JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
JERAT IBLIS - 2 - BAB 46


__ADS_3

...🔥KEHIDUPAN DI LUAR NERAKA 🔥...


FLASHBACK SEBELUM LILY DITAWAN IBLIS LAIN


Evan dan Lily menjalani kehidupannya sebagai iblis buangan. Mereka merasa bahagia karena tak ada ikatan untuk mencarijiwa berdosa yang harus dipersembahkan ke penguasa neraka lapis keenam. Mereka sudah dibuang, berarti menjalani kehidupan sesuka hati.


"Lily, kau ingin berkunjung ke mana lagi?" tanya Evan yang selalu mengajak Lily berpindah-pindah tempat tinggal.


Kali ini, mereka berada di Eropa karena ingin merasakan indahnya salju dimusim dingin. Menikmati kehidupan berdua tanpa tekanan bagi Evan sangat indah dan menyenangkan. Evan tak sadar jika di lubuk hati Lily yang paling dalam, tidak menginginkan hal itu. Lily ingin menemui Lee. Dia mencintai Lee dan hanya ingin bersama Lee. Cinta Evan bertepuk sebelah tangan tanpa disadari, perlahan tapi pasti Lily akan pergi.


"Aku senang di sini. Udaranya dingin dan sejuk. Aku ingin di sini dahulu," jawab Lily sambil bergelanyut manja di bahu Evan.


Evan yang sudah dibutakan cinta tak mengerti apa yang akan terjadi ke depan. Dia hanya mengikuti apa yang Lily inginkan. Seperti budak cinta karena pada dasarnya Evan dan Bima sama saja. Mereka sebelum menjadi iblis hanyalah orang yang dipandang sebelah mata. Tak pernah merasakan cinta. Selama menjadi iblis pun, mereka belum pernah merasa jatuh cinta. Baru sekali mereka merasakan dan hal itu membuat Evan dan Bima melakukan apa pun demi memperjuangkan perasaannya.


Saat itu, Evan pun teringat bagaimana keadaan Bima dan Ningsih? Namun, dia hanya diam karena untuk mengunjungi pun tak bisa. Lily tak ingin kembali ke Yogyakarta karena banyak hal yang dipertimbangkan. Di sana, Lily merasa lebih nyaman.


Bukan berarti di Eropa tak ada aktifitas iblis, justru sangat banyak dan tak terlihat mata. Tak bisa membedakan mana manusia mana iblis. Banyak hal mengerikan di sana. Seperti kisah tentang manusia serigala dan dracula atau vampire itu nyata adanya.


Evan dan Lily, malam itu bertemu dengan salah satu legenda itu. Saat mereka hendak pulang dari jalan-jalan, tak disangka seorang lelaki tampan berkulit putih pucat mendekati Lily. Seketika seperti dihipnotis, Lily terhanyut dalam rayuan lelaki itu.


"Nona cantik, maukah berkenalan denganku?" lirih lelaki itu yang langsung menatap mata Lily dengan tajam.


"Si-siapa kau?" tanya Lily yang kemudian bingung karena lelaki itu mendekati dan hendak memeluknya.


Evan yang baru saja keluar dari toko langsung menghalau lelaki yang ternyata memiliki taring itu. "Hei, kau! Lepaskan kekasihku!" teriak Evan yang langsung berlari.


Lelaki itu langsung menyeringai dan memeluk Lily untuk segera dihisap darahnya. Namun, lelaki vampire itu baru mengetahui suatu hal.


"Kau bukan manusia?" kata lelaki itu yang segera melepaskan Lily.


"Iya. Makanya aku tanya siapa kau. Beraninya menyentuh iblis neraka. Ternyata, kau vampire ya? Legenda terkenal itu ternyata sungguhan?" Lily pun tersenyum. Evan segera memegang tangan Lily untuk menjauh dari lelaki itu.


"Iblis? Sejak kapan iblis keluar dari neraka? Sejak kapan iblis menggunakan wujud manusia dan leluasa ke mana saja?" tanya lelaki vampire itu.

__ADS_1


"Sudah sejak lama, bukan? Kau belum pernah bertemu salah satu dari kami?" jawab Evan yang menatap vampire itu dengan tatapan tak suka.


"Oh, jadi banyak iblis yang keluar dari neraka? Menarik sekali. Namaku Edd. Hidup menjadi pengabdi iblis dengan kehidupan kekal tetapi harus mencari darah segar setiap harinya. Ha ha ha ha ... iblis memang licik!" jelas Edd yang memperlihatkan kedua taringnya yang tajam.


Konon, vampire tercipta karena persekutuan manusia dengan iblis. Manusia yang tak ingin meninggal dan melawan takdir. Setelah perjanjian itu berjalan, manusia yang menginginkan hidup kekal di dunia itu mulai haus darah. Ternyata memang tidak ada yang gratis dengan perjanjian iblis. Manusia itu mulai memangsa manusia lain dengan diisap darahnya saja. Maka dari itu mereka dikenal sebagai vampire atau draculla.


Manusia yang sudah menjadi makhluk pengisap darah tidak akan bisa menjadi manusia normal lagi. Hal yang sangat mengerikan, bukan? Selain itu, korbannya yang tidak diisap darahnya sampai habis, akan berubah menjadi makhluk itu juga. Menjadi salah satu dari vampire atau draculla juga. Jadi, mereka akan bertambah banyak dalam keabadian di dunia. Mereka hanya akan muncul dimalam hari atau saat keadaan tanpa matahari misal bersalju atau gerhana.


"Kau salah mengira, Edd. Tugas Iblis memang menyesatkan manusia, bukan? Beberapa dari kami memang bisa ke dunia dengan bebas. Tetapi tidak semuanya bisa memiliki raga atau wujud seperti manusia. Ada yang harus mencari wadah untuk bisa leluasa bergerak. Namaku Evan dan wanita ini kekasihku, Lily." jelas Evan pada Edd.


Edd pun tersenyum kecut. Dia tak suka dengan iblis. "Baiknya aku pergi. Jangan sampai kita berjumpa lagi. Aku tak suka iblis. Karena bangsa kalian, aku tersesat dalam keabadian yang tiada habisnya. Abadi di dunia adalah hal yang sangat memuakkan. Aku pergi!" ucap Edd kemudian pergi menggilang ditelan malam bersalju.


Evan pun menatap Lily yang tidak berkedip melihat kepergian Edd. "Lily ... kamu baik-baik saja?" tanya Evan pada kekasihnya.


"I-iya. I'm fine. Emm ... jadi makhluk seperti itu sungguh ada?"


"Tentu. Mereka salah satu bentuk manusia dalam JERAT IBLIS yang tak bisa kembali lagi menjadi manusia biasa. Mereka akan selalu haus darah setiap harinya agar bisa hidup abadi. Jika berhenti meminum darah, mereka akan mengkerut dan kemudian musnah menjadi tulang dan kulit saja." Evan menjelaskan pada kekasihnya.


Lily pun berpikir, jika makhluk seperti itu sangat menarik. Lebih menarik daripada menjadi iblis. Namun, mengapa makhluk itu hanya ada di Eropa?


...****************...


"Aku akan menemukanmu Lee. Bersabar dan bertahanlah. Semoga kita masih bisa bersama," lirih Lily yang mengendap-endap masuk ke neraka.


Memang disetiap lapisan neraka ada penjaga. Beruntung sekali Lily bisa masuk karena penjaga itu tak tahu Lily sudah dibuang dari neraka lapis keenam.


"Hei, wanita iblis, kau sudah tahu berita terbaru di sini?" tanya penjaga neraka yang membuat Lily terhenti. Langkah kaki Lily berhenti dan dia membalikkan tubuhnya.


"Berita apa? Aku jarang ke sini karena sibuk mencari kuota jiwa berdosa," ucap Lily memberi alasan.


"Iya, aku paham. Karena aku lihat kau. Tempo lalu ada masalah besar di sini. Tuan Asmoseus dan Red dapat hukuman dari penguasa neraka. Oleh karena itu saat ini kedudukan neraka lapis keenan turun drastis. Kau tahu? Beberapa tahanan pun kabur. Hal ini bisa berbahaya," bisik penjaga neraka yang menceritakan kepada Lily secara jelas.


"Siapa saja tahanan yang kabur?" selidik Lily. Dia berharap Lee masih di dalam karena dia hendak melepaskan Lee dari tahanan neraka.

__ADS_1


"Banyak. Karena keributan waktu itu, saat Tuan Lucifer menyelamatkan anak dari Bima, banyak tahanan kabur. Termasuk tahanan yang menjadi rebutan di neraka lapis keenan dan ketujuh. Banyak sekali yang kabur dan baru beberapa saja yang ketemu. Kalau kau lihat tahanan dengan cap tempat kita, tangkap saja, ya!" Penjaga neraka masih asyik menjelaskan sambil berbisik.


"Benarkah? Ok. Terima kasih informasimu sangat lengkap. Pantas saja kau jadi penjaga di sini. Aku masuk dulu," ucap Lily dengan mantab berjalan ke dalam neraka lapis keenam yang sangat luas.


Lily pun merasa bingung. Kalau begitu, berarti Lee juga kabur? Apakah benar hal itu? Lily pun memastikan dengan masuk segera ke tempat tahanan dua neraka itu. Benar saja! Tenpat itu kosong. Tahanan jiwa berdosa berhasil kabur entah ke mana. Lily langsung berinisiatif mencarinya.


"Lee ... kau di mana? Jangan sampai tertangkap iblis lain. Lee ... kumohon kau baik-baik saja," gumam Lily yang sangat khawatir. Dia berpindah ke satu dimensi ke dimensi lain. Beeharap bisa menemukan Lee di salah satu dimensi yang dia datangi.


...****************...


Evan mengunjungi Bima di dalam neraka. Dia tahu jika sahabatnya itu kembali mengabdi karena Dinda menceritakan semuanya. Evan masih bisa menemui Bima karena Tuan Lucifer tidak menganggap dia musuh. Semua iblis tetaplah iblis bagi penguasa neraka itu.


"Bima! Bagaimana kabarmu?" kata Evan yang melihat Bima di dekat ruangan singgah sana Tuan Lucifer..


"E-Evan? Bagaimana bisa kamu di sini? Apakah kamu mencariku?" tanya Bima yang heran.


"Aku mencarimu dan bertemu Dinda. Dia sudah bercerita banyak hal. Lalu, aku memberanikan ke sini karena ini bukan bagian dari neraka lapis keenam, bukan?"


"Tentu. Kau bebas ke sini. Yang Mulia Tuan Lucifer tidak akan marah. Kau juga iblis sepertiku. Aku sekarang di sini. Aku memutuskan untuk menjalani hidup semestinya agar Ningsih bisa bahagia meski tanpaku," ucap Bima yang mengingat kembali istrinya.


"Bodoh sekali! Mana ada pemikiran seperti itu nyata! Bahagia tanpamu? Adanya kalian saling sakit hati karena perpisahan. Iya, tidak? Tak usah munafik, Bima. Aku tahu rasa itu. Terlebih Lily yang bersamaku pun ternyata masih mencintai Lee. Ha ha ha ... konyol, bukan?" jawab Evan yang membuat nyeri rasa Bima.


Sepertinya ada benarnya perkataan Evan. Perpisahan yang Bima lakukan demi melindungi keluarganya, justru menyisakan pesakitan. Alex pun sedih dan merasa benci harus terpisah dengan keluarganya.


"Apa? Lily masih menyukai Lee? Bukankah Lee sudah menjadi tahanan tetap dua neraka? Santai saja, Evan. Lily tetap bersamamu, bukan?" tanya Bima pada sahabatnya yang pernah menjadi musuh.


"Iya. Tapi saat ini kita berpisah sejenak. Entah dia ke mana." Evan terlihat murung. Bima pun merangkul sahabatnya.


"Tenang saja. Semua akan baik-baik saja."


Melihat satu iblis yang sepertinya pernah dia lihat, Tuan Lucifer pun terbang mendekati Bima. "Siapa iblis ini? Sepertinya aku pernah melihatnya."


Evan dan Bima yang terkejut langsung menunduk hormat. "Salam, Tuan Lucifer Yang Terhormat. Ini sahabat hamba. Iblis buangan seperti hamba, tetapi dari neraka lapis keenam. Namanya Evan. Maaf jika dia berkunjung tanpa permisi. Hanya bertegur sapa dengan hamba," jelas Bima yang takut Tuan Lucifer marah.

__ADS_1


"Oh, baiklah. Tak apa. Ajak dia bergabung. Aku akan memberi kalian kekuatan lebih untuk menjadi prajuritku." tegas Tuan Lucifer dengan seringainya.


__ADS_2