mengerikan.
"Angel ... aku cuma dapat tawaran colab dengan artis sekaligus selebgram terkenal. Nanti aku ajak sayang juga. Tenang, ya." kata Lukas mencoba menenangkan kekasihnya.
"Colab dengan wanita?" selidik Angel membuat Lukas agak merasa tak enak hati.
"Iya, sayang. Colab dengan Bella Shiban yang lagi naik daun. Nanti kalau sudah tahu jadwalnya, aku ajak sayang juga." bujuk Lukas agar kekasihnya tidak merajuk.
"Jangan berpaling, ya, sayang. Aku sudah cinta mati sama kamu," lirih Angel yang kemudian memeluk Lukas.
Bukan rasa nyaman yang datang, justru kengerian yang luar biasa. Lukas semakin hari semakin heran dengan Angel. Lama kelamaan seperti bukan Angel. Saat pelukan itu semakin erat, bau amis kembali tercium. Seperti bau darah yang begitu menyengat.
Lukas yang hendak melepaskan pelukan, justru terhanyut pada permainan Angel. Angel mengecup leher Lukas dan membangkitkan gelora asmaranya.
Malam itu, mereka kembali bertaut kasih seperti malam-malam sebelumnya. Seakan Lukas lupa akan apa yang ia alami. Lupa akan segala hal aneh yang ia rasakan.
Pagi harinya, tubuh Lukas terasa sakit dan pegal-pegal seluruh badan. Saat bangun dari tempat tidur dan melihat ke cermin. Lukas terkejut karena banyak luka memar di sekujur tubuhnya. Dia pun mencari di mana Angel berada.
Saat melihat ke dapur, Lukas kembali terperanga menyaksikan kejadian yang membuatnya merinding dan mual. Angel sedang asyik memakan daging mentah dari dalam kulkas dan belepotan darah di mana-mana.
Lukas mual dan langsung ke kamar untuk mengambil jaket dan kunci motornya. Lukas ketakutan dan langsung pergi meninggalkan rumah Angel.
"Gawat kalau terus-terusan bareng, bisa-bisa aku yang dimakan sama Angel. Duh, ya ampun. Kenapa Angel bisa seperti itu? Apa gara-gara perjanjian darah yang kubuat dengan Dinda?" gumam Lukas sepanjang jalan sambil mengendarai motor sportnya.
...****************...
Beberapa hari kemudian ....
__ADS_1
Lukas baru saja sampai di lokasi colab bersama Bella. Dia sudah membuat janji tanpa sepengetahuan Angel. Setelah kejadian pagi itu, Lukas menghindari Angel. Namun, beberapa kali Angel mencari Lukas di rumah bahkan keliling kampus. Lukas selalu bisa menghindari kekasihnya yang menakutkan itu.
Meski Angel menakutkan bagi Lukas, orang lain melihat Angel biasa saja. Hanya sikap Angel yang jadi pendiam dan tertutup. Orang tua Angel belum tahu karena malam ini mereka baru pulang ke Surabaya.
"Hei, Bella!" seru Lukas yang baru saja memarkirkan kendaraan di garasi rumah Bella.
"Hai, Lukas! Loh, kamu sendirian?" tanya Bella yang melihat Lukas datang seorang diri.
"Iya, nih. Aku belum punya team solid seperti kamu." jawab Lukas sambil melepas helm dan menghampiri Bella.
Bella terkesima dengan wajah Lukas yang sangat tampan pada awal jumpa. Biasanya, selebgram terkenal menggunakan banyak filter dalam upload postingan atau video. Ternyata, Lukas benar-benar tampan natural. Seperti halnya Bella yang cantik dan berkulit putih dengan tubuh langsing tinggi.
"Nggak apa. It's ok. Colab hari ini biar dihandle teamku. Mereka yang take video dan mengarahkan. Yuk, masuk ke rumahku. Aku tunjukkan tempat colabnya. Kamu bisa pilih mau di ondoor atau indoor." kata Bella menjelaskan.
Rumah Bella bak istana. Luas dan megah. Membuat Lukas takjub. Meski Lukas juga memiliki rumah mewah, tetapi rumah Bella jauh lebih mewah dari rumahnya.
"Keren. Rumah dari orang tua, ya?" tanya Lukas yang suka dengan interior rumah Bella.
"Ha? Nggak, lah! Aku kerja keras buat dapat semua ini. Kerja jadi content creator nggak buruk, kok! Kalau udah merambat ke Youtube, duit datang sendiri!" Bella pun mengajak Lukas masuk ke ruangan untuk colab bersama. Di sana sudah ada tiga orang crew yang menunggu
"Wah, jadi youtuber dan selebgram bisa beli rumah semewah ini? Serius?" Lukas masih belum percaya.
"Bisa. Di dunia ini nggak ada hal yang mustahil asal kamu berusaha keras untuk mencapainya." Lukas pun tersenyum mendengar kalimat itu. Dia pun yakin bisa berada di puncak kejayaan apalagi dia dalam dukungan Dinda
Setelah berkenalan, mereka pun memulai ambil video untuk colab sesuai perjanjian awal. Setelah tiga jam di sana, akhirnya selesai juga. Saat hendak beres-beres pulang, hujan tiba-tiba turun dengan lebatnya.
Bagi crew Bella, tidak menjadi masalah karena Adi membawa mobil dan berangkat serta pulang bersama Vina dan Tama. Namun, bagi Lukas menjadi problem karena hujan terlalu deras beserta petir. Dia memakai motor karena belum tertarik mobil.
"Kita duluan, ya. Sudah malam soalnya. Lukas mau bareng, ga?" kata Adi sebelum pergi.
"Aku nunggu reda aja. Nggak apa." jawab Lukas.
Adi, Vina, dan Tama pun pergi dengan mobilnya. Meninggalkan Bella dan Lukas di rumah megah itu. Satpam berjaga di pos. Sedangkan kedua pembantu selalu di belakang jika tidak dipanggil.
"Wah, aku pikir-pikir sudah mulai saatnya aku nabung buat beli mobil. Kalau musim hujan begini repot juga, ya." ucap Lukas sambil menggaruk kepalanya.
"He he he he ... iya, kalau gitu di sini aja dulu. Sambil nemenin aku. Mau nonton kah? Aku ada film bagus di kamar." Bella pun menawarkan Lukas untuk singgah lebih lama. Selain hujan deras dan petir menyambar, Bella pun ingin lebih dekat dengan Lukas yang menarik perhatiannya.
"Nggak apa, kah? Ntar cowokmu marah."
"Dih, ngapain punya cowok kalau cuma bikin galau? Mending have fun aja!" sahut Bella sambil menarik tangan Lukas ke lantai dua rumahnya. Menuju ke kamar Bella yang tak kalah megah dan memiliki fasilitas komplit.
Seakan mendapat rambu hijau, Lukas pun senang menanggapi setiap obrolan hangat dengan Bella. Mereka menonton film korea yang ternyata ada banyak adegan dewasa. Mereka menonton selama berjam-jam, tetapi hujan dan petir belum juga reda. Membuat Lukas menjadi bergelora dan tidak nyaman menahan rasa sejak beberapa jam tadi.
__ADS_1
"Lukas ... udah jam sebelas malam ini. Kamu nggak usah pulang," bisik Bella ke telinga Lukas.
"Ma-maksudnya?" Baru saja satu kata terucap, Bella langsung mengecup bibir Lukas.
Terjadilah apa yang memang mereka inginkan. Bella dan Lukas saling bertukar ludah dan keringat. Membuat malam yang dingin itu menjadi hangat. Tanpa disadari, sosok Angel dari balik jendela menatap tajam ke arah mereka yang sedang bercinta. Saat Lukas melihat ke jendel dan menangkap adanya sosok Angel yang melihatnya, dia langsung melepas pelukkan Bella dengan segera.
"Hei, what's wrong? Kenapa tiba-tiba berhenti?" protes Bella yang hampir mencapai kenikmatan duniawi.
"Nggak. Nggak apa. Kita lanjut nanti. Itu sepertinya ada orang di luar jendela." kata Lukas sambil melihat kembali ke jendela yang tak ada siapa-siapa.
"Hei, tampan. Nggak mungkin ada orang di jendela. Ini lantai dua. Jendela itu menghadap ke balkon. Cara masuk cuma dari kamar ini. Ayo lanjutkan lagi," jelas Bella yang berujung rayuan lagi.
Lukas merasa sangat aneh dengan hal itu. "Angel ada apa, ya? Apa dia baik-baik aja?" batinnya yang kemudian terhanyut dalam permainan Bella lagi.
Mereka bergumul hingga subuh tanpa jeda. Setelah itu mereka beristirahat.
Lukas bangun karena dering di ponselnya memekakan telinga. Bella masih berada dalam pelukkannya di bawah selimut tebal berwarna merah muda.
"Siapa, sih, telepon?" gumam Lukas sambil mencari di mana ponselnya berada.
Lukas meraih ponsel dan melihat jam ternyata sudah pukul sebelas siang. Dia pun mengangkat telepon yang ternyata sejak tadi sudah ada sebelas panggilan tak terjawab dari Angel dan juga mamanya.
Lukas: "Hallo, Ma. Ada apa?"
Mama Fani: "Lukas, kamu di mana?"
Lukas: "Di tempat temen. Ada apa, sih?"
Mama Fani: "Kamu nggak tahu, kah, kalau Angel bunuh diri? Dia meninggal dan baru diketahui mayatnya tadi pagi saat orang tuanya sampai di rumah. Cepet pulang! Ini Mama sudah dari pagi di rumah Angel. Mamanya Angel pingsan berkali-kali."
Lukas: "Ha? Ya-ya, Ma. Lukas segera ke sana!"
Lukas pun mengakhiri pembicaraan dan segera bangun dari tempat tidur. Tak habis pikir, kenapa Angel berani melakukan hal itu. Apakah semalam yang dilihat Lukas adalah penampakan hantu Angel? Dia tak sanggup memikirkan itu sekarang. Dia bergegas ke kamar mandi. Lalu, memakai pakaian lengkap dan bersiap pergi.
Bella bangun dan mencegah Lukas pergi. "Mau ke mana sayang?" lirih Bella.
"Aku ada urusan penting. Nanti aku ke sini lagi." sahut Lukas yang tak bisa menjelaskan alasan itu padanya.
"Aku ikut!" kata Bella langsung bangun dari tempat tidurnya.
"Jangan. Aku mau melayat. Kamu di rumah saja." tegas Lukas.
"Melayat kekasihmu?" ucap Bella yang membuat Lukas bingung dari mana dia tahu soal Angel meninggal.
__ADS_1