Ketulusan Cinta Mentari

Ketulusan Cinta Mentari
rev


__ADS_3

Ketiga bersaudara itu biarpun sering bersama-sama dalam sehari tetapi mereka memiliki aktivitas yang seharusnya berbeda pula. Perbedaan itu membuat mereka saling menghargai satu sama lain.


Ketiganya


✌✌✌✌✌


Bab 11 lama.


kebawahnta belum di hapus


Mendaratnya pesawat pun Adrean tak sadar. Sampai di lobi ia menyewa mobil untuk dirinya sendiri. Langsung menuju rumah Ibunya yang berada di desa.


Setiap hari ia menanyakan kabar ibunya hanya melalui pesan. Ia tidak tega melihat Ibunya yang menangis setiap kali ditelpon atau di VC Adrean.


Ibu tidak tahu kalau hari ini Adrean datang menjemputnya. Setahunya baru besuk ia datang. Adrean sampai di pekarangan rumahnya berjalan semakin cepat. Ibunya pun langsung berhambur memeluk anak laki-lakinya.


Ibu dan anak itu saling melepaskan rindu. Tiba suatu malam Adrean bicara dengan ibunya.


Adrean: " Ibu kita berangkat besuk ya? "


Ibu: "Baiklah kalau itu keinginan mu. Apa ada gadis yang menunggu mu di sana."


Adrean: "Tidak."


Ibu: " Kenapa harus cepat-cepat? Apa tidak ingin jalan-jalan jalan dengan Ibu."


Adrean: "Aku wisuda 3 hari lagi Bu." (Bohong Adrean).


Ibu: " Ya sudah Ibu berkemas dulu."


Semalam terasa sangat panjang bagi Adrean. Ia merasa rindu dengan Sinta. Semalam Ia sudah membaca semua laporan yang dikirimkan Brian. Ia ingin cepat kembali menjaga gadisnya itu.


Sebelum pergi Adrean sebenarnya sudah meminta Brian mengawasi Sinta dengan Bodigartnya. Untuk keselamatan Sinta. Tapi tetap saja hatinya tidak tenang seperti angin sepoi-sepoi.


❤️❤️❤️


💗💗💗💗💗


kebawahnta belum di hapus

__ADS_1


Setiap waktu pula Adrean menanyakan apa yang dilakukan oleh gadisnya itu. Apa pula yang dibutuhkannya. Semua yang ada di rumah Sinta dibawakan oleh orang kepercayaan Brian.


Perjalanan menuju bandara terasa panjang buat Adrean. Sesampainya di Bandara ia langsung menuju pesawat yang akan ditumpanginya. Pikirannya sekarang hanya pada Sinta. Apa yang akan dijelaskan pada Ibunya nanti belum terlintas dalam benaknya.


Akhirnya sampai pada tujuan. Adrean sangat tergesa-gesa itupun bisa dilihat oleh Ibunya. Ia menuju tempat parkir dimana mobilnya itu ada. Ibunya menunggu di lobi kemudian menuju mobil Adrian yang menunggu di depan. Adrean membukakan pintu mobilnya.


Dengan kecepatan penuh Adrean melajukan mobilnya. Dalam perjalanan Ibu baru membuka suara.


Ibu: "Ibu lihat sejak kemarin kau selalu terburu-buru nak, sebenarnya ada apa? "


Adrean: " Tidak ada apa-apa Bu?"


Adrean baru sadar apa yang akan di jelaskan ke sang Ibunya nanti.


Sesampainya di hotel Ibunya kaget. Katanya rumah bukan hotel yang dimiliki anaknya.


Saat turun dari mobil semua karyawan menyambutnya dengan Ramah. Ada apa ini sebenarnya hati ibunya selalu bertanya.


Adrean langsung menuju kamar miliknya yang sangat luas itu dengan lift pribadinya.


Sesampainya di depan kamar ia mengetuk pintu kamarnya. Ibu berjalan agak dibelakang jadi Sinta tidak melihatnya.


Sinta membukakan pintu kamar, senyum Adrean pun muncul. Karena sangat bahagia Sang Pangeran muncul is langsung mencium punggung tangan Adrean layaknya seorang istri.


Saat ibu muncul Adrean baru sadar. "Sinta ini ibu ku yang aku ceritakan kemarin." (ucap Adrean).


Sinta sangat malu juga takut.


Saat ibu muncul Adrean baru sadar. "Sinta ini ibu ku yang aku ceritakan kemarin." (ucap Adrean).


Sinta sangat malu juga takut.


Adrean yanh mendengar semuanya menjadi merasa bersalah walaupun itu tidak di sengaja. Ia mengganti bajunya selesai sebelum Sinta keluar kamar mandi. Ia sudah siap pergi ke bandara


Adrean sebelum membuka pintu dan pergi, tanpa sadar Ia memeluk Sinta sangat erat. Sinta akhirnya kembali menangis, ia meresa nyaman dalam pelukan Adrean. Dengan mata yang sembab tak mungkin ia pergi dari kamar itu.


"Maaf maafkan aku. Tunggulah aku di sini beberapa hari. Aku akan menemanimu seumur hidupku setelah ini." Lirih Adrean saat memeluk Sinta."


Sinta tak bisa berkata apa-apa saat itu. Ia hanya bisa diam seribu bahasa. Hatinya hanya ada rasa takut karena penderitaannya saat ini.

__ADS_1


Adrean menghubungi Aldo untuk datang ke hotel. Aldo yang saat itu bersama teman wanitanya Erika segera pergi tanpa memberikan penjelasan. Adrean minta jangan ada yang tahu tentang kegiatan atau perusahaannya. Aldo akhirnya pergi tanpa menberikan penjelasan.


Aldo akhirnya sampai di hotel. Ia langsung menuju ruang kerja Adrean yang berada di lantai dasar. Untung saja penerbangannya di tunda siang.


Rasa rindu Adrean dan Sinta sudah terobati. Rasa takut Sinta kembali. Ibunya pun dapat melihat itu.


Adrean mengajak menunjukkan kamar ibunya. Kamar Sang Ibu lebih luas dari miliknya. Ia minta ibunya untuk istirahat.


Adrean: "Ibu istirahat lah dulu."


Ibu: "Iya baiklah."


❤️❤️❤️❤️


Ibu pun mulai menutup pintu kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya. Ibu mulai tahu kenapa Sang anak selalu terburu-buru. Buat Ibu pilihan anaknya adalah kebahagiannya juga. Karena selama ini ia tidak pernah dekat dengan seorang gadis.


Dalam ruangan lain dimana tempat itu adalah tempat bersantai Adrean. Tempat dimana Adrean menghilangkan rasa capeknya. Adrean dan Sinta sedang berdua di ruangan itu. Saling pandang tanpa kata.


Akhirnya Adrean membuka suara.


Adrean: "Maaf, sudah membuat mu menunggu."


Sinta: " Tidak Tuan, saya yang harusnya berterima kasih."


Adrean kaget kala Sinta memanggilnya Tuan.


Dia anggap aku tuannya.


Adrean: " Panggil aku Adrean saja, jangan Tuan."


Sinta: "Tapi andakan atasan saya."


Adrean: " Saat kita berdua saja."


" Apa kau tidak merindukan ku saat aku pergi?"


Sinta: " maaf saya tidak berani Tuan." (bohongnya)


Adrean tidak ingin menjalin hubungan cinta dengan seorang wanita. Hanya wanita yang siap menjadi istrinya lah yang akan menerima cintanya.

__ADS_1


💗💗💗💗


__ADS_2