
...Reno & Lisa...
...Akhir...
Sebenarnya, kepergian Alex ke Australia tak hanya soal menempuh perjalanan jauh, pun juga mengobati hati yang sedih karena kenyataannya Bima tak bisa bersama mereka. Hanya Alex yang menyimpan rahasia soal kehidupan masa lalu. Alex segera pulang ke Indonesia karena khawatir dengan Lisa yang harus menghadapi masalahnya sendirian karena Reno sedang dalam pengaruh pelet.
"Tenang, Lisa. Aku akan segera pulang," ucap Alex yang sudah naik pesawat penerbangan paling awal untuk sampai di Indonesia.
Perjalanan berjam-jam yang meletihkan pun Alex tempuh demi bisa menolong Lisa. Kadang, dia merasa merindukan semua keluarganya. Namun apa daya, dia harus menyelesaikan juga tugas di Australia.
Di sisi lain ....
Reno dan Devi sudah sampai di Indonesia. Tepatnya sudah kembali ke Yogyakarta. Reno sangat lengket dengan Devi seperti perangko. Devi pun membujuk Reno untuk segera mengurus pernikahan mereka.
"Sayangku Reno ... kita jadi menikah, kan?"
"Jadi, dong, Sayang. Jangan khawatir."
"Kalau begitu ... ayo kira urus segera semuanya."
"Baik, Sayang."
Brukk!!
Reno yang sedang berjalan tak sengaja menabrak orang di depannya. Ternyata orang itu adalah Dinda. Namun Reno tak mengenalnya karena kepergian Bima.
__ADS_1
"Aduh ... maaf ya ...." lirih Reno yang seketika memegang pinggang Dinda yang tubuhnya hendak terjatuh.
"Ah, tidak apa. Aku yang minta maaf karena sudah menabrakmu."
Dinda sengaja menabrak Reno agar perhatian teralihkan. Sedangkan Boy langsung menepuk pundak Devi dan berbisik, "Lepaskan ikatan mantra pelet pengikat sukma milikmu ...."
Devi seakan terhipnotis. Dia mengangguk tanda paham. Reno pun kembali berjalan dengan Devi, sebelumnya Dinda sudah mengambil makhluk yang membuat mata, telinga, hati, dan pikiran Reno tertutup.
"Hei, makhluk jelek! Siapa tuanmu? Tega sekali menyesatkan manusia!" gertak Dinda yang kesal dengan makhluk pelet pengikat sukma.
"Ha ha ha ha ha ... kenapa iblis mengatakan seperti itu? Bukankah dosa dan pelanggaran mu jauh lebih banyak menyesatkan manusia?" ejek makhluk itu pada Dinda.
Dinda makin kesal. Boy pun langsung maju. "Biar aku yang memusnahkan dia." Boy mengeluarkan pedang yang selama ini bersembunyi di tubuhnya. Dia segera menebas makhluk itu agar tidak banyak perdebatan.
Dinda hanya mengangguk mengikuti perkataan Boy. Mereka pun pergi.
...****************...
Sesampainya mengantarkan Devi ke rumah, Reno merasakan hal aneh. Dia bingung mengapa pergi bersama Devi.
"Sayang, terima kasih, ya. Aku istirahat dulu. Nanti lanjut jalan-jalannya yaa ...." Devi pun mencium pipi Reno karena tak tahu semua pengaruh magis mulai luntur.
Reno pun pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia justru bingung dan pusing. Dia hanya ingin segera sampai rumah.
"Apa-apaan ini?! Tak mungkin aku liburan dengan Devi! Astagfirullah .... Lisa bagaimana jika tahu?" Reno langsung membanting handphone nya ke sisi samping kursi pengemudi. Dia langsung menyetir secepat mungkin untuk sampai ke rumah.
__ADS_1
Hari itu, hari Minggu. Lisa pasti cemas menunggu. Masih pagi sekali, sekitar pukul enam, Reno sampai di rumah. Ya, dia naik pemberangkatan jam dini hari.
"Lisa! Lisa!" seru Reno yang terburu-buru masuk rumah.
"Papa!" teriak Lisa yang langsung berlari dan memeluk tubuh ayahnya.
"Lisa ... maafin Papa, ya. Papa tak tahu mengapa bisa pergi dengan wanita itu," bisik Reno yang tak terasa meneteskan air mata.
Di belakang Lisa, ternyata ada Alex yang berdiri menatap Reno. Alex sudah sampai di rumah Reno untuk menghibur Lisa.
"Papa ... jangan dekat-dekat Devi lagi. Aku mohon ...." pinta Lisa dengan air mata menggenang di pelupuk matanya.
"Iya, sayang. Maafkan Papa. Maaf." Reno memeluk erat tubuh anaknya.
Alex terdiam karena bingung. Pengaruh pelet pemikat Sukma sudah menghilang. Siapa yang mematahkan mantra itu? Alex memejamkan mata sejenak. "Tante Dinda dan Om Boy?! Tak mungkin ... mereka menyelamatkan Kak Reno tetapi tidak menemui aku?" batin Alex ketika menemukan jawabannya.
Hari itu ... Reno kembali hidup normal bersama Lisa. Alex berada di rumah Reno hingga seminggu. Dia mengantar jemput Lisa dan mengajaknya berkeliling ke mana saja dia mau. Alex sengaja tidak pulang ke rumah karena tak mau Ningsih tahu. Jika Alex pulang, pasti akan makin lama di Indonesia dan sulit kembali ke Australia. Padahal kuliahnya belum selesai.
Sedangkan Devi ... setelah pulang dari Singapura dan meletakkan semua barang belanjaannya, tubuh Devi mulai gatal-gatal. Dia menggaruk perlahan hingga akhirnya sangat panas dan gatal. Tubuh Devi penuh luka garukan kukunya. Dia mengalami itu berhari-hari dan bekas lukanya bernanah. Devi meninggal mengenaskan dan tidak ketahuan siapa pun di rumahnya. Setelah tiga hari kematiannya dan bau busuk menyengat, baru para tetangga tahu dan menjadi berita heboh.
Setiap apa yang ditanam pasti akan dituai. Karma itu bukan sebuah gurauan. Jika menanam kebaikan, maka bahagia dan ketenangan akan dituai kelak. Namun jika menanam kejahatan, fitnah, tipu daya, dan kebohongan ... maka sengsara dunia dan akhirat yang akan dituai kelak. Manusia bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Baik sengaja atau tidak sengaja. Dan kenyataan yang mengerikan adalah ... Maut. Maut bisa datang kapan saja tanpa permisi.
__ADS_1