
Pemuda yang sedang berbicara pemilik ponsel itu mengatakan pada orang yang ada disebrang sedang dicari oleh gadis cantik. Adrean berharap sahabatnya akan segera datang dengan alasan sejak tadi ditanyakan terus menerus.
Pemuda itu tidak salah memprediksikan semuanya. Benar saja Aldo segera tiba secara cepat.
Aldo dengan Segera menuju ruang tamu setelah memarkirkan mobilnya di tepi jalan. Pemuda itu biasanya juga langsung menuju garasi untuk memarkirkan mobilnya.
"Kau menunggu ku di sini?" Tanya Aldo yang langsung saja masuk ke dalam apartemen tanpa permisi.
"Apa?" Tanya Seorang gadis menatap tak percaya orang yang baru saja masuk ke ruang tamu itu.
"Cepat sekali kamu sampai." Kata Erika.
"Demi kamu, aku harus menjadi calon kekasih yang siaga kan? Tanya Aldo berusaha menggunakan rayuan gombalnya seperti biasa.
"Baiklah aku tidak akan mengganggu kalian berdua." Kata Seorang pemuda yang berjalan menuju kamar.
Di sebuah kamar Adrean membuka laptopnya dan menatap secara intens gadis yang ada di layar depannya itu. Lama dilihat dia semakin tertarik dengan kecantikan natural yang dimilikinya.
Aldo mengajak keluar seorang gadis yang ada bersamanya saat ini menuju suatu tempat. Itu adalah tempat favoritnya ketika punya waktu luang, tetapi disayangkan jarang sekali sekarang punya waktu itu.
"Kami pergi dulu." Kata Aldo dengan nada yang sedikit tinggi takut yang punya apartemen kehilangannya.
__ADS_1
"Hati-hati jangan sampai wanita mu melirik pria lain." Balas Seorang pemuda yang menikmati gambar di depannya.
"Terimakasih atas peringatannya." Kata Aldo.
Erika dan Aldo pergi ke sebuah tempat yang memang sebelumnya mereka datangi. Gadis itu masih sedikit punya rasa pada pria yang ada bersamanya sekarang.
Adrean kini bersiap untuk pergi ke kantor hanya dengan menggunakan kaos dan celana jeans. Serta topi yang bertengger di atas kepalanya.
"Cukup tampan tapi masak pemilik perusahaan hanya menggunakan kaos dan celana jens." Celetuk salah seorang karyawan baru yang bekerja di lobi siang ini karena karyawan lama yang biasa menyambutnya sedang ada tugas lain hari ini.
"Benar juga, siapa yang percaya." Kata temannya yang sedang menemaninya itu.
"Kalian berdua mau tetap bekerja di sini atau hanya mau membicarakan orang lain?" Tanya Adrean menggelengkan kepala perlahan.
Pemuda itu biasa datang ke kantor menggunakan setelan jas, tetapi kali ini dia hanya menggunakan setelan kaos dan celana jens hingga tidak meyakinkan karyawan di sana.
Pemuda itu nekat berjalan masuk hingga kedua karyawan yang ada di lobi perusahaan memanggil satpam. Satpam itu ada beberapa orang.
Salah satu satpam sudah mengenal Adrean hingga dia mencoba memperingatkan teman-temannya. Mereka akhirnya meminta maaf pada Adrean.
Pemuda itu masuk ke dalam ruang kantornya yang sangat nyaman. Dia duduk dan sempat merenung.
__ADS_1
Pemuda itu akhirnya memanggil seorang karyawan untuk meminta seorang gadis bernama Sinta datang ke ruangannya. Saat itu seorang HRD merasa curiga kalau gadis yang dipanggilnya itu membuat sebuah kesalahan besar.
Pasalnya mereka yang di panggil oleh atasan mereka selalu melakukan kesalahan yang fatal. Mereka berpikir bahwa gadis yang baru bekerja itu akan dipecat.
"Hai, orang baru apa kamu telah berbuat kesalahan?" Tanya seorang karyawan wanita yang merasa tidak suka dengan Sinta sejak baru masuk kerja.
"Tidak, memangnya kenapa?" Tanya Sinta.
"Berhati-hatilah, sepertinya kamu akan dipecat." Kata wanita itu memperingatkan.
"Apa kerena kemarin aku menabraknya." Batin gadis itu.
"Tapi aku kan sudah minta maaf." Lanjutnya sambil melangkahkan kaki cepat menuju ruang kantor Adrean.
Sinta saat berjalan menuju ruang kantor seorang pemuda tidak sengaja menabrak teman kerjanya yang sedang terburu-buru. Di depan lift menuju badannya sudah terhuyung karena pusing.
Braak
Gadis itu terjatuh beberapa saat setelah masuk ke dalam lift. Lift itu terus berjalan sampai lantai atas tepat dimana Sang Bos muda berada.
Gadis itu pingsan di dalam lift tidak seorangpun mengetahuinya. Lift itu memang jarang sekali dipakai oleh siapapun kecuali mereka yang memiliki kepentingan dengan atasan mereka.
__ADS_1
Adrean yang jenuh menunggu gadis itu memutuskan untuk keluar dari ruangannya. Pemuda itu merasa penasaran dengan gadis yang dipanggilnya tidak segera menemuinya.