
π₯ EPILOG π₯
Dalam setiap kisah, pasti akan ada akhirnya. Begitu juga dalam kisah kehidupan kita. Akhir yang manis, akhir yang baik, akan membawa kebahagiaan dan sebaliknya, akhir yang buruk, akhir yang mengerikan akan membawa kesengsaraan.
Semua berada di dalam genggaman tangan pilihan manusia itu sendiri. Jika kalian melakukan kesalahan, lantas bisakah kalian menyalahkan kepada iblis atas kesalahan yang kalian perbuat dalam kesadaran diri sendiri? Sebaliknya, jika ada kebaikan di dalam dirimu dan kamu membagikan kebaikan itu kepada orang lain, lantas apakah itu perbuatan malaikat? Padahal hal baik itu berada dalam lubuk hatimu yang paling dalam. Bibit kebaikan akan tumbuh seiring dengan kebaikan-kebaikan lain yang kau perbuat dan bibit kejahatan akan tumbuh seiring dengan rasa benci, dendam, iri, dan keburukan lain yang kalian perbuat.
Jerat Iblis adalah satu jalan di mana penyatuan kejahatan manusia dengan kegelapan menjadi satu bagian. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama. Setiap orang yang memiliki waktu yang sama untuk mengubah hidupnya. Hanya satu yang menjadi pertanyaan: Apakah mereka mau berubah atau tetap hidup dalam kubangan dosa?
Ketika manusia menyerah, di sanalah iblis tertawa dengan tangan terbuka, "Marilah datang dan bergabunglah dalam neraka!" ππ
...****************...
Setelah membahas banyak hal, akhirnya Reno, Santi, dan Tante Ningsih memutuskan untuk mengajak PakLek dan BuLek Darjo untuk mengantarkan Nindy ke Jakarta. Mereka sengaja mengajak PakLek dan BuLek Darjo karena mereka satu-satunya keluarga dari Ratih yang tersisa.
Santi tidak ingin menyusahkan Pak Anwar dan Mas Budi lagi. Dalam rencana ini, PakLek dan BuLek Darjo bisa menjadi wali untuk menikahkan Reno dan Nindy.
Setelah menjemput PakLek dan BuLek Darjo sari Salatiga, mereka pun bergegegas berangkat ke Jakarta. Mereka sengaja pergi dengan pesawat terbang eksklusif. Tentunya Bima dan Alex mengikuti dalam setiap perjalanan Ningsih dalam wujud tak kasat mata.
Sedangkan Alex dan Lily menikmati kehidupan yang nyaman di Yogyalarta. Setelah perbaikan dengan Bima, mereka memutuskan untuk menjalani kehidupan yang ada tanpa menaruh dendam lagi. Ya, mungkin untuk saat ini mereka masih bisa tersenyum menikmati dunia, karena sesungguhnya sesuatu bisa terjadi kapan saja tanpa sepengetahuan Evan dan Lily.
Sesampainya di Jakarta, mereka menuju ke rumah kontrakan Abah dan Ibu. Nindy belum menceritakan kepada Abah dan Ibu soal lamaran mendadak ini. Mereka sengaja memberi kejutan untuk orang tua Nindy.
Ssampainya di rumah, Abah dan Ibu dalam kondisi yang sudah membaik. Perawatan dokter yang baik dan juga kedua orang suruhan Nindy yang telaten mengurus orang tuanya membuat cepat proses pemulihan Abah dan Ibu.
Semua itu juga karena uang yang diberikan oleh Tuan Evan. Meski Nindy pun bertanya-tanya, di mana Tuan Evan dan ke mana dia pergi, setelah memberikan upah Nindy, mereka putus komunikasi begitu saja.
"Assalamualaikum ... Abah, Ibu ... Nindy pulang! Bagaimana kabar Abah dan ibu selama Nindy tinggal seminggu ini?" seru Nindy sambil masuk ke dalam rumah kontrakan yang terlihat asri dengan halaman yang yang lumayan lebar untuk memarkir mobil.
"Waalaikumsalam Nindy ... ya ampun, anak Ibu akhirnya pulang juga. Loh, mengapa ada rombongan datang ke sini, Nindy? Kenapa tidak bilang dahulu dengan Ibu dan Abah? Kami belum menyiapkan apapun. Silakan masuk ke rumah kontrakan kami. Ibu baru saja sembuh, Nak. Ibu sudah mulai bisa beraktivitas seperti biasa. Abahmu juga sudah membaik karena perawatan dokter itu manjur. Obatnya juga bagus. Mamang dan Bibi juga merawat kami dengan sebaik-baiknya. Terima kasih, Nindy. Kami sangat berterima kasih kepadamu. Kau anak yang baik," kata Ibu sambil memeluk Nindy dengan erat.
Santi, Tante Ningsih, Reno, PakLek dan BuLek Darjo pun masuk ke dalam rumah mengikuti Nindy. Rumah yang sederhana dengan kursi kayu mahoni di sana.
PakLek Darjo pun mengungkapkan apa yang menjadi niat mereka datang ke situ. Sebagai yang dituakan dalam keluarga, beliau mengajak berbicara Ibu dan Abah terlebih dahulu.
__ADS_1
"Assalamualaikum ... sebelumnya, kami meminta maaf jika datang ke sini secara mendadak. Saya selaku PakLek dari Santi dan juga Reno, ingin menyampaikan niat baik kami datang kepada keluarga Abah dan Ibunya Nindy." ucap PakLek dengan hormat setelah duduk bersama di ruang tamu.
"Wa'alaikumsalam ... ya, kami terima kedatangan kalian. Mohon maaf karena mendadak. Kami belum menyiapkan apa pun, biar Bibi membuat minum dahulu. Silakan duduk, rumahnya seperti ini adanya. Mohon maaf, rumah yang dahulu sudah kami jual. Sekarang kami mengontrak tempat seperti ini," kata Abah sedikit malu dengan kondisinya sekarang.
"Tidak usah repot-repot Abah, kami kemari sudah sangat senang melihat kondisi Abah dan Ibu mulai pulih dari sakit penyakit. Baiklah kalau begitu, saya akan menyampaikan apa yang menjadi niat ponakan saya. Setelah Reno berpikir masak-masak, kami datang ke sini untuk perkenalan, silaturahmi, dan juga untuk melamar Putri Abah dan Ibu. Selama ini, Reno dan Nindy sudah kenal dengan baik. Saat ini, Reno ingin menyampaikan niat baiknya untuk melamar Putri Abah dan Ibu. Apakah Abah dan Ibu mau menerima lamaran keponakan saya?" jelas PakLek Darjo disambut dengan senyum bahagia dari Abah dan Ibu.
Meski dalam lubuk hati yang paling dalam, Ibu masih kecewa dengan Tante Ningsih yang menghilang begitu saja setelah Bang Joko meninggal. Namun, kebahagiaan Nindy adalah yang menjadi utama keluarga itu saat ini. Mereka sudah tahu jika Nindy menyukai Reno dalam waktu yang cukup lama.
"Terima kasih niat baiknya. Saya selaku Abahnya Nindy, juga mewakili Ibunya Nindy akan mengembalikan keputusan kepada anak kami satu-satunya. Nindy, bagaimana mau diterima atau tidak? Abah dan Ibu pasti mendukung keputusanmu," ucap Abah dengan bijaksana.
"Iya, Abah. Nindy menerimanya. Nindy sengaja meminta untuk Kak Reno datang kerumah beserta keluarga, jika memang betul-betul serius," sahut Nindy dengan senyum bahagia.
"Alhamdulillah ...." jawab mereka semua serentak, bahagia mendengar lamaran itu diterima.
Selanjutnya, mereka berbincang banyak hal. Tentang keputusan untuk apa saja yang menjadi persyaratan atau mahar yang diminta Nindy dan keluarga Nindy.
PakLek Darjo dan juga Abah menyepakati pernikahan Reno dan Nindy diadakan dua minggu lagi. Mereka juga menyepakati, setelah pernikahan itu diadakan, keluarga Reno akan memboyong keluarganya Nindy ke Yogyakarta. Reno sudah menyiapkan sebuah rumah sebagai mahar pernikahan.
Mereka pun menginap di rumah itu sambil mempersiapkan segala keperluan untuk pernikahan Reno dan Nindy. Setelah menyewa gedung dan catering serta seluruh perlengkapan dalam pernikahan, mereka menyebar undangan. Tentunya kabar gembira ini juga disampaikan pada Mas Budi dan Pak Anwar di desa.
...****************...
Pernikahan Reno dan Nindy berlangsung dengan meriah dan mewah. Reno sengaja menyewa sebuah gedung yang megah untuk mengadakan resepsi. Tak lupa undangan kawan-kawan sekolah, Pak Anwar dan Mas Budi, dan juga keluarga dari Nindy semua datang untuk merayakan kebahagiaan mereka.
"Selamat ya ...."
"Selamat menempuh hidup baru dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan barokah."
Semua ucapan selamat Nindy dan Reno terima pada hari yang berbahagia itu. Bahkan, tak sedikit teman Nindy yang memuji terhadap Nindy.
"Selamat ya, Nindy. Wah, seneng banget ya dapat orang kaya, tampan, dan juga terlihat serasi denganmu. Kalau dari dulu kamu seperti ini, pasti di sekolahan tidak akan dibully seperti dulu." celetuk salah seorang teman Nindy yang menyebalkan.
Nindy hanya bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Padahal di dalam hati Nindy yang sesungguhnya, Nindy benci sekali dengan mereka. Nindy sengaja mengundang mereka, agar mereka tahu kehidupan Nindy saat ini jauh lebih baik daripada dahulu.
__ADS_1
Setelah acara pernikahan usai, mereka pun mengadakan boyongan seperti perjanjian keluarga Reno pada saat awal melamar Nindy. Setelah pernikahan usai mereka mengajak keluarga Nindy untuk tinggal di Yogyakarta.
Reno membeli sebuah rumah di perumahan yang tidak jauh dari lokasi rumah Santi. Rumah itu menjadi tempat tinggal Reno, Nindy, Abah dan Ibu. Ningsih pun kembali ke kontrakannya.
...****************...
Hari berlalu dengan cepat. Ningsih menjalani hidup yang seakan sempurna bersama Bima dan Alex. Sudah beberapa bulan mereka bersama layaknya keluarga utuh. Namun, tanpa mereka sadari, salah seorang anak buah Tuan Asmodeus menemukan keberadaan mereka.
"Grrrr ... itu dia yang Tuan Asmodeus maksudkan. Iblis yang dahulu menjadi kepercayaan di Neraka Lapis ketujuh, pernah dikurung oleh Tuan Asmodeus. Grrr ... ini akan menjadi informasi yang membuat Tuan Asmodeus bahagia," gumam makhluk dari neraka yang kemudian menghilang setelah melihat keberadaan Bima dan Alex di rumah Ningsih.
"Pa, itu tadi apa?" tanya Alex menunjuk ke arah Iblis yang tadi mengamati mereka lalu menghilang.
"Apa, Nak? Tidak ada apa-apa. Ayo masuk ke rumah, hampir malam." kata Bima mengajak Alex masuk.
Mereka hidup layaknya manusia, padahal mereka Iblis. Alex sudah mempersiapkan agar ayahnya bisa menjadi manusia. Dan itu semua menunggu bulan purnama pada malam satu suro, serta kekuatan penuh Alex dan Laurent untuk mengubah Bima menjadi manusia lagi. Entah jatuh di tahun ke berapa, mereka akan menanti.
...****************...
Wahyu tumbuh dalam asuhan Budi dan Pak Anwar dengan baik. Pak Anwar menginginkan Wahyu menjadi penerus Budi. Dia dipersiapkan untuk menjadi santri terbaik.
Pak Anwar mengajarkan banyak ilmu pada Wahyu. Beliau yakin jika Wahyu akan menjadi santri bahkan ustad selanjutnya. Wahyu sangat tekun beribadah dan rajin dengan segala tugas yang Pak Anwar berikan. Tanpa disadari, Wahyu perlahan mulai terbiasa tanpa hadirnya Ningsih. Dia tahu jika Ningsih sibuk dengan keluarga gaibnya. Hal itu yang memotivasi Wahyu untuk menjadi santri terbaik dan menjadi ustad yang mampu menolong manusia dari segala hal musyrik.
...****************...
...Hai-hai readers! Season 1 JERAT IBLIS berakhir. Namun, jangan sedih, ya. Setelah ini, Season 2 akan berlangsung. Tetap stay di JERAT IBLIS, ya!...
...Season 2 ada spoiler apa, sih? Masih ingat dengan Dinda-Nyi Pelet- adiknya Bima? Nah, season 2 akan membahas tentang aksi Dinda menjerat para manusia. Lalu, Bima dan Ningsih gimana dong? Tenang. Ada kelanjutan mereka di season 2!...
...TETAP KLIK FAVORIT UNTUK NOTIF SELANJUTNYA...
...Jangan lupa baca juga karya Rens09 lainnya...
...π₯ The Hunter...
__ADS_1
...π₯ SECRET...
...Terima kasih banyak!...