
...🔥GILANG🔥...
Flashback malam itu ketika Gilang keluar dari kamar Gio dan merasa diperhatikan oleh sesosok makhluk gaib ....
Setelah selesai makan gorengan dan minum kopi, Gio dan Gilang pun mengerjakan tugas kantor yang dibawa pulang. Setelah selesi mengerjakan semuanya, Gilang pun pamit kembali ke kamarnya. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Keluar dari kamar Gio rasanya sangat dingin. Angin berembus perlahan membuat bulu kudu meremang.
"Duh, kenapa merinding, ya? Ada apa, ya?" gumam Gilang sambil memegang tengkuknya.
Makhluk hitam itu mendatangi Gilang. Jika ingin pagar gaib itu musnah, makhluk itu harus menyerang orang yang membuat pagar gaibnya. Hal itu yang akan dilakukan oleh makhluk hitam yang menginginkan Nindy. Mengganggu Gilang terlebih dahulu agar bisa mengambil alih jiwa dan aura dendam di dalam Nindy.
"Ha ha ha .... Manusia bodoh yang sering menjadi pahlawan kesiangan. Ayo kita adu kekuatan!" gertak makhluk itu pada Gilang. Jelas saja Gilang terkejut. Dia langsung siaga. Tidak lupa laptop dan pekerjaannya diletakkan dalam kamarnya terlebih dahulu. Lalu, dia siap menghadapi makhluk mengerikan itu.
Gilang tahu jika makhluk itu tidak mengincar dirinya, melainkan Nindy. Namun, Gilang sudah memberi pagar pada tubuh dan juga rumah Nindy. Otomatis ketika makhluk itu kesulitan menembus, cara satu-satunya adalah melukai Gilang. Jika si pemberi pagar gaib terluka, akan berpengaruh pada pagar gaib yang dibuat. Jadi bisa dikatakan, makhluk itu mengincar si empunya pagar gaib agar bisa mengambil Nindy.
Gilang pun mengucapkan doa-doa dan bertahan dari serangan makhluk itu. "Grrrr ... kekuatanmu sudah banyak terkuras untuk pagar gaib. Menyerahlag sebelum aku menghabisimu!" gertak makhluk itu pada Gilang.
"Tidak semudah itu! Allah tidak akan membiarkan umat-Nya diperdaya oleh makhluk sepertimu!" seru Gilang yang tak gentar meski sebenarnya dia tahu kekuatannya tak bisa menandingi makhluk itu.
Sedangkan Gio terkena sirep atau tertidur pulas karena pengaruh makhluk gaib itu. Gilang melawan makhluk hitam itu sendirian. Makhluk mengerikan yang mengumpulkan energi dari amarah dan dendam manusia. Pertempuran tak bisa dielakkan.
"Allah bantu hamba-Mu ini!" batin Gilang yang mencoba bertahan dan menyerang, tetapi makhluk itu selalu bisa menangkis dan mengembalikan serangan Gilang. Perlahan tetapi pasti, makhluk itu berhasil melumpuhkan Gilang.
Hantaman terakhir di dada Gilang membuat lelaki itu terluka parah. Luka itu membekar seperti memar dan darah segar mengalir dari hidungnya. Seketika semua menjadi gelap. Gilang pingsan dan baru diketemukan penghuni kontrakan menjelang subuh.
__ADS_1
Setelah Gilang dikalahkan, makhluk hitam itu segera ke rumah Nindy. Benar saja, pagar gaib yang Gilang buat sudah menghilang. Makhluk hitam itu menyeringai dan segera masuk ke rumah untuk menghampiri Nindy. Benar saja, makhluk itu segera menghisap aura gelap dari dalam Nindy, lalu seketika merasuki tubuh Nindy.
"Aaaaaaa!" teriak Nindy yang mencoba melawan sesuatu yang membuat kepalanya terasa berat.
"Ma, ada apa, Ma? Mama? Ma, kenapa badanmu demam?" tanya Reno yang langsung bangun dan panik.
Asisten rumah tangga Reno pun terbangun mendengar teriakan Nindy. "Ada apa, Nyonya, Tuan?" tanya bibi dari balik pintu sambil mengetuk.
"Bi, tolong ambilkan minum dan paracetamol!" seru Reno memerintah. Dia segera melepas selimut dari tubuh Nindy. Tubuh istrinya sudah mulai kaku dan menegang. Mata Nindy mulai ke atas dan memperlihatkan putihnya saja.
"Aaaaa! Pa-Papa ... pergi. Bawa Lisa pergi. Pa-Papa ...." kata terakhir yang Nindy ucap sebelum bola matanya menjadi putih semua. Kemudian kesadaran Nindy pun menghilang. Makhluk hitam itu sudah berhasil menguasai Nindy sepenuhnya.
Langsung saat Reno hendak menolong, Nindy mencakar Reno dan membuat Reno terpental jauh menabrak pintu kamar. Menyadari istrinya seperti kerasukan, Reno pun segera mencari handphonenya untuk menghubungi Gilang dan Gio. Namun saat itu, Gilang tidak merespons. Setelah beberapa saat menelepon Gio, akhirnya panggilan telepon dari Reno pun terjawab.
Gio: "Assalamualaikum. Ada apa, Mas Reno?"
Gio: "Astagfirullah ... iya, Mas. Ini aku baru antar Gilang ke rumah sakit karena terluka. Kalau sudah beres semua, aku segera ke rumah Mas Reno. Saat inj hampir subuh, pastikan Mbak Nindy tidak keluar rumah atau tetap di kamar saja."
Reno: "Baik, Gio. Terima kasih."
Reno segera mengambil barang yang bisa untuk mengikat Nindy. "Pak! Bi! Tolong ke sini!" teriak Reno makin panik karena Nindy yang hendak diikat, melawan. Kekuatannya jauh lebih besar daripada kemampuan Nindy biasanya.
Pak Sopir dan para Bibi segera membuka pintu kamar dan masuk membantu Tuan Reno. Ternyata kegaduhan itu membuat Lisa terbangun. Dia segera menghampiri ke kamar orang tuanya. Tak disangka, Lisa melihat makhluk mengerikan itu dalam tubuh mamanya.
__ADS_1
"Mama! Mama! Papa, ada makhluk mengerikan itu. Mama ... lepaskan Mamaku. Hiks hiks hiks ...." Lisa ketakutan melihat makhluk hitam itu dalam tubuh mamanya.
Reno pun paham karena anaknya bisa melihat makhluk gaib. Tubuh Nindy mencoba meronta, tetapi Allah berpihak kepada mereka. Adzan Subuh pun berkumandang. Terdengar menggema sampai ke kamar. Nindy meronta dan seperti kejang-kejang.
"Panas! Panas!" teriak Nindy mencoba melepaskan diri tetapi tak bisa.
Kesempatan baik, Reno dan Pak Sopir segera mengikat Nindy di ranjang. Tangan dan kakinya serta tubunnya diikat dan di sambungkan setiap sudut ranjang agar tidak bisa bergerak jauh. Setelah sudah ikatan kuat, mereka pun keluar kamar dan mengunci pintu.
Reno langsung memeluk erat Lisa. "Tenang, Nak. Ayo kita berdoa agar Mama baik-baik saja," ucap Reno menenangkan anaknya.
Mereka pun menunggu Gio datang. Setelah adzan berhenti, suara teriakan Nindy kembali terdengar untuk minta dilepaskan dari ikatan. Namun, mau tak mau Reno harus tega untuk mengabaikan suara istrinya yang sedang kerasukan karena saat membuka pintu, wajah istrinya sudah menakutkan. Urat-urat sekitar wajah Nindy terlihat jelas, matanya putih, dan bibirnya mulai mengeluarkan darah karena tergigit giginya sendiri. Makhluk itu sengaja menyakiti tubuh Nindy agar Reno melepaskannya.
"Lepaskan ikatan ini! Lepaskan atau kubunuh tubuh ini! Aku sudah menemukan tubuh yang lebih segar untuk tempat tinggalku!" geram makhluk itu sambil menatap Lisa.
"Tidak!" teriak Reno yang langsung menutup pintu kamar dengan kencang. Dia takut jika Lisa terkena imbasnya.
Beberapa saat kemudian, Gio datang dan membantu. Melihat hal itu, Gio kesulitan dan membuat pagar gaib untuk kamar Nindy karena takut makhluk itu keluar dan menyerang Lisa.
...****************...
...PENGUMUMAN...
...Jika suka karya ini, jangan lupa VOTE, share, tips, dan like ya guys^^...
__ADS_1
...Bagi para pembaca JERAT IBLIS yang ingin masuk ke GRUP CHAT, baiknya memberi password saat masuk agar diterima. Sebutkan 3 pemain di Novel JERAT IBLIS. Lalu tulis itu saat hendak masuk grup. Hal ini diadakan karena mengikuti usul para admin demi kenyamanan sesama penghuni Grup Chat, mohon diperhatikan ya guys. Thanks^^...
...Jangan lupa baca karya Author Rens09 berjudul The Hunter (Gambar Lee Min Ho) khusus untuk DEWASA ya karena 21++ ada adegan hot dan bunuh-bunuhan. Terima kasih^^...