JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
BAB 62


__ADS_3

FlashBack tentang Lee


Lee Min Hae seorang pebisnis sukses yang lahir di Singapura. Terlahir di keluarga brokenhome tidak membuatnya menjadi lemah. Beranjak dewasa, Lee meraih kesuksesan dengan jalannya sendiri.


Lee terkenal karena sukses menciptakan label RoxieLee brand pakaian yang hits di Asia. Lelaki berwajah ala Korea ini ternyata menyimpan hal kelam di balik wajah tampannya.


"Bos, ini anak-anak yang dipesan sudah siap," kata seorang kaki tangan Lee membawa empat anak kecil berusia sepuluh tahunan.


"Baik. Ini upahmu," jawab Lee sambil menyodorkan cek berisi angka yang fantastis.


Beberapa waktu ini memang banyak kasus penculikan anak yang belum terungkap dalangnya. Lee menganut pemahaman yang salah tentang berwajah tampan dan awet muda.


Ayah Lee sejak dahulu selalu berpesan agar menjadi lelaki sukses, tampan, awet muda, dan kaya raya agar disegani orang lain dan istri tidak selingkuh. Sakit hati Ayah Lee karena ditinggalkan istrinya demi lelaki lebih muda dan kaya membuat hati Lee tergores. Rasa sakit itu akhirnya mendarah daging dan membuat Lee menggila dengan menolak tua dan miskin!


Lee bekerja keras demi meraih kesuksesan meski dia harus bermula dari menjadi selingkuhan istri pejabat. Lima tahun dia gunakan untuk mengumpulkan uang. Lee melayani beberapa istri pejabat sekaligus untuk mengeruk hartanya. Muda dan pintar, itulah gambaran Lee dahulu. Setelah dikiranya cukup untuk melangkah, Lee melepaskan semua tante-tante itu dan melenggang ke bisnis fashion. Ayah Lee sangat bangga pada putra satu-satunya yang dia miliki.


Kesuksesan Lee menarik banyak mata tertuju padanya. Ibunda pun kembali memohon bersama, tetapi sakit hati itu menghantui hidup Lee dan Ayahnya seumur hidup. Lee memerintah orang untuk menculik kedua anak Ibunda (anak dari suami barunya) dan dibawa ke lokasi sepi, rumah kecil yang Lee bangun di pinggiran hutan.


Itulah awal penyimpangan pemikiran Lee. Entah karena dendam atau memang hasrat memakan daging anak yang merenggut kebahagiaan Lee, kedua anak itu dimakan tanpa ampun. Pas usia mereka belum ada sepuluh tahun.


Setelah memakan mereka, Lee merasa lebih bersemangat dan percaya diri. Sejak saat itu, Lee menculik anak-anak untuk dikonsumsi. Dia berpikir hal itu membuatnya awet muda dan semakin tampan.


Ibunda Lee menjadi stress dan gila ketika anaknya yang menghilang dan diketemukan seminggu kemudian berupa kepala dan tulang belulang saja. Hal itu membuat heboh kota dan polisi belum menemukan titik terang karena kurangnya bukti.


Belum tertutup kasus itu, penculikan anak merebak di mana-mana. Lee hanya tertawa setiap melihat berita itu di televisi. Kepandaiannya menyembunyikan segala sesuatu membuat dia lepas dari jerat hukum.


Terlebih saat ini ketika bisnisnya melejit dan sukses serta kaya raya seperti keinginan Ayahnya. Tak ada lagi orang yang berani mengganggu Lee. Penculik profesional menjadi kaki tangan Lee tanpa banyak bertanya, selalu mencari anak-anak sesuai permintaan Lee. Anak perempuan, usia tujuh sampai sepuluh tahun, berkulit putih mulus, dan harus anak kesayangan orang tuanya.


Bukan hanya modus kanibalisme yang dianut Lee, balas dendam pun dia lakukan. Membuat para orang tua kehilangan anak kesayangannya. Lee seakan memiliki dua kepribadian yang berbeda. Dia bisa menyembunyikan sifat mengerikannya jika berhadapan dengan orang banyak.


Lee akan berubah menjadi pribadi yang baik saat berhadapan khalayak ramai. Namun, kepribadian yang terburuk akan nampak setiap dia melihat orang tua dan anak sangat harmonis. Seperti saat pulang dari Dufan, Lee begitu marah menahan rasa yang berkecamuk ketika Ningsih begitu menyayangi anaknya.


"Mengapa dulu ibuku tak bisa seperti itu? Sial!" umpatnya berkali-kali sambil membanting barang-barang di sekelilingnya. Untungnya Ningsih memiliki anak lelaki, jika perempuan mungkin sudah dilahap Lee.


Lee selalu merasa kesal jika teringat ibunya. Saat itu Lee dan Ayah menunggu ibu pulang untuk merayakan ulang tahun Lee ke sebelas bersama. Sialnya, hari itu justru hari di mana ibu meninggalkan Ayah. Ibu selingkuh dengan direktur di tempatnya bekerja. Orang yang sukses dan lebih tampan serta lebih muda dari Ayah. Ibu selingkuh dan hamil anak pertama mereka.


Setelah kenyataan pahit itu terungkap, Ibu meninggalkan Lee kecil dengan Ayah yang saat itu bekerja sebagai sopir. Lee kecewa dan sangat membenci Ibunya.


Melihat Ibunya melahirkan dan selalu upload foto harmonis bersama bayi perempuannya, Lee semakin sakit hati dan bersumpah akan membuat mereka membayar setiap kesakitan yang Lee dan Ayah rasakan.


****


"Lee? Kamu baik-baik saja?" tanya Ningsih gelisah melihat Lee hanya terdiam menatap anak perempuan yang tadi terjatuh di hadapannya.


Tangan Lee masih memegang garpu dan pisau yang digesek-gesekan, membuat bunyi nyaring. Hal itu menarik perhatian orang di restaurant.


"Lee... ayolah jangan seperti ini, sayang," ucap Ningsih sambil menggoyangkan bahu Lee.


Lee pun tersadar dan kaget. "Maaf, aku sedang tidak konsentrasi," katanya yang bingung. Lamunan masa lalu membuat Lee tak selera makan.


Melihat gadis kecil yang terjatuh tadi, orang tuanya langsung berlari menghampiri dan memeluknya erat. Bahagia. Harmonis. Kehangatan yang tak pernah Lee rasakan dahulu. Rasa itu muncul menerobos akal sehat. Seakan ingin menyantap anak itu langsung.


Ningsih bisa membaca pikiran Lee, dia langsung pamit ke kamar mandi. Ningsih mual dan muntah-muntah. Tak disangka dosa terbesar Lee adalah dendamnya yang mengakibatkan banyak nyawa tak berdosa meninggal dimangsanya.

__ADS_1


"Bima... aku nggak bisa kalau menikah dengannya. Lelaki ini bukan manusia! Kejam dan membuatku mual mengingat apa yang dipikirkannya. Melahap gadis kecil yang tak terhitung jumlahnya. Dia sakit jiwa!" batin Ningsih memprotes kesepakatannya dengan Bima.


"NINGSIH. DIA ADALAH TUMBAL TERENAK YANG KUNANTI SETELAH EMPAT TAHUN BERPUASA. DOSANYA YANG MELIMPAH, RASA SAKITNYA, DENDAM YANG TAK BERUJUNG, PEMBUNUHAN SADIS, DAN...." kata Bima terhenti disela Ningsih.


"Dan apa? apa?"


"KESOMBONGANNYA SEMPURNA. KAU TAHU, NINGSIH? SOMBONG ADALAH DOSA FAVORIT TUANKU DI NERAKA. KESOMBONGAN ADALAH AWAL KEHANCURAN BUKAN HANYA DIRI SENDIRI NAMUN PADA ORANG LAIN YANG MEMPUNYAI BIBIT IRI HATI. DOSA ITU SALING BERKESINAMBUNGAN DAN RASANYA... UNCH... GURIH!" jelas Bima membuat Ningsih merinding.


Iblis seperti Bima saja tidak sekejam Lee yang menjadi kanibal dan pembunuh anak kecil. Ningsih beranggapan seperti itu karena lupa apa yang terjadi dengan anak-anak Bayu dahulu. Bima pernah mengambil tumbal anak-anak untuk menyempurnakan wujudnya.


Tok... tok... tok.... suara pintu kamar mandi diketuk.


"Ningsih, apa kamu baik-baik saja? Kenapa terlalu lama di dalam?" tanya Lee dari balik pintu kamar mandi.


Ningsih bergegas keluar.


"Maaf, aku agak nggak enak badan. Mungkin efek kecapean. Kita belum istirahat sejak mendarat dari pesawat tadi pagi, bukan?" Ningsih mencari alasan yang tepat.


"Benar juga. Maafkan aku ya, sayang. Ayo kita ke rumah istirahat dulu," ucap Lee sambil mengulurkan tangan.


Ningsih menahan mual melihat wajah Lee. Membayangkan dia memangsa gadis cilik sungguh membuat wajah tampan Lee terlihat menakutkan.


****


Dua hari di Singapura membuat Ningsih makin mengerti Lee. Dia sangat kesepian dan mendambakan cinta sejati untuk menggantikan hatinya yang berlubang karena perbuatan ibunya.


"Ningsih, menikahlah denganku. Aku berjanji akan membahagiakanmu," lirih Lee sambil menatap bintang yang bertaburan di langit nan gelap.


"Tapi Lee... tak mungkin aku menikah denganmu di Indonesia dengan segala perbedaan yang ada," ucap Ningsih mencoba menolak.


Ningsih merasa kasihan dan takut dalam waktu bersamaan. Kasihan karena masa lalu Lee yang penuh kesakitan dan takut jika tindakannya akan membawa Lee dalam Neraka dengan cepat. Apa pun pilihannya, itu tidak akan mudah. Namun kembali lagi dengan perkataan Bina, Ningsih patuh dan mengiyakan permintaan Lee.


"Baiklah Lee... aku mau jika kita menikah di sini. Maaf aku tidak bisa mempublikasi hal ini terlebih dahulu. Kamu tahu kan usahaku sedang berjalan dan belum stabil," Ningsih mencari alasan agar tidak terekspose dunia.


"Yes, I know. Kita buat pernikahan privat saja. Asal kamu bahagia, Ningsih. Terima kasih sudah menerima cintaku," kata Lee sambil memeluk tubuh Ningsih.


****


Lagu mengalun indah memenuhi ruangan yang sudah dihias elegan.


~~I do swear that I'll always be there


I'd give anything and everything and I will always care


Through weakness and strength


Happiness and sorrow


For better, for worse


I will love you with every beat of my heart


From this moment, life has begun

__ADS_1


From this moment, you are the one


Right beside you is where I belong


From this moment on


From this moment, I have been blessed


I live only for your happiness


And for your love, I'd give my last breath


From this moment on


I give my hand to you with all my heart


I can't wait to live my life with you, I can't wait to start


You and I will never be apart


My dreams came true because of you


From this moment as long as I live


I will love you, I promise you this


There is nothing I wouldn't give


From this moment on, oh


You're the reason I believe in love


And you're the answer to my prayers from up above


All we need is just the two of us


My dreams came true because of you


From this moment as long as I live


I will love you, I promise you this


There is nothing I wouldn't give


From this moment


I will love you as long as I live


From this moment on~~


Ningsih mengenakan gaun putih berjalan bersama Lee yang mengenakan setelan jas abu-abu. Mereka mengucap janji pernikahan di depan Pastur. Sayang sekali Ayah Lee sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, jadi tak bisa melihat pernikahan Lee yang dilaksanakan secara privasi.


Sah! Mereka menjadi suami istri tercatat dalam gereja. Ningsih pun meneteskan air mata saat mendengar Lee berkata, "Ningsih, kamu wanita pertama dan terakhir dihidupku dalam pernikahan suci ini. Semua sudah tergenapi dan aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Aku akan berubah. Aku tidak akan mengungkit rasa sakit masa laluku lagi. Terima kasih, Ningsih."

__ADS_1


Ningsih terdiam tak mampu berkata apa-apa. Bagaimana kalau Lee benar-benar bertaubat? Apakah dia akan selamat dari jerat dosanya? Ningsih tak tega jika harus tidur dengan Lee.


Bersambung...


__ADS_2