JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
BAB 36


__ADS_3

Santi pulang bersama PakLek Darjo. Suasana duka masih menyeruak. Beberapa pelayat masih berdatangan. PakLek dan BuLek termasuk orang yang disegani di desa, oleh sebab itu banyak sekali warga yang melayat meski Ratih hanyalah kakak ipar PakLek Darjo.


Sesungguhnya, Santi masih terpukul atas semua kejadian ini. Namun, dia berusaha menyembunyikan kesedihannya.


"Nduk, ini handphone dan tas Ibumu," kata BuLek sambil menyerahkan tas dan handphone milik Ratih ke Santi.


"Terima kasih, BuLek."


Santi mengamati handphone ibunya. kata sandi pun mudah ditebak karena menggunakan tanggal lahir Reno. Ya, Ratih memang lebih menyayangi Reno dari pada Santi.


"Eh, ada catatan harian Ibu. Apa aku buka saja ya?" Santi bergumam sambil masuk ke kamar untuk menarik diri dari keramaian pelayat.


ISI CATATAN HIDUP RATIH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Sudah bertahun-tahun aku melakukan hal ini. Bersekutu dengan iblis demi kekayaan dan kepuasan. Awalnya, semua demi kedua buah hatiku. Kehidupan yang serba kekurangan membuatku muak dan ingin cepat kaya. Akun berpikir cukup sekali dan selesai. Tidak menumbalkan orang lagi. Namun, lama kelamaan semua ini menjadi candu bagiku.

__ADS_1


Nyawa yang kurenggut melalui perantara tubuhku, harta yang muncul ketika tumbal sudah terenggut, dan kesuksesan yang melejit membuat mataku silau dan enggan meninggalkan semua itu.


Jahat? Mungkin. Apa yang bisa digambarkan melebihi kata JAHAT untuk wanita sepertiku? Bahkan kedua anakku pun tak tahu jika ayahnya menjadi tumbal pertama kekayaan ini.


Ah, aku terlalu naif atau munafik, terkadang menyesal dan ingin mengakhiri semuanya. Namun, kembali lagi menatap kenyataan, kedua anakku pun sudah nyaman dengan semua kemudahan ini. Bahkan harta yang melimpah membuat semua orang segan kepada keluarga kecilku. Tidak. Aku tidak bisa melepaskan semua ini.


Hingga saat ini, saat aku harus memilih jalan untuk kulalui sendiri. Suami jinku meminta pengabdian abadi hanya untukku, serta berjanji membebaskan kedua anakku.


Suatu hal pahit yang kutenggak sendiri. Ini akibat perbuatanku dan aku harus mempertanggung jawabkannya sendirian."


-----------------


Berkali-kali kupandangi wajahku di cermin. Ini bukan aku! Namun, suamiku meyakinkan semua karena operasi plastik. Ini bukan aku! Bahkan aku sering mendengar suara lirih tangis seorang wanita yang menginginkan tubuh ini lagi. Aku takut. Aku bingung.


Siapapun pemilik tulisan ini, aku harap bisa menjelaskan padaku apa yang terjadi. Aku bukan diriku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


"Ibu ...." Santi menangis tersedu-sedu.


"Ada apa, Nduk? Bolehkah BuLek masuk kamar?" BuLek bertanya sambil mengetuk pintu.


"I-iya BuLek." Santi berusaha mengusap air mata yang banjir di pipinya. Namun, lagi-lagi butiran air itu jatuh dari sudut matanya.


"Santi, sabar ya, Nduk. BuLek akan selalu menyayangi kalian." BuLek masuk ke kamar dan duduk di samping Santi.


"BuLek, apakah Ibuku akan berada di Neraka? Sungguh, penyebab kematian Ayah dan kedua Ayah tiriku adalah Ibu. Bagaimana mungkin Ibu tega dengan Ayah?" Santi kembali menangis.


BuLek memeluk Santi, "Nduk, semua ini takdir Allah yang tak bisa dielakkan. Sabar dan banyak mengirim doa untuk Ayah dan Ibumu. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan menerima amal ibadahnya."


Santi terdiam dalam pelukkan BuLek. Meratapi semua yang telah terjadi. Tak pernah terbayangkan sosok ibu yang penyayang ternyata lebih mengerikan dibanding monster.


bersambung.....


***

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMENTAR dan VOTE ya.


Dukungan kalian sangat berarti untuk Author 😍


__ADS_2