JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
BONUS SEASON 2


__ADS_3

Tujuh tahun kemudian ....


Wahyu tumbuh menjadi lelaki dewasa yang terpelajar dan beriman teguh. Dia menjadi seorang psikiater di Kota Yogyakarta. Lelaki itu memilih tetap menjaga ibu dan adiknya dari pada harus merantau jauh. Baginya, keutuhan dan kebahagiaan keluarga adalah yang terutama dan yang terpenting.


"Mama, jaga kesehatan yaa. Wahyu sayang Mama," ucap Wahyu sambil mencium punggung tangan ibunya dan berpamit berangkat bekerja.


"Iya, Sayang. Hati-hati di jalan, ya. Mama juga sayang kamu," jawab Ningsih dengan bahagia. Dia bangga bisa mendidik anak sulungnya menjadi lelaki yang bertanggung jawab dan sayang keluarga. Meski sampai saat ini Wahyu belum memiliki pacar, tetapi Ningsih yakin suatu saat nanti anaknya akan mendapat pendamping yang terbaik.


Alex tumbuh menjadi lelaki pemberani dan cerdas. Dia masuk ke universitas ternama di Australia. Sengaja Ningsih mengizinkan putranya kuliah di luar negeri karena melihat potensi dalam diri Alex. Ningsih berharap Alex akan menjadi lelaki yang sukses.


Sedangkan Cahaya tumbuh menjadi gadis cantik nan imut. Usianya tujuh tahun dan sudah mulai masuk Sekolah Dasar. Ningsih tidak bisa menemani putrinya senantiasa karena usaha minimarketnya mulai merambah di wilayah-wilayah lainnya. Dia sangat sibuk dan sengaja menyibukkan diri agar tidak sedih mengingat Bima.


"Meski kenyataannya pahit, aku akan bertahan demi anak-anak kita. Bima ... entah di mana kau berada sekarang. Rasanya hampa diriku tanpa dirimu. Namun aku akan menjaga apa yang kamu inginkan. Aku tetap setia menjaga cinta kita. Aku tetap teguh dalam iman. Aku tetap berusaha membahagiakan keluarga ini. Meski tanpa sosok ayah, Cahaya tumbuh menjadi anak yang pandai dan mandiri. Andai kamu bisa melihatnya," batin Ningsih saat hendak berangkat kerja untuk keliling mengecek minimarketnya.


Wanita itu sudah berada di mobil dan hendak pergi setelah Wahyu berlalu pergi dengan mobil lainnya. Ningsih terdiam sejenak dan menatap sebuah foto yang sudah usang. Foto saat Ningsih bersama Bima beserta kedua putranya. Saat itu, Cahaya masih di dalam kandungan Ningsih. Ninagih tersenyum meski air mata mentes di sudut matanya karena mengingat masa itu.


Pada saat yang sama, ternyata Bima ada di sana. Duduk di samping kursi menyetir, tepat di samping Ningsih. Namun wanita itu sama sekali tidak menyadari dan merasakannya.


"Ningsih ... tabahkanlah hatimu. Sabar menjalani ini semua. Sebenarnya aku ada di sini. Aku melihatmu. Aku tahu perjuanganmu sungguh luar biasa dalam mendidik dan membesarkan ketiga anak kita. Namun maaf, aku tidak bisa menampakkan diri pada kalian. Meski Cahaya bisa melihat makhluk gaib sekali pun, tetap saja dia tak bisa merasakan atau melihatku. Maafkan aku, Ningsih," kata Bima yang tak bisa didengar oleh istrinya.


Meski Bima bertugas menyesatkan para manusia yang memiliki jabatan tinggi, dia tetap mengingat keluarganya. Bima tak bisa menghilangkan rasa cintanya pada Ningsih. Rasa itu menyiksa keduanya karena memang tak bisa bersatu.


Cahaya memang tumbuh seperti Lisa. Dia memiliki kemampuan melihat makhluk gaib. Bahkan, kemampuan Cahaya lebih dari sekedar melihat, dia bisa mengetahui masa lalu yang terjadi pada makhluk gaib atau tempat tertentu. Cahaya yang masih Sekolah Dasar termasuk anak pemberani. Ningsih bangga memilikk putri cantik dan pemberani itu.

__ADS_1


...****************...


Reno dan Lisa menjalani kehidupan bahagia berdua. Namun setelah Lisa masuk Sekolah Menengah Pertama, Reno mulai tertarik dan dekat dengan seorang wanita. Hal itu sebenarnya membuat Lisa tak nyaman karena gadis itu tak menginginkan adanya ibu tiri atau seseorang yang akan menggantikan Nindy.


"Papa, kalau Lisa sekolah, jangan nakal, ya," kata Lis memperingatkan ayahnya.


"Ha ha ha ha ... Lisa ini aneh-aneh saja. Papa mana ada nakal? Papa ini kerja untuk memenuhi keperluanmu," jawab Reno sambil mengusap kepala anaknya.


Mereka berada di depan gerbang sekolahan. Beberapa murid memperhatikan Lisa yang menasehati ayahnya. Reno pun hanya tertawa melihat tingkah putrinya itu.


"Papa ... Lisa serius, tahu!" Gadis itu mengerucutkan bibirnya karena kesal.


"Iya, iya. Papa juga serius. Papa kerja, Lisa sekolah. Oke? Sana masuk, nanti telat, loh. Papa sayang Lisa!" seru Reno yang diikuti Lisa melambaikan tangan dan langsung masuk ke gerbang sekolahan.


Sebenarnya Reno tahu apa yang Lisa maksud. Putrinya tak suka dengan wanita yang sedang ia dekati saat ini. Namun bagaimana lagi, Reno tertarik dengan wanita itu. Sudah bertahun-tahun Reno sendiri merawat Lisa. Baru kali ini dia merasakan bunga-bunga cinta kembali.


Reno: "Hallo, ada apa Devi?"


Devi: "Pagi sayang ... kok, ada apa, sih? Kangen donk. Sayang nggak kangen, ya?"


Reno: "Eh, iya, sayang. Maaf. Aku lagi nyetir. Jadi nggak fokus. Nanti aku ke sana, ya?"


Devi: "Iya, sayang. Aku tunggu yaa."

__ADS_1


Telepon itu pun segera berakhir. Pagi itu Reno memang berniat ke rumah Devi. Wanita manis yang manja dan memikat hati Reno itu tidak disukai oleh Lisa. Reno sebenarnya tak ingin membuat anaknya kesal, tetapi Reno merasa terpikat dengan Devi.


Di sisi lain ....


"Huh, untung saja kamu tampan dan kaya. Kalau dipikir-pikir males banget dapat duda yang punya anak remaja. Menyusahkan dan menyebalkan. Berasa saingan aja biar dapat perhatian. Tapi ya udah, deh. Aku sabar dulu biar bisa jadi nyonya Reno dan menikmati semua kekayaannya. Ha ha ha ha ...." Devi tertawa dengan siasat liciknya.


Ternyata benar feeling Lisa, wanita itu licik dan hendak menjebak Reno. Dia sengaja memasang susuk pemikat dan juga pelet ampuh untuk membuat Reno terus teringat padanya. Sedangkan Lisa yang tahu ada hal aneh dengan Tante Devi sejak awal bertemu langsung menentang dan tak suka. Apa dikata, Reno terpikat oleh Devi dan hal magis sehingga perasaannya tak terkendali dan di luar logika.


...****************...


Budi dan Santi hidup bahagia bersama putrinya. Mereka menjalani hidup normal tanpa kendala. Saling setia dan mengembangkan pesantren yang menjadi amanah almarhum Kyai Anwar.


Sudah bertahun-tahun Budi tak mengunjungi Ridho di rumah sakit jiwa. Hari itu, Budi bersama istrinya memutuskan untuk mengunjungi Ridho. Entah mengapa, firasat Budi mengatakan ada suatu hal yang terjadi.


Sesampainya di rumah sakit jiwa, ternyata benar ada yang terjadi. "Apa? Ba-bagaimana Ridho bisa melarikan diri, Pak?" tanya Budi yang terkejut mendengar pernyataan petugas di rumah sakit jiwa.


"Begini, Pak Budi ... Saudara Ridho sudah berangsur pulih dan sudah bisa diajak komunikasi dengan baik. Namun sayangnya, dia merasakan dendam karena terasing di sini. Berkali-kali dia meminta untuk pulang karena merasa sudah sehat dan tak nyaman tinggal bersama orang gila. Tapi kata dokter, kondisi kejiwaan Ridho belum stabil jadi belum boleh pulang. Tadi malam, Ridho kabur saat pergantian penjaga sift malam," jelas petugas tersebut membuat Budi tak habis pikir mengapa rumah sakit jiwa bisa lengah.


Budi juga merasa menyesal mengapa tidak menjenguk Ridho secara rutin hanya karena kesibukan yang melanda. Santi pun menenangkan suaminya dan hanya bisa berharap semua akan baik-baik saja.


...****************...


...Sampai sini dulu bonusnya, ya!...

__ADS_1


...Jangan lupa baca The Hunter karena akan update setiap hari. Bagi yang belum 18+++ jangan baca! Ketagihan tidak ditanggung Author wkwkwk (ketawa jahat) soalnya banyak adegan ena-ena #EH banyak adengan bunuh-bunuhan, nanti kalian mual kalau baca wkwkwk...


...Terima kasih, ya!...


__ADS_2