
"Iya aku lupa... Biasa lah saking bangetnya bahagia hingga membuatku gila dan lupa segalanya." Kata Briyan.
"Sihir apa yang digunakan itu Dita hingga membuat elu gila sampai tergila-gila bahkan?" Tanya Adrean.
"Udah deh jangan ledekin terus, bikin makin kangen aja sama itu calon mempelai." Kata Briyan.
"Aku cuma mau minta tolong kamu bimbing itu anak gadis aku sebelum kamu meried. Aku minta dia jadi sekretaris kamu di sini biar dia banyak belajar dari kamu." Kata Adrean menjelaskan secara rinci.
Hening
hening
hening
"Dia kerja di sini untuk Uji Coba atau masa percobaan." Lanjut Adrean setelah sekian menit tanpa ada jawaban.
"Uji Coba kayak barang aja." Canda Briyan kemudian.
"Dia mah udah pinter. Cerdas lagi dalam segala hal." Sambung Briyan.
"Maksud gue itu biar dia tidak diremehin sama bawahannya kalau tanggung jawab sudah aku serahkan sepenuhnya. Kalau udah seperti itu kan terlihat dia berjuang dari bawah, siapapun akan segan padanya biarpun cewek." Jelas Adrean yang panjang kali lebar alias itu rumus luas.
"Paham Elu?" Tanya Adrean lagi.
"Iye-iye gue paham." Jawab Briyan.
"Pinter Elu." Puji Adrean.
"Udah dari sononya, Yan." Jawab Briyan narsis.
"Udah gue kembali dulu ke ruangan ku. Lanjutin itu bayangan Dita sambil merem melek." Ledek Adrean.
♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
"Iya aku lupa... Biasa lah saking bangetnya bahagia hingga membuatku gila dan lupa segalanya." Kata Briyan.
"Sihir apa yang digunakan itu Dita hingga membuat elu gila sampai tergila-gila bahkan?" Tanya Adrean.
"Udah deh jangan ledekin terus, bikin makin kangen aja sama itu calon mempelai." Kata Briyan.
"Aku cuma mau minta tolong kamu bimbing itu anak gadis aku sebelum kamu meried. Aku minta dia jadi sekretaris kamu di sini biar dia banyak belajar dari kamu." Kata Adrean menjelaskan secara rinci.
Hening
hening
hening
"Dia kerja di sini untuk Uji Coba atau masa percobaan." Lanjut Adrean setelah sekian menit tanpa ada jawaban.
"Uji Coba kayak barang aja." Canda Briyan kemudian.
"Dia mah udah pinter. Cerdas lagi dalam segala hal." Sambung Briyan.
"Maksud gue itu biar dia tidak diremehin sama bawahannya kalau tanggung jawab sudah aku serahkan sepenuhnya. Kalau udah seperti itu kan terlihat dia berjuang dari bawah, siapapun akan segan padanya biarpun cewek." Jelas Adrean yang panjang kali lebar alias itu rumus luas.
"Paham Elu?" Tanya Adrean lagi.
"Iye-iye gue paham." Jawab Briyan.
"Pinter Elu." Puji Adrean.
"Udah dari sononya, Yan." Jawab Briyan narsis.
"Udah gue kembali dulu ke ruangan ku. Lanjutin itu bayangan Dita sambil merem melek." Ledek Adrean.
♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
"Iya aku lupa... Biasa lah saking bangetnya bahagia hingga membuatku gila dan lupa segalanya." Kata Briyan.
"Sihir apa yang digunakan itu Dita hingga membuat elu gila sampai tergila-gila bahkan?" Tanya Adrean.
"Udah deh jangan ledekin terus, bikin makin kangen aja sama itu calon mempelai." Kata Briyan.
"Aku cuma mau minta tolong kamu bimbing itu anak gadis aku sebelum kamu meried. Aku minta dia jadi sekretaris kamu di sini biar dia banyak belajar dari kamu." Kata Adrean menjelaskan secara rinci.
Hening
hening
hening
"Dia kerja di sini untuk Uji Coba atau masa percobaan." Lanjut Adrean setelah sekian menit tanpa ada jawaban.
"Uji Coba kayak barang aja." Canda Briyan kemudian.
"Dia mah udah pinter. Cerdas lagi dalam segala hal." Sambung Briyan.
"Maksud gue itu biar dia tidak diremehin sama bawahannya kalau tanggung jawab sudah aku serahkan sepenuhnya. Kalau udah seperti itu kan terlihat dia berjuang dari bawah, siapapun akan segan padanya biarpun cewek." Jelas Adrean yang panjang kali lebar alias itu rumus luas.
"Paham Elu?" Tanya Adrean lagi.
"Iye-iye gue paham." Jawab Briyan.
"Pinter Elu." Puji Adrean.
"Udah dari sononya, Yan." Jawab Briyan narsis.
"Udah gue kembali dulu ke ruangan ku. Lanjutin itu bayangan Dita sambil merem melek." Ledek Adrean.
♥️♥️♥️♥️
__ADS_1