
...🌺 BAHAGIA 🌺...
Ningsih mendapat kelebihan yaitu tetap menjadi awet muda selama bersama Bima dan Alex. Kehidupan mereka yang jauh dari campur tangan orang lain membuat keluarga itu terlihat utuh. Wahyu yang masih berada di pondok pesantren mampu menjadi lelaki yang sholeh, hebat, dan baik. Tentunya Ningsih Bima, dan Alex masih mengunjungi Wahyu ketika weekend. Alex bisa mengubah aura Bima agar tidak terdeksi sebagai makhluk gaib.
Perjalanan hidup Ningsih dan Bima sudah delapan tahun berlalu. Namun, Wahyu belum pernah mengajak atau meminta untuk pulang ke rumah Ningsih yang saat ini ini berada di Kota Yogyakarta. Hasil dari usaha Ningsih berkembang pesat selama delapan tahun belakangan ini. Dia sudah mendirikan beberapa minimarket ternama dengan bantuan Bima. Dia juga memilihi rumah mewah di kawasan perumahan elite.
Kehidupan Reno dan Nindy pun berjalan dengan baik. Mereka mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik berusia tujuh tahun. Mereka hidup bahagia bersama Abah dan Ibu.
Sedangkan Santi, akhirnya dia menikah dengan Budi karena dijodohkan oleh Pak Anwar, sebelum akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir karena sakit jantung. Budi mau tak mau harus menjalankan perintah ayahnya yang terakhir sebelum meninggal. Santi pun tinggal di pesantren membantu Budi membesarkan nama pesantren peninggalan Pak Anwar. Mereka memiliki seorang anak perempuan yang masih berusia lima tahun.
Laurent dan Daniel hidup bahagia di dalam rumah seperti kastil itu. Meski mereka tak bisa memiliki anak karena kutukan dari nenek Laurent, mereka tetap menjalani hidup dengan bahagia. Mereka justru membuka bantuan tentang hal-hal gaib bagi orang-orang yang membutuhkan. Laurent senang bisa membantu orang lain, setelah berhasil membantu Bima dan Ningsih. Mereka pun terkenal hingga melakukan perjalanan ke luar kota dan bahkan luar negeri.
Selama delapan tahun ini, Ningsih jarang mengunjungi keluarga Santi maupun keluarga Reno karena Ningsih tidak ingin melibatkan mereka dengan perjalanan kehidupan cintanya yang berliku. Tentunya selama delapan tahun itu pun banyak rintangan yang menghadang mereka. Seperti pada tahun pertama saat Alex sudah lahir, banyak penghuni neraka yang diperintahkan oleh Tuan Asmodeus untuk mencari Alex.
...****************...
Flashback ....
Malam itu, Alex kecil merasa resah karena melihat sesuatu di depan rumah, sebelum akhirnya makhluk itu menghilang. Bima dan Ningsih tidak tahu dan tidak menyadari jika ancaman Itu nyata. Saat mereka lengah, makhluk dari neraka itu menyerang Alex. Hendak membawa anak kecil tampan berkekuatan gaib itu pergi ke neraka.
"Lepaskan anakku! Dasar makhluk neraka jahanam! Jangan kau pegang anakku!" tegas Bima kepada makhluk mengerikan itu.
"Grrrr ... mengapa kau mau membela manusia saat ini? Anak ini berada dalam kuasa dua dunia yang berbeda dan memiliki kekuatan yang luar biasa. Aku hanya mengikuti perintah Tuan Asmodeus untuk mengambil anakmu! Kekuatan ini yang diinginkan oleh Tuanku penguasa neraka lapis keenam! Jangan halangi aku!" gertak makhluk mengerikan dengan taring dan kuku panjang itu.
Bima tak tinggal diam. Dia langsung menyerang makhluk itu. Alex saat itu dalam posisi tangan terikat borgil gaib dan susah untuk melepaskan. Ningsih mencoba membebaskan Alex, namun apa daya dia tidak memiliki kemampuan apa pun.
Bima menyerang makhluk dari neraka itu bertubi-tubi. Saat ada makhluk itu lengah, Bima langsung melepaskan ikatan gaib dari tangan Alex. Alex pun terbebas dan membantu Bima untuk menyerang makhluk itu.
__ADS_1
Tanpa disangka, makhluk itu memanggil kawan-kawannya yang lain. Makhluk mengerikan yang diperintahkan oleh Tuan Asmodeus untuk pergi ke dunia mencari Alex. Tentunya mereka mempunyai semacam radar masing-masing dan bisa mengetahui di mana letak teman yang satu dengan yang lain.
Bahaya besar mengancam. Bima dan Alex bersiap untuk melindungi Ningsih. Mereka pun membuat sebuah kubah untuk melindungi Ningsih dari serangan atau pengaruh gaib. Mereka menyatukan kekuatan untuk membungkus Ningsih di dalam kubah gaib tersebut.
"Ningsih, tetaplah berada di dalam kubah ini. Kamu akan baik-baik saja. Ingat, jika ada sesuatu yang terjadi antara aku atau Alex. Kamu jangan pernah keluar dari kubah ini. Mereka akan memanfaatkan kesempatan untuk melukaimu." kata Bima memberi pesan kepada istrinya dengan rasa khawatir yang sangat besar.
"Iya, Bima. Tolong kalian berhati-hati. Jaga juga Alex. Semoga semua ini segera berakhir dan mereka kalah," jawab Ningsih yang bersedih melihat suami dan anaknya harus bertarung dengan makhluk neraka itu.
"Mama, tenang saja. Aku dan Papa pasti akan berhasil melawan mereka semua. Berapa pun yang diundang, tidak akan bisa menandingi kekuatan Papa dan Alex. Tenang saja, Mama," ucap mulut kecil Alex yang selalu berpikiran positif. Ningsih pun berharap hal itu yang terjadi. Dia tidak ingin keluarganya terluka.
Benar yang dikawatirkan Ningsih, makhluk dari neraka yang hampir kalah itu memanggil teman-temannya yang berjumlah tujuh. Jumlah yang cukup banyak untuk dilawan Bima dan Alex yang hanya berdua.
"Grrrr ... menyerahlah! Kalian tidak akan mampu melawan kami delapan makhluk andalan neraka. Tuan Asmodeus sudah memberikan perintah ini, maka dari itu kami harus membawa anak itu ke neraka lapis keenam." gertak salah satu makhluk itu.
"Tak bisa dan tak mungkin! Aku tidak akan menyerahkan anakku begitu saja! Jika kalian selamat malam ini, katakan kepada tuan kalian jangan mengusik kehidupanku lagi! Namun, jika kalian tidak selamat, akan kusampaikan sendiri pesan itu kepadanya saat menggempur neraka!" seru Bima sambil mengepalkan tangannya.
Bima yang terpancing emosi pun langsung menyerang makhluk-makhluk neraka itu. Alex pun membantu Bima. Untung saja kekuatan Alex yang begitu besar membuat delapan makhluk mengerikan itu kesulitan dalam melawan. Satu dari makhluk itu tumbang dan akhirnya musnah ketika Alex memberikan pukulan terakhir sebagai pamungkas. Bima menatap anaknya dia merasa sangat ngeri terhadap kekuatan yang luar biasa dari Alex. Pantas saja penguasa neraka begitu menginginkan Alex.
"Papa, awas!" teriak Alex saat Bima terkena serangan dengan hebat membuat Bima terpelanting jauh. Serangan itu melukai bahu Bima hingga sulit untuk menahan rasa nyeri dan sesak.
"Bima!" Ningsih berteriak, khawatir. Dia hendak keluar dari kubah, tetapi tak bisa karena Alex melindungi Ningsih agar tak bisa keluar dari kubah gaib.
Alex yang marah pun mengepalkan kedua tangannya. Matanya terbelalak dan dia pun berteriak. Seketika cahaya biru campur merah begitu besar keluar dari tubuhnya. Cahaya itu pun membesar dan kemudian melalap semua makhluk neraka yang tersisa. Alex membunuh mereka dalam kobaran cahaya yang hanya bisa dilihat oleh makhluk gaib saja. Setelah itu, cahaya itu pun musnah. Masuk kembali ke dalam tubuh Alex. Alex pun terjatuh dan tak sadarkan diri.
Bima langsung berusaha meraih dan menggendong anaknya. Dia pun mengulurkan tangan ke Ningsih agar bisa keluar dari kubah karena merasakan sudah aman. Ningsih sangat khawatir terhadap anak dan suaminya.
"Alex ... bangun Alex. Ada apa? Mama mohon kamu bangun." Ningsih berkali-kali mengusap halus wajah anaknya.
__ADS_1
"Tenang, Sayang. Dia hanya terlalu capek. Kekuatannya yang besar baru saja terlihat saat dia marah. Pantas saja, penguasa neraka menginginkannya. Mulai saat ini, kita harus menjaga Alex sebaik mungkin. Karena aku yakin, penguasa neraka tidak akan menyerah begitu saja dan akan menyuruh makhluk-makhluk mengerikan lainnya dari neraka yang akan mendatangi kita." kata Bima sambil memegang bahunya yang sakit.
Setelah hal itu, masih banyak kejadian lainnya yang membuat Ningsih dan Bima semakin erat mencintai satu dengan yang lain. Saat ada permasalahan, justru membuat sepasang kekasih itu semakin erat dalam perasaan. Terlebih semua demi Alex yang mereka sayangi.
...****************...
Saat ini ....
Ningsih dan Bima menjalankan bisnis minimarket dengan baik. Tidak ada yang menyadari jika Bima dan Alex adalah Iblis. Mereka menjalani kehidupan layaknya keluarga bahagia lainnya.
Hari itu, Ningsih sedang merencanakan kejutan ulang tahun untuk Wahyu. Meski Wahyu tahu jika Alex dan Bima adalah Iblis, dia tak pernah mengatakan pada orang lain. Dia merahasiakan hal itu, bahkan pada alm. Pak Anwar dan Budi. Alex yang membuat ingatan orang disekitar Ningsih melupakan tentang Bima. Kekuatan Alex yang luar biasa sebenarnya bisa mengubah Bima menjadi manusia utuh, tetapi Bima tak ingin mengambil kesempatan itu.
Wahyu berlatih menjadi santri terbaik di pesantren agar bisa mengemban amanah meneruskan misi Budi dan alm. Pak Anwar. Dia ingin mengubah nasib dan setelah cukup ilmu, ingin menyadarkan ibunya dari JERAT IBLIS.
"Ma, Mama sedang menyiapkan apa?" tanya Alex yang baru saja muncul.
"Besok, kakakmu ulang tahun. Ayo kita ke pesantren memberi kejutan." kata Ningsih yang membuat kue tart sederhana.
Alex pun tertarik mengunjungi kakaknya. Sudah lama merek tak berjumpa. Meski Alex terkadang jail, mengunjungi Wahyu di pesantren dengan wujud tak kasat mata. Tentunya hanya Wahyu yang bisa melihat Alex dan hal itu sangat mengganggu Wahyu.
"Kalian jangan ribut, ya. Kalian sudah dewasa. Usia Wahyu sudah tujuh belas tahun, jangan buat dia marah," kata Ningsih memperingatkan Alex yang sudsh berwujud remaja juga. Seakan mereka anak yang beda usia satu tahun.
Bima pun datang menghampiri Ningsih dan Alex yang sedang bercakap soal rencana besok. "Kalian baru bicara apa, sih? Asyik sekali." sapa Bima membuat Ningsih dan Alex tersenyum.
"Ini, Mama mau buat kejutan ulang tahun buat Kak Wahyu. Padahal Kak Wahyu ulang tahun ke tujuhbelas, pasti dia nggak suka seperti itu. Itu kan untuk anak kecil." lirih Alex yang kemudian tertawa.
"Ih, Alex jail banget. Nggak apa, kan? Ini bentuk perhatian Mama buat anak-anak." sanggah Ningsih tak mau kalah.
__ADS_1
"Sudah, sudah. Kalian ini yang seperti anak kecil. Wahyu itu jauh lebih dewasa dari kalian. Tanpa kejutan pun, dia sudah senang dikunjungi dan didoakan. Meski dia tahu siapa Papa dan kamu, Alex, Kak Wahyu tidak pernah marah, bukan?" ucap Bima yang memang benar.
Saat ini, Wahyu masih menahan karena ilmunya belum cukup menghadapi Bima dan Alex. Mereka tak tahu yang sesungguhnya.