JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
Reno & Lisa: Devi yang Ambisius


__ADS_3

...Reno & Lisa...


...Devi yang Ambisius...


Lisa bergegas berlari ke dalam bandara saat sampai di depan pintu air port Adi Sucipto. Pak Sopir yang sudah memarkir mobil langsung mengikuti nona kecil yang beranjak remaja itu.


Saat itu, suara dari pengumuman di bandara terdengar nyaring. Pengumuman pesawat yang hendak terbang ke Singapura. Lisa langsung mencari gate tempat para penumpang yang hendak pergi ke Singapura mengantri untuk berangkat.


"Papa? Papa di mana?" gumam Lisa yang masih berlari ke sana ke mari mencari Reno yang hendak pergi dengan Devi. Lisa tahu jika Devi licik dan membuat ayahnya takluk dengan bantuan hal gaib.


"Non ... Non Lisa ... Tuan Reno sudah berangkat ke Singapura. Ini Bapak sudah dapat info. Tuan Reno dan kawannya susah berangkat dari bandara di Solo," kata Pak Sopir membuat Lisa terkejut.


Ternyata Devi lebih licik dari perkiraan Lisa. Wanita itu sudah antisipasi hingga soal Lisa menyusul ayahnya. Kalah. Kali ini Lisa kalah karena Reno sudah bersama Devi ke Singapura. Entah akan jadi seperti apa Reno yang dalam pengaruh pelet pemikat yang Devi lakukan.


Di sisi lain ... Dalam pesawat....


"Ha ha ha ha ... dasar gadis cilik yang terlalu banyak ikut campur! Aku sudah tahu kalau kamu pasti menyusul ke bandara. Pemikiran kamu masih dangkal tak seperti aku! Ha ha ha .... Untunglah aku lebih pintar," batin Devi yang bersandar di bahu Reno.


Wanita itu sangat cerdik mengelabui Lisa dan para pegawai Reno. Dia meminta Reno pesan tiket di Solo saja dengan alasan ingin berjalan-jalan ke Solo terlebih dahulu. Devi sudah mempertimbangkan semuanya dengan baik.


Reno hanya diam dan ikut semua perkataan Devi karena pelet pengikat darinya. Ternyata benar, dukun yang dibayar mahal itu mampu membuat Reno takluk pada Devi.


Seperti yang sudah menjadi kesepakatan, Reno harus bersama Devi dahulu selama beberapa hari agar mantranya berjalan dengan baik. Devi menginginkan menjadi istri Reno demi mendapatkan dan mengeruk hartanya.


"Devi ... apakah kita akan bersenang-senang di sana? Aku ... aku memikirkan Lisa. Dia pasti mencari ku," lirih Reno antara sadar dan tidak.


"Sayang .... Lisa kan sudah besar. Di sana juga ada pegawaimu. Sudahlah ... jangan pikirkan hal itu lagi," bujuk Devi pada Reno.

__ADS_1


Dua hari saja. Cukup dua hari bersama Devi dan Reno akan takluk pada perkataan wanita itu. Pelet pemikat yang ampuh akan membuat Devi mudah mengendalikan Reno.


...****************...


Lisa sangat resah. Dia tak berani bercerita kepada siapa-siapa karena takut dianggap terlalu posesif terhadap ayahnya yang sedang dekat dengan wanita. Lantas remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama tersebut memutar otak dan mempunyai ide untuk bercerita kepada sepupunya yang sangat dekat dengannya, yaitu Alex.


Saat ini Alex berada di Australia, menempuh pendidikan lanjut di sana. Lisa pun menghubungi Alex menggunakan messenger.


Lisa: [Kak Alex ... apa kabar? Apakah ada waktu sebentar? Aku ingin membicarakan sesuatu kepada kakak.]


Menunggu beberapa saat kemudian, akhirnya pesan itu pun berwarna centang biru yang artinya sudah dibaca oleh Alex. Lisa pun menunggu kakak sepupunya itu membalas pesan tersebut.


Alex: [Halo, Lisa ... apa kabar? Kabarku baik di sini. Iya, aku ada waktu kamu mau bicarakan apa silakan saja.]


Lisa sangat senang Alex sudah membalas pesannya. Secercah harapan ada karena dia bisa menceritakan semua itu kepada sepupunya. Sejak kecil, Lisa memang dekat dengan Alex. Terlebih lelaki itu sangat perhatian dan mau mengerti kondisi Lisa yang memiliki kelebihan.


Alex yang saat itu masih mengerjakan skripsi akhir miliknya di Australia pun merasa Lisa membutuhkan bantuannya. Jika Lisa menceritakan hal itu kepada Wahyu atau kepada ibunya, belum tentu mereka akan percaya kepada Lisa. Justru bisa jadi Lisa mendapatkan masalah dengan dimarahi.


Alex: [Sabar dulu. Kakak akan pulang ke Indonesia. Kamu tenang, ya. Nanti Kakak bantu soal Papamu.]


Lisa langsung teriak girang karena Alex mau pulang. Dia langsung membalas pesan kakak sepupunya itu.


Lisa: [Terima kasih, Kak Alex. Aku jadi lebih tenang.]


Alex: [Lebih tenang atau teriak kegirangan? Ha ha ha ha .... Ya udah, see you yaa... Kalau sudah pesan tiket pesawat, nanti aku kabari lagi.]


Lisa pun pipinya merah merona karena malu. Bagaimana bisa lelaki sepupunya itu tahu kalau dia baru saja teriak karena girang? Lisa memang merasakan sesuatu dengan Alex. Namun dia masih terlalu kecil untuk tahu hal itu adalah cinta.

__ADS_1


...****************...


Dua hari berlalu ....


Devi berhasil menahan Reno bersamanya selama dua hari di Singapura. Puas berjalan-jalan dan menghamburkan uang milik Reno, akhirnya Devi meminta pulang.


"Reno sayang, ayo kita pulang. Aku senang sekali kamu mau menikahi ku. Besok kita urus semuanya, ya, sayang." Devi bergelayut manja di lengan Reno.


"Iya, Sayang." Reno yang dalam pengaruh pelet pengikat sukma pun hanya bisa bicara ya dan mengiyakan apa pun perkataan Devi. Meski dalam hatinya tidak ingin.


"Yes! Yuk, kita pulang ke Indonesia. Aku sudah ga sabar, deh. Nikah sama kamu di gedung mewah yaa... aku nggak mau kalau cuma sederhana. Terus, undang semua orang yang terkenal dan kaya. Sama undang teman sekolah dan kampus ku dahulu, ya."


Devi sangat serakah dan ingin pamer. Dia membuat Reno hanya mengiyakan saja semua permintaan darinya. Dalam hati Reno, dia sangat bersedih. Mengapa bisa hal itu terjadi?


Dari kejauhan, Dinda mengamati Reno dan wanita jahat itu. Dinda yang sudah lama tak bertemu Reno, waktu itu tak sengaja melihat lelaki yang pernah dia sukai itu. "Loh, Reno kenapa bersama wanita peyot jelek begitu? Ada makhluk buruk rupa juga yang menutupi mata dan telinga Reno. Huh, mau tak mau kalau begini aku harus bilang Boy untuk membantu Reno."


Dinda segera pergi ke Boy yang mengajaknya berlibur ke Singapura. Dia menceritakan melihat Reno tak sengaja saat hendak membeli minuman segar di depan hotel. Ternyata Reno dikuasai wanita dengan ilmu pelet. Namun tak sehandal Dinda sang Nyi Pelet ampuh.


Boy pun terkejut. Dia berpikir sejenak karena mereka tak mungkin langsung muncul ke keluarga Ningsih lagi karena sudah berjanji pada Bima.


"Dinda ... kita bisa membantu, tetapi dari jauh saja. Jangan sampai Reno apalagi Ningsih tahu tentang kita, yaa," kata Boy memberi solusi.


Dinda pun tersenyum. Dia bersyukur kekasihnya sangat pengertian. Apakah mereka mampu menyelamatkan Reno dari pelet pengikat sukma dari Devi?


...****************...


...Jangan lupa baca EXORCISM dan The Hunter yaaa 🤗😘...

__ADS_1


__ADS_2